Aku Pangeran

Aku Pangeran
#20 { meeting yuhu Sean }


__ADS_3

" Apapa benelan au ajali ean iting "


( Papa beneran mau ajari Sean meeting )


Sean bertanya kepada sbastian


" Iya , tapi duduk yang tenang ya , dengerin papa dan paman paman lainnya yang ada di sini , mengerti anak papa "


Sbastian mengelus rambut Sean


" Iya apapa "


Sean mengangguk


" Baik kita lanjutkan "


Sbastian menyalakan kembali laptop miliknya


" Asisten John silahkan "


Sbastian menunjuk asisten John untuk ke depan


" Anggaran keuangan tahun ini merosot drastis , kemerosotan keuangan perusahaan dikarenakan kurangnya minat masyarakat terhadap produk yang kita jajahkan belakangan ini , beberapa saham yang kita beli di beberapa tempat pendidikan juga terancam di jual kembali "


Asisten John memberikan gambaran grafik tentang keuangan kantor yang menurun drastis


" Maaf tuan Sora , kami tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan anda "


Para perwakilan dari perusahaan lain yang berkumpul , satu persatu keluar dari ruang rapat itu dengan tidak menghormati sbastian sebagai tuan rumah


" Bialkan meleka apapa , kata kakek anti di kasi Allah yang lebih besal "


( Biarkan mereka papa , kata kakek nanti di kasi Allah yang lebih besar )


Sean mencoba menenangkan papanya


" Iya anak papa , papa mengerti "


Sbastian mengusap kepala Sean dan mengucapkan syukur dalam hatinya mendapat putra seperti sean


" Apapa ploduknya apa sih pelusahahan apapa "


( Papa produk apa sih perusahaan papa )


Sean bertanya kepada sbastian


" Hah "


Sbastian dan asisten John bertatapan dan memandang Sean secara bersamaan


" Kamu tau apa itu produk "


Tanya sbastian


" Iya au , ploduk tu yang di ola pelusahahan apapa kan "


( Iya tau , produk itu yang di olah perusahaan papa kan )


Sean memberikan penjelasan yang gamblang


" Dari mana kamu tau itu"


Sbastian bertanya kepada Sean


" Ean eling baca buku apapa "


( Sean sering baca buku papa )


Sean menjawab pertanyaan sbastian


" Itu tuan muda , produk kita itu pakaian pria , seperti jas , celana , kemeja dan banyak lagi "


Asisten John menjelaskan dengan ragu


" Oh.... Napa dak buat aju uat ayak ean , adek adek ayak ean asti eneng "


( Oh ..... Kenapa ngak buat baju buat kayak Sean , adek adek kayak Sean pasti seneng )


Sean menjelaskan dengan berbelit-belit


" Maksud adek apa "


Sbastian berjongkok di depan kursi Sean


" Uat aju kayak adek apapa "


( Buat baju kayak adek papa )


Sean menarik jasnya sendiri


" Apakah maksud tuan muda , kita membuat produk pakaian anak "


Asisten John bertanya kebenaran kalimat Sean


" Iya aman "


( Iya paman )


Sean membenarkan kalimat asisten John

__ADS_1


" Panggil asisten Nia sekarang "


Sbastian memerintahkan asisten John dan Sbastian membuka hp nya dan menelfon seseorang


Setelah dua jam sbastian duduk di kursinya dan mengadakan rapat tambahan bersama beberapa orang , sedangkan kepala bagian yang tadi berkumpul di minta untuk keluar ruangan


Sedangkan Sean sudah tertidur karena kelelahan menaiki tangga yang sangat banyak itu


" Bangun dek , kita ke kapal selam "


Sbastian mengelus kepala Sean


" Apal alam "


( Kapal alam )


Sean membuka mata


" Kapal selam dek , kita liat ikan paus "


Sbastian berdiri dan menggendong Sean


" Ikan haus "


Sean melihat papanya dengan wajah bantal


" Hahahaha ikan paus dek bukan haus , ikan tiap hari minum dek ngak bakalan haus atuh "


Sbastian tertawa sangat kencang


" Kemarin ikan umba-umba sekarang ikan haus , ini ikan jadi pindah ke daratan semua dong "


Sbastian tertawa lebih kencang


" Ssssttt "


Sean menutup mulut sbastian yang masih tertawa dengan keras


" Eh.... Iya iya "


Sbastian seketika menghentikan tawanya


" Ya sudah , ayo kita kembali dan melihat ikan paus "


Sbastian menggendong Sean dan membawa tas milik Sean


" Ayo asisten John "


Sbastian menghampiri asisten John


" Baik tuan , mari "


Asisten John membukakan pintu ruang meeting dan membiarkan sbastian keluar terlebih dahulu


* Ting *


Lift sudah sampai di lantai bawah perusahaan


" Ada apa ini "


Sbastian bertanya tanya kenapa para karyawan berkumpul di samping meja resepsionis


" Kalian kenapa "


Sbastian menghampiri mereka dan bertanya


" Salam tuan "


Beberapa orang yang tau kedatangan sbastian menjadi terkejut akan kehadiran tuan mereka yang tiba tiba dan mereka langsung memberi salam secara bersamaan


" Kenapa kalian berkumpul di sini "


Sbastian bertanya kembali


" Itu tuan , ada seseorang yang merusak poster anda "


Salah satu karyawan menjelaskan kejadian yang sebenarnya


" Hah ?? Merusak poster ??"


