Aku Pangeran

Aku Pangeran
#16 { coklat }


__ADS_3

Pukul 7 malam sbastian melaksanakan sholat isya berjamaah bersama Sean


Setelah sholat isya , sbastian dan Sean turun untuk makan malam


"Malam ini kita makan sama kakek "


Kata sbastian kepada Sean


"Ati ean akan apa ya "


(Nanti Sean makan apa ya )


Gumam Sean


" Bubur lah , kan adek masih sakit "


Jawab sbastian


" Alo ean di asakin az-az bubul , ean dak au akan "


( Kalo Sean di masakin az-az bubur , Sean ngak mau makan )


Sean menggelengkan kepalanya dan menggoyangkan jari telunjuknya


" Lho kok gitu "


Sbastian heran


" Tadi tu apapa "


( Tadi tuh papa )


Drama kolosal sehabis magrib


" Az ean au oklat "


( Az Sean mau coklat )


Sean meminta kepada sitter azza


" Tuan muda masih sakit belum boleh makan cokelat "


Larang sitter azza


" Kan , kalo aku maen sama orang ini , apa apa ngak bakal di turuti , dasar cewek "


Gerutu hati Sean


Sean yang saat itu sedang duduk di lantai bersama mobil mobilan miliknya , tiba tiba berdiri


" Tuan muda mau kemana "


Tanya sitter azza


" Au tatek "


( Mau kakek )


Jawab Sean pergi dan sitter azza mengikuti


" Tatek ean au oklat "


( Kakek Sean mau coklat )


Pinta Sean dengan wajah memelas


" Tanya ke sitter azza , boleh apa tidak "


Jawab kakek


" Dak au , ean dak oleh akan oklat ama az-az "


( Ngak mau , Sean ngak boleh makan coklat sama az-az )


Jawab Sean kesal


" Audah de , ean au ke ante iil "


( Yaudah deh , Sean mau ke Tante Sisil )


Sean berbalik dan hendak pergi


" Mau apa "


Tanya kakek


Sean berbalik


" Au tana , ean oleh makan oklat apa dak "


( Mau tanya , Sean boleh makan coklat apa tidak )


Jawab Sean berlalu pergi


Sean berlari menghampiri dokter Sisil yang sedang ada di taman bersama dokter Brian


" Ante iil "


( Tante Sisil )


Panggil Sean sambil berlari


" Lho , tuan muda belum sembuh , ngapain lari lari "


Dokter Sisil menghampiri lalu menggendong Sean


" Ean oleh dak akan oklat "


( Sean boleh ngak makan coklat )


Tanya Sean


" Maaf tuan muda , anda masih sakit , belum boleh makan coklat "


Jawab dokter Sisil


" Dak oleh ya , ya udah deh , ean mau ain lagi "


( Ngak boleh ya , ya udah deh , Sean mau main lagi )


Sean patuh dan menjawab dengan nada memelas


Sean di turunkan dari gendongan dokter Sisil dan berjalan masuk kembali ke rumah , saat sampai di dapur


" Paman , tadi tuan muda kesini ya , tanya boleh makan coklat apa enggak "


Tanya sitter azza kepada pak Sam


" Iya , terus tadi Sean pergi ke dokter Sisil , tanya boleh makan coklat apa enggak "


Jawab pak Sam menjelaskan


" Syukur deh "


Sitter azza bersyukur sambil mengelus dada


" Emang sukur kenapa "

__ADS_1


Tanya bi aini dan di angguki oleh pak Sam


" Tadi tuh , tuan muda tanya sama azza , boleh makan coklat apa enggak, terus azza ngelarang , soalnya azza ngak mau tuan muda kebanyakan makan manisan "


Jelas sitter azza


" Emang kenapa , kan seharian tuan muda tampan ku belom makan manis manis "


Bela bi Aini


" Iya , azza tau mbak , tapi nanti giginya keropos "


Azza membela diri


" Oh..... Gitu toh "


Bi Aini memberi oh yang panjang dan melanjutkan kegiatannya


Tiba tiba bi Ani menyambung kalimatnya kembali


" Awas lho ya "


Bi Aini memberi peringatan


" Eamang kenapa mbak ??"


Tanya sitter azza


" Tuan muda bisa marah sama kamu "


Kata bi Aini


" Ngak mungkin lah mbak , orang tuan muda belum tau kalo saya yang ngelarang dokter Sisil untuk ngebolehin tuan muda makan coklat "


Kata sitter azza dengan pelan


Mereka tidak tau bahwa ucapan mereka di dengar oleh Sean kecil dari balik dinding


"Az-az nyebelin , awas aja kamu ya , coklat jatah dua hari ke depan aku hilangin semuanya "


Gerutu Sean dalam hati


Drama end


" Gitu apapa , apapa anan asi au ya ssssttt.... "


( Gitu papa , papa jangan kasih tau ya ssssttttt... )


Sean meletakkan jari telunjuknya di bibirnya dan memajukan bibirnya


" Emang apa yang mau kamu lakuin "


Tanya sbastian


"Ada deh "


Jawab Sean


" Anak papa udah fasih ya bicaranya "


Sbastian memuji


" Iya dong , anak apapa itu loh "


( Iya dong , anak papa gitu loh)


Sean memukul dadanya dengan bangga


" Hahaha iya iya anak papa , paling pinter "


Makan malam di meja makan Fila itu sangat menyenangkan , Sean makan bersama pak Sam dan sbastian dengan penuh kehangatan keluarga


