Aku Pangeran

Aku Pangeran
#116 ( telur rubah api )


__ADS_3

" Telur apa itu "


Sean menghampiri sebuah telur kecil


Telur itu sekecil telur burung puyuh , telur berwarna putih dengan ujung telur berwarna merah dan terlihat sedikit oranye


" Itu telur rubah api "


North menjawab


" Apa itu telur rubah api "


Sean memiringkan kepalanya


" Rubah api adalah seekor rubah liar yang sangat susah di temukan dan jarang bahkan tidak ada yang bisa menjinakkan "


North menjawab


" Biasanya rubah api adalah hewan yang hidup berkelompok , mereka suka tempat yang panas dan tidak terlalu memiliki air di sekitarnya "


Aloe menerangkan


" Terus kenapa telurnya ada di sini "


Sean mengangkat telur yang dia temukan


"Pertanyaan yang bagus , harusnya ada induknya di sini tapi kenapa telur ini sendiri"


North terlihat berfikir


*Kratak


telur itu retak


" Woah... Lihat telurnya retak "


Sean memperhatikan dengan seksama


" Kita jarang bisa melihat telur menetas "


Aloe ikut memperhatikan


*Tuing


Keluarlah sebuah ekor kecil dari dalam telur


*Ctas


telur pecah dan keluar seekor rubah kecil dengan bulu berwarna merah muda dengan telinga yang besar penuh bulu


" Comel tau "


Sean mengangkat rubah kecil dengan tangannya


" Kyung... "


Rubah itu mengeluarkan suara


" Oh iya , rubah kan mamalia , kenapa dia bertelur "


Sean bertanya


" Saya tidak tau , itu masih menjadi misteri hingga sekarang "


Aloe menjawab


*Wussss


Sebuah angin berhembus kencang dari belakang


" Apa itu "


Aloe menoleh


*Jeng...jeng


Aloe terkejut


" Tuan... Lihat ini "


Aloe menepuk pundak Sean


" Iya "


Sean menoleh


" Wow "


Sean mengedipkan matanya


" Haruskah peringatkan North "


Aloe bertanya


" Haha.... Ayo "


Sean tertawa kikuk


" North "


Aloe memanggil


" Tunggu , aku masih berpikir "


North memejamkan matanya berusaha mencari berkas di otaknya


" North... "


Sean kini memanggil


" Sebentar tuan "


North mengibaskan tangannya


" North tidak mendengarkan "


Aloe memberitahu


" Haruskah panggil North lagi "


Sean bertanya


" Saya rasa tidak "


Aloe menggeleng


" Haruskah kita lari "


Sean bertanya


" Seharusnya iya , tapi kita tidak boleh lari jika berhadapan dengan hewan ini "


Aloe menjawab


" Hm.... Kalau begitu haruskan mengancam"


Sean kembali bertanya


" Bolehkah , apakah dia tidak akan marah "


Aloe berjalan mundur perlahan bersama Sean


" Oh... Ayolah Aloe jangan bercanda "


North mengusap tengkuknya yang terasa hangat dan basah


" Aku di sini "


Aloe memberitahu


" Oh... Tuan dan Aloe di sana... Lalu "


North berbalik


"Glup... Hai "


North menelan ludahnya kasar


*Grrrrrr


Seekor monster rubah berdiri dengan wajah penuh amarah


" Sepertinya dia mencari anaknya "


Sean meletakkan bayi rubah yang dia bawa


" Kyung...Kyung "


Rubah itu berjalan penuh usaha mendekati Sean


" Hahaha apa tuan tau kalau yang pertama kali dia lihat saat menetas itulah induknya "


Aloe memegangi pundak Sean


" Aku baru ingat "


Sean mengangguk


" LARIIIII..... "


Sean berlari dengan kencang di ikuti dua anak buahnya


" TUNGGU TUAN HUAAAAAA"


North berteriak dan menyusul Sean


" Kyung..... Kyung "


Suara anak rubah itu terdengar kecil


" Roooaaarrrrr "


Terdengar suara aneh yang sangat besar dan menakutkan


Tidak lama setelah lari-lari kemudian


" Aduuuuh.... Astaga capek "


Sean langsung duduk di bawah sebuah pohon rindang di sana


" Anda... Hosh... Meninggalkan saya hosh... Tuan "


Aloe menjatuhkan dirinya di samping Sean


" Kalian tega "


