After Divorce

After Divorce
AD BAB 73 - Mengatakan Setiap Hari Hingga Kamu Bosan


__ADS_3

Dengan kikuk, Jia dan Alex keluar dari dalam rumah setelah saling melepaskan pelukan dan pagutan mereka.


Jia tidak mengunci pintu itu, karena di rumah ini masih ada beberapa pelayan yang menjaga rumah.


"Jia," panggil Alex karena Jia buru-buru sekali hendak masuk ke dalam mobil.


Sementara Jia yang namanya dipanggil langsung menghentikan langkah, lengkap dengan jantungnya yang seolah berhenti juga.


"Ya Al," jawab Jia, susah payah mencoba biasa saja. Kembali berbalik dan menatap Alex yang tiba-tiba sudah di depan wajahnya.


Dan Alex mengulum senyum melihat wajah malu-malu itu. Melihat kedua pipi Jia yang semakin terlihat merona.


"Jia."


"Hem?"


"Aku tidak bisa seperti ini."


"Seperti apa?" tanya Jia bingung, sangat bingung.


"Aku tidak ingin kita seperti ini, hubungan tanpa status," ucap Alex.

__ADS_1


Sebuah ucapan yang membuat Jia langsung terkekeh, dia tertawa, sedikit menunduk dan menutup mulutnya agar tidak terbahak. Sementara rambutnya yang diikat tinggi bergerak sesuai gerakan kepalanya.


Cantik sekali. batin Alex.


"Kita sudah terlalu tua untuk membicarakan ini, apa kamu melupakan Rayden?" tanya Jia setelah tawanya mereda, Alex seperti seorang remaja yang lupa jika dia bahkan sudah memiliki seorang anak. Pria dewasa yang tahun ini genap berusia 30 tahun.


Alex mendengus, kesal juga pada dirinya sendiri kenapa jadi seperti ini. Ini bukan Alex, ini seperti orang lain yang sedang di mabuk cinta.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Alex, menuntut kejelasan diantara mereka.


"Kata mu tidak akan memaksa, lalu ini apa?"


"Ish, sudah ku duga. Kamu akan semakin pandai bicara."


Mobil melaju dan menuju rumah Sofia.


"Katakan padaku jika kamu butuh bantuan, tidak perlu meminta bantuan pada siapapun. Cukup aku," ucap Alex, dia bicara namun tidak melihat Jia. Kedua matanya fokus menatap jalanan.


Dan Jia yang mendengar itu hanya mampu mengulum senyum, dia juga sama, hanya menatap ke depan.


"Kalau Mama menyakiti mu katakan padaku. Ucapan kasar juga termasuk menyakitkan, pokoknya apapun itu mulai sekarang katakan padaku," ucap Alex lagi.

__ADS_1


Jarak rumah Jia dan rumah Sofia tidak terlalu jauh, kini mereka bahkan sudah mulai memasuki halaman rumah utama keluarga Carter ini.


"Besok pagi aku akan menjemputmu, aku akan mengantar mu ke hotel. Pulangnya ku jemput."


"Tapi Al_"


"Tapi apa?"


"Tapi apartemen mu cukup jauh dari sini, arah hotel dan kantor mu juga berlawanan."


"Tapi aku ingin mengantar mu."


Jia terdiam, mereka hanya saling tatap. Seolah menyelami isi hati satu sama lain dari tatapan itu. Alex yang kini selalu ingin ada dan melindungi Jia dan Jia yang sedang mencoba percaya jika ini nyata.


"Aku akan mengatakannya setiap hari hingga kamu bosan, aku mencintai mu," ucap Alex.


Sesaat hening, kemudian Alex turun lebih dulu dan membuka kan pintu untuk Jia.


"Jangan mengatakan kata-kata itu setiap hari," balas Jia ketika dia sudah turun dan kini berdiri sempurna di hadapan Alex.


"Kenapa?" tanya Alex bingung, bahkan wajahnya langsung berubah murung.

__ADS_1


"Tiap kamu mengucapkan kalimat itu, jantungku seperti berhenti berdetak," jawab Jia jujur, tangan kirinya bahkan naik menyentuh dadanya, merasakan jantung yang berdetak sembarangan.


Dan kejujuran Jia itu membuat Alex tidak bisa berkata-kata, ingin melipat wanita ini dan membawanya pulang.


__ADS_2