
" Duduklah di sini "
Mahluk itu menunjuk batu besar di depannya
" Jadi bagaimana dengan putraku , dan kamu itu siapa "
Sbastian bertanya kepada alula
Sbastian mendudukkan dirinya di batu besar di depan mahluk itu dan meletakkan Sean di pangkuannya menghadap mahluk itu
" Aku adalah alula , dan akulah yang membawa pangeran kemari "
Alula menjelaskan dengan tenang
" Tunngu , apa maksudnya pangeran "
Sbastian bingung dengan jawaban alula
" Tunggu , jangan memotong kalimatku , aku akan menjelaskan semuanya "
Alula menjelaskan semua tentang siapa Sean dan dari mana Sean berasal
Sbastian semakin memeluk erat Sean yang ada di dalam pelukannya
Tiba tiba Sean mengeluarkan suaranya
" Papa jangan tinggalkan Sean "
Sean menitikkan air matanya dan memeluk lengan Sbastian dengan erat
Sbastian dan alula kaget mendengar kalimat Sean
Sean yang seharusnya masih belum mengerti percakapan orang dewasa , kini dirinya mengerti apa yang di ucapkan papanya dan teman barunya
Sbastian mengangkat Sean yang memeluk erat lengan Sbastian
" Kamu yang jangan tinggalkan papa "
Sbastian mengangkat Sean lalu meletakkan sean di dadanya dan makin erat memeluk Sean
Sbastian semakin menangis sesenggukan saat mengingat perkataan alula
" Pangeran "
Alula memanggil Sean dengan sebutan pangeran dan Sean menoleh
Sbastian menghapus air matanya dan menghapus air mata Sean yang masih terus mengalir
" Saya sangat senang , pangeran mendapatkan orang tua asuh seperti tuan sbastian ini "
Alula tersenyum kepada Sean
" Dia papa Sean "
Sean berkata dengan nada tegas kepada alula dan memeluk sbastian dengan sorot mata yang masih tetap menatap alula
Namun Alula hanya tersenyum melihat pangerannya yang dulu masih tidur saat dia bawa melintasi lautan , kini sudah pandai berbicara
" Haha iya , iya , ini papa Sean "
Sbastian mengelus dan mencium rambut tipis Sean
" Tuan sbastian tolong dengarkan saya baik-baik"
Alula berkata dengan tegas
Sbastian kembali melihat alula dengan serius dan mendengarkan perkataan alula baik-baik
" Kalung liontin biru yang pangeran miliki , berikan kepada pangeran saat umur pangeran 17 tahun , dan kotak bayi yang pangeran pakai , hanya pangeran yang bisa membukanya , di sana ada beberapa barang yang hanya boleh di miliki oleh pangeran , dan juga kotak itu tolong anda berikan bersamaan dengan kalung liontin pangeran , pangeran akan mempelajari sedikit demi sedikit kegunaan kalung liontin itu , saya menyerahkan pangeran kepada anda , saya akan kembali lagi suatu saat nanti untuk menjemput pangeran "
Alula melihat sbastian dengan sorot mata yang tajam
" Kapan kamu akan menjemput putraku "
Sbastian bertanya dengan sayu
" Suatu saat nanti , jika pangeran sudah siap"
Jawab alula dan aula menghela nafas panjangnya
" Jagalah pangeran . Tuan sbastian , Tolong didik pangeran , saya menyerahkan pangeran kepada anda , saya mohon bantuannya "
Alula kembali menyambung kalimatnya
" Sudah jelas kan , kamu tidak perlu meminta , dia putraku "
Sbastian mencium kembali pucuk kepala sbastian
Jawaban sbastian yang pasti itu membuat alula tersenyum bahagia
Alula memandang langit dan berkata kepada sbastian
" Hari sudah malam tuan , mari saya antarkan anda dan pangeran kembali pulang "
Alula turun dari batu dan menyeret tubuhnya memasuki air
" Yuyyi "
Alula meneriakkan sebuah nama
" Yuyyi ???"
__ADS_1
Sbastian mengeluarkan tanda tanya besar di atas kepalanya
" Yuyyi itu teman ku "
Alula menjawab
" Hah?? , Teman ??"