North tiba dan langsung berbaring dengan nafas yang terengah-engah


" Hahahaha tadi sangat menyenangkan , aku sudah lama tidak lari-lari seperti tadi "


Sean membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya


" Apa itu "


Suara Aloe membuat Sean terbangun


" Woah... Sungai "


Sean seketika berdiri


" Tapi itu jauh "


North membuat Sean kembali patah semangat


" Kalau begitu berbaring dulu di sini "


Sean kembali merebahkan dirinya


" Tuan... Saya lapar "


North mengguncang tubuh Sean


" Carilah makanmu sendiri "


Sean menepis tangan North


" Akan aku Carikan makan , ayo cari daging"


Aloe mengajak


" Carilah daging , aku akan menanak nasi , itu pasti enak "


Sean mengusir kedua anak buahnya


" Hooooo.... Lalu kita panggang dagingnya dengan kecap asin huaaaa itu pasti enak "


Aloe membayangkan


" Apa itu kecap asin "


North bertanya


" Kita cari daging dulu , nanti kau pasti tau "


Aloe menarik tangan North pergi


" Sudah lama tidak semangat seperti ini "


Sean mengeluarkan beberapa alat untuk menanak nasi manual


Sean memasukkan beberapa genggam beras ke dalam panci kecil dan mencucinya


Setelah itu Sean memberikan air ke dalam panci sebanyak satu garis jari telunjuk dengan patokan beras


Sean meletakkan panci di atas api dan menunggu


" Hm.... Fleur udah makan belum ya "


Sean menggumam


" Haiisss... Aku terus kepikiran rumah dan Fleur "


Sean memegangi kepalanya sendiri


" Fleur aku merindukanmu "


Sean duduk dan memperhatikan nyala api di depannya


" Tuan , lihat apa yang saya temukan "


Aloe datang dengan North


" Woah.... Dari mana kalian dapat bawang "


Sean terkejut


" Dari tepi danau di sekitar sana , saya akan kembali untuk mencari daging rusa atau lainnya , saya akan sembelih juga di sana "


Aloe mengeluarkan semua yang dia bawa


" Oke "


Sean menerima yang Aloe berikan


Aloe kembali masuk ke dalam hutan bersama North


Setelah air di dalam panci sudah hampir habis , Sean menyediakan panci yang lebih besar dengan sekat di dalamnya yang sudah berlubang


Sean memberikan air di dalam panci namun tidak sampai melewati garis sekat , lalu nasi yang sudah di rebus tadi di masukkan oleh Sean ke dalam sana


" Potong bawang deh , buat sate haha "


Sean mengeluarkan pisau dan mulai memotong bawang dan daun bawang yang di bawa Aloe


Sean membuat bumbu panggang untuk sate saat di bakar nanti


Setelah itu selesai , Sean membuat bumbu kacang dan mengeluarkan arang juga tempat untuk membakar sate


" Wah... Ternyata portal dimensiku muat banyak hahaha "


Sean terkekeh


Tidak lama kemudian , Aloe kembali dengan North sambil membawa beberapa daging dan sepertinya kulit hewan juga


" Apa yang kalian bawa "


Sean berdiri


" Ini daging rusa , ini tanduknya dan ini kulitnya "


Aloe memberikan semuanya kepada Sean


" Hm..... Akan aku simpan tanduk rusanya , kalian butuh tidak "


Sean bertanya


" Tidak tuan "


Aloe dan North menggeleng


" Kulit rusa ini akan bermanfaat jika di keringkan dengan benar "


Sean meletakkan kulit rusa di atas api unggub dan bulu tipis rusa ada di bagian atas


" Kita akan buat sate "


Sean mulai memotong daging dengan ukuran kecil dan menusuknya dengan tusukan sate


Setelah itu siap , mereka semua siap untuk makan


" Huaaaaaa ini enak "


North dan Aloe memakan sate rusa buatan Sean dengan lahap


" Beberapa hari ke depan kita akan makan daging rusa "


Sean membuat daging rusa di asapi di atas api Unggung yang masih menyala


Setelah itu Sean mulai melanjutkan perjalanan , berhari hari semua adegan masih sama


Setiap hari Sean di kejar binatang buas , memasak makanan , mandi dan tidur


Itu semua berlangsung selama satu bulan penuh bersama kedua sahabat perjalanan Sean


" Ini sudah satu bulan , tapi kenapa masih tidak menemukan apa yang kita cari "


