
" Lihat ada lampu-lampu indah "
Sbastian menunjuk ke arah lampu hiasan di beberapa toko
" Ngak.... Sean mau kak dimas "
Sean memberontak kembali di dalam gendongan Sbastian
" Ah... Kakak cantik sama paman udah keluar , ayo makan dulu paman "
Sbastian menghampiri asisten John yang sedang memakai sepatu di serambi musholla
" NGAK MAU.... Hiks... Ngak mau KAKAAAAK "
Saat mendekati serambi musholla , Sean menangis dengan kencang dan menolak untuk mendekati serambi musholla
" Astagfirullah kenapa nak "
Sbastian yang terkejut , spontan menjauh dari serambi musholla
" Ngak mau..hiks... Sean..hiks..mau..hiks.. kak Dimas "
Suara Sean yang tadi berteriak mulai terdengar lebih pelan saat menjauh dari musholla
" Ayo kita bergegas , aku tidak tau dengan anakku ini "
Sbastian berbicara dengan asisten John yang jaraknya agak jauh
" Iya tuan sebentar "
Asisten John bergegas memakai sepatunya dan menunggu Clara yang bergegas membenarkan hijabnya
" Mari tuan "
Clara berjalan di belakang asisten John yang membawakan tas kecil Sean
Asisten John dan Clara menyusul Sbastian yang mulai berjalan menjauh
" Woah.... Lihat ada coklat besar "
Sbastian berhenti di depan toko coklat yang cantik
" Mana..hiks..coklat.."
Sean menjauhkan wajahnya dari pundak Sbastian dan mencari coklat yang di maksud Sbastian
" Lihat coklatnya besar ya "
Sbastian menunjuk coklat yang di pajang di kaca toko
" I..hiks..iya..hiks "
Sean menatap coklat itu dan menunjuk nya
" Mau..hiks..papa "
Sean menunjuk coklat besar itu dan menatap Sbastian
" Mau beli "
Sbastian bertanya dan di angguki oleh Sean
" Ok.. kita beli "
Sbastian dengan semangat masuk ke dalam toko dan membiarkan Sean memilih banyak coklat berwarna-warni dan berbagai macam bentuk yang lucu-lucu
" Tuan John "
Clara duduk di bangku tunggu di depan toko coklat
" Iya nona "
Asisten John mendudukkan dirinya agak jauh dari Clara
" Apa Sean sering seperti itu"
Clara bertanya
" Maksudnya saat tidak enak hati seperti ini"
Asisten John memperjelas maksud Clara dan di angguki oleh Clara
" Tuan muda tidak pernah seperti itu sebelumnya , tuan muda juga sangat jarang menangis , bahkan tidak pernah sampai seperti itu , saya juga terkejut "
Asisten John sedikit menjelaskan tentang Sean
Tidak lama Sean berjalan keluar dengan membawa satu paper bag yang berukuran setengah dari tinggi badannya
" Woah.. Sean bisa bawa benda berat itu sendiri "
Clara berdiri lalu mendekati Sean
" Papa dimana "
Clara membelai rambut Sean
" Papa di dalam..hiks..bayar coklat..hiks..Sean "
Sean menjawab meski masih sesenggukan
" Emang Sean bisa makan ini semua "
Clara menunjuk paper bag milik Sean
" Bisa..hiks.. nanti..hiks..kakak cantik Sean kasi..hiks.. coklatnya "
__ADS_1
Sean menoleh ke belakang dan melihat Sbastian keluar dari toko dengan membawa sekotak kecil coklat dan memasukannya ke dalam sakunya
" Ayo kita makan malam "
Sbastian menggendong Sean kembali dan mengambil paper bag milik Sean
" Mau sama kakak cantik "
Sean mengulurkan tangannya ke arah Clara
" Jangan Sean , kamu berat , sama papa aja ya"
Sbastian mengelus punggung Sean
" Ngak mau..huaaaa..kakak"
Sean memberontak di hingga hampir terjatuh
" Adek "
Sbastian membentak Sean hingga Sean berhenti dan diam
" Hiks.."
