After Divorce

After Divorce
hamil


__ADS_3

“Maaf ya Kak sebelumnya. Vera hanya mau ngasih pendapat aja dan Vera tidak ada membela sana-sini. Kalau menurut Vera, kalau memang bang Andre sudah tidak mau menerima Kakak, lebih baik kakak bercerai aja. Ini juga demi kebaikan Kakak.”


“Vera, jaga mulut kamu,” bentak Shinta emosi.


Melihat kakak iparnya yang arogan Vera langsung terpancing emosi.


“Memangnya salah Kak apa yang Vera sampaikan. Apa artinya tinggal satu rumah kalau suami Kakak sudah tidak mempunyai perasaan sama sekali pada Kakak. Kakak nggak malu hidup satu rumah tapi tidak dicintai,” jelas Vera penuh emosi.


“Kamu ngomong apa. Kamu itu anak semalam sore jadi jangan banyak bicara. Kamu kan nggak pernah merasakan apa yang kakak rasakan.”


“Memangnya apa yang Kakak rasakan?” tantang Vera.


“Kamu pasti bisa merasakan ketika suami kamu akan menikah lagi. Pasti hati kamu akan sakit,” ucap Shinta.


“Kak, kembali lagi ke masa lalu Kakak. Apa pernah Kakak memikirkan perasaan bang Andre ketika Kakak berselingkuh?”


“Kamu tau apa tentang itu.”


“Ya jelas tau Kak. Dan Vera dapat merasakan bagaimana sakitnya perasaan bang Andre ketika mengetahui istrinya berselingkuh tidak hanya sekali. Bahkan baru-baru ini Kakak ketauan lagi berselingkuh. Seharusnya Kakak itu malu.”


“Kamu hanya membela Abang kamu, padahal kamu nggak tau seperti apa rumah tangga kami.”


“Kak, walaupun Vera di Jakarta tapi Vera tau semuanya. Bahkan sebulan yang lalu bang Andre sudah menyampaikan pada Vera bahwa dia ingin mengakhiri rumah tangganya, tapi Vera tentang karena Vera nggak mau kalau sampai bang Andre bercerai. Akhirnya bang Andre membatalkan perceraiannya. Tapi baru-baru ini Kakak ketauan lagi berselingkuh. Jadi wajar donk kalau bang Andre udah capek untuk mempertahankan rumah tangganya.”


Setelah terjadi perdebatan yang cukup panjang akhirnya Shinta pun mengalah. Dia memperbolehkan suaminya menikah lagi dengan Widya tapi dia tidak mau dicerai.


“Kalau memang itu kemauanmu, aku akan terima. Tapi kamu jangan mengharap aku seperti dulu lagi yang bisa mencintaimu. Kamu juga jangan banyak menuntut dari aku, karena pernikahan kita hanya di atas kertas.”


Akhirnya telah disepakati bahwa Andre tidak jadi menceraikan Shinta demi masa depan Bastian. Walaupun Andre tidak bercerai dengan Shinta tetapi berdasarkan kesepakatan yang mereka buat bahwa Andre tidak akan menyentuh Shinta lagi. Dan Andre akan tinggal di Jakarta sedangkan Shinta tetap di Medan bersama Bastian mengurusi perusahaan ayahnya. Itulah kesepakatan yang dibuat Andre dan Shinta.

__ADS_1


Bagi Shinta yang terpenting dia tetap menjadi istri Andre walaupun Andre tidak menyentuhnya. Karena Shinta yakin suatu saat Andre akan kembali ke dalam pelukannya.


Setelah kesepakatan dibuat oleh Shinta dan Andre, akhirnya Andre menetap di Jakarta. Tapi dia pulang dulu ke Medan untuk megurus semuanya. Setelah selesai urusannya, dia kembali lagi ke Jakarta.


Di Jakarta dia bekerja di perusahaan temannya sebagai pegawai biasa. Walaupun dia tidak jadi pimpinan, tetapi hatinya merasa tenang.


***


Sudah sebulan Andre tinggal di Jakarta dan hari ini dia balik ke Medan untuk menjenguk Bastian di pesantren. Sampai di bandara Kualanamu Andre langsung menuju pesantren Bastian.


“Papi kenapa jarang menjenguk Bastian?” tanya Bastian saat papinya menjenguknya.


