
Sudah tiga hari Sean istirahat di dalam Fila , hari ke empat ini Sean berencana untuk pergi melihat ikan ikan di laut bersama sbastian menaiki kapal selam yang di sewa oleh sbastian
" Ayo apapa liat ikan ayo "
Sean membangunkan sbastian yang masih tertidur nyenyak
" Sebentar Sean , ini masih jam berapa "
Sbastian menggumam
" Apapa ayo liat ikan , banun apapa banun , nanti ean etigalan apal alam "
( Papa ayo liat ikan , bangun papa bangun , nanti Sean ketinggalan kapal alam )
Sean mengguncang papanya lebih keras
" Masih jam berapa sih dek "
Sbastian meraih jam weker yang ada di atas nakas
" Astaghfirullah , masih jam tiga adek , bobok lagi yok , sini papa peluk "
Ajak sbastian
" Gamau apapa , ean au liat apal alam , ayo apapa liat ikan umba-umba "
( Gak mau papa , Sean mau liat kapal alam , ayo papa liat ikan umba-umba)
Sean menarik narik lengan sbastian
" Ikan lumba-lumba dek bukan umba-umba , bersih dong laut kalo ikannya umba-umba , lagian namanya kapal selam , bukan kapal alam "
Sbastian menatap Sean dengan muka bantalnya
" Mang umba-umba tu apa "
(Memang umba-umba itu apa )
Tanya Sean
" Umba-umba itu cuci baju , dalam bahasa Jawa "
Jelas sbastian
" Ean pengen au basa awa dong apapa "
( Sean pengen tau bahasa Jawa dong papa)
Sean mulai tertarik dengan ikan umba-umba
" Nih "
Sbastian menyerahkan hp yang sudah ada Chanel penjelasan tentang bahasa Jawa di YouTube
" Untung bisa di rayu hehehe "
Batin sbastian terkekeh dalam hati
" Adek liat itu dulu ya , sambil nunggu pagi "
Sbastian memberitahu
" Ya "
Sean hanya menjawab ya dan fokus terhadap hp yang dia bawa
" Tidor lage "
Sbastian merebahkan kembali kepalanya dan mengambil guling miliknya lalu kembali tidur
Pukul lima sbastian terbangun dan di sana tidak ada Sean yang melihat hp , melainkan hp yang melihat Sean
" Anak papa , capek ya hahaha "
Sbastian terkekeh kecil melihat Sean yang tidur dengan memeluk boneka berang-berang , dan hp nya di sandarkan di bantal kecil miliknya
" Dasar iwak umba umba "
Sbastian tertawa kecil sambil berjalan ke kamar mandi
Setelah mandi dan sholat , sbastian membangunkan Sean untuk mandi dan sarapan
" Dek bangun dek , ayo mandi "
Sean menggeliat dan membuka mata
" Ayo katanya mau liat ikan "
Sbastian mengelus rambut Sean
Sean mendudukkan dirinya dan mengambil semua nyawanya miliknya yang masih melayang layang
" Ayo apapa , ean mau andi "
( Ayo papa , Sean mau mandi )
Sean mengulurkan tangannya dan Sbastian menggendong Sean memasuki kamar mandi
" Dinin apapa "
( Dingin papa )
Sean di pakaikan selimut dan di letakkan di kasur
" Adek mau pakek baju apa "
Sbastian membawa beberapa setel jas mini
" Alna bilu apapa "
( Warna biru papa )
Sean menunjuk jas berwarna biru laut
Setelah memakaikan pakaian untuk Sean , sbastian membawa Sean untuk sarapan di bawah bersama-sama
" Ean ikan apa kek "
( Sean ikan apa kek )
Sean bertanya ketika di dudukkan di kursi miliknya
" Sean di buatin cumi cumi goreng sama sitter azza "
Jawab kakek
__ADS_1
" Kalo kakek ikan apa "
Tanya Sean melihat lauk yang ada di atas meja
" Kakek ikan asin , sambel terong sama sayur bening "
Pak Sam menunjuk satu persatu menu yang di siapkan untuknya
" Ean au kayak kakek aja "
Sean memberikan piringnya kepada sbastian
Tiba tiba sitter azza menyela
" Tuan muda masih marah sama az-az "
Sitter azza memelas
" Asinya dikit aja apapa "
( Nasinya sedikit saja papa )
Sean berbicara kepada sbastian
" Tuan muda beneran masih marah "
Sitter azza makin memelas
" Kamu kenapa "
Tiba tiba asisten John datang
" Itu tuan muda ngak mau maafin azza "
Sitter azza memelas kepada asisten John
" Emang kenapa , kamu buat salah ya "
Tanya asisten John
" Aman sini akan "
( Paman sini makan )
Sean menunjuk kursi di depannya
" Tuan muda marah sama sitter azza "
Tanya asisten John
" Dia lagi marah jangan di tanya "
Sbastian menyahuti dari ujung meja
" Ini makanlah "
Sbastian memberikan makanan kepada Sean
" Sudahlah nanti juga marahnya tuan muda mereda , tapi dimana para dokter gila "
Asisten John celingukan mencari dokter Sisil dan dokter Brian
" Dokter gila ada di taman , biasa lagi pacaran "
" Ini susu tuan Sean rasa coklat "
Bi Aini memberikan susu coklat kepada Sean
" Maaci bibi "
Sean menunjukkan gigi putihnya kepada bi Aini
" Astaga tuan ku tampan banget , kyaaa.... Meleleh hatiku , sama sama tuan muda sayang "
Bi Aini terlena dengan senyum tuan muda Sean kesayangannya
