After Divorce

After Divorce
AD BAB 108 - Ingin Segera Membuat Jia Hamil


__ADS_3

Hari berlalu dan semuanya berjalan dengan baik. Jia juga menggunakan jasa seorang artis ternama untuk mempromosikan WO yang dia dirikan. Hingga tidak butuh waktu lama WO nya dikenal oleh banyak orang, JIA Enterprise.


Yang awalnya hanya memiliki satu karyawan, kini Jia sudah memiliki sebuah Tim.


3 bulan waktu berjalan, Jia masih mengerjakan event kecil-kecilan, sampai akhirnya sebuah acara pernikahan yang cukup besar mendatangi perusahannya. Jia tidak bekerja sendiri, dia juga menjalin kerja sama dengan berbagai Vendor.


Jia sangat menikmati hari-harinya yang sibuk seperti ini, seolah dia hidup dengan jati diri yang lain, namun dia menyukainya.


Bertemu banyak orang, memiliki banyak teman, saling bertukar wawasan, Jia sangat menikmati hidupnya.


Tapi meski sibuk, Jia selalu pulang sebelum Alex sampai di rumah.


Seperti hari ini, meski sedang ada event yang berlangsung namun Jia tetap memutuskan untuk pulang. Yang mengawasi berjalannya acara adalah Sandra, asisten pribadinya, orang kepercayaan Jia.


Sampai di rumah Jia langsung membersihkan diri, berkumpul dengan keluarganya dan menunggu Alex pulang.


"Jia, lihat ini, ini WO punya anak teman mama. Bagus kan pelaminannya, kata mu kemarin butuh banyak referensi. Coba lihat punya dia."


Dengan antusias Jia memperhatikan ponsel Sofia, mereka berdua duduk sangat dekat dan sama-sama memperhatikan satu ponsel itu.


Bibir Jia tersenyum, dia sangat menyukai melihat dekorasi pelaminan yang indah-indah. Menciptakan momen tak terlupakan bagi sepasang pengantin membuat Jia memiliki kepuasannya sendiri.


"Iya Ma, bagus."

__ADS_1


"Tinggal kamu ubah dengan konsep yang kamu usung."


Jia mengangguk.


"Mommy, Oma, lihat apa sih?" tanya Rayden yang tiba-tiba menghampiri. Padahal tadi masih asik sendiri bermain dengan kucing yang dibelikan Sofia.


"Lihat pelaminan sayang," jawab Jia, dia lalu memangku Rayden.


"Mom, besok aku di sekolah ada pembacaan puisi untuk orang tua, Mommy dan Daddy datang ya?"


"Benarkah?" tanya Jia dan Rayden mengangguk.


"Baiklah, besok kita akan pergi ke sekolah bersama-sama."


"Oma tidak diajak?" tanya Sofia dengan wajah memelas.


"Maaf Oma, ini hanya untuk orang tua. Nanti kalau ada pembacaan puisi untuk Oma pasti aku akan mengajak Oma." jawab Rayden.


Jia dan Sofia yang mendengar itu pun terkekeh pelan.


Asik berbincang mereka sampai tidak menyadari jika Alex sudah pulang. Alex tersenyum saat melihat keluarganya rukun seperti ini.


Makin ingin segera membuat Jia hamil dan mereka memiliki lebih banyak keluarga.

__ADS_1


"Ma," sapa Alex pada sang ibu dan membuat semua orang melihat ke arahnya. Rayden langsung turun dari pangkuan Jia dan menghampiri memeluk sang daddy.


"Hii, daddy belum mandi kenapa peluk-peluk, turun!" titah Sofia.


Rayden mencebik, namun dia menurut.


"Sana daddy mandi, nanti baru main dengan Rayden." ucap Rayden dengan bibirnya yang mengerucut dan ucapan anaknya itulah yang Alex tunggu-tunggu.


"Baiklah sayang," jawab Alex, lalu melirik Jia dan megedipkan sebelah mata, kode agar Jia pun ikut dia ke kamar.


Sofia yang melihat aksi anaknya hanya geleng-geleng kepala.


Kini Jia dan Alex sudah berada di kamar, Alex langsung memeluk erat tubuh istrinya dari arah belakang.


"Sayang, kira-kira disini sudah ada anak kita belum ya?" tanya Alex, dia mengelus perut Jia dengan sayang, bahkan menelusupkan tangannya masuk agar bisa menyentuh secara langsung.


"Apakah aku harus memeriksanya Dad?"


"Boleh, nanti malam kita beli testpack ya? besok pagi mommy pakai."


Jia mengangguk.


Dan Alex langsung mencium pipinya dengan sayang. Terasa nyaman sekali bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2