
2 hari kemudian.
Sean sudah mendapatkan semua informasi tentang Amora, keluarga Lance dan keluarga Abbu.
Dan ternyata benar, diantara mereka ada ikatan.
Sean pun melaporkan semua informasi yang dia dapat itu pada sang Tuan. Dan Alex mendengarkan dengan seksama. Dunia ini terasa sempit sekali.
Saat Amora kembali ke negara Ini, saat itu juga Jia dan Abbu bertemu untuk pertama kali.
Seperti takdir bahwa mereka semua memang harus bertemu dan diselesaikan.
Jam makan siang Alex mendatangi Jia. Kini sepasang suami istri ini sudah duduk di sofa. Alex lantas meminta Jia untuk berbaring, menjadikan kakinya sebagai bantalan.
Jia menurut, Alex mengelus perutnya yang membuncit dan menciptakan perasaan yang begitu tenang dan rasa nyaman yang luar biasa.
"Mom, ada yang ingin daddy katakan. Tapi mommy jangan terkejut," ucap Alex, kini satu tangannya berpindah, dari mengelus perut pindah ke mengelus punggung.
"Kenapa mommy harus terkejut Dad? memangnya Daddy mau bicara tentang apa?" jawab Jia, matanya masih terpejam menikmati sentuhan sang suami.
"Tentang pak Abbu dan anaknya."
__ADS_1
Jia membuka mata, dia bahkan langsung bangkit dari duduknya dan menatap sang suami dengan tatapan penasaran. Sangat ingin tahu, juga bertanya-tanya benarkah Alex mengetahui semuanya.
"Daddy tahu siapa anak pak Abbu? apa Daddy mencari tahunya? kenapa Daddy tidak mengatakannya pada mommy?" cerca Jia. Merasa ini adalah masalah yang cukup penting, namun Alex tidak mengatakan apa-apa.
Alex mengelus lengan Jia, meminta istrinya tenang. Bahkan Alex mengecup bibir Jia dulu, tidak ingin istrinya tegang.
"Sabar Mom, daddy akan ceritakan semuanya," ucap Alex, kini semua dugaannya sudah pasti, maka dia akan mengatakan semuanya kepada Jia. Bagaimana nantinya, semua itu terserah Jia. Ingin memberi tahu Abbu atau tidak itupun terserah Jia.
Dengan menggenggam erat kedua tangan Jia, Alex pun akhirnya bercerita. Tentang Amora yang dikeluarkan dari keluarga Lance karena hamil diluar nikah lalu mencelakai Sofia. Ternyata Amora hanya anak angkat dari keluarga terpandang itu.
Kemarin saat melihat foto keluarga Abbu, dia seperti tak asing melihat bocah kecil di foto itu. Membuatnya langsung teringat akan Amora. Karena itulah dia meminta Sean untuk menyelidiki tentang Abbu, keluarga Lance dan Amora.
Jia terperangah, betapa dunia sesempit ini. Sebuah kebetulan yang membuka tabir masa lalu. Jia sangat tahu bagaimana Abbu sangat merindukan anaknya itu. Sangat ingin bertemu setelah sekian lama tidak jumpa.
Jia yang sedang sensitif bahkan sampai menangis, membuat Alex bingung. Alex pikir Jia pasti marah karena dia tidak jujur dari awal.
"Maafkan aku Mom, aku tidak berniat bohong dan diam-diam menyelidiki ini semua. Aku hanya ingin memastikannya saja. Sekarang terserah mommy mau bagaimana."
Jia masih menangis, sesenggukan memikirkan Abbu dan Amira. Apalagi jika tahu saat ini anaknya berada di dalam penjara dan sudah dicampakkan pula oleh keluarga sambungnya. Padahal di bayangan Abbu, selama ini anaknya itu hidup dengan baik.
"Mom, maafkan Daddy," bujuk Alex lagi, dia langsung memeluk Jia erat, mengelus punggung istrinya berulang ingin Jia tenang.
__ADS_1
"Maafkan Daddy Mom."
"Dad, mommy tidak marah. Mommy menangis bukan karena Daddy."
Mendengar itu Alex langsung melerai pelukannya, menatap istrinya.
"Benarkah?"
Jia mengangguk.
"Lalu kenapa?"
"Kasihan keluarga mereka."
"Lalu mau mommy bagaimana? semuanya terserah mommy, daddy tidak akan ikut campur lagi."
"Pak Abbu dan ibu Amira berhak tahu Dad, tapi mommy juga tidak ingin membebaskan Amora karena mereka." jujur Jia.
"Iya Mom, kita pertemukan saja mereka ya?"
Jia mengangguk dan Alex langsung mengecup bibirnya sekilas. Lega karena semuanya sudah ia katakan pada sang istri.
__ADS_1