Aloe menggumam


" Emang apa yang kita cari "


North bertanya


*Jeng..jeng


Sean dan Aloe terkejut


" Kau mengikutiku selama ini tapi tidak tau apa yang di cari "


Sean bertanya


" Hehehe aku mengikuti tuan karena aku penasaran "


North menjawab


" Haruskan kita beri tahu "

__ADS_1


Sean menepuk pundak Aloe


" Saya rasa iya "


Aloe mengangguk


" Apa kau tau batu blue silex outremer "


Sean bertanya


" Tidak "


North menggeleng


" Batu itu adalah batu yang akan aku gunakan untuk menekan kekuatan magic dari sesuatu nanti "


Sean menjawab


" Magic apa "


North bertanya


" Magic berbahaya... Lebih baik kau tidak tau"


Sean mengibaskan tangannya


" Apa memangnya tuan "


Aloe bertanya


" Kau akan tau nanti "


Sean melanjutkan langkahnya


" Ayolah tuan beritahu saya "


North mengejar Sean


" Tidak "


Sean menolak


" Ayolah tuan "


North meminta


" Tidak "


Sean menjawab


Saat melewati lembah


" Ayolah tuan , hewan magic apa "


North mengejar Sean


" Tidak "


*Hup


Sean melompati jurang


" Ayolah tuan "


North berjalan di belakang Sean


" Tidak "


*Byur


Sean melewati sungai yang dalam dan cukup tenang


" Ayolah tuan , bahaya apa "


North berteriak dari bawah tebing


" Tidak "


*Tidak...tidak...tidak....


Sean Sean menggema dari atas tebing


" Ayolah tuan "


*Blup


North tenggelam di lumpur hisap


" Tidak "


Sean menolong North


" Ayolah tuan "


*Groaaaarrrr


Seekor macan liar mengejar North


" Tidak "


*Ctas


Sean memukul si macan liar


" Kung...kung... "


Macan liar itu ketakutan


" Hm....hm.... "


*Blup...blup...


North menyelam ke dalam danau dan mengangkat tangannya pertanda dia bilang 'ayolah tuan '


" Hm... "


Sean menggeleng di dalam air pertanda Sean bilang ' tidak '


" Oh... Ayolah tuan "


*Plung


North sedang bab


" Tidak "


Sean menjawab dari balik semak-semak


" Ayolah tuan "


*Byur


North sedang mandi


" Tidak "


*Pluk


Sean membuang pakaian North dari atas batu


" Tuan lihat ini "


Aloe memanggil


" Astaga.... Aku rasa dia mengikuti kita sejak awal "


Sean memperhatikan rubah kecil di depannya


"Kyung... Kyung... Kyung.. "


Rubah itu mendekati Sean dan menggosokkan telinganya di kaki Sean


" Saya rasa rubah ini mengenali anda tuan "


Aloe memberi kemungkinan


" Hm.... "


Sean mengeluarkan sebuah daging panggang dari dalam portal


" Kyung... Kyung "


Rubah kecil itu mendekati tangan Sean


" Makanlah kecil "


Sean memberikan daging panggang yang dia punya


" Kyung... "


Rubah kecil memakan daging kering yang di berikan Sean


Setelah selesai memakan makanannya , si rubah kecil menarik pakaian Sean


" Kenapa "


Sean mengikuti langkah kecil si rubah


" Kyung... "


Rubah itu mendorong sebuah goa yang tertutup batu


" Hm... Sebentar sayang "


Sean memindahkan si rubah kecil ke samping


*Brak


Sean menendang batu penghalang di sana


Tiba-tiba rubah itu masuk ke dalam goa


" Hei tunggu Kyung "


Sean masuk ke dalam goa mengikuti si rubah kecil


" Tunggu tuan "


Aloe mengikuti Sean


Si rubah kecil menghilang di dalam kegelapan


*Ctas


Sean menyalakan obor yang dia ambil dari dalam portal


" Kenapa rubah kecil ini ke sini "


Aloe mengikuti Sean


" Goa ini semakin gelap "


Sean mengeluarkan satu obor lagi


*Ctas


Satu obor menyala kembali


" Kyung.... Kyuuuuung "


Terlihat rubah kecil itu menggosok ngosokkan kepalanya di atas gumpalan bola bulu raksasa


" Apa itu "


Aloe mendekat


" Sepertinya aku mengenal ini "


Sean memutari si bola bulu


" Ini kan bola bulu yang menyerang ku tempo hari "


Sean memperhatikan wajah si bola bulu yang sepertinya tidak sadarkan diri


" Aloe , coba kau lihat ini "


Sean memanggil


" Kenapa ya dia "


Sean menunjukkan wajah si bola bulu raksasa


" Sepertinya dia sedang bunting "


Aloe menyentuh perut si bola bulu


" Heng... "


Si bola bulu raksasa berbunyi


*Sring....


