After Divorce

After Divorce
Kesal


__ADS_3

“Kami sudah datang jauh-jauh tapi nggak dipersilakan masuk,” ucap Andre sambil tersenyum.


“Ada apa Ndre, tumben malam-malam datang kemari,” tanya Widya.


Andre langsung tersenyum ramah.


“Aku kangen sama pemilik rumah ini,” jawan Andre santai.


Mendengar ucapan Andre wajah Widya langsung merah padam menahan rasa malu. Sedangkan Anton yang berdiri di samping Andre langsung terkejut mendengar ucapan majikannya.


‘Berarti wanita ini pacar pak Andre,’ batin Anton heran.


Anton yang merasa heran dengan hubungan majikannya dengan Widya kemudian memperhatikan Widya dengan serius.


‘Pantas saja pak Andre tergila-gila pada wanita ini karena wanita ini memang kelihatan sangat cantik dan cantiknya alami tanpa ada polesan. Berbeda dengan bu Shinta yang cantiknya karena banyak polesan dan bu Shinta juga sering melakukan perawatan kulit. Tapi sejak kapan ya pak Andre mempunyai hubungan dengan wanita ini. Kenapa pak Andre tidak cerita sama aku, padahal pak Andre biasanya selalu cerita apa pun sama aku. Tapi mengenai kedekatan dengan wanita ini pak Andre tidak pernah cerita sama sekali,’ batin Anton heran.


“Ayo, silakan masuk,” ucap Widya mempersilakan kedua tamunya masuk ke dalam rumah.


Andre dan Anton langsung masuk ke rumah Widya sambil mengamati istilah dalam rumah Widya. Rumah ini terlihat sangat sederhana dan juga tidak terlalu luas dalam arti rumah ini sangat kecil dengan perabotan yang ada di dalam rumah itu tidak terlalu banyak. Ruangannya hanya diisi dengan ambal tanpa ada meja dan kursi, tapi dari cara menatanya kelihatan sangat elegan dan Widya terlihat sangat pintar dalam menata barang-barang yang ada di dalam rumahnya.


Walaupun barang-barang yang ada di dalam rumahnya tidak terlalu banyak tapi cara penataannya sangat menarik. Tirai hordennya kelihatan dari bahan yang murah tapi modelnya sangat menarik. Begitu juga dengan penataan bunga-bunga yang ada di dalam rumah, semuanya terlihat sangat menarik membuat orang yang melihatnya merasa kagum.


“Sebentar ya Ndre, aku ke dapur dulu,” ucap Widya dan hendak berjalan ke dapur tapi langsung dilarang oleh Andre.


“Kamu mau buat minum, nggak perlu Widya karena kami baru aja minum. Kamu temani aja kami di sini.”


Akhirnya Widya kembali duduk di depan kedua tangannya itu. Terlihat Widya sangat canggung menghadapi kedua tamunya apalagi salah satunya adalah Andre yang merupakan lelaki yang selama ini hadir dalam mimpi-mimpinya.


“Sebenarnya ada apa ya Ndre, kamu kemari?”


Andre langsung tersenyum. “Aku tadi sekalian lewat dekat sini makanya singgah ke rumah kamu. Aku hanya ingin tau aja kondisi kamu sehat atau tidak,” jelas Andre.


Anton yang mendengar ucapan majikannya tersenyum sendiri. Anton merasa lucu sendiri mendengar ucapan majikannya yang terlihat sangat lebay.

__ADS_1


Setelah puas ngobrol kemudian Andre dan Anton pamit pulang. Niko yang sejak tadi memperhatikan dari dalam mobilnya merasa kesal melihat kedekatan Widya dengan Andre. Saat Andre dan Niko keluar dari rumah Widya, Niko langsung memfoto mereka. Sengaja Niko mengambil foto Andre untuk bukti fisik pada istrinya Andre karena Niko berencana untuk mengadukan hal ini pada istrinya Andre.


‘Pasti istrinya pria itu akan marah besar kalau mengetahui suaminya telah berselingkuh dengan Widya. Aku harus menyelidikinya lebih lanjut dan melaporkan hal ini pada istrinya pria itu. Aku akan mencari tau nomor ponsel istrinya pria itu dari Sidik. Sidik adalah salah satu guru di pesantren Noval dan Sidik merupakan teman SMA Niko.


***


Begitu Anton melajukan mobilnya menuju jalan pulang, Niko juga langsung pulang ke rumahnya. Saat akan mendapati rumahnya dia menghentikan laju mobilnya karena sejak tadi perasaannya tidak tenang. Dia ingin segera menghubungi Sidik dan menanyakan nomor ponsel istrinya Andre.


