
" Apapa tu apa "
( Papa itu apa )
Sean kembali bertanya sesuatu yang baru lagi
" Itu bintang laut sayang "
Sbastian mengelus kepala Sean
" Intang iasanya di langit ko ini di laut "
( Bintang biasanya di langit kok ini di laut )
Sean bertanya dengan heran
" Hahahaha.... Ini beda lagi , bintangnya itu hewan bukan benda "
Sbastian menjawab pertanyaan Sean dengan di iringi gelak tawa para penghuni kapal selam
" Oh..... mang intang nya isa akan "
( oh.....Emang bintangnya bisa makan )
Tanya Sean kembali
" Bisa loh "
Jawab sbastian
" Benelan "
( Beneran )
Sean menjadi lebih ingin tau
" Beneran , ngak percaya "
Sbastian bertanya kembali
Sean hanya memiringkan kepalanya pertanda dia masih bingung , kenapa ada bintang di laut dan bintangnya bisa makan
Setelah puas mengamati bintang yang tenggelam di laut , dan melihat bahwa para bintang laut itu ternyata tidak bergerak menggunakan kaki mereka , melainkan mereka bergerak menggunakan arus laut yang menyeret mereka kemanapun arus laut itu pergi
Dan kini , kapal selam sudah mencapai seratus kilo meter di bawah laut dan berjalan semakin dalam
Lampu di sekitar kapal laut sudah di nyalakan, sinar UV untuk melihat di dalam kegelapan juga sudah di aktifkan di sekitar kaca kapal selam
Kapal selam semakin dalam membelah lautan dan kini kapal selam sudah mencapai kedalaman lebih dari lima ribu kaki dari permukaan
Dan asisten John yang sedari tadi sudah sibuk memotret tuan muda tercintanya
"apa tu apapa "
( Apa itu papa )
Sean menunjuk sebuah ikan aneh
" Itu ikan "
Sbastian menjawab
" Oh..... "
Sean hanya menjawab oh... Dengan gembira
" Ikannya kok aneh "
Tanya Sean
" Emang gitu ikannya anak papa "
Sbastian mengelus kepala Sean yang kembali menempelkan wajahnya di kaca kapal selam untuk mengamati biota di dasar laut lainnya
Sebastian menunjukkan beberapa hewan laut yang sepertinya baru di lihat oleh Sean
Saat kapal selam semakin dalam memasuki lautan , ada sekelebat bayangan yang melewati kapal selam mereka di atas jendela kaca sean dengan jarak yang agak jauh
" Apa itu tadi "
Sbastian bertanya
" Ada apa tuan "
Seorang kru kapal bertanya
"Aku melihat sesuatu yang aneh "
Sbastian terus mencari sesuatu yang aneh itu
" Mungkin ikan tuan "
Kru kapal selam menjawab
Setelah beberapa saat bayangan itu kembali lewat , dan bahkan bayangan itu mendekati dan semakin dekat dengan kaca jendela Sean
" Aku yakin bukan ikan "
Elak sbastian saat melihat sesuatu yang seperti manusia namun tak berkaki itu kembali berenang ke arah mereka dan melewati bagian atas kapal selam
__ADS_1
Sedangkan Sean masih mengamati biota laut dan tidak menyadari adanya gangguan itu
" Aku merasakan firasat buruk "
Sbastian menggumam
" Cepat kembali ke atas "
Sbastian memajukan badannya dan memerintahkan kru kapal selam untuk segera kembali ke daratan
Saat asisten John menoleh ke arah tuan mudanya untuk memberitahu bahwa mereka akan kembali , di sana sudah tidak ada tuan muda Sean yang tadi masih sibuk mengamati lautan dalam
" Dimana tuan muda "
Pertanyaan tiba tiba asisten John membuat orang orang lain yang di dalam kapal menoleh ke arah kursi Sean , dan sudah tidak ada Sean di sana , hanya tinggal tasnya yang tergeletak di atas kursi