Si bola bulu berubah menjadi seorang wanita yang cantik namun telanjang sepenuhnya


" Astaga... Istriku lebih semok... Istriku semok... Istriku semok.... Istriku semok "


Sean meyakinkan dirinya


" Oke , kenapa wanita ini "


Sean menyentuh denyut nadi wanita itu


" Astaga tuan , sepertinya wanita ini melahirkan "


Aloe berteriak


" Kau benar "


Sean mengeluarkan beberapa selimut dari portalnya


" Buatkan air hangat "


Sean meminta


" Baik "


Aloe mulai membiarkan air hangat


Aloe membuat api unggun di dekat wanita itu dan mulai merebus air


Sedangkan Sean membuat tempat dan mengeluarkan beberapa potong pakaian untuk di pakaikan pada wanita itu


" Ini airnya tuan "


Aloe memberikan semangkuk air hangat


" Nyonya.... Nyonya... "


Sean menyadarkan wanita itu


" Heng..... "


Wanita itu mulai membuka mata


" T..tolong...a..aku "


Wanita itu memegang lengan Sean


" Iya nyonya , anda makanlah dulu "


Sean memberikan beberapa potong kecil untuk di makan oleh nyonya itu


" Tuan "


Aloe memanggil


" Hm... "


Sean yang sedang menyuapi wanita itu pun menyahuti


" Wanita ini kan siluman rubah , apakah rubah akan kesulitan juga saat melahirkan"


Aloe bertanya


" Sepertinya ada satu bulu kecil yang tersangkut di sana , jadi kita harus mengeluarkannya agar yang lainnya bisa keluar dengan selamat "


Sean menjawab


" Oooooo.... "


Aloe mengangguk


" Eamang anda bisa "


Aloe meragukan Sean


" Sembarangan... Bisalah "


Sean menyentil kening Aloe


" Iya iya "


Aloe memonyongkan bibirnya


Setelah beberapa saat , Sean mulai membantu mengeluarkan sesuatu yang menyangkut di dalam sana


" Oh... Telur ternyata "


Sean sedikit terkejut melihat sebuah telur yang sedikit miring dari posisinya


Tidak lama setelahnya


" Terimakasih tuan "


Wanita itu tersenyum


" Ya... Sama-sama dan.. di mana pasanganmu "


Sean meletakkan telur-telur kecil itu di samping wanita itu


" Dia pergi menjaga perbatasan di sebelah selatan "


Wanita itu menjawab


" Apa hanya ada kalian berdua di sini "


Sean bertanya


" Iya , hanya kami berdua , dan sekarang bertambah dengan anak-anak kami "


Wanita itu menjawab


" Hm... Apa kau mau aku panggilkan dia , aku sedang dalam perjalanan menyusuri pulau"


Sean menawari


" Tidak... Dia akan segera datang "


Wanita itu menggeleng


" SIAPA KAU "


Suara seorang pria dewasa menggema


" Oh.... Apa kau pasangannya "

__ADS_1


Sean menunjuk si wanita


" Menjauh darinya atau kau akan ku bunuh "


Laki-laki itu mengancam


" Kyung... Kyung... "


Si bola bulu kecil mendekati pria asing itu


" Itu putramu "


Wanita itu memberitahu


" Dia menyelamatkan ku "


Wanita itu melanjutkan kalimatnya


" Kau... Menyelamatkan nya "


Laki-laki asing itu bertanya


" Aku juga punya istri di rumah , jadi aku tidak tega melihat wanita kesulitan "


Sean memberitahu


Pria itu meragukan Sean


" Kyuuuuung...."


