
“Gimana kondisi Noval, Pak. Apa tidak sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja?” ucap Andre pada petugas UKS.
“Iya Pak. Rencananya akan kami bawa ke rumah sakit tapi ini lagi menunggu mobil yang akan membawa Novel ke sana.”
“Naik mobil saya aja Pak, biar saya antar ke rumah sakit sekarang,” tawar Andre.
“Nanti merepotkan Bapak.”
“Nggak apa-apa Pak, yang terpenting keselamatan Noval sekarang.”
Kemudian Andre menemui Bastian dan mengatakan agar Bastian sebentar lagi akan dijemput oleh sopirnya karena dia akan mengantar Noval ke rumah sakit.
Setelah pamit pada anaknya, kemudian Andre membawa Noval ke rumah sakit bersama petugas UKS. Sampai di rumah sakit Nova langsung ditangani oleh dokter.
“Gimana keadaan Noval, Dokter?” tanya Andre khawatir.
“Bapak orang tuanya?”
“Bukan Dok, saya hanya orang tua temannya yang mengantarkan Noval kemari. Gimana kondisi Noval Dok?”
“Berdasarkan pemeriksaan kami, Noval mengalami asam lambung. Orang tuanya sendiri mana ya Pak?” tanya dokter lagi.
“Maaf Dok, sebentar lagi orang tuanya datang karena tadi sudah saya telepon,” ucap pak Kamil petugas UKS.
***
Tidak lama kemudian ayah Noval pun sampai di rumah sakit. Begitu ayahnya Noval sampai di rumah sakit pak Kamil langsung pamit pulang.
“Mari Pak kita pulang karena ayahnya Noval sudah datang. Oh ya Pak, saya pulang bersama pak Doni ya karena pak Doni barusan nyusul,” ucap pak Kamil pada Andre.
“Oh iya Pak. Saya sebentar lagi pulang.”
“Kalau begitu saya duluan ya Pak. Terima kasih ya Pak atas bantuannya,” ucap pak Kamil langsung pamit pulang.
Andri tidak langsung pulang tapi dia memperhatikan Noval bersama ayahnya. Terlihat ayahnya Noval begitu khawatir dengan kondisi anaknya.
__ADS_1
‘Kenapa Widya belum datang juga. Apa Widya sakit sehingga ayahnya yang datang ke rumah sakit saat ini,’ batin Andre.
Saat Andre sedang memperhatikan dari jauh tiba-tiba Widya pun muncul dan langsung memeluk Noval. Dari kejauhan Andre bisa melihat sendiri bahwa antara Widya dan ayahnya Noval tidak ada berbicara sedikit pun.
Tiba-tiba datanglah seorang wanita tua yang mendekati Noval. Kemudian wanita itu memeluk Noval. Wanita itu adalah mantan mertuanya Widya. Andre dari jauh hanya bisa memperhatikan saja.
Tiba-tiba wanita tua tadi langsung menampar pipi Widya membuat orang yang berada di sekitar situ langsung melihat ke arah Widya. Andre yang melihat kejadian itu langsung mengepalkan tangannya karena kesal. Kalau tidak memandang bahwa wanita itu sudah tua mungkin Andre sudah menampar kembali wanita itu. Widya hanya memegang pipinya yang kelihatan sakit.
Kemudian mantan suaminya Widya langsung mengamankan ibunya dan membawa ibunya keluar dari ruang itu. Hati Andre sangat sakit melihat Widya diperlakukan oleh mantan mertuanya seperti itu. Widya seperti tidak punya harga diri lagi karena mantan mertuanya seenaknya saja menampar di depan orang banyak.
‘Aku tidak tinggal diam kalau seandainya wanita itu menampar kembali, maka aku akan jadi lawannya,’ batin Andre kesal.
Tidak lama kemudian Widya pun pulang ke rumah, sedangkan Noval pulang bersama ayah dan neneknya. Begitu mobil yang dikendarai mantan suami Widya pergi, Andre langsung mencari Widya yang masih berada di halaman rumah sakit. Terlihat Widya duduk di bangku panjang di dekat taman yang ada di rumah sakit. Andre langsung mendekatinya dan duduk di sampingnya.
Kemudian Widya melirik ke arah Andre dan dia pun terkejut ternyata orang yang duduk di sampingnya adalah Andre.
