After Divorce

After Divorce
AD BAB 109 - Rumus Apa Itu?


__ADS_3

Alex dan Jia pergi ke apotik berdua untuk membeli testpack. Sengaja tidak ingin meminta bantuan orang lain agar mereka juga memiliki waktu intim berdua.


Saat siang mereka sama-sama sibuk, jadi hanya malam lah waktu kebersamaan mereka berdua. Alex dan Jia menyadari itu, jadi selama bersama seperti ini mereka saling mencurahkan kasih sayang satu sama lain. Tidak hanya menerima cinta, namun mereka juga memberikan cinta yang begitu banyak.


"Dad, itu tadi ada apotik kenapa dilewati?" tanya Jia heran, naskahnya sudah 2 apotik mereka lewati dan tidak ada tanda-tanda Alex akan berhenti.


"Kita mau beli testpack kan?" tanya Jia lagi memastikan, takutnya Alex malah mengajaknya ke tempat lain, sementara dia hanya menggunakan baju sederhana seperti ini.


Yang ditanya malah senyum-senyum tidak jelas.


"Kita pacaran dulu Mom," seloroh Alex dengan mengerlingkan mata, membuat Jia langsung memukul salah satu lengannya.


Alex membawa Jia pergi ke taman kota, tapi mereka tidak turun. Tetap berada di dalam mobil dan menyaksikan indahnya lampu-lampu disana.


Mereka saling berbincang membicarakan banyak hal, bukan hanya tentang Jia namun juga tentang Alex.


Ciuman hangat saling mereka berikan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


Membeli 3 testpack untuk Jia gunakan besok pagi.


Waktu berlalu dan pagi datang.

__ADS_1


Alex dan Jia bangun lebih awal untuk mengetahui kabar yang mereka tunggu-tunggu.


Alex bahkan ikut masuk ke dalam kamar mandi dan melihat istrinya pipis.


Jia malu, namun dia hanya mencebik tidak berani protes.


"Ku rasa hasilnya sudah keluar Dad, ayo kita lihat sekarang," ucap Jia, testpack itu masih ada ditangannya namun mereka berdua belum berani melihat.


"Tunggu Mom, kita baca doa dulu, semoga kamu hamil, semoga kita kembali memiliki anak."


Jia mengangguk, mereka berdua berdoa di dalam hati.


"Sudah Dad, kita lihat ya?"


"Rumus apa itu?"


Alex terkekeh, dia menarik pinggang istrinya dan mencium bibir Jia sekilas.


"Sudah, bukalah. Ayo kita lihat sama-sama."


Dengan hati yang bergemuruh hebat, Jia mengangkat tangan kanan nya dan memperlihatkan hasil testpack itu.

__ADS_1


2 garis merah.


Jia tidak bisa berkata-kata, hanya kedua matanya yang terasa panas hingga berakhir meneteskan air mata bahagia.


"Apa artinya ini Mom?" tanya Alex yang bingung. Tadi dia sudah membaca petunjuk di kemasan testpack itu namun kini seketika dia melupakan semuanya. Jadi ragu, kalau hamil itu garisnya satu atau dua.


Apalagi melihat Jia yang menangis, makin membuatnya tidak tenang.


"Mom, apa artinya?" tuntut Alex lagi.


"Aku hamil Dad, aku hamil anak kita."


"Kamu serius?"


Jia mengangguk.


Dan Alex langsung memeluk istrinya erat, sangat erat dan berulang kali menciumi puncak kepala sang istri. Sangat bersyukur atas semua hal yang terjadi didalam rumah tangga mereka.


"Terima kasih sayang, terima kasih," ucap Alex. Dia melerai pelukan mereka dan kembali menciumi bibir Jia. Ciuman dalam dan penuh cinta. Jia pun membalas. Pagi itu di dalam kamar mandi mereka saling bertukar saliva dengan begitu mesra.


Kabar tentang kehamilan Jia terdengar pula di telinga Daniel. Dia tersenyum yang artinya entah, bahagia namun merasa bersedih juga.

__ADS_1


Kini Daniel sedang bersusah payah menahan diri, agar kakinya tidak berjalan menemui Jia.


Sungguh, Daniel ingin mengucapkan selamat.


__ADS_2