
Selesai membeli es krim Noval langsung membeli popcorn tapi popcorn yang dipesannya sedang dibuat oleh si penjualnya sehingga Noval menunggu agak lama sedikit. Dari jauh Widya hanya memperhatikan saja.
Saat sedang asyik memperhatikan Noval tiba-tiba seseorang duduk di sampingnya. Widya langsung terkejut dan melirik ke arah orang tersebut. Begitu Widya menoleh jantungnya semakin berdetak kencang karena orang yang duduk di sampingnya adalah Andre. Andre tersenyum memperhatikan Widya, sedangkan Widya seperti orang bingung karena tidak menyangka dia akan bertemu dengan Andre.
“Andre, ngapain kamu di sini?” tanya Widya heran.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu Widya. Ngapain kamu duduk sendiri di sini. Apakah kamu sedang menunggu seseorang?” tanya Andre heran.
“Iya, aku lagi menunggu seseorang,” jawab Widya datar.
Mendengar ucapan Widya perasaan Andre tiba-tiba kesal. Dia langsung terbakar api cemburu karena membayangkan Widya sedang menunggu seorang lelaki yang merupakan pacarnya.
“Siapa Widya, pacar kamu?” Widya sontak terkejut mendengar ucapan Andre yang begitu tiba-tiba.
“Pacar?” tanya Widya heran.
“Iya, tadi kamu katakan kamu sedang menunggu seseorang di sini. Pasti pacar kamu ya?”
Mendengar ucapan Andre, Widya langsung tersenyum. ‘Berarti Andre mengira kalau aku sedang berpacaran di sini.’
“Kenapa kamu tersenyum Widya? Bukankah kamu sedang menunggu pacar kamu?”
“Memangnya kenapa Ndre? Aku sedang menunggu seorang lelaki.” Sengaja Widya membuat Andre penasaran.
“Memangnya kemana cowok kamu sekarang?” tanya Andre penuh selidik.
Widya langsung tertawa dalam hati mendengar pertanyaan Andre yang sepertinya mencurigainya. Belum sempat Widya menjawab, tiba-tiba istri Andre muncul di hadapan mereka membuat Andre dan Widya langsung terkejut.
“Dasar perempuan murahan, perusak rumah tangga orang,” ucap Shinta penuh kemarahan.
Karena di sekitar situ ramai orang, sehingga semua orang yang berada di dekat situ memperhatikan mereka. Tentu Widya merasa malu dan sedih karena diperhatikan orang banyak.
__ADS_1
“Apa-apaan kamu Shin?” ucap Andre marah.
“Seharusnya aku yang marah sama kamu Mas. Sengaja kamu tinggalkan aku dan Bastian dengan alasan mau ke toilet. Ternyata kamu mau menemui wanita murahan ini.”
Karena Andre malu diperhatikan orang banyak, akhirnya dia menarik tangan istrinya dan membawanya pergi menjauh. Sedangkan Widya merasa malu dan sedih karena diperhatikan orang banyak dan sebagian besar mencibirnya karena menganggap apa yang dikatakan Shinta benar adanya.
“Sayang, cantik-cantik pelakor,” ucap salah seorang ibu yang berada di dekat Widya.
Akhirnya Widya yang tidak tahan dengan cemoohan orang di sekelilingnya langsung buru-buru pergi dan menghampiri Noval yang sedang menunggu popcorn. Melihat kedatangan ibunya dengan wajah yang seperti habis menangis Nova langsung bertanya.
“Ibu kenapa?” tanya Noval dengan suara pelan.
“Nggak ada apa-apa Sayang. Popcorn-nya udah selesai, biar kita langsung pulang.”
Noval merasa heran karena tiba-tiba ibunya mengajak pulang sehingga Noval sudah bisa menebak pasti terjadi sesuatu terhadap ibunya.
Setelah Noval membayar popcorn, Widya langsung mengajak anaknya pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah keduanya hanya diam saja. Noval hanya bertanya-tanya dalam hati.
“Kamu itu apaan sih Shin?” ucap Andre marah.
“Apa-apaan gimana sih Mas. Kamu udah tau salah tapi marah sama aku. Kamu sengaja menemui wanita itu kan? Berarti kamu sudah janjian dengan wanita murahan itu.”