Sbastian mengecek di bawah kursi namun tidak ada Sean di sana , sbastian menoleh ke kanan dan ke kiri namun Sean tetap tidak terlihat
" Putraku "
Sbastian melepaskan sabuk pengamannya dan melihat ke bagian belakang kursi kapal selam yang berisi banyak barang untuk menyelam , makanan dan minuman
" Sean "
Sbastian memanggil nama putranya
" Sean kamu di mana "
Sbastian meloncat ke arah belakang kursi kapal selam dan mengobrak abrik bagian belakang itu
" Di mana putraku "
Sbastian menggenggam erat kursinya dan terus mencari Sean di bantu asisten John
Salah satu kru kapal selam melihat sesosok anak kecil yang di gendong oleh sesosok mahluk aneh di dalam laut yang sedang melihat mereka , dan di sana terlihat mahluk kecil itu tenang dan tidak gelisah dan malah melambai-lambaikan tangannya ke arah merka
" Apa itu . itu seperti tuan muda , apakah tuan muda tadi memakai jas dan dasi "
Pertanyaan salah satu kru kapal selam itu membuat sbastian dengan cepat menoleh ke arah kaca depan kapal selam
" Tambahkan penerangan "
Salah satu kru kapal selam menyuruh rekan mereka menyalakan beberapa lampu tambahan
Terlihat Sean yang di penuhi senyuman dan tangannya terus melambai ke arah kapal selam
" Anak ku , cepat kejar "
Sbastian berteriak dan menyuruh mereka mengejar Sean yang di bawa oleh mahluk yang aneh
Terlihat dasi Sean yang melayang-layang karena air dan rambutnya yang berantakan karena air
" Bagaimana bisa ini ya Allah "
Jantungnya berdetak kencang , khawatir terjadi sesuatu kepada putra satu-satunya
Sbastian kembali meloncat ke kursinya dan menyuruh kru kapal selam mengikuti mahluk aneh itu
" Cepatlah "
Sbastian menyuruh mereka untuk cepat-cepat mengikuti mahluk itu yang sudah semakin menjauh dari mereka
Mahluk aneh itu berenang ke atas , bukannya ke bawah , di sana semakin banyak cahaya matahari yang masuk ke dalam laut dan semakin terang pula keadaan di sana
" Kenapa dia malah naik ke permukaan "
Sbastian menggumam
" Putraku bertahanlah , sebentar lagi "
Sbastian berbicara dalam hati menenangkan dirinya sendiri
Tak lama
Kapal selam kini sudah mengapung di permukaan laut
Sbastian membuka pintu masuk kapal selam yang ada di bagian atas , sbastian mengeluarkan setengah badannya dan melihat mahluk itu di arah jam 12 sedang melihat dirinya dan mahluk itu sedang menggendong putranya
" Bagaimana tuan "
Asisten John berteriak dari bawah
" Apa kalian melihat daratan di arah jam 12"
Sbastian menjawab pertanyaan asisten John dengan pertanyaan
Pertanyaan sbastian membuat para penumpang di kapal selam itu terheran-heran dan saling pandang , bagaimana tidak , sbastian bertanya tentang daratan , padahal di sini hanya ada lautan yang luas dan tidak terlihat sedikitpun tanah sama sekali
" Tidak tuan , di sini hanya ada lautan "
Asisten John menjawab setelah mengamati sekitar
" Kalian tunggu di sini , jangan kemana mana , mengerti "
Sbastian melepaskan jas nya , sepatu dan dasi miliknya dan melemparkannya ke dalam kapal selam
Sbastian keluar dari kapal selam dan menceburkan dirinya ke lautan luas itu
" Tuan , anda mau kemana "
__ADS_1
Asisten John keluar dari kapal selam dan melihat tuannya pergi ke arah jam 12
" TUAN.... "
