Aku Pangeran

Aku Pangeran
kehebohan di mana saja karena Sean


__ADS_3

Pagi itu , kapal sudah berlabuh di pelabuhan , sbastian memilih keluar paling belakang bersama dokter Brian dan asisten John


Sbastian membawa Sean kecilnya dengan sangat berhati-hati , Sean kecil di balut dengan kain yang menyelimutinya saat di dalam kotak , ditambah dengan jas Sbastian , Sean kecil tenggelam di dalam buntalan selimut tebal


Di belakang sbastian Dokter Brian tertawa terbahak bahak melihat kekonyolan yang di lakukan Sbastian , Sbastian berjalan sangat perlahan agar Sean kecil tidak terguncang , dan tidak terusik , kini Sean kecil memandangi sbastian , sedangkan sbastian fokus kepada jalan yang dilaluinya


" Hahahaha astaga John tuanmu


benar - benar konyol , bagaimana bisa berjalan saja bisa sepelan itu , halo tuan , itu hanya bayi , bukan jeli , astaga " cerocos dokter Brian


" Hai sekertaris John , kau dengar tidak " teriak dokter Brian di dekat telinga sekertaris Jhon


" iya dokter , tidak perlu berteriak , kita ini bersebelahan bukan berjauhan , astaga "


Keluh sekertaris John


" Bisakah kalian berdua diam , Sean ku terusik " ucap sbastian yang melihat Sean menggeliat geliat di dalam gendongannya


Setelah sampai di bawah , sbastian , tuan sekertaris dan tuan dokter di jemput mobil pribadi sbastian


" Ayo masuk , kalian jangan berisik , pak Sam , pelan pelan ya membawa mobilnya , aku tidak mau Sean kecilku tidak nyaman "


Perintah sbastian


" Baik tuan " jawab pak Sam , meski pak Sam tidak mengerti. pak Sam sendiri adalah supir pribadi sbastian dia sudah lama mengabdi kepada sbastian


" Pak Sam , kita pergi ke rumah sakit anak , John sudah membuat janji dengan salah satu dokter di sana " titah sbastian


" Baik tuan " patuh pak Sam


////


Mobil melaju ke rumah sakit anak di pusat kota , rumah sakit terbaik milik keluarga Sora , rumah sakit yang didirikan oleh ayah sbastian , tuan Yami Sora

__ADS_1


Mobil memasuki area parkir khusus di sana satpam dan petugas membungkuk saat melihat tuan sbastian keluar dari mobil bersama dengan asisten John dan dokter Brian


" Selamat datang tuan sbastian " para staf rumah sakit menyapa dengan ramah , namun tidak menjawab respon dari sbastian , hanya asisten John yang membalas dengan anggukan dan senyuman tipis


" Dimana dokter Sisil " tanya sbastian


" Dokter Sisil menunggu Anda di ruangannya tuan " jawab sekertaris John


" Ya sudah ayo ke sana , kenapa hanya berdiri di sini " titah Sebastian


" Mari tuan " ajak sekertaris John


////


Sesampainya di ruangan dokter Sisil , Sean langsung di periksa , mulai dari kesehatan , sampai kapan kira kira dia lahir , dokter Sisil memeriksa Sean dengan sangat teliti , Sean kecil yang di periksa oleh dokter Sisil hanya diam , Sean kecil tidak takut , apalagi menangis


" Wah anak pintar , kamu tidak takut sayang , wah pemberani sekali kamu " tanya dokter Sisil kepada Sean


" Apa itu normal dokter Sisil , apa dia sakit , apa keadaannya baik , kenapa dia tidak menangis , apa itu normal " sbastian bertanya seperti kereta api yang memiliki gerbong panjang


Saran dokter Sisil


" Baiklah , asisten John , aku mau semua kain yang di gunakan anakku harus lembut dan nyaman dipakai , mengerti asisten John " titah sbastian


" Baik tuan , saya mengerti " asisten Brian. Keluar ruangan , lalu menelpon rumah untuk merombak semua kain yang akan di pakaikan untuk tuan muda Sean , menelfon rumah kain dan meminta untuk menyelesaikan kain kain terbaik yang lembut , agar nyaman di pakai oleh tuan muda Sean , di rumah dan di tempat lain semuanya heboh menyiapkan semua yang akan di pakaikan untuk tuan muda , yang bahkan mereka tidak tau rupanya