“Maaf Bastian, papi sekarang tinggal di Jakarta makanya papi udah jarang ke sekolah kamu. Tapi mami kamu kan tetap kemari kan menjenguk kamu?”


“Iya Pi. Sekarang mami rajin menjenguk Bastian bahkan setiap minggu mami menjenguk Bastian,” jelas Bastian.


“Syukurlah kalau gitu.”


“Papi tadi sampai bandara langsung kemari, jadi papi belum singgah ke rumah.”


Setelah puas ngobrol dengan Bastian kemudian Andre pulang kembali pulang ke rumahnya.


***


Begitu Andre sampai rumahnya langsung disambut oleh ayah mertuanya dengan ramah. Andre merasa heran karena tidak biasanya Ayah mertuanya bersikap baik seperti itu.


“Jm berapa dari Jakarta Ndre tanya ayah mertuanya saat melihat kedatangan Andre dari sana pagi Ayah tapi sampai Kualanamu Andre langsung menjenguk Bastian di pesantren ayah


***

__ADS_1


Melihat ayah mertuanya sudah berubah dan tampak ramah, Andre pun bersikap baik pada ayah mertuanya.


‘Kenapa sekarang ayah sudah berubah,’ batin Andre melihat perubahan pada diri ayah mertuanya.


Sebenarnya pak Husin mulai sadar akan kelakuannya kepada menantunya. Hal ini berawal dari kekesalan Shinta pada suaminya. Sebulan yang lalu saat dibuat kesepakatan antara Shinta dan Andre bahwa mereka tidak bercerai tetapi Andre memutuskan untuk menetap di Jakarta. Dari situlah pak Husin mulai berpikir dan intropeksi diri. Lama-kelamaan pak Husin mulai sadar akan kelakuannya yang terlalu ikut campur dalam perusahaannya.


Sebenarnya pak Husin tidak menyetujui kalau Andre menetap di Jakarta, tapi pak Husin nggak bisa berbuat apa-apa lagi karena dia menyadari bahwa sikapnya selama ini telah membuat menantunya tertekan. Dari situlah pak Husin sudah mulai menyadari akan kesalahannya. Sekarang dia bersikap baik dan ramah pada menantunya.


Tetapi pak Husin tidak mengetahui kalau rumah tangga Shinta dan Andre sudah retak. Bahkan dia juga tidak mengetahui kalau Shinta dan Andre telah membuat kesepakatan bawah pernikahan mereka hanya di atas selembar kertas. Pak Husin hanya mengetahui kalau Andre bekerja di Jakarta dan sebulan sekali akan balik ke Medan untuk menemui istri dan anaknya.


***


Sudah sebulan lamanya Andre menetap di Jakarta dan hari ini dia balik ke Medan untuk menemui anak dan istrinya. Walaupun Andre sudah menyepakati tidak akan pernah menyentuh cinta lagi, tapi dia masih menjaga perasaan mertuanya yang tidak tau menau tentang masalah ini. Di depan ayah mertuanya dia bersikap seperti biasa.


Begitu masuk ke dalam rumahnya bi Ijah langsung menyambutnya dengan senyum khasnya.


“Gimana kabar Bapak, sehat kan?


“Alhamdulillah sehat Bi. Bibi gimana, sehat kan?”


“Alhamdulillah Pak, saya sehat seperti yang Bapak lihat,” jawab bi Ijah.


“Syukurlah kalau begitu. Oh ya Pak, Bapak mau dibuatkan minuman apa?” tanya bi Iajh.


“Seperti biasa Bi, kopi panas,” jawaban Andre dan langsung masuk ke kamarnya.


Dia masuk ke kamar untuk bersih-bersih karena badannya sudah lengket oleh keringat.


Terlihat suasana kamar masih seperti biasa tidak ada yang berubah. Pakaian Andre juga masih banyak di lemari. Sengaja Andre tidak membawa pakaiannya semua ke Jakarta. Sebagian masih ditinggalkan supaya kalau dia kembali ke rumah ini, nggak perlu membawa tas yang besar. Andre rencananya pulang ke Jakarta besok.

__ADS_1


Setelah mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan dan ternyata tidak ada yang berubah, Andre langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi. Dihidupkan shower dan dia berdiri di bawah shower sehingga sekujur tubuhnya basah oleh air dari shower. Badannya terasa sangat segar.


@@@@@


__ADS_2