After Divorce

After Divorce
AD BAB 92 - Alex Vs Daniel


__ADS_3

Hari berlalu, minggu itu Daniel terus menguji Alex semau dia. Tidak puas dengan usaha Laura Brown, Daniel memberikan Laura Laura yang lain.


Sampai akhirnya Alex curiga kenapa setiap hari selalu ada wanita asing yang menghampiri Dia.


Besok adalah hari pikniknya bersama Jia dan Rayden, Alex tidak ingin di hari spesial itu kembali ada pengganggu yang mengusik harinya.


Akhirnya Alex memerintahkan Sean, mencari tahu apakah wanita-wanita utusan seseorang.


Dan tidak butuh waktu lama, hanya memerlukan waktu 4 jam akhirhya Sean mengetahui semuanya, jika itu adalah ulah Daniel Lincoln.


Alex tersenyum smirk, merasa jika Daniel sudah berurusan dengan orang yang salah.


Hari itu Alex datang lebih awal ke Five Season hotel, bukan hanya untuk menjemput Jia namun dia juga ingin menemui Daniel secara langsung.


Sebagai seorang pria dia paling anti main belakang, menyerang musuh haruslah dilakukan dari depan langsung.


Setelah Sean mengatakan niatnya untuk Tuan Carter menemui tuan Daniel, sekretaris itu pun mengkoordinasikannya pada sang CEO, akhirnya Alex dipersilahkan untuk masuk meski Daniel mengerutkan dahi, bertanya kenapa Alex ingin menemui dia.


Dan kini kedua pria itu pun sudah saling berhadapan. Sean tidak ikut masuk, dia menunggu dengan setia di luar.


Belum sempat Daniel bicara untuk menyambutnya, Alex sudah lebih dulu buka suara.


"Berhenti mengirimkan wanita-wanita asing itu padaku, sebenarnya apa tujuanmu?" ucap Alex, sekaligus bertanya.


Dan mendengar ucapan serta pertanyaan itu pun Daniel tersenyum kecil, lupa jika Alex akan secepat ini sadar.


"Aku hanya mengujimu," balas Daniel dengan begitu santai.


Membuat Alex mengepalkan tangannya kuat.


"Punya hak apa kamu mengujiku?"


"Demi Jia, aku melakukan semuanya demi Jia. Aku hanya tidak ingin kamu kembali tergoda dengan wanita lain dan kembali menyakiti Jia."


"Kamu terlalu banyak mencampuri urusan kami."


"Karena Jia sudah tidak punya siapa-siapa." Daniel bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di hadapan Alex.


Dia menatap Alex dingin, tatapan penuh kebencian dan amarah. Baru kali ini Daniel bersikap terlalu jauh untuk memperebutkan seorang wanita.


Baginya Alex terlalu beruntung untuk kembali mendapatkan Jia.


"Kelemahan Jia hanya satu, dia memiliki hati yang begitu lembut, hingga kamu dan nyonya Sofia selalu bisa memperdaya dia." ucap Daniel dingin.


"Harusnya jika kamu mencintai Jia biarkan dia lepas dari keluarga kalian, kamu lihat kan? hidupnya jauh lebih baik setelah keluar dari rumah mu itu." timpal Daniel lagi.


Sesaat Alex memang membenarkan ucapan Daniel, tentang Jia yang memiliki hidup lebih baik setelah berpisah dengannya.

__ADS_1


Namun Alex tidak terima jika harus kembali melepas Jia, dia tidak akan sanggup.


"Aku pernah menyakiti Jia dan aku yang paling tahu bagaimana caranya membahagiakannya dia. Kamu hanyalah orang asing diantara kami," balas Alex, tidak hanya itu, dia pun kembali berucap.


"Apa denganmu Jia pasti mendapatkan kebahagian? jawabannya adalah tidak ..."


"Masa lalu mu, keluargamu, apa bisa mereka semua menerima Jia dengan mudah? tidak!"


"Jika kamu peduli pada Jia harusnya dukung apapun keputusan dia, termasuk untuk kembali padaku ..."


"Diantara kita berdua, akulah yang paling mengetahui bagaimana Jia, dia adalah istriku selama 5 tahun dan kamu hanyalah orang baru yang Jia temui beberapa bulan ini ..."


Daniel mengepalkan tangannya kuat.


"Jadi aku mohon, berhenti mengganggu ku dan hubungan kami, sebelum aku bertindak lebih dan menjauhkan kamu dari Jia. Kamu pasti tahu kan, aku bisa dengan mudah melakukannya?" ancam Alex mengakhiri ucapannya.


Siang itu diluar begitu terik, panasnya sama seperti pertemuan Alex dan Daniel kali ini.


