
Pukul 3 sore sbastian terbangun , melakukan kewajiban agamanya dan membangunkan Sean untuk mandi dan kegiatan sore
Setelah mandi Sean turun ke bawah bersama sbastian
Sean mencari sitter azza untuk di ajak membaca sedangkan sbastian masuk ke dalam ruang kerjanya untuk mengerjakan tugas kantor yang terbengkalai karena kejadian tadi siang
" Ini apa az "
Tanya Sean
" Ini hutan tuan muda "
Jelas sitter azza
" Oh..... "
Sean memberi oh yang panjang atas jawaban sitter azza
Setiap sore sitter azza akan mengajari Sean membaca dan berhitung
Tidak ada yang memaksa Sean , anak berumur satu tahun untuk belajar , namun Sean yang memaksa untuk di ajari banyak hal yang baru
Setiap sore setelah belajar Sean juga akan bermain bersama sitter azza
Di setiap sudut rumah di letakkan penjaga oleh sbastian , kerap kali Sean meminta salah satu penjaga untuk menemaninya bermain , kadang tidak hanya satu melainkan setiap penjaga yang di lihatnya
Sore ini Sean ingin bermain kucing-kucingan bersama beberapa penjaga , Sean sudah memilih beberapa penjaga bertubuh kekar untuk di ajak bermain , Sean tidak takut kepada para penjaga , malahan Sean suka melihat para penjaga berwajah garang
" Kami ikut bermain , boleh "
Suara wanita muda terdengar dari belakang
"Ternyata nona lili "
Batin sitter azza
" Amu tati yang ata ti kamal "
(Kamu tadi yang ada di kamar )
Sean tidak memberi jawaban namun bertanya balik dengan nada tidak suka
" Tuan Sean bertanya , apakah anda tadi yang ada di kamar "
Jelas sitter azza
" Hehe.... Iya "
Lili berjongkok menyamakan diri dengan Sean
" Panggil aku kak lili . boleh aku ikut main , boleh ya "
Lili memohon
" Tak oleh , anti amu ambil apapa ku"
( Tidak boleh , nanti kamu ambil papa ku)
Sean memalingkan muka dan melipat tangan kecilnya di dada , menirukan sbastian saat sedang marah
" Tuan muda takut anda akan mengambil tuan sbastian dari tuan Sean "
Sitter azza kembali menerjemahkan kalimat yang Sean ucapkan
" Aku berjanji tidak akan mengambil kak Tian dari adik Sean "
Lili mengangkat jari kelingkingnya
" Jika tuan muda mau bermain dengan nona lili maka nona lili tidak akan mengambil papa tuan muda "
Sitter azza menjelaskan kembali kepada Sean , lili mengangguk dengan cepat
__ADS_1
Namun apalah daya , Sean tetap tidak mau dan melihat lili dengan wajah datar , melipat tangannya di dada dan memalingkan muka ke arah lain
" Em..... Nanti aku kasih permen deh "
Rayu lili
Sean tetap tidak bergeming dan hanya menoleh sedikit , pertanda bahwa dia sedikit tergoda
Lampu kuning menyala untuk lili
Pertanda sedikit lagi rayuannya akan berhasil
" Aku juga punya banyak buku , nanti kita bisa baca sama sama , sama kak Leon juga"
Rayuan lili semakin gencar untuk Sean
Rayuan itu mulai meruntuhkan tembok pertahanan yang di bangun Sean , namun bukan Sean jika langsung setuju , Sean hanya melihat lili seakan meminta lebih
" aku belajar di Jepang , nanti aku ajari bahasa Inggris dan Jepang , bagaimana?? , Kamu mau ?? , Ah .... Aku juga bisa beberapa bahasa lainnya "
Lili mengeluarkan jurus terakhirnya
Semua penjaga heran akan tawaran terakhir lili , bagaimana bisa anak umur satu tahun akan di ajari beberapa bahasa asing
" Amu eljanji "
( Kamu berjanji )
Tanya Sean
"Apakah anda menjanjikan itu kepada tuan muda "
Sitter azza kembali menjelaskan
" Iya aku janji "
Jawab lili setelah mendengar kalimat sitter azza
" Berikan ini , dia akan percaya padamu "
Leon menyodorkan permen kepada lili
Tanpa kata kata lili menyambar permen itu dan menyodorkan permen kepada Sean
" Itu adalah tanda perjanjian tuan muda "
Jelas sitter azza dan di sambut anggukan antusias dari lili
" Aikla , Ita setutu "
( Baiklah , kita setuju )
Sean mengambil permen dari tangan lili
Lili tersenyum senang saat berhasil mengambil hati Sean