Sean malah menangis dalam diam
Sean menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan mencoba menyembunyikan tangisannya namun tidak bisa karena Sean mulai sesenggukan kembali
" Ma..maaf papa ngak bermaksud , Se..Sean mau apa , ayo beli coklat lagi yuk "
Sbastian gelagapan karena merasa bersalah
" Ah... Adek mau makan apa , lho..baju adek berantakan papa benerin ya "
Sbastian duduk di bangku dan membenarkan pakaian Sean
" Lho.... Bulannya udah keliatan ayo kita makan malam yuk "
Sbastian mencoba merayu namun di jawab gelengan oleh Sean
" Lho liat ada kucing , Oh ya beli boneka yuk , kita cari boneka ikan yuk yuk "
Sbastian gagal merayu Sean kembali dan menghela nafas
" Sean mau apa sih "
Clara mengelus kepala Sean dan membuat Sean langsung menoleh
" Sean mau sama kakak cantik "
Sean kembali mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Clara
" Astaga anakku "
Sbastian tepuk jidat melihat anaknya
Clara bertanya
" Iya.. mau makan cake ya kak "
Sean memegang pipi Clara yang cabi
" Sama papa aja ya , kamu berat , kasian kak Clara "
Sbastian mencoba merayu Sean kembali
" Ngak mau "
Sean memeluk leher Clara dengan erat
" Tumben sih kamu "
Sbastian geleng-geleng kepala melihat kelakuan Sean
Sbastian dan yang lain berjalan mencari restoran untuk mengisi perutnya
" Pa mau makan di situ "
Sean menunjuk sebuah tempat makan out door yang terlihat ramai
" Baiklah kita makan di situ ya "
Sbastian mengikuti Sean dan Clara yang berjalan terlebih dahulu
" Kalian pesan apa , biar aku yang pesankan"
Sbastian meletakkan coklat Sean di atas meja
" Samakan saja tuan "
Asisten John memberi pendapat
" Baiklah , adek mau makan apa "
Sbastian bertanya
" Sama kayak kakak cantik aja "
Sean memeluk leher Clara
"Baiklah "
Sbastian melenggang pergi dan memesan beberapa makanan
" Kakak mau coklat "
__ADS_1
Sean melihat Clara
" Nanti saja setelah makan "
Clara mengelus kepala Sean
" Ok kakak , Sean mau duduk sendiri dong kak "
Sean menunjuk kursi di samping Clara
Tak lama Sbastian dan yang lainnya setelah selesai makan mereka memutuskan untuk mengantarkan Clara kembali pulang
" Ayo kita antarkan kak Clara pulang "
Sbastian menggendong Sean dan mengambil kantong coklat Sean
Setelah membayar mereka berniat untuk kembali pulang namun sebuah Limosin berhenti di depan kedai itu hingga menarik perhatian banyak orang
Dari Limosin itu keluar seorang wanita dengan pakaian kantor resmi
" Kak Yuka "
Sean berteriak dan melambaikan tangan
" Salam tuan "
Yuka membungkuk hormat
" Saya mencari anda sedari tadi "
Yuka berbicara dengan hormat
" Tadi saya berjalan-jalan terlebih dahulu , mari kita antarkan nona Clara pulang terlebih dahulu "
Sbastian menurunkan Sean dan Sean berlari memeluk kaki Yuka
" Ayo kak Yuka anterin kakak cantik pulang dulu "
Sean menarik tangan Yuka dan mengajaknya mendekati Clara
" Ini kakak cantik , kak cantik , ini kak Yuka "
Sean memperkenalkan mereka berdua
" Yuka "
" Clara "
Mereka berdua bersalaman namun setelah itu tawa mereka berdua pecah hingga membuat Sean bingung
" Ada apa "
Sean bertanya dengan heran
" Maaf tuan muda , kakak cantik ini teman saya "
Yuka menunduk mensejajarkan diri dengan Sean
" Benarkah " Sean masih bingung dengan kenyataan ini
" Tuan muda habis menangis ya "
Yuka mengusap mata Sean
" Enggak , Sean ngak nangis "
Sean menjauhkan tangan Yuka dari wajahnya
" Hehehe maaf tuan "
Yuka berdiri dan mengambil barang-barang yang di bawa oleh Sbastian
Setelah beberapa waktu mobil berhenti di depan sebuah rumah sederhana bernuansa putih dengan beberapa bunga berwarna putih di halamannya
" Terimakasih tumpangannya "
Clara keluar dari mobil dan melambaikan tangannya saat mobil sudah menjauh tiba-tiba mobil berhenti dan pintu mobil terbuka
" Kakak cantik "
Sean berlari turun di ikuti Sbastian
Sean berlari mendekati Clara dengan membawa sesuatu di tangannya
" Kakak cantik , Sean lupa "
Sean memberikan sebuah kotak berbentuk hati dengan pita merah di ujungnya
" Untuk kakak "
Clara menunjuk dirinya sendiri
" Iya , Sean pulang dulu ya kak babay kakak"
Sean mencium pipi Clara dan berlari sambil melambaikan tangannya
" Astagfirullah "
Clara tersenyum melihat kotak coklat itu dan berdiri melihat siluet seorang pria yang menggendong anak kecil sedang melambaikan tangan
" Astagfirullah Clara dia udah punya anak , lagi pula selera dia bukan cewek kayak kamu "
Clara tersenyum dan memeluk kotak coklat itu
" Tolong aku ya Allah , aku salah jatuh cinta"
__ADS_1
Clara geleng-geleng kepala dan masuk ke dalam rumah