
Jia menceritakan kepada Alex tentang putri Abbu dan Amira. Dulu, Abbu dan Amira bekerja pada keluarga terhormat.
Saat itu Amira dan sang Nyonya hamil bersamaan, melahirkan di waktu yang sama. Namun sayang, anak dari sang Nyonya meninggal. Nyonya kaya itu sangat bersedih hingga frustasi, dan akhirnya meminta anak Amira untuk di asuhnya.
Lambat laun sang Nyonya meminta hak asuh anak, berjanji akan memberikan segalanya pada gadisnya itu.
Anak Abbu dan Amira pun lebih menyayangi ibu sambungnya itu dibanding mereka. Hingga akhirnya mereka yang kalah dan terusir.
"Siapa nama keluarga Itu?" tanya Alex setelah Jia selesai bercerita.
"Aku tidak tahu Dad, pak Abbu tidak mengatakannya padaku," jawab Jia apa adanya.
Dan Alex termenung, mendengar semua cerita Jia membuatnya teringat tentang Amora yang ternyata hanya anak angkat keluarga Lance.
Namun Alex tidak bertanya lebih, dia pendam sendiri semua rasa pemasarannya.
Hingga hari berganti dan keesokan harinya Alex meminta pada Sean untuk menyelidiki keluarga Abbu dan keluarga Lance.
__ADS_1
Ingin tahu dengan pasti dugaannya ini benar atau salah, jika Amora adalah anak Abbu dan Amira.
"Maaf Tuan, apa Nyonya Jia tahu jika anda mencari tahu tentang asal usul nona Amora?" tanya Sean, dia sedikit takut wanita itu akan kembali menjadi duri untuk rumah tangga sang tuan. Terlebih saat ini Jia tengah hamil, pastilah lebih sensitif dengan masalah kecil sekalipun.
Dan mendengar pertanyaan Sean itu Alex membuang nafasnya kasar, karena dia memang belum memberi tahu Jia.
"Jia tidak perlu tahu, lagipula aku hanya ingin memastikannya saja, tidak lebih."
"Baik Tuan," jawab Sean pasrah.
Setelahnya Sean pamit undur diri dan menjalankan perintah dari sang tuan.
Tidak biasa berbohong membuatnya begitu kentara jika ada sesuatu, Jia bahkan merasakan pula ada yang berbeda dari suaminya.
"Dad, apa di kantor sedang ada masalah?" tanya Jia, mencoba mencari tahu kenapa. Mereka berdua makan siang di ruangan Jia. Bekal yang dibawakan oleh Sofia.
"Ti-tidak ada kok Mom, semuanya baik-baik saja."
__ADS_1
"Tapi Daddy terlihat cemas, apa ada sesuatu yang terjadi dan mommy tidak tahu?"
Deg! Alex menelan ludahnya kasar, rasanya Alex tidak sanggup untuk menatap mata Jia.
"Mom ..."
"Iya," jawab Jia, dia menunggu apa yang akan diucapkan Alex selanjutnya. Dan Alex yang bingung membuat ada jeda diantara pembicaraan mereka.
"Tidak ada yang terjadi Mom, semuanya baik-baik saja," jawab Alex akhirnya.
Dia sudah berjanji pada Jia bahwa tidak ada Amora diantara mereka. Maka hal ini akan Alex sembunyikan. Lagipula Alex hanya ingin memastikannya saja, tidak ada niatan lain.
Rasa iba nya pada Abbu dan Amira juga sebagai pendorong kenapa dia ingin menyelidiki semuanya.
Jia tersenyum, dia percaya apapun yang diucapkan Alex.
Mereka kembali melanjutkan makan siang bersama dan setelahnya Alex mengantar Jia pulang.
__ADS_1
Sampai Jia di rumah, Alex tidak ikut turun, dia kembali menuju kantornya.
"Maafkan aku Mom, aku tidak bermaksud membohongi mu. Tapi bagiku begini lebih baik," ucap Alex, dia kembali melajukan mobilnya untuk keluar dari halaman rumah. Kembali masuk ke jalan raya dan menuju kantor.