Sbastian tidak menghiraukan pertanyaan asistennya , sbastian berenang mendekati mahluk itu yang duduk di batu besar di pesisir pantai , dan Sean yang sedang duduk di pangkuannya
Saat sbastian memasuki area pantai itu , dirinya menghilang dari pandangan asisten John dan para kru kapal selam
" Di mana tuan "
Sbastian mencari keberadaan tuannya yang tiba-tiba menghilang
Di tempat itu
Sbastian naik ke daratan yang agak jauh dari mahluk itu , kakinya menginjak pasir pantai yang halus dan berlari menyusuri pantai mendekati mahluk aneh itu yang sedang menggendong putranya Sean
" Kakak itu papaku "
Sean melafalkan kalimat itu dengan fasih dan membuat sbastian tertegun , putranya yang seharusnya baru belajar berjalan , kini sudah pandai melafalkan kalimat
Mahluk aneh itu hanya tersenyum kecil dan mengelus rambut Sean yang tipis
" Papa "
Sean turun dari gendongan mahluk itu dan berlari mendekati sbastian yang di sambut hangat oleh sbastian
" Papa menghawatirkan mu nak "
Sbastian memeluk erat Sean dan mulai menitikkan air matanya , tubuhnya bergetar , kakinya lemas , tidak sanggup membayangkan kehilangan satu-satunya penopang hidupnya
" Papa kenapa nangis "
Sean yang di dekap oleh papanya ikut mengeluarkan suara yang serak , dan menahan air matanya
Sbastian melepaskan pelukannya dan mengatup pipi putranya lalu berkata
" Papa takut kehilanganmu , bagaimana jika kamu pergi , papa akan bekerja untuk siapa , papa takut nak "
Sean mencium kening putranya lama dan kembali memeluk putranya
" Papa jangan nangis , Sean ngak akan tinggalin papa "
Sean membalas pelukan papanya dengan erat
" Syahula alalu maue "
Mahluk itu melafalkan kalimat yang aneh
Sbastian melonggarkan pelukannya kepada putranya dan menggendong putranya menghampiri mahluk itu
" Kenapa kamu mau mengambil putraku "
Sbastian bertanya kepada mahluk aneh itu
" Kak alula baik pa , dia ajakin Sean jalan jalan tadi , ketemu ikan paus sama lumba lumba "
Sean bercerita pengalamannya saat di bawa mahluk aneh itu yang dia sebut dengan kak alula
Mahluk aneh itu menyodorkan benda bulat berwarna biru kepada sbastian
" Alula namaewa syananu yu kuriri karim"
Mahluk aneh itu kembali mengeluarkan kalimatnya
" Hah ?? "
Sbastian tidak mengerti maksud mahluk aneh itu
" Kata kak alula , papa di suruh makan Itu "
Sean menerjemahkan kalimat yang mahluk itu keluarkan
Sbastian menerima buah itu dengan satu tangan dan tangan lainnya menggendong sean
" Papa di suruh makan ini "
Sbastian bertanya kepada Sean
" Iya "
Sean mengangguk
" Bagaimana jika dia mau meracuni papa "
Sbastian melihat buah itu dan menatap mahluk itu curiga
" Lilia anuna lamun anana nuaro rori wa Sean "
Mahluk itu kembali berbicara
" Kata kak alula , kalo papa ngak mau makan buah ini , papa ngak akan tau usul- usul Sean , apa tadi kak "
Sean menerjemahkan kembali kalimat itu , namun dirinya bingung apa yang di ucapkan teman barunya
" Apa "
Sbastian terkejut mendengar putranya mengatakan kalimat itu , dan dirinya kembali melihat buah aneh itu
Dengan terpaksa sbastian memakan buah itu , sbastian memakannya sekali makan dan mengecapnya pelan , rasanya manis , asam dan pedas menjadi satu
__ADS_1
" Apa kamu sudah mengerti kalimatku "
Mahluk aneh itu kembali mengeluarkan suaranya dan membuat sbastian tertegun