////


Kembali ke ruangan dokter Sisil , Sean kecil sudah selesai di periksa , dokter Sisil mengatakan bahwa usia Sean kecil kini baru menginjak 2 Minggu , jadi Sean kecil lahir pada tanggal 24 Desember , dokter Sisil juga memberi pengertian kepada sbastian tentang apa yang boleh dan apa saja yang tidak di perbolehkan untuk Sean kecil makan , tempat yang di anjurkan , dan perawatan apa saja yang Sean kecil perlukan , meskipun makanan saat ini yang di makan Sean kecil hanya susu formula yang di berikan oleh dokter sisil


Sbastian mencatat semua yang di katakan dokter Sisil , dan menanyakan semua yang ingin di ketahui


" Dokter , aku sering melihat bayi bayi yang lain di jemur di bawah sinar matahari , jika anakku di jemur apakah tidak kepanasan ??, Apakah perlu menggunakan pelindung ?? "

__ADS_1


" Haha tidak seperti itu tuan , bayi memerlukan sinar matahari yang cukup agar adik bayi itu tidak terkena penyakit kuning , penyakit kuning itu cukup berbahaya , tuan muda harus di jemur dengan sinar matahari pagi , sinar yang baik itu mulai matahari terbit sampai jam 8 pagi , namun untuk bayi seperti tuan muda cukup sebentar saja , yang penting tuan muda terkena sinar matahari , 30 menit cukup untuk menghangatkan tubuh tuan muda , setelah itu boleh di bawa masuk kembali " jelas dokter Sisil panjang lebar


" Lalu aku pernah melihat anak anak di lepaskan di atas rumput , tanah , ubin , apakah itu tidak kotor , bukankah kuman bisa menempel , jika kuman menempel anakku akan sakit -" kalimat sbastian terpotong oleh penjelasan dokter Sisil


" Tuan , anak anak memerlukan tempat untuk bermain , anda bisa membuatkan tempat bermain khusus untuk tuan muda didalam ruangan dengan berbagai macam permainan , namun tempat bermain di dalam rumah bisa di gunakan saat cuaca tidak mendukung , atau hari sudah malam tetapi tuan muda tetap ingin bermain , jika cuaca mendukung tuan lebih baik tuan muda bermain di luar ruangan , itu akan melatih kekuatan dan daya ingat tuan muda , dan lebih baik jika tuan muda mempunyai teman sebaya untuk bermain , bukan hanya pengasuh ataupun anda saja , itu semua akan membantu tumbuh kembang tuan muda lebih baik " jelas dokter Sisil dengan perlahan agar sbastian mengerti


" Baiklah anakku sayang ayo kita pulang , kita bermain di rumah ya , di sini menyeramkan banyak jarum suntik " ajak sbastian kepada Sean kecil , dokter Sisil terkekeh mendengar kalimat sbastian , dokter Sisil berhenti terkekeh saat melihat langkah sbastian berhenti


Sbastian berhenti di ambang pintu dan menoleh kepada dokter Sisil


" Mulai sekarang kamu akan menjadi dokter pribadi anakku , John akan menjelaskan semuanya " kata sbastian


" Eh..... Maaf tuan , saya tidak mengerti "


jawab dokter Sisil


" Maaf dokter saya akan menjelaskan " John angkat bicara karena tuannya sibuk dengan Sean kecil yang tidur di dalam pelukannya


" Dokter Sisil ,


pertama .mulai sekarang anda adalah dokter pribadi tuan muda .


Kedua , anda harus datang kapanpun dan di manapun jika tuan muda membutuhkan . Ketiga . Anda akan di bayar dengan harga yang tinggi


Keempat . -- "


Penjelasan asisten John terputus oleh ucapan dokter Sisil


" Tunggu aku tidak mau bekerja 24 jam tanpa henti meskipun aku dibayar milyaran rupiah , aku memasuki sekolah kedokteran dan menjadi dokter anak itu hanya karena aku suka anak anak , aku tidak pernah berniat untuk bekerja keras dengan kalian , aku menolak " jawab dokter Sisil menolak


"Maaf nona , keputusan tuan sbastian adalah mutlak, saya tidak bisa membantah , apalagi anda " kata kata John sangat menusuk di hati dokter Sisil


" Huh baiklah , aku setuju " dokter Sisil menyetujui untuk menjadi dokter pribadi Sean

__ADS_1


Sedangkan sbastian sudah tiba di rumah dan kehebohan terjadi di rumah


__ADS_2