Alex bisa saja membuat Daniel terlihat buruk di mata Jia, namun Alex tidak akan melakukan itu. Alex percaya jika saat ini Jia membutuhkan banyak teman, termasuk Daniel.


Jia berhak mendapatkan hidupnya sendiri, Alex hanya akan terus memberinya banyak cinta tanpa ingin mengekang.


Setelah mengatakan ancamannya itu, Alex segera keluar dari dalam ruangan Daniel.


Meninggalkan sang casanova itu diam terpaku.


Keluar dari ruangan Daniel dan Alex langsung menghubungi Jia. Saat itu 5 menit lagi jam kerja Jia habis.


Alex tersenyum mendengar suara wanitanya yang terdengar kaget dan antusias. Kakinya pun terus melangkah untuk keluar dari hotel, menuju mobilnya yang terparkir di area luar, tidak masuk ke dalam basement hotel.


"Aku cepat-cepat datang karena terlalu banyak merindukan kamu."


"Ish, anda siapa? Alex Carter tidak mungkin mengatakan itu?"


Alex tergelak, tawanya sempat mencuri perhatian beberapa orang. Pria tampan dengan sejuta pesona.


"Cepatlah, aku menunggu mu di depan."


"Iya," balas Jia singkat dan panggilan itu terputus.


Saat Alex dan Sean sampai di samping mobil, telepon Sean bergetar. Ada panggilan masuk dari pengacaranya yang mengurus kasus Amora.


"Permisi Tuan, saya angkat telepon dulu," pamit Sean dan Alex mengangguk.


Sean lantas sedikit menjauh dan menjawab panggilan itu.


Sang pengacara mengatakan jika Alex harus mendatangi kepolisian untuk menandatangi sebuah berkas, setelah itu barulah kasus ini masuk ke persidangan.

__ADS_1


"Baiklah." Balas Sean.


Dengan sedikit ragu, Sean pun kembali menghampiri Alex dan berniat menyampaikan pesan sang pengacara.


"Ada apa?" tanya Alex, dia langsung bertanya saat melihat Sean kembali dengan raut wajah yang seolah ingin berucap, namun ragu-ragu.


"Maaf Tuan, tadi adalah panggilan dari pengacara Zack."


"Lalu?"


"Beliau mengatakan jika Anda harus ke kantor polisi untuk menandatangani sebuah berkas, barulah kasus nona Amora masuk ke pengadilan."


Alex membuang nafasnya kasar, sejak awal dia sudah mengatakan pada Sean jika dia tidak ingin terlibat dengan wanita itu lagi. Alex hanya ingin Amora segera menjadi tersangka dan dipenjara.


Alex ingin berucap menolak, namun gagal saat sebuah suara lembut tiba-tiba menginterupsi percakapan mereka.


"Kalau begitu ayo kita ke kantor polisi bersama-sama," ucap Jia, yang entah sejak kapan datang dan cukup mendengar ucapan Sean.


"Tapi Ji_"


"Tapi kenapa? bukanlah masalah ini harus cepat selesai, jadi harus cepat juga diurusnya." potong Jia membuat Alex tidak bisa berkata-kata.


Hanya bisa mengangguk kecil.


Jia pun tersenyum, meski dalam hatinya kembali terasa sesak. Sejujurnya, dia pun ingin diantara dia, Alex dan Amora bertemu bertiga.


Dan Jia merasa, jika saat ini adalah saat yang tepat.


Jam 3 siang menjelang sore saat itu, akhirnya mereka semua segera menuju kantor polisi. Pengacara Zack juga sudah menunggu kedatangan mereka semua.


Selesai menandatangani berkas Alex ingin segera pulang, namun gagal saat Jia menahan lengannya.


"Aku ingin menemui Amora, bisakah?" tanya Jia, dia menatap Alex dengan tatapan yang begitu dalam, terlihat sendu.


"Untuk apa menemui wanita itu, dia hanya akan menyakiti kamu." tolak Alex.


"Aku hanya ingin masalah diantara kita bertiga benar-benar selesai, aku, kamu dan dia. Katakan padanya didepan mataku, jika kamu memilih aku." pinta Jia.


Harga dirinya yang terluka selama 5 tahun, ingin dia sembuh kan hari ini. Tentang suaminya yang selama ini mencintai wanita lain, kini Jia ingin Alex mengatakan pada Amora tentang keputusannya untuk kembali padanya, mengatakan dihadapannya secara langsung.


Entahlah, disisi ini Jia ingin egois.


Dan mengetahui kekhawatiran di mata Jia, Alex pun langsung menyetujui keinginan wanitanya. Dengan menggenggam erat tangan Jia, mereka berdua menuju sebuah ruangan untuk bertemu dengan Amora.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi dari Author

__ADS_1


Kisah Cinta si Gadis Tomboy karya Ramanda



__ADS_2