Kemudian Niko langsung menghubungi Sidik yang merupakan teman lamanya.


[“Assalamualaikum Niko, ada apa?”] jawab Sidik.


[“Sidik, aku mau nanya nih...”]


[“Nanya apa Niko?”] tanya Sidik heran.


[“Kamu masih ingat dengan kejadian saat Noval pingsan di sekolah?”]


[“Iya benar. Kamu tau kan pria yang mengantar anakku ke rumah sakit saat itu.”]


[“Tau Niko. Memangnya kenapa Niko?”] tanya Sidik bingung.


[“Aku mau minta nomor ponsel istrinya.”] jawab Niko.


[“Nomor bapak itu atau ibu itu?”]


[“Kan udah aku katakan nomor istrinya, berarti ya nomor ibu itu.”] jelas Niko tidak sabar.


Sidik merasa heran dengan permintaan Niko.


[“Memangnya untuk apa Niko, apa kamu punya hubungan dengan bu Sinta?”]


‘Oh, berarti namanya Shinta,’ batin Niko.

__ADS_1


Akhirnya Niko pun berbohong supaya Sidik memberitau nomor ponselnya Shinta.


[“Begini Sidik. Kebetulan teman SMA aku family-nya bu Sinta itu. Jadi aku mau nelepon bu Shinta dan menanyakan nomor teman aku itu.”] jelas Niko bohong.


[“Oh, gitu. Ya udah entar kalau sudah ada aku kabari ya Niko.”]


[“Terima kasih sebelumnya ya Sidik...”]


[“Sama-sama Niko...”]


Niko kemudian menutup ponselnya. ‘Aku akan membuat perhitungan dengan kamu Andre karena kamu telah menghalangi aku untuk rujuk kembali dengan Widya.


Setelah perasaan Niko mulai tenang dia kembali melajukan mobilnya menuju jalan pulang ke rumahnya. Tidak lama kemudian Niko sampai di rumahnya.


Terlihat di rumahnya ramai oleh kedatangan tamu. Ririn dan orang tuanya datang. Melihat kedatangan Niko, bu Tanti merasa senang karena bisa mempertemukan Niko dengan Ririn.


Setelah Niko bersalaman dengan orang tua Ririn, dia langsung pamit untuk mandi.


***


Tidak lama kemudian Niko keluar dari kamarnya dalam keadaan bersih. Dia langsung bergabung dengan orang tua Ririn untuk ngobrol.


“Niko, sana aja Ririn jalan-jalan melihat orang latihan bulutangkis,” ucap bu Tanti pada Niko.


Akhirnya dengan perasaan berat Niko mengajak Ririn untuk melihat orang yang sedang latihan bulutangkis. Hampir setiap malam di dekat rumah Niko selalu mengadakan latihan bulutangkis sehingga banyak tetangga Niko terutama muda-mudi yang kumpul di sana.


Niko juga sesekali mau bergabung dan bermain bulutangkis. Kalau dia cepat pulang dari kantor, dia sering bergabung dengan warga yang ada di situ membuat Niko merasa terhibur. Karena kalau di rumah saja Niko suka merasa bosan. Paling kalau sudah capek pulang dari kantor Niko langsung tidur.


Sejak berpisah dengan Widya hidup Niko sangat hampa sehingga dia pulang kembali ke rumah orang tuanya. Tapi orang tuanya yang tinggal ibunya sendiri juga merasa kesunyian. Paling sesekali Niko mau ngobrol dengan ibunya itu pun kalau dia tidak capek pulang dari kantor. Kalau sudah capek biasanya Niko langsung masuk kamar dan tidur.


Bu Tanti terlihat senang melihat Niko pergi berdua dengan Ririn. Sepanjang perjalanan menuju lapangan bulutangkis Niko diam saja. Tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mulutnya. Begitu juga dengan Ririn. Keduanya berjalan dipinggir trotoar berdampingan tapi tidak ada saling ngobrol. Terlihat keduanya sangat kaku.


Niko yang telah dijodohkan dengan Ririn merasa canggung. Berbeda ketika Niko belum dijodohkan dengan Ririn. Sekarang Niko merasa canggung sendiri. Begitu juga dengan Ririn. Kelihatan Ririn merasa canggung dan segan padahal sebelumnya keduanya tanpak akrab dan sering bersenda gurau sambil tertawa. Tetapi begitu keduanya dijodohkan oleh kedua orang tua mereka, keduanya merasa segan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2