Aku Pangeran

Aku Pangeran
# 50 ( London )


__ADS_3

" Mama , asal mama tau , Sbastian memang suka dengan orang yang mama pilih , tapi Sbastian ngak mau di tinggalkan dengan orang yang mama pilihkan , Sbastian terlanjur mencintainya ma , tapi Sbastian ngak sanggup kalau dia ninggalin Sbastian , apa mama tau , cinta di hatiku cuma untuknya "


Sbastian menatap pintu kamar dengan tatapan kosong


" Nak "


Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan terlihat pak Sam di sana


" Iya ayah "


Sbastian berdiri dan menghampiri pak Sam


" Saatnya makan siang "


Pak Sam membawa Sbastian keluar dari kamar


" Ayah tau , gadis yang Tian suka akan di jodohkan dengan Tian "


Sbastian memeluk pak Sam dari belakang namun mereka tetap berjalan hingga ke dapur


" Ayah tau , apa kamu siap menikah dengannya "


Pak Sam mendudukkan Sbastian di kursi meja makan


" Nggak , Tian takut "


Sbastian meletakkan kepalanya di atas piring


" Kamu tau "


Pak Sam duduk di sebelah Sbastian


" Apa "


Sbastian menoleh


" Kisahmu sama dengan kisah ayah dulu "


Pak Sam membiarkan pelayan mengambilkan makanan untuknya dan Sbastian


" Memang kisahnya apa "


Sbastian bertanya dengan penasaran


" Ibu dulu saat menikah dengan ayah , dia juga memiliki riwayat penyakit akut "


Pak Sam mengambil buah dan mengupasnya


" Penyakit apa "


Sbastian duduk dengan benar


" Kangker sel darah putih "


Pak Sam menoleh Sbastian sebentar


" Sama dong sepertinya "


Sbastian mulai mendengarkan dengan seksama


" Yah... Sama persis "


Pak Sam mengangguk


" Lalu lalu "


Sbastian duduk bersila di atas kursi


" Istriku sayang meninggal , tapi dia meninggalkan seorang malaikat kecil untukku "


Pak Sam berhenti mengupas


" Lalu "


Sbastian memiringkan kepalanya


" Lalu "


Pak Sam menatap kosong ke depan


" Lalu apa ayah "


Sbastian mengguncang pak Sam sedikit


" Lalu malaikat kecilku , dia meninggalkanku . Bukan , aku yang meninggalkannya , dan ayah tidak tau sekarang dia sudah sudah sebesar apa "


Pak Sam menerawang jauh ke depan


" Kenapa ayah meninggalkannya "


Sbastian bertanya dengan tidak suka


" Karena satu hal yang tidak bisa ayah katakan , tapi ayah yakin dia sekarang menjadi laki-laki yang sangat hebat "


Pak Sam mengelus kepala Sbastian


" Sepertimu "


Pak Sam tersenyum dan meletakkan buah yang sudah selesai di kupasnya


" alasan apa ayah "


Sbastian bertanya dengan penasaran


" Sesuatu yang belum tentu bisa kamu mengerti , lagi pula ayah tidak ingin mengingatnya lagi "


Pak Sam berdiri dan berjalan menjauh


" Mau kemana yah "


Sbastian sedikit berteriak


" Mau ke kamar mandi "


Pak Sam tidak menoleh dan berjalan lurus


" Hm...."


Sbastian mengeluarkan ponselnya sambil menunggu pak Sam


" Sebaiknya kamu menikahinya "


Suara pak Sam mengejutkan Sbastian


" Tapi Sbastian takut kalau dia meninggalkan Sbastian "


Sbastian menatap ayahnya seakan meminta pendapat


" Lebih baik kamu memeluknya di saat-saat terakhir , dari pada kamu hanya melihatnya dari kejauhan saat dia berada di ambang kematian di dalam pelukan orang lain , itu akan lebih berkesan , dan jika itu terjadi , maka kamu tidak akan pernah menyesali keputusanmu bahwa kamu menikahinya "


Pak Sam mulai berdoa dan makan makanannya


" Kenapa Tian harus mencintai orang sepertinya "


Sbastian masih menatap pak Sam


" Karena dia sesuatu yang bisa melengkapi hidupmu "


Pak Sam menoleh sebentar


" Kenapa Tian harus memberikan hati Tian untuk gadis jelek sepertinya "


Sbastian masih menatap pak Sam


" Karena dia yang mampu memberi bintang di hatimu yang segelap malam "


Pak Sam melanjutkan makannya


" Kenapa Tian harus jatuh cinta dengan gadis polos dan tidak tau apa-apa sepertinya "


Sbastian masih menatap pak Sam


" Karena dia yang mampu menghilangkan sahabat sejatimu "


