Aku Pangeran

Aku Pangeran
BUKAN RADEN PAKU


__ADS_3

Letusan kembang api memeriahkan langit malam diatas kapal pesiar


Sebuah kapal pesiar mewah membelah laut Asia yang memeriahkan pesta di dalam kapal pesiar mewah itu seakan menutup semua suara dunia


Deru ombak seakan tak dapat menembus kebisingan di dalam kapal pesiar yang berisikan para konglomerat , berpesta merayakan kemenangan tender besar


*klip


Musik itu terhenti , lampu - lampu itu padam , mesin mesin berhenti bekerja , para penumpang panik ,kru kapal mengecek semua kondisi kapal


Di sana , seorang pria yang sudah berkepala 3 yang berada di serambi kapal , mengasingkan diri dari pesta di dalam tidak terusik akan padamnya lentera malam


Di sana ia berdiri di temani sang asisten mengenang dua malaikat yang pernah menemani kehidupannya walau hanya sesaat


Dua malaikat yang meninggalkannya 2 tahun silam , seorang anak yang sangat di dambakan dan sang istri yang sangat ia sayangi , meninggalkannya tepat saat kelahiran putra pertamanya


Kini pria itu mencoba untuk melupakan sejenak kepahitan hatinya , berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang menumpuk , mengembangkan sayap perusahaan meski dirinya tidak tau untuk apa harta sebanyak itu


" apa itu " tanya nya


"itu kotak tuan " sang asisten menjawab


" ya sudah tau , tapi kotak apa "


pria itu menggerutu


" tidak tau tuan "


asisten John menjawab dengan sopan"


terkejut keheranan melihat sebuah kotak tepat berada di ujung badan kapal , cahaya rembulan membantu menyinari bagian luar kapal , membantu melihat kotak itu , ntahlah mengapa ia tiba tiba mengingat kisah Raden paku yang legendaris


" apakah di dalam kotak itu...ada bayinya ? "


ia terkekeh akan pemikirannya , mana mungkin kejadian kejadian seperti itu terjadi di dunia seperti ini , namun pria itu tertarik akan kotak misterius itu


"John ambil kotak itu " perintah pria itu kepada asistennya


" kotak di ujung kapal itu tuan ? " tanya tuan asisten kebingungan


" ya mana lagi" lanjutnya


sang asisten menyuruh para anak buahnya mengambil kotak yang menempel di badan kapal


setelah kotak itu di angkat ke atas kapal, pria itu membuka kotak kayu sebesar troli belanja , dengan ukiran naga berlapis emas


" bukalah kotak itu " perintah sang tuan


" baiklah tuan "

__ADS_1


kotak kayu yang indah itu terbuka , betapa terkejutnya tuan itu , kotak kayu itu berisikan sosok kecil mungil , dengan secarik kertas di samping sosok kecil mungil itu


"astaga kenapa kamu di sini nak "


pria itu lantas menggendong bayi yang berkisar baru lahir satu Minggu itu


" astaga badannya panas sekali ! , panggilkan dokter Brian sekarang ! .... bawa kotak itu masuk ke kamar ku "


sang tuan membawa bayi itu dengan tergesa gesa dengan bantuan senter dari hp sang asisten yang mengikuti dari belakang


Ia melewati setiap lorong sambil berlari , sesampainya di kamarnya lampu lampu menyala , bertepatan dokter Brian sampai di kamar sang tuan


" Brian cepat periksa anak ini dia demam tinggi "


Pria itu meletakkan bayi itu perlahan di ranjang , dokter Brian memeriksa dengan teliti bayi itu


"tak apa , tenanglah dia hanya demam biasa , tak perlu di cemaskan ,


ngomong - ngomong siapa dia , sangat tampan " sang dokter bertanya


" jadi dia laki laki " pria itu menggumam


" kau tidak tau dia laki laki " tanya dokter


" hahaha aku menemukannya di sana , tenang lah pak dokter " tawa sang pria


"hah ? apaaaa ? , kau gila ? , apa kau tidak memikirkan orang tuanya yang mencarinya !" teriak pak dokter


" apa ? " kata pak dokter dengan nada yang lirih " kau akan merawatnya ? " tanya pak dokter


" ya , dia akan menjadi putraku " putus sang pria


" huh.... kamu ini , baiklah kamu memang tuan yang berkuasa , lalu siapa namanya ? " tanya sang dokter


Karena aku menemukannya terombang-ambing di laut , aku akan menamainya Sean ken dan margaku Sora , jadi namanya adalah Sean ken Sora "


