
“Udah, udah, kalian jangan bertengkar gara-gara masalah ini.” Andre langsung mengelus kepala kedua adiknya dengan lembut.
“Memangnya gimana ceritanya Bang. Ceritakan donk sama Lina.”
Kemudian Vera menceritakan pada kakaknya mengapa Andre tidak mempertahankan rumah tangganya, bahkan Andre ingin meninggalkan Shinta dan Bastian.
“Oh, jadi ceritanya seperti itu. Karena ketauan kak Shinta berselingkuh makanya Abang sudah tidak mau mempertahankan rumah tangga Abang lagi,” ucap Lina.
Andre langsung menganggukkan kepalanya. Lina kemudian menggenggam tangan abangnya sambil memberikan sedikit nasihat.
”Bang, Allah aja mau memaafkan umatnya. Kenapa kita sebagai manusia tidak saling memaafkan. Mungkin saat itu kak Shinta sedang khilaf. Jadi Abang harus banyak maklum dan Abang juga harus intropeksi diri juga. Mungkin perhatian Abang pada kak Lina kurang karena Abang selalu sibuk dengan pekerjaan Abang makanya kak Lina bisa melakukan itu. Coba kalau Abang selalu memperhatikan kak Lina, selalu mengajaknya jalan-jalan dan pergi berduaan pasti kak Lina tidak mau selingkuh,” jelas Lina penuh semangat.
“Bener Bang apa yang dikatakan kak Lina. Abang tidak boleh egois. Abang harus memikirkan masa depan Bastian. Kasihan Bastian kalau kedua orang tuanya berpisah. Pasti ini akan jadi beban mental bagi dia,” jelas Vera.
Mendengar nasehat kedua adiknya Andre pun hanya diam saja. Ada perasaan kasihan dan sedih begitu mendengar nama Bastian. Tapi mengingat kelakuan Shinta, Andre rasanya sudah muak dan ingin langsung meninggalkannya sekarang juga karena rasa cintanya pada istrinya sudah hilang sama sekali tidak ada sisa sedikit pun.
“Gimana Bang. Abang harus pertimbangkan lagi. Kami menginginkan yang terbaik untuk Abang walaupun Abang katakan bahwa Abang sudah tidak mencintai kak Shinta, tapi bukan berarti perceraian adalah solusi terakhir.”
“Abang sudah berusaha sekuatnya untuk menerima kembali Shinta di hati abang, tapi sampai sekarang nggak bisa juga. Saat menikah dulu abang berusaha untuk mencintainya bahkan kenangan bersama Widya sudah abang kubur dalam-dalam supaya abang bisa mencintai Shinta. Tapi setelah abang berhasil mencintainya tiba-tiba dia mengkhianati ketulusan hati abang. Rasanya perasaan abang sangat sakit. Abang merasa disepelekan. Mungkin karena abang terlalu baik pada dia karena di awal pernikahan kami abang menerima dia apa adanya walaupun pada saat itu dia sudah tidak gadis lagi. Bagi abang nggak masalah yang penting dia bisa setia. Tapi nyatanya dia bermain gila dengan pria lain di belakang abang. Bahkan sampai sekarang dia masih juga tetap berselingkuh dengan pria itu,” jelas Andre dengan nada menyesal.
“Maksud Abang?” tanya Vera tidak mengerti.
“Sampai detik ini dia masih berhubungan dengan pria itu.”
“Dari mana Abang tau kalau kak Sinta masih berhubungan dengan pria itu.”
“Beberapa hari yang lalu abang sendiri yang mendapati dia sedang tidur di kamar berdua dengan pria itu,” ucap Andre membuka aib istrinya pada adiknya.
“Astagfirullah.... Kenapa bisa seperti itu Bang?” tanya Lina geram.
__ADS_1
“Jadi Abang melihat sendiri?” tanya Vera tidak percaya.
Andre hanya menganggukkan kepalanya. Ketiganya pun langsung terdiam bermain dengan pikirannya masing-masing. Tidak lama kemudian Lina bertanya lagi.
“Jadi saat Abang mendapati kak Lina sedang berdua di kamar itu, apa yang Abang lakukan saat itu?” tanya Vera penasaran.
“Abang ajak pulang aja Shinta,” jawab Andre santai.