Sbastian heran akan apa yang mereka ucapkan


" Jika saya menemukan orang itu , saya akan mencincang dia "


Seseorang karyawan berbisik pada karyawan yang lain


" Jika aku menemukan perusuh itu , akan ku seret ke hadapan tuan sbastian "


Karyawan lain kembali berbisik-bisik


Dan masih banyak lagi karyawan yang geram akan kelakuan orang yang berani merusak poster orang yang mereka kagumi


" Biarkan saya melihat "


Sbastian membelah kerumunan


Orang-orang yang ada di depan yang tidak tahu akan keberadaan sbastian , saat tau bahwa sbastian membelah kerumunan langsung membungkuk memberi hormat


" Astaga lucu sekali "

__ADS_1


Sbastian berjongkok melihat tulisan tulisan kecil yang ada di sudut poster itu


" Hah ??? "


Semua orang terheran-heran melihat sbastian yang biasanya galak , dingin dan kadang di sebut patung es kini berbicara selayaknya manusia normal


" Kamu yang melakukan itu sayangnya papa"


Sbastian mengelus punggung Sean , yang membuat Sean melihat ke arah poster itu


" Woah...... Napa ada di ini "


( Wah.... Kenapa ada di sini )


Sean bertanya tanya , kenapa poster ayahnya yang tadinya ada di sudut ruangan kini sudah berpindah tempat


" Jadi beneran ulah kamu anak papa "


Sbastian bertanya kepada Sean


" hehehehe "


Sean menunjukkan beberapa gigi putihnya


" Baiklah kita menuju kapal selam "


Sbastian berdiri dan berbalik menuju mobil miliknya dan tidak menghiraukan posternya yang kini sudah menjadi pameran para karyawan


Satu jam perjalanan menuju tempat penyewaan kapal selam , dan akhirnya sampai di tempat tujuan


Sbastian masuk dengan menggendong Sean yang sibuk dengan tas nya


Setelah itu Sean dan Sbastian memasuki kapal selam yang hanya cukup untuk lima orang saja


Dua kru kapal selam, Sean , papanya dan asisten John


Saat Sean di dudukkan di dalam kapal selam , Sean di pasangkan sabuk pengaman khusus kapal selam


Saat kapal di jatuhkan ke dalam laut , Sean berteriak , tertawa dan bertepuk tangan , merasakan sensasi baru yang tidak pernah dia rasakan


Saat kedalaman laut mulai mencapai satu meter dari daratan , Sean melihat berbagai jenis ikan yang ada di terumbu karang yang berenang kesana kemari dengan bebas


" Apapa ada ketiting "


( Papa ada kepiting )


Sean menempelkan wajahnya di kaca dan melihat berbagai biota laut yang sepertinya baru dia lihat


" Apapa , apa itu "


Sean menunjuk hewan yang tidak pernah dia lihat


" Itu ular laut "


Sbastian menjelaskan bahwa ular laut itu tidak mematikan namun tetap berbahaya jika tidak di obati segera


" Kalo itu "


Sean menunjuk sesuatu kembali


" Itu ubur ubur "


Sbastian kembali menjelaskan tentang biota laut yang bernama ubur ubur


" Kalau itu "


Sean kembali menunjuk sesuatu


" Itu ikan pari "


Sbastian menjawab satu persatu pertanyaan Sean


Di saat sbastian dan Sean sedang sesi tanya jawab , asisten John sibuk dengan kamera yang dia bawa untuk memotret kedua tuannya


" Itu apa apapa "


Sean mengajukan kembali pertanyaannya


" Itu paus "


Sbastian memberikan jawaban


" Ikan haus "


Sean memanggut-manggut seakan mengerti


" Ikan paus dek bukan ikan haus "


Sbastian mencium pipi Sean dengan gemas


" Apapa , ean kan Uma tanya "


( Papa , Sean kan cuma tanya )


Percakapan itu cukup menarik dan menimbulkan gelak tawa para pendengar setia mereka



hai ni visual dokter Brian , muka muka **** boy 🤣

__ADS_1


yang lainnya nunggu ya


susah cari visual nya


__ADS_2