After Divorce

After Divorce
AD BAB 89 - Seperti Mau Kencan


__ADS_3

Jia menghapus air matanya sendiri dengan menggunakan kedua tangan, sementara Daniel yang sudah melepaskan Jia dan mengambil jarak aman pun tersenyum melihat teman wanita nya ini.


Disaat dia sudah menemukan wanita yang bisa membuatnya luluh, ternyata Daniel tidak bisa mendapatkan wanita itu.


Dan melihat Jia menangis ternyata lebih menyebalkan dibanding saat melihat wanita ini tersenyum bersama pria lain.


Baiklah, anggap ini karma Niel. Batin Daniel, bicara pada dirinya sendiri.


"Makan siang bersama ku," ajak Daniel, setelah puas meminta maaf dan berjanji tidak akan meminta lebih selain teman kini Daniel mulai mengalihkan pembicaraan.


"Mama membawakan ku bekal."


"Kalau begitu makan bersama ku."


"Aku mau makan bersama dengan Lisa, dia menunggu ku diluar."


"Jahat sekali, aku tidak punya makanan apapun."


"Minta bagian restoran untuk menyiapkan mu makan."


Daniel mendengus, benar-benar wanita yang tidak peka.


"Nanti Alex menjemput mu lagi?"


Jia mengangguk.


"Apa dia tidak punya kerjaan, selalu saja menjemputmu."

__ADS_1


Jia tidak menanggapi, dirasa air matanya benar-benar kering, dia pamit untuk keluar.


"Aku keluar."


Daniel hanya bisa mengangguk kecil, dia tidak bisa mencegah kepergian Jia.


Namun saat Jia hendak membuka pintu, dia kembali memanggil nama wanita itu.


"Ji." panggil Daniel, Jia pun berbalik dan menatap Daniel dari jarak yang tercipta.


"Bisakah kita tetap berteman?"


Mendengar pertanyaan itu, Jia tersenyum. Tentu saja mereka bisa berteman, apa salahnya?


Sebagai jawaban atas pertanyaan itu, Jia menganggukan kepalanya kecil. Lalu benar-benar keluar dari ruangan sang CEO.


Meninggalkan Daniel yang mengukirkan senyum tipis.


Selepas kepergian Jia, Daniel memanggil sang asisten untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Aku tidak percaya pada pria bernama Alex itu, coba selidiki dia, benar-benar tulus ingin kembali pada Jia atau tidak, bila perlu beri wanita yang lebih cantik daripada Jia dan Amora, goda dia."


"Baik Tuan," jawab sang asisten patuh.


Setelah mendapatkan tugas itu, dia pun pamit undur diri.


Sementara itu di ruang istirahat HK, Jia dan Lisa mulai menikmati makan siangnya.

__ADS_1


Lisa terus bertanya kenapa Daniel memanggilnya, juga kenapa wajah Jia terlihat sembab ketika keluar dari ruangan itu.


"Hanya salah paham, tuan Daniel mengira aku menghilangkan baju putihnya saat dia tingal disini, ternyata baju itu hanya terselip," jawab Jia bohong, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gagal. Biasa bicara jujur, ketika berbohong seperti ini dia jadi gugup sendiri, salah tingkah sendiri.


"Hanya karena baju dia sampai memarahi mu? benar-benar keterlaluan."


"Ta-tapi tuan Daniel sudah minta maaf kok, sekarang semuanya baik-baik saja."


Dan Lisa pun mengangguk, dia percaya.


Jam terus bergulir, hingga waktu pulang tiba.


Jia tersenyum, saat dia keluar dari pintu lobby hotel, di depan sana dia sudah melihat Alex. Berdiri di samping mobil dan menunggunya dengan senyum yang terkembang.


Jia terus melangkah hingga akhirnya berdiri tepat di hadapan Alex.


"Duduk di depan," ucap Alex.


"Hem, kenapa? Sean tidak ikut?"


"Tidak, aku mengemudikan mobil ku sendiri."


Deg! lagi-lagi jantung Jia seperti mau lompat, kenapa kini mereka seperti mau kencan?


Dengan malu-malu Jia masuk ke dalam mobil saat Alex membukakan pintu untuknya.


Dan mobil itu melaju, seirama dengan debaran jantung Jia yang semakin kuat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2