
" Adek mau pakai baju apa "
Pak Sam membuka lemari pakaian Sean
" Mau kaos dong kek , sama celana pendek ya kek "
Sean menjawab dari dalam kamar mandi
" Kakek taruh di kasur ya "
Pak Sam melangkah mendekati kasur Sean
" Iya kek "
Sean menjawab kembali
" Kalau sudah selesai langsung kebawah ya , makan "
Pak Sam berbicara dari ambang pintu kamar
" Siap kek "
Sean menyembulkan kepalanya dari pintu kamar mandi
Sean kembali mandi di bak mandi dengan beberapa bebek karet dan busa yang cukup banyak , di dalam bak mandi juga ada kapal kecil yang menemani Sean bermain
" Tuan "
Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Sean yang sedang asik bermain air
" Siapa "
Sean menoleh ke arah pintu kamar mandi
" Ini saya tuan "
Suara itu kembali muncul
" Masuk saja "
Sean memerintahkan suara itu untuk masuk ke dalam kamar mandi
" Saya sudah di dalam tuan "
Jawaban dari suara itu mengejutkan Sean
" Kamu dimana "
Sean celingukan
" Di sini tuan , di pot bunga "
Suara itu memberitahu tempatnya
" Astaga , bagaimana bisa kamu di sini "
Sean berjalan di bak mandi dan mendekati nakas yang berisi peralatan mandi dengan satu pot bunga di atasnya
" Saya merindukan tuan "
Mahluk itu tersenyum manis
" Kalau kamu di sini nanti sayap mu bisa basah , keluarlah aku mau mandi dulu "
Sean menunjuk arah pintu kamar mandi
" Tapi sayap saya sudah basah tuan hehehehe "
Mahluk kecil itu menunjukkan gigi kecilnya yang nyaris tidak terlihat
" Baiklah aku sudah selesai , ayo keluar "
Sean keluar dari bak mandi dan membersihkan dirinya di bawah shower yang tombolnya berada di bawah , Sbastian membuat itu khusus untuk Sean
Setelah membersihkan diri , Sean melilitkan handuk kecil di pinggangnya dan membawa mahluk yang sebesar telapak tangannya keluar dari kamar mandi
" Kamu sudah lama di sini "
Sean melangkah mendekati pintu kamarnya dan menutup pintu kamarnya
" Tidak tuan , saya sangat merindukan tuan jadi saya langsung teleport kemari , eh... Taunya tuan di kamar mandi , basah deh saya hehehe "
Mahluk itu di dudukkan Sean di atas nakas di samping tempat tidur miliknya
" Sebentar aku ganti baju dulu "
Sean mengenakan pakaiannya dan menyisir rambutnya lalu mengambil pengering rambut
" Kemarilah "
Sean melebarkan tangannya dan makhluk itu duduk di tangan Sean
" Kita mau apa tuan "
Makhluk kecil itu menatap Sean penasaran
" Aku akan mengeringkan sayap mu "
Sean mencolokkan pengering rambut itu dan menaruh makhluk kecil itu di atas karpet agak jauh dari pengering rambut
" Tuan firasat saya buruk "
Makhluk kecil itu di dudukkan membelakangi pengering rambut
" Bersiap.... Mulai "
Sean menyalakan pengering rambut itu dan makhluk kecil itu mulai terbawa angin
" Tuaaaaan tolong tuan , saya tersapu angin"
Makhluk kecil itu berpegangan erat pada bulu bulu karpet
__ADS_1
" Tuan toloooong "
Makhluk kecil itu terhempas angin dan menabrak sepatu Sean yang ada di sudut ruangan
" Hahahaha kamu lucu "
Sean tertawa melihat makhluk kecil itu terbalik dengan kepala di bawah
" Saya mohon jangan menggunakan monster itu lagi tuan "
Makhluk kecil menutup wajahnya pasrah
" Baik-baik maafkan aku , ayo kita keluar "
Sean mengambil makhluk kecil itu dan meletakkannya di atas pundaknya
" Tuan saya lapar "
Makhluk kecil itu meletakkan dagunya di atas pundak Sean
" Di belakang ada taman , kamu bisa makan di sana , tapi hati-hati jika jam segini banyak kakak pelayan yang masih menyiram bunga dan merawat tanaman "
Sean turun melalui lift yang di sediakan oleh Sbastian
Setelah sampai di bawah , makhluk kecil itu dibawa oleh Sean ke pintu belakang dan membiarkan makhluk kecil itu terbang keluar dan mencari makan sendiri
" Kakeeek Sean udah mandi "
Sean berlari ke arah pak Sam yang sedang menyiram bunga di sudut kebun
" Eh.... Cucu kakek udah tampan "
Pak Sam meletakkan selang dan membawa Sean ke dalam gendongannya
" Papa udah bangun sayang "
Pak Sam mencium pipi Sean yang harum
" Gak tau kek , tadi Sean turun papa belum bangun , papa tidur lagi tadi "
Sean memeluk pak Sam
" Baiklah.... Adek makan dulu ya "
Pak Sam membawa Sean untuk sarapan terlebih dahulu
Sean menoleh ke belakang dan melambaikan tangan kepada makhluk kecil itu yang sedang sibuk memakan serbuk sari bunga dan di balas oleh mahluk kecil itu dengan membungkuk hormat
" Adek mau makan apa "
Pak Sam mendudukkan Sean di kursi meja makan
" Mau ini sama ini sama itu... "
Sean menunjuk beberapa lauk yang ingin dia makan dan pak Sam mengambilkan apapun yang Sean tunjuk
Di dalam kamar
Sbastian bangun dan tidak mendapatkan Sean di sebelahnya
" Hoam..... "
