After Divorce

After Divorce
AD BAB 100 - Menyatu Dalam Cinta


__ADS_3

Tepat jam 10 pagi mobil Alex terparkir sempurna di halaman rumah Sofia. Dia bergegas turun dan disusul oleh Jia.


Keduanya tersenyum, saling menggandeng tangan dan sedikit berlari masuk ke dalam rumah.


Sesekali keduanya tertawa kecil, persis seperti anak muda yang baru saja merasakan cinta. Keduanya sama-sama terburu-buru menaiki anak tangga dan menuju kamar mereka di lantai 2.


Sampai tidak sadar jika para pelayan memperhatikan keduanya dengan tersenyum pula, tersenyum bercampur heran.


Kenapa kedua orang itu menuju kamar yang sama dengan raut wajah bahagia? Apa iya mau melakukan itu? mereka kan sudah bercerai?


Banyak pertanyaan, namun mereka semua memutuskan untuk ikut bahagia atas keduanya.


Termasuk Sofia yang sedang merangkai bunga di ruang tengah, dia pun melihat kedatangan Jia dan Alex yang tergesa untuk naik.


Sofia hanya mampu menggelengkan kepala dan bibir yang tersenyum kecil.


"Sepertinya aku harus mengajak Rayden untuk jalan-jalan," desis Sofia. Dia kembali melanjutkan merangkai bunga dan setelahnya menjemput Rayden pulang sekolah.


Sementara itu di lantai 2.


Alex membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk tubuh Jia, padahal baru selangkah mereka masuk ke dalam kamar. Alex bahkan belum sempat menutup pintu itu kembali.


"Al tutup pintunya."


Sambil mencium bibir Jia, Alex menuruti keinginan sang istri. Dengan bibir yang berpaut itu tangan Alex bergerak seperti punya mata, menutup pintu dan menguncinya dengan sempurna.


Lalu menarik tubuh Jia dan disandarkannya di balik pintu, memperdalam ciuman mereka dengan tangan yang mulai menjalar kemana-mana. Masuk ke dalam kemeja yang Jia kenakan dan mengelus punggung itu secara langsung tanpa penghalang apapun.


Jia meremang, dia semakin menutup mata dan menikmati semuanya. Selama ini mereka tidak pernah bercinta seliar ini.

__ADS_1


Hanya dengan satu tangan Alex bahkan berhasil melepaskan pengait bra yang Jia kenakan. Menciptakan rasa lega dan jantung yang semakin berdebar hebat bagi Jia. Satu tangan Alex memeluk pinggangnya erat, sementara tangan kekarnya yang lain terus mengelus punggung itu hingga pindah kedepan dan membelai satu dadanya lembut.


Ah, Jia mendesaah diantara ciuman yang sedari tadi tidak terlepas.


Alex lantas menyudahi ciumannya, menatap wajah sang istri yang sudah merah merona.


"Kamu adalah miliki ku," desis Alex, sebuah ucapan sederhana namun mampu membuat Jia merasa sempurna.


Seperti layaknya pengantin baru, Alex lalu menggendong Jia dan membaringkannya diatas ranjang mereka.


Melepaskan sepatu heels 5 cm milik istrinya itu dan menyusunnya rapi di bawah ranjang. Alex lantas ikut naik, merayap hingga berhasil mengungkung Jia.


Melepaskan satu demi satu kancing baju sang istri, sementara Jia hanya pasrah, kini apa yang ada padanya memanglah milik suaminya.


Berhasil membuat tubuh Jia jadi polos, Alex kembali mencium mesra bibir istrinya. Dia tidak ingin terburu-buru, ingin menikmati kebersamaan ini setelah hampir 8 bulan lamanya mereka berpisah. Ah tidak, mereka seperti sudah terpisah semenjak 5 tahun silam. Dan Alex begitu rindu, penyatuan mereka yang penuh cinta seperti ini.


"Al," panggil Jia lirih, sebuah panggilan yang tidak butuh jawaban. Hanya ingin menyalurkan hasrat yang semakin menggelora di dada.


Alex terus memberinya sentuhan, sampai akhirnya Jia tidak bisa hanya pasrah saja. Dia pun mengangkat wajah Alex yang Sedari tadi bersarang di dadanya, lalu mencium bibir suaminya itu memberikan balasan. Tangan Jia pun melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuh suaminya hingga tak bersisa satupun.


Alex tersenyum, dia suka sekali jika Jia membalas seperti ini. Dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka benar-benar menyatu dalam cinta.


Terasa sedikit sakit bagi Jia, namun nikmat luar biasa bagi Alex. Lama tidak dia sentuh, Jia jadi semakin sempit. Membuatnya tenggelam dengan himpitan yang begitu terasa.


Alex melayang jauh, diantara tubuh mereka yang menyatu Alex kembali menyesapi bibir istrinya. Satu tangannya pun terus meremaas kuat dada itu secara bergilir.


Desah Jia menggema dan tidak bisa ditahan, dessahan paling keras yang selama ini pernah Jia keluarkan.


"Panggil namaku sayang," ucap Alex, menuntut percintaan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan.

__ADS_1


"Jiaaa," ucap Alex lagi diantara tubuhnya yang terus bergerak.


"Al." sahut Jia bersusah payah karena dia nyaris meledak.


"Al akuu..." muka Jia meringis, tidak sanggup lagi menahan lebih lama.


"Tunggu sayang, sebentar lagi."


"Al."


Dan di detik itu juga keduanya sama-sama menjerit, Jia memeluk erat tubuh Alex bahkan tanpa sadar mengigit pundaknya. Sementara Alex semakin memperdalam penyatuan mereka, menyemburkan benih di titik terdalam.


Beberapa saat hanya ada suara deru nafas yang terdengar. Masih menyatu, Alex mengangkat tubuh Jia dan dipangkunya diatas ranjang itu. Jia lebih tinggi hingga ia sedikit menunduk untuk menatap sang suami. Alex memeluk tubuh Jia sementara Jia meletakkan jedua tangannya di pundak sang suami.


Alex merapikan rambut istrinya dan Jia mengelus kening Alex menghapus peluh yang tercipta disana.


"Kamu milik ku," ucap Alex lagi dengan tatapannya yang begitu dalam, lengkap dengan mata yang melengkung sayu, menatap penuh damba.


"Kamu adalah milik ku," balas Jia pula, dia mengelus rahang Alex.


Keduanya tersenyum, dengan saling memiliki seperti ini cinta yang mereka rasa terasa semakin sempurna.


"Dada mu semakin besar."


"Al!" kesal Jia, dia pun memukul lengan suaminya.


Sedangkan Alex langsung mencium bibir cemberut itu. Memulai lagi percintaan kedua mereka di siang hari ini.


Menciptakan desaah yang saling bersahutan dan tak berujung.

__ADS_1


__ADS_2