Sbastian semakin bertanya-tanya tentang yuyyi itu
Alula berenang kembali ke laut dan kembali meneriakkan nama itu kembali
Datanglah ombak besar yang mendekati alula dan dari dalam ombak itu muncul kepala ikan besar yang mendekati alula
" Yuyyi , antarkan pangeran pulang ya "
Alula berbicara dengan ikan besar itu
" Itu , ikan paus? , tapi kenapa lebih besar dari paus "
Sbastian menatap heran ikan besar itu
" Ikan apa itu "
Sbastian berteriak kepada alula
" Dulu disini ini sebut dengan ikan megalodon "
Alula membalas
" Apa kau bilang "
Sbastian berteriak kembali , karena deru ombak , suara alula tidak jelas terdengar
" Megalodon "
Alula berteriak lagi
" Aku tidak salah dengar kan , itu ikan megalodon "
Sbastian bergidik ngeri , percaya tidak percaya sekaligus heran melihat ikan megalodon yang katanya sudah punah itu , dan dirinya meyakini bahwa megalodon itu hanyalah mitos
" Kemarilah "
Alula memanggil sbastian untuk berenang mendekat
Sbastian berjalan mendekati lautan , dan berenang ke dalam lautan sedangkan Sean sudah tertidur di dalam gendongan sbastian
" Astaga putraku memang tukang tidur "
Sbastian menggelengkan kepalanya
" Anda hebat bisa berenang dengan menggendong pangeran "
" Merunduklah yuyyi "
Alula meminta Yuyyi menunduk
Yuyyi menenggelamkan badannya dan memperlihatkan sedikit punggungnya
Alula menaiki yuyyi sang ikan dan di ikuti oleh sbastian
Yuyyi berenang membelah lautan dan keluar dari dimensi laut tidak terlihat itu
" Kau yakin ini tidak berbahaya "
Sbastian bertanya dan was-was jika saja tiba tiba ikan ini berbalik
" Tidak , tenanglah tuan "
Alula membalas
Salah satu tangan sbastian memegang punggung ikan besar yang licin itu
" Di mana kamu mendapatkan ikan besar ini"
Sbastian bertanya-tanya
" Aku menyelamatkan yuyyi ketika dia masih bayi "
Alula menjawab
" Lalu sekarang ikan ini umur berapa "
Tanya sbastian kembali
" Dua bulan jika di duniaku "
Alula memberitahu
" Hah , duniamu?? , jika duniaku ini umurnya berapa "
Sbastian makin penasaran
" Dua bulan di duniaku sama dengan dua ratus tahun di dunia ini "
Alula menjawab dengan santai , sedangkan sbastian terkejut akan jawaban itu
" Jika umur ikan ini dua ratus tahun , lalu berapa umur mu . Ah.... Aku tau ini tidak sopan , tapi aku penasaran "
Sbastian merasa tidak enak bertanya tentang umur kepada seorang wanita
__ADS_1
" Hahaha.... Usiaku jika di duniaku masih dua puluh tahun , karena itu aku di percayai untuk membawa tuan muda kesini "
Jawab alula tertawa
" Hah... Dua puluh tahun "
Sbastian menjatuhkan rahangnya mendengar jawaban alula
" Hahaha itu normal di tempat kami tuan "
Alula menjawab santai dan mengelus punggung yuyyi
" Baiklah... Aku memang masih muda "
Sbastian tersenyum kikuk
" Anda bahkan masih berusia beberapa bulan jika di dunia saya hehehe "
Alula cengengesan menjawab pertanyaan sbastian
Mereka semua berenang di iringi dengan pemandangan matahari terbenam dan beberapa bintang yang sudah terlihat di sebrang matahari yang sedang membenamkan dirinya
Di saat garis pantai di sekitar sudah terlihat alula meloncat ke dalam air
" Kenapa ??"
Sbastian bertanya heran
" Di dunia ini putri duyung seperti diriku hanyalah mitologi , dan biarkan itu terjadi "
Alula berenang mendekati kepala yuyyi
" Yuyyi akan membawa kalian hingga batas yang mampu dia capai , setelah itu berenang lah kembali ke daratan sendiri , apa kalian bisa "
Alula bertanya dengan ragu saat melihat pangerannya tertidur dengan nyenyak di gendong papanya
" Aku bisa "
Sbastian menjawab
" Baiklah , kalian tolong berhati hatilah "
Alula berenang mendekati mulut yuyyi
Yuyyi membuka mulutnya dan alula berenang memasuki mulut yuyyi dan menghilang dari pandangan sbastian
" Benar benar hari yang aneh "
Sbastian bergumam sendiri
Yuyyi membawa sbastian dan Sean berenang mendekati daratan
Di sana sudah terlihat banyak orang yang sudah bersiap untuk mencari keberadaan tuan mereka yang menghilang
Mereka sudah bersiap bersama tim SAR gabungan dan beberapa awak kapal , bahkan beberapa dari mereka sudah memakai alat selam untuk mencari sbastian
Helikopter sudah di persiapkan untuk mencari keberadaan dua orang penting yang menghilang secara tiba tiba
Di sana juga ada pak Sam dan yang lainnya berdiri di tepi pantai , mengamati pantai berharap yang mereka tunggu segera datang
Tiba tiba ikan besar itu menggoyangkan sedikit siripnya pertanda ini sudah batasan dirinya berenang
" Apa kamu sudah tidak bisa lagi , astaghfirullah ini masih sangat dalam , kasian Sean jika terkena air dingin malam malam begini "
Sbastian menggumam sendiri
Lalu tanpa pikir panjang , sbastian melepas jas miliknya dan kemejanya dengan satu tangan, lalu meletakkan Sean di dalam kemejanya
Sbastian mengikat lengan kemejanya di lehernya menggunakan satu tangan dengan bantuan mulutnya sedangkan tangan lainnya menyangga Sean agar tidak terjatuh
Setelah itu sbastian meletakkan jas miliknya di punggungnya dan mengikat bagian pinggang Sean agar terikat dengan badannya
" Sudah selesai "
Sbastian menurunkan dirinya perlahan ke dalam air dan menggosok punggung yuyyi
" Terimakasih banyak "
Sbastian menggosok kembali sirip yuyyi dan perlahan berenang menepi
Sbastian berusaha agar Sean tidak terkena air laut yang dingin itu
" Astaghfirullah dinginnya "
Sbastian merasakan air laut yang menusuk hingga ke dalam tulangnya
Meskipun susah karena sambil menajaga Sean agar tidak terkena air laut , sbastian berenang mendekati garis pantai dan terkadang melambaikan tangannya agar orang orang yang ada di sana melihatnya
" Itu tuan "
Sitter azza berteriak saat melihat sbastian yang di timpa cahaya rembulan dan membuat semua orang menoleh
ini ilustrasi Sean
yah.... sama kayak profilnya hehe
dan maap ini judulnya aku ganti , karena mau aku review
aku minta doa ya biar bisa lulus review
__ADS_1
makasih