After Divorce

After Divorce
AD BAB 69 - Pelukan Pertama Setelah 5 Tahun


__ADS_3

"Al_"


"Sean bisa menjemput mu untuk datang kesini, kenapa tidak memberiku kabar lebih dulu?" potong Alex, dia menatap dalam mata Jia, menatap dengan penuh rasa kecewa, kenapa Jia harus datang bersama pria itu.


Dan Jia terpaku, tenggelam dalam tatapan mata Alex hingga membuat lidahnya kelu. Bertanya-tanya apakah Alex cemburu?


"Maaf, bisakah kalian tidak berdebat disini? Rayden ingin menemui Oma nya." Daniel menyela, ingin Alex dan Jia tahu bahwa disini juga ada Rayden.


Dan benar saja, mendengar nama anaknya disebut kesadaran Alex mulai kembali. Cemburu yang mulai tersulut dia coba redamkan sendiri. Meski ujungnya berakhir sesak di dada.


Dengan perlahan Alex melepaskan tangan Jia yang digenggamnya erat. Membuat Jia langsung merasa ada yang hilang.


"Biar Rayden saja yang temui mama, kamu tidak usah," ucap Alex pada Jia dengan suaranya yang mulai lemah, tatapannya pun tidak setajam tadi, kini terlihat sayu.


"Kenapa?" tanya Jia.


"Mama tidak akan pernah bisa mengerti ketulusan mu. Aku tidak ingin dia kembali bicara kasar padamu."


"Aku hanya ingin berterima kasih, bagaimana pun mama sudah menyelamatkan aku."


Alex membuang nafasnya pelan, kemudian mengangguk kecil.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam ruang rawat Sofia, di sambut dengan tatapan bingung wanita paruh baya itu. Namun seketika Sofia tersenyum saat melihat sang cucu pun datang.


"Oma!" panggil Rayden antusias, dia berlari hingga sampai disisi ranjang. Ingin memeluk oma nya namun tidak sampai.


Hingga akhirnya Alex menggendongnya dan mendekatkan pada Sofia.


"Hanya boleh ciuman, tidak boleh pelukan, punggung oma terluka," ucap Alex, dia bicara dengan wajahnya yang nampak dingin.


"Dia Daniel Ma, teman Jia," ucap Alex pula, memperkenalkan orang asing yang juga ikut masuk ke dalam ruangan ini.


Dan Daniel dengan sopan memperkenalkan diri. Sampai akhirnya Jia juga buka suara.


"Maafkan aku Ma, karena aku mama terluka."


Jia tersenyum kecil, semua yang dilakukan Sofia memang hanya tertuju untuk Rayden dan Alex, tidak pernah untuk dia.


Alex dan Daniel duduk di sofa ruangan itu meski hanya saling diam.


Sementara Jia duduk di sisi ranjang mendampingi Sofia dan Rayden.


Sofia memang asik sendiri bercengkrama dengan sang cucu, namun sesekali dia pun melirik Jia yang hanya diam. Sofia tahu jika dia memiliki banyak kesalahan pada Jia, tapi entah kenapa mulutnya berat sekali untuk mengucapkan kata maaf.

__ADS_1


"Ji," Panggil Sofia akhirnya setelah cukup lama pikirannya saling beradu.


"Iya Ma, mama butuh apa? akan aku ambilkan," jawab Jia, dia bahkan langsung berdiri dari duduknya.


Dan melihat sikap Jia itu malah semakin membuat Sofia merasa bersalah hingga akhirnya kata maaf pun keluar dari mulutnya dengan sendirinya.


"Maafkan mama," ucap Sofia pelan, namun Jia masih mampu mendengarnya dengan jelas, bahkan matanya langsung mendelik ketika mendengar kata-kata itu. Seolah tidak percaya jika Sofia mengucapkan kata meminta maaf.


Jia juga langsung menggeleng, dia tidak ingin membuat Sofia seolah memiliki banyak kesalahan padanya. Karena Jia pun tahu jika semua yang dilakukan Sofia tidak lepas dari masa lalu, juga karena menginginkan yang terbaik untuk Alex dan Rayden.


"Jangan menggeleng, katakan saja jika kamu memaafkan mama," ucap Sofia lagi, meski meminta maaf tapi tetap saja dia bicara dengan nada acuh.


"Oma, kalau meminta maaf itu yang benar. Tatap mommy dan ucapkan dengan sungguh-sungguh," celetuk Rayden dengan bibirnya yang mencebik. Merasa jika Oma nya tidak pandai meminta Maaf, padahal selama ini Sofia selalu mendidiknya dengan keras.


Dan mendengar ucapan cucunya itu Sofia pun membuang nafasnya pelan, bukan menatap Jia, namun Sofia menarik tangan mantan menantunya ini dan dipeluknya erat.


"Maafkan mama," ucap Sofia lagi. Hanya dia yang memeluk, sementara Jia menahan tangan dan tangisnya.


Ini adalah pelukan pertama Sofia setelah 5 tahun mereka bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2