
Daniel terpaku, melihat Jia yang mundur selangkah demi menghindarinya cukup membuat hatinya sesak, harga dirinya hancur.
Tidak pernah terbayangkan bagi Daniel dia akan mengemis seperti ini. Terlebih dia mengemis cinta pada wanita yang sudah mencintai pria lain.
Harusnya yang berada di posisi ini adalah si wanita. Wanita itu mengemis cintanya meski dia sudah dengan yang lain.
Tapi tidak dengan Jia, wanita lugu ini hanya mencintai 1 pria dalam hidupnya. Tidak peduli setampan dan semapan apa Daniel, nyatanya Jia tetap tidak terpengaruh.
Bahkan tidak peduli sudah berapa banyak Alex menyakitinya, dia tetap saja kembali.
"Jangan menghindari ku," ucap Daniel lirih, tidak ada lagi suara menggebu yang keluar dari mulutnya.
Membuat Jia berada di ambang kebingungan. Daniel adalah orang baik yang cukup dia kenal selama keluar dari sangkar emasnya, kehadiran Daniel terkadang membuatnya lupa dengan semua luka. Membuatnya bisa menjalani hari dengan baik.
Kata Teman adalah hubungan yang tersemat diantara mereka, Jia tidak pernah menyangka jika Daniel akan seserius ini dengan perasaannya sendiri.
Terlebih saat ini dia dan Alex sudah bersepakat untuk memulai hubungan yang baru, membuat Jia tidak ingin memiliki hubungan dengan pria manapun.
"Tuan_"
"Jangan memanggilku Tuan, ku mohon."
Jia urung menyelesaikan ucapannya. Kata-kata Jangan Begini ia telan kembali.
"Kenapa? kenapa kamu ingin kembali bersama Alex, kamu tidak ingat tentang Amora?"
__ADS_1
Deg! sesaat Jia merasa tersengat hatinya ketika mendengar nama itu lagi, namun kemudian dia coba untuk mengendalikan diri.
Tentang wanita itu tentu dia mengingat dengan jelas, namun Jia juga ingat jika selama pernikahannya dengan Alex, mantan suaminya itu tidak pernah menghubungi Amora. Bahkan tidak peduli jam berapa pun, Alex akan selalu pulang dan tidur di ranjang yang sama dengannya.
"Jangan jadi bodohh untuk yang kesekian kalinya Jia, buka mata mu!" Daniel mulai geram.
Entah kenapa Daniel jadi seperti ini, dia ingin menuntut bahwa Jia hanyalah miliknya. Bahwa wanita yang dia mau haruslah menjadi miliknya.
Ingat peristiwa hujan kemarin, melihat Alex datang makin menyulut keinginannya untuk memiliki.
Dan mendengar suara Daniel yang mulai meninggi dan mengata-ngatainya bodohh, air mata Jia mulai menggenang. Kedua kakinya mulai terasa gemetar, seperti de javu, kejadian yang dia alami selama 5 tahun terakhir seolah kembali terulang.
Seseorang yang ia harap bisa menjadi teman ternyata juga memperlakukannya sama, memperlakukannya seperti orang yang tidak layak untuk di hargai.
"Iya, aku memang bodoh, aku tau aku bodoh, tidak perlu kamu perjelas lagi," ucap Jia dengan suaranya yang bergetar.
"Bukan seperti itu maksudku."
"5 tahun aku mencintai dia dalam diam, 5 tahun aku berharap keluarga kecilku penuh dengan cinta dan kasih sayang. Dan sekarang Alex mengatakan dia mencinta Aku, bahkan berniat memperbaiki rumah tangga kami. Apa aku salah jika aku bahagia? Apa aku salah aku mendapatkan balasan cinta setelah 5 tahun menunggu?"
Air mata Jia tumpah, dia kembali mundur saat melihat Daniel mendekat.
Sumpah, Daniel tidak sanggup melihat air mata itu.
"Maafkan aku Ji, aku salah."
__ADS_1
Jia menggeleng.
"Tidak, kamu tidak salah, aku lah yang bodoh."
"Berhenti mengatakan itu, maafkan aku."
Daniel melebarkan langkah kakinya, lalu menarik tubuh Jia dan di dekatnya erat. Jia mencoba berontak, namun Daniel menahannya dengan kuat.
"Maafkan aku," ucap Daniel sekali lagi.
Membuat Jia menumpahkan air matanya di dada bidang itu. Ucapan Daniel memang benar, terkadang dia pun merasa dirinya bodoh, karena terus berpaut pada seorang pria bernama Alex.
Tapi Jia pun tidak bisa berbohong, bahwa cintanya hanya untuk laki-laki itu. Bahwa Jia merasa sangat bahagia hingga ingin menjerit saat mendengar Alex mencintainya.
"Maafkan aku."
Jia mengangguk kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir ya, punya anak gadis 💃
Pengantin Tuan Adam karya Anak Kost
__ADS_1