After Divorce

After Divorce
AD BAB 124 - Tambah Gendut


__ADS_3

Tepat jam 7 malam, Daniel sampai di rumah kediaman keluarga Carter. Di sana sudah nampak ramai, beberapa keluarga Carter berdatangan untuk melihat baby Aleia.


Daniel dan Rayden masuk dan langsung disambut hangat, awalnya Rayden ingin langsung bermain dengan sepupunya namun kemudian urung saat Sofia memintanya untuk ganti baju lebih dulu.


Sementara Daniel kini sudah bertemu dengan sang tuan rumah, Alex.


"Kenapa malam sekali baru pulang?" tanya Alex, dia mencemaskan Rayden, bukan Daniel.


"Kamu kira mendekati wanita itu mudah, tentu saja aku butuh waktu yang lebih banyak. Rayden sudah makan kok."


Alex mendengus.


"Dimana Jia?" tanya Daniel.


"Dia baru saja ku suruh naik, setelah bertemu semua keluarga Jia ku suruh istirahat. Sana pulanglah, aku mau menemani Jia."


Kini giliran Daniel yang mendengus kesal.


"Jahat sekali," ucap Daniel tapi Alex tidak peduli.


"Lain kali aku akan mengajak Rayden pergi lagi."


"Hem," jawab Alex singkat.


Setelahnya Alex mengantar Daniel hingga sampai di teras rumah, Alex terus melihat Daniel hingga masuk ke dalam mobilnya, baru setelah itu dia kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Pamit pada semua keluarganya yang ada di ruang tengah untuk pergi ke atas dan menemani Jia.


Kini, Alex sudah berada di lantai 2. Dengan perlahan membuka pintu kamarnya.


Melihat Jia yang masih memegang ponsel dan berdiri disamping ranjang, tepat di hadapan nakas.


Dengan bibir tersenyum Alex menghampiri, Jia pun melihat kedatangan suaminya itu.


"Dad," panggil Jia dan Alex langsung menarik pinggangnya, mendekap erat. Lalu mengecup sekilas bibir Jia yang tersenyum.


"Daddy sepertinya bahagia sekali," ucap Jia, satu tangannya bersandar di dada sang suami.


"Tentu saja bahagia, melihatmu seperti ini saja sudah membuat ku bahagia."


Baby Aleia tidak tidur disini, dia sudah tidur di kamarnya sendiri dengan sang babysitter, Bik Asni yang sudah berusia 46 tahun. Jia masih memberi Asi, sebagian asi nya juga disimpan di lemari pendingin. Kini bayi mungil itu sedang tertidur lelap di kamarnya sana.


"Aleia sudah tidur?" tanya Alex dan Jia mengangguk.


"Sebulan ini dia hanya akan tidur terus, bangun hanya untuk minum susu dan pup," jawab Jia.


Mereka berdua terkekeh, ingat saat Rayden kecil dulu.


"Dad, cincin nikah kita tadi mommy copot, rasanya sempit selali. Mommy sangat gendut ya?" tanya Jia, menatap sang suami dengan kedua matanya yang bulat.


"Iya, mommy jadi tambah gendut. Semuanya tambah besar, apalagi dadanya," jawab Alex dengan mengerlingkan mata, menggoda.

__ADS_1


Jia mencebik.


"Apa Daddy masih mencintai Mommy?"


"Pertanyaan macam apa itu, tentu saja daddy selalu mencintai mommy. Karena mommy adalah cinta mati daddy, daddy pernah kehilangan mommy dan daddy tidak ingin merasakannya lagi, itu sangat sakit."


Bibir Jia yang mencebik makin panjang.


"Benarkah? tidak bohong?"


"Apa Daddy harus gendut juga biar mommy percaya?"


Jia terkekeh.


"Jangan, nanti daddy jelek. Dadanya tidak kotak-kotak lagi."


"Tapi kan itunya tetap besar."


"Daddy!!!" kesal Jia.


Mereka tertawa bersama, lalu saling memeluk erat. Sudah banyak hal yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, dan semua itu diambil pelajaran oleh keduanya.


Dan malam pun semakin larut, meski tidur di kamar terpisah namun Jia memerintahkan Asni untuk tetap memanggilnya ketika Aleia bangun.


Malam ini Aleia terbangun sebanyak 5 kali dan sebanyak itu pula Jia dan Alex bangun juga.

__ADS_1


__ADS_2