After Divorce

After Divorce
Cincin


__ADS_3

Pulang dari mall Andre langsung membawa Widya ke suatu tempat yang cukup indah. Yaitu di pinggir pantai yang terlihat begitu indah dengan lampu yang berkerlap-kerlip di setiap sudut.


“Kita mau kemana lagi Ndre?” tanya Widya heran karena Andre membawanya ke tepi pantai.


Suasana pantai terlihat sangat indah dengan cahaya lampu yang begitu terang. Sauara ombaknya membuat suasana tampak ramai.


Andre langsung menggenggam tangan Widya erat membawanya berjalan keliling pinggiran pantai.


“Andre, kita mau kemana sih?” tanya Widya lagi.


Andre tidak menjawab hanya langkah kakinya yang terdengar.


“Andre, kita mau ke mana lagi?” tanya Widya.


Andre tetap diam saja.


“Kalau kamu tidak menjawab, aku berhenti di sini,” ancam Widya.


Widya langsung menghentikan langkahnya dan kemudian Andre menatap wajah Widya dalam-dalam. Setelah itu Andre mengambil sesuatu dari kantong celananya. Terlihat ada benda kecil yang diambil dari kantong celananya. Begitu dibuka ternyata ada cincin yang baru dibelinya tadi di mall.


“Berarti cincin yang dibeli Andre di mall tadi adalah untukku. Aku telah berburuk sangka pada Andre. Aku pikir dia punya wanita lain tapi ternyata dia sengaja membawa aku membeli cincin itu dan memberikannya padaku,’ batin Widya.


Andre langsung meraih tangan Widya dan memasukkan cincin itu ke jari manis Widya. Setelah itu Andre langsung mencium tangan Widya membuat Widya sangat terharu dan bahagia. Terpancar kebahagiaan antara keduanya. Widya yang merasa terharu tanpa terasa dia menitikkan air mata yaitu air mata kebahagiaan.


Melihat air mata Widya yang berlinang di pipinya, Andre langsung menghapus air mata itu dengan ujung jarinya.


“Aku tidak menyangka ternyata impian kita bisa kita wujudkan Widya. Aku sempat frustasi dan sudah pasrah ketika tidak bisa mewujudkan impian kita. Tapi ternyata Allah masih berpihak pada kita. Tempat ini akan menjadi saksi bisu atas cinta kita Widya. Aku berjanji padamu bahwa aku akan membahagiakanmu sampai akhir hayatku. Kamu jangan pernah ragu padaku karena aku akan selalu membahagiakanmu. Aku juga berjanji tidak akan pernah membuat kamu menangis.


Widya yang merasa terharu dengan ucapan Andre hanya bisa menitikkan air mata. Perasaannya sangat bahagia ketika membayangkan hidup bersama dengan orang yang sangat dicintainya.


“Kenapa kamu diam aja Widya. Apakah kamu tidak bahagia?” tanya Andre yang melihat Widya hanya diam saja.


Setelah isak tangis Widya redah, Widya langsung berkata.

__ADS_1


“Aku sangat bahagia Andre sehingga aku tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata. Aku seperti dalam mimpi. Aku juga sempat frustasi dan sudah pasrah ketika kita tidak pernah ketemu lagi. Bahkan aku sempat berpikir kalau kamu sudah meninggal saat itu. Hampir setiap malam aku memikirkanmu dan selalu berdo’a agar suatu saat kalau kamu masih hidup kita akan dipertemukan lagi. Ternya do’a-do’aku didengar oleh Allah dan akhirnya di sekolah anak kita, kita bertemu untuk pertama kalinya. Tentu aku sangat bahagia karena aku juga tidak membayangkan kita akan bertemu. Mulai saat ini kita akan merajut mimpi-mimpi kita yang dulu sempat tertinggal.”


“Widya...” ucap Andre sambil mencium pipi Widya.


“Aku sangat bahagia Andre. Mudah-mudahan kamu bisa menjadi imam bagiku. Pernikahanku yang pernah gagal aku harap tidak akan terulang lagi. Aku mengharapkan kebahagiaan darimu Andre. Walaupun aku sudah pernah menikah tapi aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Cintaku tidak akan pernah pudar sampai kapan pun Andre. Kamu adalah orang pertama yang aku cintai dan juga orang terakhir yang aku cintai,” ucap Widya.