“Abang nggak ada marah-marah atau menghajar pria itu?” tanya Lina.
“Begitu abang masuk kamar dan melihat Shinta tanpa busana langsung abang campakkan pakaiannya yang berserakan di lantai ke wajah dia dan abang suruh dia mengenakan pakaiannya. Setelah itu langsung abang ajak pulang.”
“Jadi gimana reaksi pria itu Bang?”
“Pria itu sepertinya ketakutan tapi abang biasa aja.”
“Jadi Abang nggak ada emosi sedikit pun?” tanya Vera heran.
“Berarti cinta abang terhadap kak Shinta sudah hilang ya?”
“Begitulah kira-kira,” jawab Andre santai.
“Kenapa bisa seperti itu Bang?” tanya Vera lagi.
“Mungkin karena bang Andre sering disakiti kak Shinta sehingga perasaan cinta bang Andre udah hilang sama sekali. Bukankah begitu Bang?” tanya Lina memastikan.
“Benar Lina makanya abang hidup satu atap dengan Shinta bahkan terkadang tidur seranjang tapi tidak punya perasaan apa-apa lagi. Begitu naik tempat tidur abang langsung tertidur. Sedikit pun abang tidak selera melihatnya. Belakangan ini abang pun malas cepat-cepat pulang ke rumah karena abang rasanya sudah bosan hidup bersama dia,” jelas Andre.
“Jadi apa rencana Abang selanjutnya?” tanya Vera dan Lina bersamaan.
__ADS_1
“Rencananya, abang ingin tinggal di Jakarta ini dan menikah dengan Widya.”
“Apa kak Shinta mau kalau dicerai Bang?” tanya Lina.
“Masalah dia mau atau tidak mau, abang tetap akan menikah dengan Widya. Karena abang tinggal satu rumah dengan Shinta tapi tidak memiliki perasaan apa pun. Rasanya percuma aja kan. Lebih baik abang tinggalkan dia supaya dia bisa menikah dengan pria itu.”
“Memangnya mbak Widya mau Abang nikahi?” tanya Vera.
“Inilah yang jadi masalah bagi abang karena Widya belum mau abang nikahi saat ini.”
“Jangan-jangan mbak Widya sudah tidak mencintai Abang lagi.”
“Kalau perasaan abang, dia masih mencintai abang. Apa lagi dia sudah berpisah dari suaminya sehingga tidak ada rintangan untuk mendekatinya.”
Setelah mendengarkan penjelasan dari Andre akhirnya Vera dan Lina tidak bisa menyalakan abangnya. Mereka merasa kasihan dengan nasib abangnya yang dikhianati oleh istrinya sendiri.
“Kalau Abang tinggal di Jakarta, memangnya Abang mau kerja apa di sini. Mencari kerja susah karena lapangan kerja sempit sementara orang yang mau kerja cukup banyak dan saingan juga di sini sangat banyak.” Vera memberi pandangan pada abangnya.
“Kalau masalah pekerjaan, kalian tidak perlu pusing mikirkannya karena abang sudah ditawari oleh teman abang untuk kerja di perusahaannya,” jawab Andre.
“Jadi perusahaan mertua Abang gimana?” tanya Lina.
“Akan abang serahkan kembali dan abang akan tinggal di sini bersama kalian biar kita sering ketemu karena abang selalu kangen sama kalian berdua.”
“Kami juga Bang, kami selalu kangen sama abang,” ucap Vera dan Lina bersamaan.
Kemudian keduanya memeluk abangnya. Andre yang mendapat perhatian dan kasih sayang dari adiknya sangat berterima kasih. Walaupun mereka jarang ketemu tapi kelihatannya mereka sangat dekat dan akrab karena Andre selalu menyempatkan diri untuk menelepon kedua adiknya.
Vera yang merupakan adik paling kecil Andre terlihat sangat manja pada abangnya. Dia sangat sering menelepon abangnya hanya untuk menanyakan kabar atau pun bercerita tentang aktivitasnya setiap hari.
__ADS_1
Vera belum memiliki anak sehingga kalau selesai kerjaan rumah dia selalu menghubungi abangnya. Bahkan Vera tahan lama-lama berteleponan dengan abangnya. Berbeda dengan Lina. Lina yang berprofesi sebagai guru selalu sibuk sehingga jarang berteleponan dengan abangnya.