Bastian yang mendengar pertengkaran orang tuanya di dalam mobil merasa heran dan bertanya-tanya dalam hati.
‘Memangnya siapa wanita yang bicarakan mami, apa wanita yang dibicarakan itu ibunya Noval. Kalau memang benar wanita itu ibunya Noval, maka aku tidak akan tinggal diam. Akan aku buat malu si Noval itu.’
Bastian kemudian menguping pembicaraan kedua orang tuanya sambil pura-pura bermain handphone. Dari pembicaraan orang tuanya Bastian mendengar kalau maminya sangat marah karena tadi ketahuan kalau papinya sedang menemui seorang wanita dan menurut perkiraan Bastian bahwa wanita itu adalah ibunya Noval.
“Pokoknya aku nggak akan tinggal diam ya Mas. Aku akan buat wanita itu menderita.”
Andre yang mendengar ancaman istrinya hanya diam saja karena dia tidak mau pertengkarannya didengar oleh putranya yang berada di mobil itu juga.
__ADS_1
“Mas, dengarkan aku jangan diam aja. Ingat ya apa yang aku katakan barusan.”
Andre tetap diam saja dan tidak terpancing emosi karena dia tidak mau kalau Bastian mengetahui ini semua. Padahal Andre tidak ada rencana menemui Widya, tapi saat kembali dari toilet dia melihat Widya sedang duduk sendiri di taman bunga sehingga dia menghampirinya. Baru saja dia menghampiri Widya tiba-tiba istrinya datang dan langsung marah-marah membuat Andre semakin kesal.
Sepanjang perjalanan pulang Shinta ngomong terus meluapkan kemarahannya tapi Andre sedikitpun tidak terpancing emosi. Begitu turun dari mobil Andre langsung masuk ke dalam rumah dan Shinta mengikutinya berjalan di belakangnya. Dia masih tidak puas dengan sikap Andre yang diam saja ketika Shinta marah-marah di dalam mobil. Sedangkan Bastian merasa heran sendiri.
‘Kenapa papi diam aja walaupun sudah dimarahi mami. Apa karena papi merasa bersalah makanya papi diam aja dan siapa sebenarnya wanita itu. Kenapa sejak tadi mami tidak ada menyebut kalau wanita itu adalah ibunya Noval, atau jangan-jangan wanita yang dimaksud mami adalah wanita lain dan bukan ibunya Noval. Tapi siapa ya wanita itu.’
Bastian bertanya-tanya dalam hati sambil berjalan menuju kamarnya. Sampai di kamar, Bastian langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Sedangkan Shinta begitu sampai kamar langsung melanjutkan kemarahannya. Dia ingin meminta penjelasan langsung dari Andre.
“Mas, sekarang ceritakan sama aku. Benar kan kalau kamu tadi sudah buat janji dengan wanita itu?”
Andre hanya diam saja. Dia tidak mau menanggapi kemarahan istrinya. Tapi Shinta tidak puas melihat suaminya merebahkan diri di tempat tidur. Shinta bertanya lagi kepada suaminya.
“Mas, kenapa nggak dijawab pertanyaan aku?”
Andre langsung bangkit dari tidurnya dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya di dinding tempat tidur.
“Apa yang harus aku jawab. Apa pun jawaban aku kamu tidak akan pernah percaya. Jadi percuma aja aku ngomong sama kamu.”
“Aku mau kamu berkata jujur Mas. Tolong katakan yang sejujurnya meskipun itu menyakitkan. Kamu katakan aja kalau kamu sudah janjian sama wanita itu.”
“Kenapa sih kamu selalu mau tau tentang urusan aku.”
“Ya karena kamu itu suami aku, Mas,” jawab Shinta.
“Kenapa baru sekarang kamu menganggap aku suami kamu.”
“Maksud kamu apa Mas?” tanya Shinta tidak mengerti.
“Kenapa selama ini kamu tidak pernah menganggap aku suami kamu. Kamu juga tidak pernah menghargai perasaanku. Kamu selalu melakukan apa yang kamu ingini tanpa memikirkan perasaanku.”
__ADS_1
Shinta sempat terdiam memikirkan ucapan suaminya. Ada sedikit penyesalan di dalam hatinya karena apa yang diucapkan suaminya banyak benarnya. Tapi Shinta merasa malu untuk mengakui semua ini.