Pak Sam menjawab dengan mulut penuh


" Si hujan "


Sbastian menaikkan alisnya

__ADS_1


" Hehem "


Pak Sam memberikan jempol


" Kenapa Tian harus menikah dengannya "


Pertanyaan Tian membuat pak Sam berhenti sejenak


" Karena mungkin dia jodohmu "


Pak Sam melanjutkan makannya


" Jika bukan bagaimana "


Sbastian bertanya lagi


" Jika bukan , bersyukurlah bahwa kamu bisa menikah dengan orang yang kamu sayang "


Pak Sam menjawab


" Okey "


Sbastian memulai makannya


" Besok Tian ke London "


Sbastian memberitahu


" Mengunjungi adik "


Pak Sam menebak


" Benar sekali "


Sbastian membenarkan


" Kalau begitu Jangan lupa tidur lebih awal "


Pak Sam mengingatkan


" Tentu "


Sbastian mengangguk dan menyelesaikan makannya


Esok hari


" Tian berangkat ya "


Sbastian memeluk pak Sam di Bandara


" Iya , berhati hatilah "


Pak Sam membalas pelukan Sbastian


" Sampai jumpa ayah "


Sbastian melambaikan tangannya


" Iya "


Pak Sam melihat Sbastian pergi dan kembali ke rumah


Sesampainya di London pada pukul dua siang waktu london


" Sebaiknya mengunjungi kantor dulu "


Sbastian masuk ke dalam mobil dan langsung menuju kantornya yang perlu di kunjungi


Setelah waktu menunjukkan pukul sembilan malam waktu london , Sbastian memutuskan untuk mengunjungi adik kecilnya


" Aku akan ke apartemen mungkin esok pagi "


Sbastian berbicara dengan asistennya yang ada di London


" Baik tuan "


Asisten itu mengiyakan dan membungkuk hormat saat Sbastian pergi


Setelah menempuh waktu sekitar satu jam , Sbastian sampai di rumah , dimana keluarganya tinggal di sana


" Selamat malam tuan , ada yang bisa saya bantu "


" Saya Sbastian "


Sbastian menunjukkan KTP nya


" Maaf tuan muda , saya tidak mengenali tuan muda "


Pak satpam membukakan pintu dan membiarkan Sbastian masuk


" Apa mereka sudah tidur ya "


Sbastian melajukan mobilnya masuk jauh ke dalam kediaman


" Kenapa banyak kendaraan "


Sbastian heran melihat mobil asing yang terparkir di garasi utama


" Ini bukan mobil mama "


Sbastian keluar dan melihat mobil pribadi yang persis seperti milik mamanya


" Jantungku berdebar , ini bukan firasat baik"


Sbastian membuka jok mobil dan mengambil banyak mainan yang ia belikan untuk adik kecilnya


" Sungguh ramai , aku tau ini bukan sesuatu yang baik "


Sbastian menggumam saat berdiri di ambang pintu dan melihat banyak tamu di sana


" Mama , Sbastian datang "


Sbastian meletakkan barang bawaannya dan menghampiri mamanya


" Kenapa terlambat , kamu bilang jam tujuh sudah selesai "


Mama Sbastian berdiri dan menyambut Sbastian


" Maaf ma , dimana adik "


Sbastian celingukan


" Ada di taman belakang "


Mama menjawab


" Eits duduk dulu "


Mama menarik Sbastian saat Sbastian mulai melangkah


" kenapa ma "


Sbastian yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti tarikan tangan mamanya


" Ini gadis yang mama ceritakan "


Mama menunjuk gadis berhijab yang terlihat pucat meski wajahnya sedikit di poles dengan bedak tipis


" Kakak "


Gadis itu terkejut saat melihat Sbastian


" Aku... Baiklah , aku menerimanya "


Sbastian menjawab saat melihat gadis itu terlihat semakin pucat dari hari hari sebelumnya


" Ba..bagaimana dengan.. "


Belum sempat gadis itu berbicara , Sbastian sudah memotong Kalimatnya


" Besok , aku ingin menikah besok , jika tidak besok aku tidak akan memiliki waktu luang hingga tahun depan , aku sibuk "


Sbastian menatap wanita itu lalu mengambil barang bawaannya dan cepat-cepat menemui adik kecilnya yang ada di taman bermain di belakang rumah


" Sialan "


Sbastian melangkahkan kakinya dengan cepat saat matanya sudah tidak mampu membendung air matanya yang hampir jatuh


" Kakak "

__ADS_1


Liona yang berumur lima tahun tersenyum saat melihat kakaknya datang membawa banyak barang


Sbastian menjatuhkan semua barang bawaannya dan berlari memeluk liona yang memakai baju hangat


