
Yang terkejut bukan hanya Jia, Alex pun juga merasakan hal yang sama.
Jia bilang dia akan keluar setelah menyiapkan baju ganti untuknya, tapi kenapa mantan istrinya itu masih ada disini?
Juga menatapnya, ya ampun! Alex sampai terpaku.
Hasrat yang sudah lama terpendam seolah kembali keluar dengan sendirinya secara perlahan, dia dan Jia bukanlah orang asing. Meski terjadi di luar kendalinya, namun hanya tubuh Jia yang menjadi candunya.
Bodoh! sadarlah Al! apa yang kamu pikirkan! gerutu Alex di dalam hati. Setengah tubuhnya yang terbuka, membuat kesadarannya pun hilang separuhnya. Susah payah dia menetralkan semua hasrat.
Kemudian berjalan mendekat seolah tidak terpengaruh apapun, sementara Jia langsung buru-buru memalingkan wajah.
"Aku akan keluar," ucap Jia dengan suaranya yang bergetar.
"Kenapa keluar? kan mommy mau mandi," celetuk Rayden pula.
Belum sempat Jia membalas ucapan sang anak, Alex sudah lebih dulu buka suara.
"Mandilah, jangan lupa bawa baju ganti, aku dan Rayden akan menunggu disini," ucap Alex, sebuah ucapan yang terdengar menggoda di telinga Jia. Kini bukan hanya kedua pipinya yang merona, namun kedua telinganya pun sudah nampak merah.
Dan tanpa basa-basi lagi, Jia segera mengambil baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Rayden dan Alex, adalah 2 orang yang begitu susah untuk dia kendalikan.
Dan melihat sikap malu-malu Jia, membuat Alex tersenyum kecil. Dalam hatinya selalu bertanya, kenapa kebahagiaan ini baru mereka rasakan sekarang? Tuhan, benar-benar sudah membolak balikkan hati mereka.
Selepas kepergian Jia, Alex menatap anaknya.
"Rayden."
"Apa Dad?"
"Katakan pada Mommy, nanti malam Rayden ingin kita tidur bertiga," ucap Alex dan mendengar itu Rayden langsung tersenyum lebar.
"Baiklah, Rayden akan minta hal itu pada Mommy."
Kedua laki-laki berbeda generasi ini pun tersenyum lebar, bahkan keduanya langsung membuat gerakan Tos! seolah baru saja memenangkan sebuah pertandingan.
Tidak berselang lama, Jia keluar dari dalam kamar mandi. Menggunakan baju lengkap dan wajah yang lebih segar. Tidak ada riasan yang menempel di wajah Jia, namun membuatnya terlihat jadi semakin cantik. Belum lagi rambut setengah basahnya yang membuat Jia begitu mempesona di mata Alex yang terus memandang.
Alex dan Rayden duduk berdampingan di tepi ranjang.
Alex bahkan langsung menyenggol lengan sang anak untuk menjalankan misi yang sudah mereka sepakati.
__ADS_1
Rayden yang memahami kode itu pun langsung buka suara.
"Mommy."
"Apa sayang?"
"Karena Daddy sudah pulang, nanti malam kita tidur bertiga ya?" pinta Rayden, sebuah permintaan yang membuat Jia sedikit mendelik.
Permintaan sang anak yang terdengar tidak masuk akal, namun Jia bingung bagaimana mau menolak dan menjelaskannya.
Dia, Alex dan Sofia memang tidak mengatakan kepada Rayden tentang perpisahan ini. Tentang Alex dan Jia yang tidak bisa lagi bersama, mereka hanya mengatakan jika Jia ingin tinggal di rumah yang lain, tanpa merusak keutuhan keluarga mereka.
Diantara kebingungannya itu, Jia menatap Alex. Dilihatnya sang mantan suami yang mengangguk kecil. Membuat kedua mata Jia semakin membola.
Alex memang selalu seperti itu, selalu mengabulkan apapun keinginan Rayden, pikir Jia.
Dia memang masih mencintai Alex, sangat malah. Tapi tidur bersama setelah berpisah, tetap saja terasa tidak masuk akal baginya.
Apa kata Mama nanti? batin Jia.
Lalu dia pun menatap Rayden, melihat wajah sang anak yang menatapnya dengan penuh harap.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa Vote, kalian maunya Alex nginep apa nggak?