Sbastian menguap dan berjalan gontai keluar dari musholla di kamarnya
" Oh.... Masih jam sembilan "
Sbastian menjatuhkan diri di atas kasurnya
" Astaga jam sembilan "
Sbastian baru menyadari apa yang di katakannya
" Anakku belom makan "
Sbastian meloncat keluar kamar dan langsung menuruni tangga mencari Sean
" Adeeek , adek di mana "
Sbastian berjalan sambil berteriak mencari Sean di ruang tamu
" Adek lagi makan "
Pak Sam menjawab lalu tiba-tiba menjewer telinga Sbastian
" Adududuh ayah.... Sakit yah "
Sbastian mengaduh dan memegangi lengan pak Sam
" kamu sudah di bilangin ngak boleh begadang di atas jam dua belas malam , masih saja "
Pak Sam melepaskan jeweran telinga Sbastian dan memukul punggung Sbastian
" Hehehe Sbastian mau menyelesaikan tugas kantor sebelum besok yah "
Sbastian menggosok telinganya pelan
" Sudah mandi "
Pak Sam memegang kerah baju tidur Sbastian yang hendak melangkah pergi
" Hehehe belum "
Setelah pak Sam melepaskan kerah pakaiannya dan ingin menjewer telinga Sbastian kembali , namun Sbastian mengambil kesempatan dan langsung berlari menuju arah dapur
" Astaga anak itu "
Pak Sam geleng-geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah laku Sbastian yang terkadang mengalahkan Sean yang masih anak-anak
" Hai papa "
Sean melambaikan tangannya yang penuh dengan ayam goreng
__ADS_1
" Halo anak papa , papa laper "
Sbastian menggosok kepala Sean dan mengambil piring lalu duduk di sebelah Sean
" Papa belom mandi ya "
Sean melihat pakaian Sbastian yang masih sama seperti saat terakhir kali bertemu
" Hehehe iya , makan yang banyak ya "
Sbastian mengalihkan pembicaraan dan memberikan Potongan ayam kedalam piring Sean
Setelah sesi makan yang harmonis Sbastian berpamitan kepada Sean untuk berangkat mandi
" Pangeran saya mandi dulu ya "
Sbastian membungkukkan badan kepada Sean yang memegang sebatang permen loli
" Baik yang mulia raja , mandi yang wangi ya "
Sean membungkukkan badan kepada Sbastian lalu mereka berdua menertawakan diri mereka sendiri
" Baiklah kamu main dulu papa mau mandi"
Sbastian menggosok rambut Sean
" Ok "
Sean memberikan jempolnya
Setelah Sbastian pergi , Sean keluar menuju taman belakang guna mencari makhluk kecil temannya itu
" Jiji kamu dimana "
Sean berjalan mengelilingi taman sambil memanggil-manggil temannya
" Tuan saya di sini tuan "
Tiba tiba makhluk kecil bersayap itu muncul dari atas pohon mangga yang lebat
" Kamu sudah selesai makan "
Sean mengulurkan tangannya dan makhluk kecil bersayap itu duduk di telapak tangan Sean
" Sudah tuan , saya sudah kenyang "
Jiji duduk dengan tenang di atas telapak tangan Sean
" Kamu kesini sendiri "
Sean berjalan dengan hati-hati menuju pohon apel pendek di dekat gerbang belakang jalan keluar dari kebun rumah
" Iya tuan saya sendirian "
Jiji memegang tangan Sean saat keseimbangan duduknya hilang
" Jika kamu kesini sendiri lalu Hana di sana bersama siapa "
Sean duduk di bawah pohon apel dan meletakkan makhluk kecil itu di atas rumput
" Saya sudah memberitahunya tuan , katanya saat urusannya sudah selesai nanti dia akan menyusul saya kesini "
Jiji terbang dan mengambil setangkai bunga lalu menjadikannya tempat duduk
Jiji
Teman peri laki-laki Sean
-Tubuhnya hanya setinggi telapak tangan anak berusia lima tahun
-Rambutnya panjang se bahu dengan warna perak dan mahkota kecil bertengger di atas kepalanya
-Telinganya runcing dengan manik mata berwarna hijau
-sayapnya kecil seperti capung dengan sedikit kilau pelangi saat tertimpa cahaya matahari
-Jiji sendiri adalah peri kecil yang pernah di selamatkan Sean dari laba-laba yang akan memangsanya
Hana
-Peri bunga , saudara dari jiji
-peri wanita yang tingginya sedikit lebih pendek dari jiji
-Rambutnya panjang se punggung dia memiliki warna rambut perak dengan sedikit warna merah darah di ujung rambutnya
-Telinganya runcing dengan manik mata berwarna biru ke unguan
- sayapnya kecil seperti capung namun berbeda dari jiji , Hana mampu mengubah warna sayapnya sesuai apa yang di butuhkannya dan sayapnya akan bersinar di kegelapan dengan kilau emas yang menyertai
-Hana sendiri mengabdi kepada Sean sebagai rasa terimakasih karena telah menyelamatkan jiji saudaranya
DI BALIK LAYAR
Sean \= "kakak Thor , aku mau apel dong , ambilin tolong"
Author \= "nih , makan pelan-pelan "
Sean \= " makasih "
Jiji \= " Thor , jiji mau makan sari madu dong"
Author \= " nanti pas makan malam aja "
Jiji \= " ok makasih "
Author \= " mana papamu "
Sean \= " gatau , lagi mandi mungkin "
Author \= " hehehe...rasain lu mandi tiga hari kedepan , jadi putra duyung ntar "
__ADS_1