" Tolong kakak "


Sbastian memeluk liona erat dan menumpahkan air matanya di dalam pelukan adik kecilnya


" Kakak baik , kakak baik "


Liona mengerti dan menepuk-nepuk kecil kepala Sbastian


" Kakak "


Lion berlari saat melihat adik kecilnya di peluk erat oleh kakaknya


" Kakak baik kakak baik , jangan di pukul , kakakku baik "


Liona berbicara saat melihat lion hendak memegang punggung Sbastian


" Iya "


Lion memeluk Sbastian


" Apa kakak benar lili "


Sbastian berbisik


" Aku percaya kakak , lili sayang kakak "


Liona memeluk Sbastian dan meletakkan pipinya yang hangat di pundak Sbastian


" Kakak takut "


Sbastian membawa liona dan lion ke dalam pelukan hangatnya


" Kakak baik "


Liona dan lion sama-sama meletakkan kepalanya di atas pundak Sbastian


" Sepertinya sudah saatnya tidur "


Sbastian menggendong lion dan liona masuk ke dalam rumah


" Tidak apa , Sbastian jika kamu takut , maka besok pakailah rok mama "


Sbastian berjalan dan tidak menghiraukan para tamu yang masih sibuk berbincang


" Aku membencinya "


Sbastian mulai menitikkan air matanya lagi saat sudah menaiki anak tangga


" Ingat Sbastian , kau membencinya "


Sbastian berjalan sambil berlinang kan air mata hingga masuk ke dalam kamarnya yang sudah di siapkan untuknya


" Dia bodoh , dia bodoh dan aku tidak suka gadis bodoh "


Sbastian terus menggumam hingga selesai menidurkan adik adiknya


" Aku yang bodoh hiks..hiks "


Sbastian terduduk di lantai dan mulai terisak pelan


" Aku memang bodoh ayah "


Sbastian mengeluarkan hp nya dan menelfon pak Sam


" Assalamualaikum ayah "


Sbastian berbicara saat ayahnya sudah mengangkat telepon


" Wa'alaikum salam nak , kamu menangis "


Pak Sam bertanya dengan panik


" Aku akan menikah besok yah , dengannya , hiks aku takut , aku takut yah , Tian takut yah , aku takut hiks.. aku takut "


Sbastian meremas rambutnya frustasi


" Anakku "


Pak Sam memanggil manggil Sbastian


" Jangan takut nak , hadapi semuanya , pulanglah , ayah akan menyiapkan kamar dan pakaian untuknya "


Pak Sam menasehati


" Iya yah , iya , tunggu Tian pulang "


Sbastian mengangguk dan menutup telfon


Esok harinya


" Aku siap "


Sbastian menatap dirinya di cermin yang sudah memakai setelan tuxedo berwarna hitam


" Nak , apa kamu sudah selesai "


Mama masuk kedalam ruangan


" Kakak ganteng ya ma "


Liona ikut mamanya masuk ke dalam kamar kakaknya


" Adik kecilku udah cantik "


Sbastian menggendong liona yang memakai gaun indah


" Hmph "


Lion melipat tangannya di atas dada dan menendang nendang pintu sambil menunjukkan wajah marahnya


" Iya iya hahahaha adik kakak tampan "


Sbastian juga menggendong lion yang memakai setelan tuxedo yang se paket dengan liona


" Anak mama tampan sekali "


Mama membenarkan dasi kupu-kupu Sbastian yang rusak akibat tangan usil lion


" Apa dia sudah siap "


Sbastian bertanya


" Dia sudah menunggumu "


Mama menjawab


" Baiklah "


Sbastian memberikan kotak cincin yang terlihat sederhana kepada liona secara diam-diam


" Berikan nanti saat kakak sudah amin-amin ya "


Sbastian berbisik


" Ote "


Liona memberikan jempolnya lalu memasukkan kotak cincinnya ke dalam saku bajunya


Sbastian turun di iringi oleh mamanya dan kedua saudaranya yang di gendong oleh pengasuh mereka masing-masing


Disana terlihat papa Sbastian dan keluarga adinda yang sudah berkumpul


" Apa anda sudah siap "


Pak penghulu bertanya kepada Sbastian saat Sbastian sudah duduk di samping Adinda yang terlihat menawan


" Sudah "


Sbastian melirik Adinda yang tertunduk


" Baiklah , kita mulai ya "


Pak penghulu menjabat tangan Sbastian dan memulai acara ijab qobul nya


Setalah beberapa kali di ulang ulang , akhirnya Sbastian dengan lancar mengucapkan ijab qobul

__ADS_1


Setalah berdoa dan Sbastian meniup ubun ubun adinda , dan Sbastian memberikan kode kepada liona


__ADS_2