After Divorce

After Divorce
AD BAB 135 - Maafkan Daddy


__ADS_3

Sore itu hujan turun, Rayden berlari saat mendengar sang ibu berteriak dari dalam kamar.


"Mom!!" pekik Rayden, alangkah terkejutnya dia saat melihat sang ibu yang kesakitan di pinggir ranjang.


Tahu tidak bisa berbuat apa-apa, Rayden pun kembali berlari keluar dan berteriak memanggil semua orang.


Sofia adalah yang paling dulu menghampiri.


"Oma, tolong mommy!"


Jia sudah lemas dipinggir ranjang, menahan sakit yang teramat dibagian perut bawahnya.


"Ya Tuhan Jia, kamu mau lahiran sayang."


Jia hanya bisa mengangguk kecil. Sememtara Alex belum pulang dari kantor. Jia lah yang kukuh meminta suaminya itu untuk pergi bekerja. Saat ini Sean dan Ina sedang bulan madu, karena itulah Alex yang turun tangan sendiri untuk melihat proyek di lapangan.


Sore itu diantara hujan yang turun akhirnya Sofia membawa Jia untuk pergi ke rumah sakit.


Sampai disana tidak butuh waktu lama akhirnya Jia melahirkan anak ketiga nya. Bahkan sebelum Alex sempat datang.


"Ya Tuhan mama bahagia sekali sayang," ucap Sofia, dia memeluk Jia erat. Jia yang masih terbaring di atas ranjang untuk pemulihannya.

__ADS_1


Jia dan Alex mendapatkan seorang bayi tampan sebagai anak ketiganya.


Rayden pun merasakan kebahagiaan yang tidak terkira, dia akhirnya punya teman main.


Kini Sofia sedang menggendong sang cucu ketiga, duduk ditepi ranjang menemani Jia. Sementara baby Aleia tinggal di rumah dan Rayden baru saja pulang untuk menemani adik pertamanya itu.


"Jia."


"Iya Ma," jawab Jia, dia menatap Sofia, menunggu apa yang akan diucapkan oleh sang ibu mertua. Ibu mertua yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri.


"Bolehkah mama meminta sesuatu?"


"Katakan Ma."


Jia tersenyum, "Tentu saja, aku dan Alex juga belum memilihkan nama untuk bayi mungil ini," jawab Jia. Satu tangannya bergerak lemah menyentuh kepala sang anak. Entah kenapa lahiran kali ini lebih terasa sulit dibandingkan melahirkan Aleia dulu.


Membuat Jia bahkan harus sampai di infus.


"Benarkah? Tapi apa Alex mengizinkan?" tanya Sofia, berurusan dengan alex akan lebih sulit daripada berurusan dengan Jia.


"Tentu saja Alex akan mengizinkan Ma, dia saja belum datang."

__ADS_1


Mendengar itu Sofia terkekeh, Jia pun ikut mengukirkan senyum. Dan saat itu juga, Sofia memberi nama Alden Carter untuk cucunya yang ketiga.


Tak berapa lama setelah nama itu terucap, Alex datang dengan bajunya yang nampak basah. Bisa dilihat jika Alex baru saja kehujanan.


"Ya Tuhan sayang, maafkan aku!" ucap Alex, yang pertama kali dia cium adalah istrinya. Alex memeluk Jia bahkan mencium bibir sang istri, memohon ampun karena tidak bisa menemani Jia melahirkan anak mereka yang ketiga.


Kedua mata Alex bahkan nampak merah, dia ingin menangis Namun ditahannya kuat-kuat.


"Dad, mommy baik-baik saja. Lagipula ada Mama," jelas Jia, mendengar itu alex mulai melepaskan dekapanya pada Jia, sedikit memberi jarak dan melihat wajah sang istri yang terlihat lemas.


"Lihatlah anak kita, dia sangat tampan seperti dirimu," ucap Jia.


Alex langsung tersadar tentang sang anak, dia pun menoleh ke arah Sofia yang sedang menggendong bayinya.


"Alden Carter," ucap Sofia dan Alex tersenyum menyambutnya.


"Nama yang indah," jawab Alex, dia mengambil baby Alden dan digendongnya. Diciumi berulang, berulang kali pula mengatakan maaf pada sang anak. Dulu sebelum Alden lahir dia selalu menjenguk, namun saat anaknya lahir dia malah tidak mendampingi.


Maafkan Daddy, Alden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2