After Divorce

After Divorce
AD BAB 132 - Apa Mommy Hamil Ya?


__ADS_3

Waktu berlalu dan kini baby Aleia sudah berusia 1 tahun. Bayi mungil itu mulai belajar berjalan, meski berulang kali terjatuh namun baby Aleia bangun lagi. Terus seperti itu, membuat semua orang yang melihatnya merasa gemas, bercampur takut.


Orang-orang cemas baby Aleia akan menangis, tapi bayi cantik itu malah tertawa.


Pagi ini di keluarga Carter cukup sibuk, mereka berencana untuk mengunjungi makan Andreas dan kedua orang tua Jia.


Baby Aleia sudah berusia 1 tahun, sudah bisa mengunjungi banyak tempat, termasuk pemakaman kakek dan nenek nya.


Jam 8 pagi saat matahari mulai meninggi, seluruh keluarga Carter sudah berada di pemakaman kedua orang tua Jia, setelah dari sini baru mereka pergi ke pemakaman Andreas.


Alex, Jia, Sofia dan Rayden menabur bunga. Sementara baby Aleia tetap berjalan kesana kemari diawasi oleh Asni.


Kini tidak ada tangis yang Jia keluarkan saat mengunjungi makan kedua orang tuanya. Kesedihan akan kepergian mereka sudah Jia ihklaskan.


Apalagi saat melihat Alex memperkenalkan baby Aleia kepada kedua orang tuanya. Meski hanya tinggal batu nisan, tapi Alex benar-benar berucap. Mengatakan pula pada baby Aleia jika ini adalah kakek dan neneknya yang sudah tiada.


"Leia, ini adalah oma dan opa, berikan salam sayang," ucap Alex.


Baby Aleia hanya tertawa, menyentuh batu nisan itu dan kembali ingin berlari. Bermain rumput hijau yang ada di pemakaman.

__ADS_1


Sedang memperhatikan baby Aleia, tiba-tiba Alex mendengar Jia yang seperti mau muntah.


Huwek! mual Jia, dia bahkan langsung menutup mulutnya rapat. perutnya mendadak mual dan Bahkan udara dingin ini membuat hidungnya tidak nyaman.


"Sayang, kamu sakit?" cemas Alex, Rayden bahkan langsung mendekati ibunya dan mengelus punggung Jia.


"Mommy juga keringat dingin, ayo kita pulang," ajak Rayden, Alex dan Sofia pun setuju.


"Tapi kita belum ke makam papa Dad," ucap Jia tapi Sofia langsung memotong ucapannya ...


"Makam papa tidak akan kemana-mana, kita bisa mengunjunginya lain kali. Lebih baik sekarang kita pulang. Lihat wajahmu, tiba-tiba pucat seperti itu. Mungkin masuk angin, jadi lebih baik kita pulang. Udara dingin seperti ini tidak baik untukmu," putus Sofia dan Jia tidak lagi bisa membantahnya.


Alex membantu Jia untuk turun dan berjalan masuk. Berulang kali pula Alex mengelus punggung sang istri dengan sayang.


"Tadi pagi perasaan kamu baik-baik saja, kenapa sakitnya mendadak sekali?" tanya Alex dan Jia hanya menggeleng. Dia pun bingung kenapa jadi seperti ini.


"Al, balur tubuh Jia menggunakan minyak kayu putih, mama akan minta pelayan untuk mengantar jahe hangat ke kamar kalian ..."


"Rayden, ganti baju mu sayang, biar Ina yang bantu."

__ADS_1


Titah Sofia dan semua orang menurutinya dengan patuh.


Masuk ke dalam kamar, Alex langsung membaringkan Jia di atas ranjang. Membantu pula menaikkan kaki Jia dan memasangkan selimut.


"Minyak kayu putihnya dimana ya sayang?" tanya Alex dia mencari di meja rias sang istri.


"Di dalam laci Dad, laci sebelah kanan, yang atas."


Alex mencari disana dan langsung ketemu. Lalu kembali menghampiri sang istri dan duduk dipinggir ranjang.


Mulai mengelus perut Jia dengan minyak kayu putih itu.


"Apa masih mual?"


"Sedikit."


"Apa mommy hamil ya?"


Ha? Jia terperangah.

__ADS_1


__ADS_2