After Divorce

After Divorce
AD BAB 75 - Tutup Matamu dan Lihat Aku


__ADS_3

Ina juga sudah datang ke rumah Sofia, setelah mendapat kabar Rayden kembali ke rumah ini, Ina langsung menyusul.


Selesai diobati, Sofia memerintahkan pada Jia dan Rayden untuk beristirahat di dalam kamar, nanti mereka akan kembali bertemu saat makan siang.


Sofia juga sudah lelah duduk, ingin merebahkan pinggangnya yang terasa kaku karena belum bisa bergerak bebas.


Setelah mengantarkan Sofia ke dalam kamar dan merebahkan nya diatas ranjang, Jia pun menuju kamarnya dulu. Kamar yang dia tempati bersama Alex.


Membuka pintu kamar itu dan masuk.


Melihat tidak ada sedikitpun perubahan disana, semuanya masih sama, tertata seperti dulu. Bahkan aroma ruangan ini tidak berubah.


Belum sempat melangkah lebih dalam, ponsel Jia di dalam tas kecilnya bergetar. Dengan segara Jia melihat panggilan itu dan melihat nama Daddy disana.


Jia mengigit bibir bawahnya, mendadak gugup. Ini hanya panggilan telepon namun Jia merasa jika Alex ada disini.


"Halo Al," jawab Jia kikuk.


"Kamu dimana?"


"Kan di rumah mama."


"Maksudku mama meminta mu tidur dimana?"


"Di kamar."


"Kamar mana?"


"Kamar yang dulu."


"Dulu mana?"


"Kamar kita." jawab Jia akhirnya, dengan bibir yang mengerucut, tidak tahukah Alex jika dia sangat malu ketika mengatakan itu.


Tapi Alex di ujung sana malah mengulum senyum. Dia baru saja sampai di apartemen dan duduk di kursi ruang tamu, langsung menghubungi Jia.


"Aku sangat mencintaimu Ji," ucap Alex ketika ada hening mulai tercipta diantara mereka. Alex menyandarkan kepala nya di sofa dan menatap langit-langit.

__ADS_1


"Al, jangan mengatakan itu terus."


"Kenapa?"


"Tidak bagus untuk kesehatan jantungku."


"Jangan membuatku ingin berlari pulang."


Jia terkekeh, dia lantas mulai berjalan dan membuka lemari pakaian.


"Mama membelikan aku banyak baju."


"Benarkah?" tanya Alex, sama seperti Jia, dia juga seperti tidak percaya.


"Mama tidak memarahi kamu kan?" tanya Alex lagi.


Dan Jia menggeleng pelan seolah Alex bisa melihat gerakan kepala nya.


"Tidak Al, kenapa kamu selalu menuduh mama memarahin aku?"


"Karena dulu selalu begitu, sama seperti dulu saat aku selalu menyalahkan kamu."


Jia bersandar di lemari pakaian yang sudah kembali dia tutup, Jia membuang nafasnya pelan.


"Sekarang bagaimana? kamu masih ingin menyalahkan aku?" tanya Jia.


"Iya, tapi sekarang masalahnya lain."


Jia mengerutkan dahinya.


"Dulu kamu merampas hidupku, sekarang hatiku."


"Issh!" balas Jia seolah kesal, tapi bibirnya mengulum senyum. Lantas kembali melangkah dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Di telinganya Jia mendengar Alex yang diujung sana tertawa.


"Al," panggil Jia lirih hingga akhirnya tawa Alex terhenti seketika.

__ADS_1


"Hemm apa?"


"Benarkah ini nyata?"


"Maksudnya?"


"Kamu dan mama, benarkah ini bukan mimpi?"


"Jangan bicara seperti itu, aku ingin memeluk mu."


"Kalau begitu peluk."


"Baiklah, tutup matamu dan Lihat aku."


Jia benar-benar menutup matanya, lalu memeluk tubuhnya sendiri seolah sedang memeluk Alex.


Ini semua terasa begitu indah, seperti mimpi yang selama ini Jia impikan.


Kenapa setelah terlepas semuanya jadi kenyataan.


Cinta Alex dan Sofia yang mulai bersikap baik.


Jia membuka mata, bahkan kini dia kembali di kamar ini. Lalu kembali terpejam dan menikmati semuanya dengan hati yang terbuka.


"Aku mencintaimu Ji, kita jalani ini pelan-pelan ya?" pinta Alex dengan suaranya yang lirih. Sadar luka yang dia buat tidak semudah itu untuk sembuh.


Lama menunggu dan Jia tidak menjawab apa-apa. Dari hening yang tercipta hanya terdengar deru nafas Jia yang teratur.


"Kamu tidur?" tanya Alex tapi Jia tidak menjawab.


Ya, semudah itu Jia terlelap, seolah menemukan tempat ternyaman nya.


"Aku mencintaimu Jia, sangat," ucap Alex lagi tidak peduli Jia mendengar nya atau tidak. Alex bahkan memberikan sebuah kecupan jarak jauh sebelum memutuskan sambungan telepon itu.


Membuat Jia tersenyum meski tertidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2