“Andre....” ucap Widya sambil buru-buru menghapus air matanya.
Andre langsung memegang tangan Widya erat.
Widya tidak dapat membendung air matanya. Tangisnya langsung pecah dan kemudian ditutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Andre langsung mengelus pundak wanita itu.
“Aku yakin pasti kamu akan kuat,” ucap Andre sedih.
Sedangkan Widya tidak dapat berkata apa-apa hanya isak tangisnya saja yang kedengaran. Setelah lebih tenang akhirnya Andre memberanikan diri untuk bertanya pada Widya tentang Noval yang tidak ikut pulang dengannya.
“Kenapa Noval tidak ikut pulang dengan kamu, Widya?”
Mendapat pertanyaan seperti itu Widya kembali menangis lagi dan Andre dengan sabar menunggu sampai Widya cerita. Setelah Widya dapat mengontrol emosinya dan tidak menangis lagi, Widya pun bercerita bahwa tadi saat Noval pingsan mantan mertuanya sangat marah dan menyalakannya. Mantan mertuanya menganggap pingsannya Noval karena Widya tidak becus mengurus Novel sehingga Noval harus mengalami pingsan. Sehingga Noval langsung dibawa pulang ayahnya dan Widya tidak dibenarkan untuk mengurusnya selama Noval sakit.
Widya merasa sedih karena tidak bisa membawa pulang Noval. Tadi mertuanya sempat mengancamnya kalau Noval sering sakit seperti ini maka hak asuh atas Noval akan diambil alih oleh mantan suaminya. Tentu hal ini membuat Widya sangat sedih dan sangat takut kalau apa yang dikatakan mantan mertuanya akan terbukti.
“Aku rasanya nggak bisa hidup tanpa Noval, Ndre. Aku takut kalau nantinya hak asuh Noval akan jatuh ke tangan ayahnya dan aku tidak diperbolehkan lagi bertemu dengan Noval,” jelas Widya.
“Kamu jangan khawatir ya. Kalau pun hak asuh berada di tangan ayahnya, tapi kamu sebagai ibunya masih bisa bertemu dengan anak kamu.”
__ADS_1
“Tapi kata ayahnya Noval, aku tidak akan diizinkan untuk bertemu Noval lagi.”
“Yakinlah, kamu akan tetap bisa menemui Noval kapan pun.”
“Gimana kalau ayahnya Noval melalui jalur hukum, tentu aku pasti kalah karena aku nggak punya uang Ndre,” ucap Widya.
“Kamu memang nggak punya uang saat ini, tapi kamu punya Allah. Jadi kamu jangan pernah takut ya karena aku akan selalu membantu kamu meskipun aku harus mengeluarkan uang nantinya,” ucap Andre menenangkan Widya.
“Mari kita pulang sekarang,” ajak Andre.
“Tapi aku mau naik becak aja Ndre. Aku nggak mau nantinya akan jadi fitnah antara kita.”
“Kenapa kamu takut?” tanya Andre heran.
“Aku nggak mau dianggap merusak rumah tangga orang.”
“Siapa yang merusak rumah tangga aku.”
“Kalau aku satu mobil dengan kamu dan ketauan istri kamu, pasti aku dianggapnya pelakor. Aku nggak mau jadi duri dalam rumah tangga kalian karena hubungan kita hanya sebatas teman tidak lebih dari itu.”
“Kalau pun hubungan kita lebih dari teman memangnya kenapa. Kamu kan sudah sendiri, jadi bebas donk bagi aku membawa kamu ke mana aku mau.”
“Andre, jangan campur adukkan masa lalu kita dengan masa sekarang.”
“Masa lalu kita adalah sebuah mimpi yang akan aku wujudkan,” ucap Andre penuh keyakinan.
“Nggak Ndre. Kamu sudah punya istri dan anak. Ingat istri dan anak kamu sekarang.”
“Sampai kapan pun, aku nggak akan pernah melupakan anak dan istri aku. Tapi hidupku sekarang untuk menggapai impianku yang pernah hilang.”
“Jangan pernah sakiti istri kamu, Ndre hanya karena aku.”
“Aku punya istri tapi aku tidak punya cinta Widya. Cintaku hanya milikmu seorang dan aku akan merebut cinta itu kembali meskipun aku harus berpisah dengan istri aku.”
Widya hanya diam saja mendengarkan ucapan Andre.
__ADS_1