Dan Bi Aini melompat riang menuju ke dapur
Setelah sarapan , Sean memakai sepatu kantor kecil miliknya di teras depan Fila
" Adek sepatunya di mana , kok ngak ada "
Sbastian berteriak dan celingukan mencari sepatu Sean yang tidak ada di rak sepatu yang ada di dekat pintu ruang tamu
" Ean bawa di sini apapa "
( Sean bawa di sini papa )
Sean berteriak dari halaman depan
Sbastian menghampiri Sean
" Udah pakek sepatunya "
Tanya sbastian sambil membenarkan dasi miliknya
" Dak bisa apapa , usah "
( Ngak bisa papa , susah )
Sean menunjukkan sepatunya
Saat sbastian menoleh
" Hahahaha , kebalik dek sepatunya , lagian siapa yang ngiket tali sepatunya sampek kayak gitu hahahaha"
Sbastian menertawai sepatu Sean yang terbalik dan tali sepatu yang berantakan
" Papa jahat , masa anak kesusahan di ketawain , ish papaaaaaa aku gigit baru tau rasa papa nih , humph "
Sean mengatai papanya di dalam hati
" Sini papa benerin "
Sbastian membenahi sepatu Sean yang berantakan
" Asisten John "
Sbastian meneriakkan nama asisten John dengan lantang
" Iya tuan saya di sini "
Asisten John keluar dari samping halaman Fila
" Apa saja jadwal meeting nanti "
__ADS_1
Sbastian bertanya kepada asisten John
Asisten John memberikan semua penjelasan tentang meeting nanti
" Apapa, nanti ean ikut apapa aja ya "
( Papa , nanti Sean ikut papa aja ya )
Sean meminta
" Lho nanti kapal selamnya gimana "
Kata sbastian
" Bisa di undur tuan "
Kata asisten John
" Kalau begitu undur sampai meeting ku selesai "
Sbastian memerintahkan
" Baik tuan "
Jhon berlalu pergi untuk menelfon pihak penyewa kapal selam
" Baik , kita pergi meeting "
Sbastian menggendong Sean dan mengambil tas kerjanya di atas meja teras
" Nanti kalau kita meeting jangan ramai ya , kamu nanti perhatikan papa saja , jangan jauh jauh dari papa , ngerti "
Sbastian menasehati Sean sambil berjalan menuju mobil yang sudah siap
" Iya apapa "
Sean mengangguk
Tiba tiba sitter azza memanggil dari salam Fila Sambil berlari
" Tuan muda , tasnya ketinggalan . Di dalam sudah saya isi dengan manisan dan mainan tuan muda , juga hp tuan muda udah saya masukkan "
Sitter azza memberitahu
" Terimakasih sitter azza "
Sbastian berterimakasih
" Iya tuan , sudah tugas saya "
Sitter azza membungkuk
Namun Sean masih tidak berbicara dan memilih memeriksa tas ransel kecil miliknya yang berwarna hitam putih , dan itu membuat sitter azza sedikit kecewa dan menyesali perbuatannya melarang tuan mudanya memakan cokelat
Di dalam mobil
" Apapa "
Sean memanggil
" Iya dek , kenapa "
Sbastian menyahuti Sean namun dirinya masih sibuk dengan kertas kertas yang ada di tas kerja miliknya
" Nanti iting nya mana "
( Nanti iting nya kemana )
Tanya Sean
" Hah iting ??"
Sbastian menoleh kepada putranya
" Iya iting "
Sean mengangguk
" Meeting tuan "
Asisten John menyahuti dari depan
" Oh.... Hehehe maaf papa masih fokus sama kertas , nanti kita meeting di kantor papa , terus abis meeting kita langsung berangkat ke kapal selam "
Kata sbastian sambil cengar-cengir
" Oh..... "
Sean hanya ber oh ria atas jawaban sbastian
Selama perjalanan menuju kantor , Sean memperhatikan papanya yang memiliki aura lebih berwibawa di banding biasanya
Sean POV
" Woah.... Papa keren banget , nanti kalo besar aku jadi kayak papa ngak ya "
Sean bertanya dalam hati sambil mengagumi sbastian
" Aku mau kayak papa "
Sean melanjutkan kalimatnya di dalam hati
" papa itu gimana ya , keren kalo pakek jas , Sean suka kalo liat papa lagi fokus sama kerjaan . Kalo aku mau jadi kaya papa aku harus rajin dong . lha aku jarang pakek jas kayak papa , kerjaan ku cuma main sama pohon , kucing liar yang kadang lewat , mainan rumput , makan , tidur , bicara sama angin , liat paman bulan , bicara sama kakak bintang , kadang sama hana "
Sean membicarakan kebiasaannya di dalam hati
" Nanti papa meeting nya di mana ya , apa yang kayak di film film , di ruangan luas sambil ada laptopnya , terus proyektor , terus ruangannya gelap , ih.... Serem Sean ngak suka gelap gelap , nanti Sean minta di ruangan papa aja deh "
Sean berfikir
" Nanti di ruangan papa , Sean mau duduk , terus liat hp sambil makan Coklat sama keripik , habis itu bobok sambil nunggu papa meeting "
Sean senang dengan rencana yang telah di buatnya agar harinya sempurna
Sean POV end
Sesampainya di kantor.....
karena aku lebih suka animasi jadi aku kasih animasi sbastian Ken Sora
eps selanjutnya aku kasih animasi asisten John
thanks babay
__ADS_1