After Divorce

After Divorce
AD BAB 97 - Ketangkap Basah


__ADS_3

Jia semakin bersemangat untuk memulai usahanya sendiri, terlebih kini dia dibantu oleh 2 orang pria yang begitu paham dalam dunia bisnis, Alex dan Daniel.


Semua ketakutan dan keraguan yang selama ini Jia rasa kini sudah menghilang entah kemana. Berkat Alex dan Daniel kini semua rasa menyebalkan itu berganti menjadi semangat yang menggebu, semakin berantusias untuk memulai semuanya.


Tepat di 7 bulan dia bekerja di hotel, Jia akhirnya memutuskan untuk keluar dan mulai fokus.


Daniel tidak mencegah, meski dia meminta sebuah pelukan sebagai tanda pisah.


Pertemanan Jia dan Lisa pun tidak putus, mereka terus menjalin hubungan itu dengan baik.


Pagi ini Jia akan menyewa gedung yang akan menjadi kantor dia nanti. Gedung yang dulu dia pilih dengan Daniel.


Masih membuat sarapan, tiba-tiba terdengar suara bell rumahnya berdenting.


"Biar saya yang buka Nyonya," ucap salah satu pelayan.


Jia mengangguk, kedua tangannya pun masih sibuk dengan bahan-bahan di dapur. Jia memang lebih suka masak sendiri jika waktu senggang seperti ini, para pelayan bisa mengerjakan tugas yang lain.


"Ji," panggil seorang pria hingga mencuri semua perhatian Jia. Suara yang begitu dia kenal dan pagi ini memanggilnya dengan lembut.


Alex datang.


Jia lantas mengangkat kepalanya, menatap Alex yang berjalan menghampiri. Terus mendekati dia hinhga berhasil memeluknya dari belakang.


"Al," keluh Jia yang merasa geli, karena kini Alex menciumi pundaknya.


Kedatangan Alex ke dapur membuat semua pelayan menghilang dari sana.


"Aku kangen," lirih Alex.


"Baru juga tidak bertemu 5 hari."


"Itu lama Ji."


"Ini pagi sekali, ku pikir kamu sampai disini jam 10 an," ucap Jia, 5 hari lalu Alex keluar kota untuk meninjau proyeknya yang disana. Terpaksa harus tinggal beberapa hari untuk memastikan semuanya berjalan baik.


"Aku berangkat jam 4 pagi."

__ADS_1


"Hi, pagi sekali, memangnya tidak dingin."


"Dingin, karena itu sekarang aku memeluk mu."


"Tapi aku sedang masak."


"Tidak masalah."


Jia terkekeh pelan, dia kembali melanjutkan masak nya, tidak peduli meski Alex memeluknya erat dari arah belakang.


Sudah sangat lama Alex ingin melakukan ini, memeluk erat Jia saat wanitanya tengah memasak.


"Bagaimana Rayden?" tanya Alex.


"Pulang pergi sekolah diantar Mama. Kata Mama biar dia terus yang antar jemput, biar ada pekerjaan katanya."


"Kamu tidak masalah?"


"Masalah kenapa?"


"Tidak ingin antar jemput Rayden juga?"


Jia tidak menjawab, terus menyelesaikan masak nya hingga selesai.


Mencuci tangan dan berbalik menghadap sang mantan suami.


"Berhenti lah berpikir buruk tentang Mama, lebih baik sekarang kamu mulai memaafkan Mama, kalau tidak aku akan marah," ucap Jia dengan wajahnya yang dibuat marah. Tapi bukannya takut, Alex malah gemas.


Saking gemasnya dia bahkan sampai mencuri sebuah kecupan diatas bibir yang cemberut itu.


Membuat Jia terkejut dan mencubit perutnya.


"Aw sakit Ji."


"Kalau begitu maafkan Mama, mulai kembali bicara dengannya."


"Iya iya, tapi cium dulu."

__ADS_1


Belum sempat Jia membalas bibirnya sudah lebih dulu dibungkam. Awalnya Jia kelabakan, ciuman mendadak ini membuatnya kesulitan bernafas, sampai lambat laun akhirnya dia bisa menyesuaikan diri dan membalas ciuman itu. Jia bahkan menggantungkan kedua tangannya di leher Alex dan membiarkan Alex memeluk tubuhnya erat.


Keduanya sampai tidak menyadari jika ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan yang berbeda.


Sofia mendelik, sementara Rayden biasa saja.


Niat hati datang kesini untuk sarapan bersama, tapi Sofia malah memergoki anak dan mantan menantunya berbuat mesyum.


Buru-buru Sofia menarik Rayden untuk menjauh dari dapur.


"Rayden sayang, tadi tidak lihat kan?" tanya Sofia dengan suaranya yang pelan, nyaris berbisik. Cemas Rayden melihat pemandangan tidak senonoh itu.


"Lihat apa Oma? mommy dan dan Daddy berciuman?"


"Aduh," Sofia menepuk keningnya pelan.


"Rayden sudah sering lihat Oma, om Sean juga," celetuk Rayden apa adanya.


Membuat Sofia makin membuang nafasnya berat.


Sepertinya aku harus meminta mereka segera menikah. Batin Sofia.


Takut Alex dan Jia kelewat batas, dengan terpaksa Sofia kembali menuju dapur dan melihat kedua manusia itu masih saling berpaut.


"Ehem!" dehem Sofia dan berhasil membuat ciuman Alex dan Jia terlepas.


Dan melihat Sofia dan Rayden disana, Alex dan Jia langsung mati kutu.


Persis seperti maling yang ketangkap basah.


"Mama," desis Jia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi Author


Budak Ku Mr. Mafia karya Kisss

__ADS_1



__ADS_2