Kemudian Andre mencium kening Widya membuat Widya sangat terharu. Setelah itu Andre memeluk Widya.


Setelah keduanya puas melepaskan rindu, Andri sambil menggenggam tangan Widya berjalan menyusuri pantai. Keduanya berjalan sambil menikmati keindahan laut lepas. Kduanya merasakan seperti saat masih kuliah dulu. Saat itu keduanya sering menghabiskan waktu mereka berdua di pantai ini.


“Kamu masih ingat ketika kita dulu sering kemari?” tanya Andre mengenang kenangan ketika masih berpacaran dulu.


Widya langsung menganggukkan kepalanya.


“Tentu aku masih ingat Andre. Dulu pantai ini tidak seramai sekarang. Tempat ini dulu sangat sunyi sehingga membuat kita senang berlama-lama di sini. Tapi sekarang sudah berubah Andre.Ssekarang tempat ini sudah sangat ramai walaupun sudah larut malam. Walaupun tempat ini sudah berubah, tapi aku harap cintamu padaku tidak akan pernah berubah sampai kapan pun,” ucap Widya sambilmenatap mata Adre.


“Apakah kamu tidak yakin dengan aku, Widya?” tanya Andre.


“Kegagalanku dalam berumah tangga dengan mas Niko membuat aku takut Andre,” ucap Widya.


“Aku takut nggak bahagia, Andre,” jawab Widya.


“Kenapa kamu masih ragu dengan aku, Widya. Lihat mata aku Widya...” ucap Andre meyakinkan Widya.


“Aku bukan ragu Andre. Aku hanya membayangkan pernikahanku yang sempat kandas sehingga aku tidak mau terulang kembali.”


Andre langsung memegang pundak Widya.


“Tatap mata aku, Widya. Apakah aku terlihat seperti pria pembohong?”


Widya langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku percaya sama kamu, Andre,” ucap Widya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Lalu kenapa kamu masih takut.”


“Kalau mengingat kehidupan rumah tanggaku yang dulu rasanya aku takut. Tapi ketika aku menatap mata kamu rasa takut itu langsung hilang. Aku ingin selalu menatap wajahmu Andre. Kamu harus bisa membahagiakan aku.”


Mendengar ucapan Widya, Andre langsung mencium bibir Widya. Jantung Widya langsung berdetak kencang saat mendapat sentuhan dari Andre. Meskipun sudah pernah menikah dan sudah tidak muda lagi tetapi rasa gugup pasti ada ketika mendapat belaian lembut dari sang kekasih.


Walaupun Widya sudah berpengalaman dalam hal bercinta tetapi ketika dicium Andre jantungnya seperti mau copot. Keringat dingin langsung mengguyur sekujur tubuhnya. Dia merasa gugup dan malu. Keduanya terlihat sangat menikmati ciuman itu yang dulu pernah mereka lakukan juga ketika masih berpacaran.


Setelah cukup lama Andre mencium Widya, kemudian Widya dengan lembut mengakhiri ciuman itu.


“Kenapa Widya?” tanya Andre.


“Nanti kita lanjutkan setelah kita menikah ya.”


Andre langsung tersenyum mendengar ucapan Widya.


“Minggu depan kita menikah ya?”


“Apa, minggu depan?” tanya Widya terkejut.


“Iya. Kenapa kamu terkejut Widya?” tanya Andre lagi.


“Kenapa begitu cepat Andre. Apa tidak bisa bulan depan aja,” tawar Widya.


Andre langsung menggelengkan kepalanya.


“Kenapa Andre, kalau minggu depan aku belum ada persiapan sama sekali.”


“Persiapan apa Widya?”


“Ya banyak yang aku persiapkan termasuk persiapan mental aku untuk menghadapi malam pertama,” ucap Widya sambil tertawa.


Mendengar ucapan Widya, Andre langsung tertawa. Dia sangat gemas mendengarnya. Kemudian tapa sadar Andre langsung mengangkat tubuh Widya. Sontak Widya terkejut dan menjerit.

__ADS_1


“Andre.... turunkan...” pinta Widya.


Melihat wajah Widya seperti ketakutan akhirnya Andre menurunkan Widya dari gendongannya.


__ADS_2