Mereka bermain sampai pukul enam sore , Sean , lili dan Leon tertawa terbahak-bahak saat melihat salah satu penjaga yang tersandung dan terjatuh , penjaga itu hendak menangkap penjaga yang lain , namun salah satu kakinya tersandung kaki yang lain
Tawa mereka bertiga sampai ke ruang tamu dan ruang kerja sbastian
" Siapa itu , ramai sekali , biasanya tidak seramai ini " gumam sbastian sambil merapihkan beberapa berkasnya
Sbastian keluar dan berpapasan dengan pak Sam yang keluar dari dapur dan juga orang tua sbastian yang baru menginjak lantai dasar rumah , mereka saling pandang dan mama sbastian memulai pembicaraan
" Ada apa , kenapa ramai sekali "
Tanya mama sbastian
" Tidak tau nyonya "
Jawab pak Sam
__ADS_1
Sbastian melangkah terlebih dahulu , mendahului ketiga orang itu
Setelah sampai di ambang pintu belakang rumah , sbastian melihat orang-orangnya sedang di usili oleh Sean , dan lili juga Leon sedang duduk di rumput tanpa alas apapun , memakan cemilan yang entah dari mana datangnya
" Ada apa ini , kenapa seru sekali "
sbastian bertanya
Sean menoleh begitu mendengar suara sbastian
" apapa "
Sean berlari ke arah sbastian , sbastian menyambut dengan tangan yang terbuka dan berjongkok
Namun saat hampir sampai ke dalam pelukan sbastian , Sean berhenti dan berjalan kembali ke belakang dengan perlahan dan berhenti beberapa langkah di hadapan sitter azza
" Liona , Lion apa yang kalian lakukan "
Teriak mama sbastian
Karena terkejut Sean berjalan mundur lagi ke belakang hingga menabrak sitter azza dan berbalik lalu bersembunyi di belakang sitter azza
" Liona , kamu belum sembuh , lion kenapa kamu membiarkan adikmu duduk di tanah seperti itu , berdiri sekarang " teriak mama sbastian dan itu membuat Sean ketakutan
" Dan kenapa kalian bermain dengan anak pungut itu , mama tidak suka " teriak mama sbastian lebih keras dan mulai membuat sbastian naik pitam
" Ma , apa apaan sih mama ini , Sean masih kecil "
Sbastian menghentikan mamanya dan menghampiri Sean dan memasukkan Sean ke dalam pelukannya
Air mata Sean sudah banyak berjatuhan Karena takut , namun Sean selalu menyekanya agar tidak terlihat oleh sbastian
" Sudah sudah , jangan menangis ya , ada papa di sini "
Sbastian menenangkan Sean yang memegang erat kerah bajunya
Sean menyembunyikan wajahnya di pundak sbastian yang sekarang sudah di basahi air mata , milik mata bulat sean
" Kalian tidak usah bermain di halaman belakang lagi dengan Sean "
Kata sbastian kepada kedua anak kembar itu
" Baik kak "
Sahut lili dengan gembira
Bukannya sedih mereka malah biasa saja. Larangan sbastian seakan tidak mempan kepada mereka
" Liona , Lion masuk ke dalam sekarang"
Perintah mama dengan nada yang keras
" Iya ma " jawab mereka berdua dengan lesu
Kedua adik kembar sbastian bernama ,
Lion Yami Sora dan Liona Yami Sora , lion adalah kakak dari Liona , namun Liona sering di panggil lili oleh kedua saudara laki-laki nya , panggilan kesayangan itu di dapat karena Liona sangat menyukai bunga lili
Lion dan Liona sudah di bawa ke negri sakura sejak kecil karena kondisi Liona yang memiliki penyakit sejak lahir di haruskan di rawat di negri sakura
Bukan hanya di negri sakura namun Liona sering di bawa ke Singapura dan beberapa negara lainnya untuk menjalankan pengobatan
Sejak sbastian berumur tujuh tahun mama sbastian sering meninggalkan sbastian untuk menemani pangobatan Liona , ayah sbastian jarang ada di rumah karena pekerjaan
Sejak lulus SMA sbastian mengelola perusahaan yang sangat besar dengan bantuan pak Bayu , ayah asisten John
Pak Bayu sendiri adalah asisten lama papa sbastian , orang yang sangat di percayai oleh papa sbastian
Dan hingga saat ini sbastian lah yang mengurus perusahaan besar dengan cabang di berbagai negara
Papa sbastian tidak membantu sbastian, karena itu adalah permintaan sbastian agar ayahnya dapat menikmati masa tuanya dengan tenang
__ADS_1