Bagaikan cucu dan kakeknya , Sean dan pak Sam saling menyuapi


Terkadang Sean akan menyuapi pak Sam dengan buburnya


Bayang bayang putranya yang meninggalkannya kembali terngiang


Putranya yang baru berusia beberapa jam yang meninggalkannya


" Andai kalian masih hidup , putraku , kamu pasti menjadi teman main Sean , dan aku yakin bunda mu akan menyayangi kalian berdua , kita makan bersama , bunda mu akan menyuapi kalian saat makan , bunda mu akan duduk di depan papa , kamu akan di samping Sean , setelah makan kita bermain bersama , dan bunda mu akan memarahi papa jika papa membuat kalian terluka , bunda dan Sean akan menyambut kamu dan papa ketika sampai di rumah , papa akan memeluk bunda dan Sean saat pulang , kalian akan tidur siang bersama . andai nak . andai . Andai tuhan "


Sbastian menitikkan air mata ketika membayangkan itu semua


" Apapa kenapa "


Tanya Sean melihat mata sbastian berkaca-kaca


" Papa ngak papa , ayo makan lagi , Sean mau susu apa nanti , biar papa yang buatin"


Jawab sbastian mengusap air matanya


" Apapa boong ama ean , apapa enapa "


( Papa bohong sama Sean , papa kenapa)


Sean mulai menarik ujung pakaian sbastian


"Ngak papa nak , makan lagi ya "


Sbastian mengalihkan perhatian


" Apapa kek , apapa nanis "


( Papa kek , papa nangis )


Sean menarik lengan pak Sam dan mulai mengeluarkan air matanya


" Apapa napa "


( Papa kenapa )


Sean mulai menangis


" Papa ngak kenapa kenapa sayang "


Sbastian menggendong dan memeluk Sean yang mulai menangis


" Apapa , ean inta maap alo alah "


( papa , Sean minta maaf kalo salah )


Sean mulai menangis dengan keras dan memeluk leher sbastian


" Nggak bukan salah Sean , Sean ngak salah , cup cup cup , Sean ngak salah "


Sbastian menenangkan Sean yang sudah mulai sesenggukan


" Maap apapa hiks..."


(Maaf papa hiks...)


Sean meminta maaf kepada sbastian


" Anak papa , cup cup , anak papa kan pinter kenapa nangis "


Sbastian menenangkan Sean

__ADS_1


Cukup lama sbastian menenangkan Sean hingga Sean tertidur


" Nak , kamu ngak papa "


Pak Sam bertanya kepada


" Ngak papa ayah , Tian baik "


Sbastian menenangkan pak Sam


" Yasudah , Ayah bawakan obat Sean ke kamar , kamu ke kamar saja dulu "


Perintah ayah


" Ayah istirahat saja , biar azza saja yang bawa "


Sbastian meminta pak Sam beristirahat


" sitter Azza "


Sbastian memanggil nama azza


" Iya tuan "


Sitter azza muncul


" Kamu bawakan obat Sean ke kamar "


Sbastian memerintahkan


" Baik tuan "


Jawab sitter azza


" Ayah istirahat saja "


Sbastian tersenyum


" Iya nak , tidak usah di pikirkan "


Pak Sam mengelus kepala sbastian


Sbastian melenggang pergi meninggalkan pak Sam


" Lho , aku lupa sama John "


Gerutu sbastian


Sbastian mendekati pintu ruang kerja miliknya dan membukanya


" John , kamu belum makan "


Tanya sbastian


" Belum tuan "


Jawab asisten John


" Makan dulu sana "


Perintah sbastian


" Em...... Nanti saja , tanggung hehehe "


Asisten John cengengesan


" Astaga kalo Lo sakit , gue gak ikut ikut lho ya "


Sbastian berkata dengan acuh


" Tenang bro , daya tahan tubuh gua gak bisa di ragukan "


Sahut asisten John bangga


" Heh tuan asisten , sakit baru tau rasa Lo"


Sbastian ngegas


" Wow selow men , ngak usah ngegas , hahaha"


Asisten John tertawa


" Ssssttt... Anak gua tidur , mau gua bunuh Lo ya "


Sbastian memelototi asisten John


" Ups , maaf tuan , hamba salah "


Asisten John sedikit membungkuk , bukan tanda hormat , melainkan ejekan


" Untung gue masih butuh Lo "


Sbastian melenggang pergi


" Sukur Lo masih butuh gua "


Asisten John mengikuti sampai sbastian menaiki tangga


Setelah sampai di kamar sbastian meletakkan Sean di atas tempat tidur


Tak lama ada yang mengetuk pintu


" Ini saya tuan "


Sitter azza memberitahu


Sbastian membuka pintu dan menerima nampan dari sitter azza


" Pergilah , ambil makanan dan antarkan kepada asisten John , kasian dia belum makan , kamu tau dia sukanya apa kan , sitter azza "


Sbastian menekan kalimat terakhirnya


" Iya tuan , saya tau "


Sitter azza menunduk


" Baiklah , kalian segeralah menikah , aku pusing dengan percintaan kalian "


Sbastian memijat keningnya


" Hehehe , maaf tuan , hais kalian berdua ini , sudah turunlah "


Titah sbastian


" Baik tuan , terimakasih "


Sitter azza turun dengan riang


" Dasar anak baru puber , meresahkan "


Sbastian meletakkan nampan di atas nakas


Sbastian merebahkan dirinya di samping Sean dan memeluk Sean dari samping


" Malam anak papa , muach "


Sbastian mencium rambut Sean

__ADS_1


__ADS_2