Jelas pria itu


"Nama yang unik , apa artinya sbastian "


Tanya dokter itu kepada pria itu


" ken itu pedang sedangkan Sora itu langit , aku berdoa semoga anak ini menjadi seperti laut , dan Ken Sora , pedang langit , aku berdoa semoga anak ini , Sean kecil ku , akan menjadi seorang yang hebat seperti langit , mampu menampung banyak hal seperti laut , baik ilmu pengetahuan ataupun lainnya , dan tajam seperti pedang"


Cecar Sebastian panjang lebar


" Entahlah aku tidak faham , tapi kedengarannya bagus hahaha "


Kata dokter Brian dengan tawa yang cukup keras hingga membuat Sean kecil terusik

__ADS_1


" Diam bodoh , kau akan membuatnya terbangun " marah sbastian


"Baiklah tidurlah dengan laut kecilmu , aku akan keluar , besok kita sudah turun dari kapal " perintah dokter Brian sambil meninggalkan kamar sbastian


Malam itu tuan muda sbastian itu tidak bisa memejamkan matanya , tangannya tidak berhenti mengelus kepala Sean kecilnya agar tertidur nyenyak , bibirnya tak henti hentinya mengulum senyum , matanya tak lelah menatap putra angkatnya


Sbastian beranjak dari tempat tidurnya , melangkahkan kakinya keluar dari kamar , memanggil asisten John yang setia berdiri di samping pintu masuk kamarnya


" John masuk " panggil sbastian sambil membuka pintu


"Iya tuan " jawab John sambil mengikuti sbastian masuk ke dalam kamar


" Kamu urus semuanya , data data putraku , akta lahir putraku , nama putraku Sean Ken Sora , Tanggal lahirnya ...... Eh sekarang tanggal berapa John" tanya sbastian


" Tanggal 7 Januari tuan " jawab tuan asisten


"Ya, eh tidak tidak , hitung mundur sampai kira kira kapan dia lahir , setelah sampai di darat segera buat janji dengan dokter anak agar kita tahu usia anakku berapa" perintah sbastian


" Baik tuan , tapi maaf tuan , em... Besok kita memiliki janji dengan kolega dari Jepang tuan dan skejul untuk besok sangat padat tuan , apa tuan mau membatalkan semuanya " tanya tuan asisten dengan hati hati , dia tidak mau di marahi oleh tuannya


" Batalkan semuanya , aku mau menghabiskan waktu dengan putraku , telfon bibi di rumah , suruh bibi menyiapkan kamar untuk Sean , makanan Sean , segera cari baby sitter terbaik untuk Sean , suruh bibi membeli semua keperluan Sean , pakaian Sean juga , mainan untuk Sean juga harus bersih dan steril " minta sbastian dengan semangat


" kamu ingat semua kan John " tanya sebastian kepada John


" iya tuan , saya akan menyiapkan semuanya " jawab John


" bagus John , keluarlah urus semuanya sekarang , aku tidak mau ada kekurangan sedikitpun , mengerti John "


kata sbastian


"mengerti tuan , akan saya laksanakan taun" jawab sang asisten


" eh John " panggil sbastian


" iya tuan " jawab John yang hendak keluar dari pintu


"sejak kapan kamar ini menjadi terang , kapan lampunya menyala " tanya sbastian


" itu tuan sejak kita berlari di lorong lampu sudah menyala " jawab John


" oh yasudah , lanjutkan pekerjaan mu " perintah sbastian


"saya pamit undur diri tuan " pamit John


sementara itu Sbastian membuka kotak milik putranya , ia menemukan sebuah kalung liontin berwarna biru dengan satu permata merah kecil di tengah liontin itu , liontin itu di keluarkan dan di letakkan di samping kanan kotak


Sbastian mengeluarkan kain sutra yang di gunakan sebagai alas tidur Sean di dalam kotak , kain sutra dengan kualitas terbaik


" sepertinya asal-usul mu bukan dari keluarga yang biasa nak , lihatlah kain yang ada di tubuhmu pun bukan kain biasa " monolog Sbastian

__ADS_1


dia mengambil kertas yang ada di dalam kotak lalu membacanya , itu bukan kertas seperti umumnya , namun kertas yang terlihat dari serat tumbuh tumbuhan yang di haluskan dan di anyam


" bahasa apa ini , tulisan ini aku tidak pernah melihatnya , dari mana kamu sebenarnya putraku "


__ADS_2