Bola bulu kecil itu mengusap usapkan kepala kecilnya di kaki si pria itu


" Kalau begitu terimakasih atas pertolongan mu "


Laki-laki itu duduk di samping si wanita


" Kau seharusnya ada di sampingnya selagi dia melahirkan anakmu "


Sean melipat tangannya di atas dada


" Aku tau , tapi kemarin aku sedang mencari makan aku terluka , jadi aku terlambat "


Laki-laki itu memberitahu


" kau terluka "


Wanita itu terkejut


" Aku sudah baik-baik saja , jangan khawatir"


Pria itu menenangkan pasangannya


" Dimana bagian dirimu yang terluka , mumpung aku di sini mungkin aku bisa membantu "


Sean memberitahu


" Em.... "


Pria itu terlihat ragu


" Dimana lukamu "


Wanita itu bertanya


" Baiklah... Aku terluka di sini "


Pria itu menyibakkan rambut panjangnya dan terlihat di lehernya penuh dengan luka


" Itu pasti sakit "


Sean membatin


" Kau habis bertarung ya "


Sean mendekati pria itu


" Sebentar "


Sean membuka portalnya dan memasukkan setengah badannya ke dalam portal


*Klontang... Klontang... Prang


Terdengar suara gaduh dari dalam portal Sean


" Aha.... Ini dia "


Sean keluar dengan membawa p3k


" Kemarilah "


Sean duduk dan pria itu mendekat


" Ini akan sedikit sakit "


Sean mengeluarkan beberapa anti septik dan perban


" Aw... "


Pria itu memejamkan matanya merasakan sesuatu yang perih menyentuh luka di lehernya


" Kyung "


Si bola bulu kecil mendekat


" Ayah baik "


Pria itu tersenyum


Setelah beberapa saat


" Selesai , untuk beberapa saat jangan banyak gerakkan lehermu dulu atau lukamu akan semakin parah "


Sean memperingatkan


" Tidak apa , jika aku tidak berburu bagaimana dengan anak dan istriku nanti "


Pria itu mengusap telur telurnya yang sudah di bersihkan oleh Sean


" Kau benar... Hm..... "


Sean terlihat berpikir


" Ini aku ada beberapa makanan , ini cukup untuk satu bulan ke depan "


Sean mengeluarkan semua daging asap yang dia punya


" Jangan "


Pria itu menolak


" Oh... Ayolah bagaimana jika kau mati nanti saat berburu karena lukamu "


Sean memberikan kemungkinan terburuk


" Kau terlalu banyak membantu kami , kami tidak tau bagaimana cara membalas Budi , jika ada yang bisa kami bantu katakan saja"


Pria itu menerima daging dari Sean


" Begini , aku mencari batu blue silex outremer "


Sean memberitahu


" Oh batu itu menunggu pemiliknya "


Pria itu memberitahu


" Batu itu yang selama ini kami jaga agar tidak jatuh ke tangan yang salah "


Wanita itu menambahkan kalimat


" Jika anda yang mencari batu itu , pasti anda memiliki pasangannya "


Pria itu memastikan


" Iya , sebentar "


Sean mengeluarkan liontinnya dari dalam portal


" Astaga... Ini inti batu "


Pria itu terkejut


" Berikan "


Wanita itu meminta


" Sebentar "


Pria itu berjalan semakin masuk ke dalam goa


" Mau kemana dia "


Aloe yang dari tadi menjadi pajangan pun angkat bicara


" Dia akan mengambilkan batu itu untuk anda"


Wanita itu menjawab


" Aku mengerti "


Sean mengangguk dan wajahnya menjadi serius


Tidak lama laki-laki itu keluar dengan membawa sebuah cahaya biru dari tangannya


" Inikah yang anda cari "


Laki-laki itu memberikan sebuah batu kecil yang se ukuran batu kerikil


" Iya "


Sean mengambil batu itu dari tangan pria itu


" Batu ini sudah di jaga kakek nenek buyut kami ribuan tahun silam hanya untuk menunggu pemiliknya "


Pria itu memberitahu


" Batu ini sangat berharga untukku , terimakasih"


Sean mengeluarkan sebuah kotak dan meletakkan batu itu di dalam kotak bersama liontinnya


" Tuan apa itu tidak bisa menyembuhkan penyakit anda "


Aloe memperingatkan


" Batu ini menyerapnya "


Sean tersenyum


" Maksudnya "


Aloe memastikan


" Penyakitku bukan kanker "


Sean memberitahu


" Bukan "


Aloe terkejut


" Lalu kenapa anda bilang anda sakit kanker"


Aloe bertanya


" Ini kutukan Aloe , kutukan ini ada sejak aku mengorbankan nyawa untuk dua kehidupan "


Sean menjelaskan


" Jadi kenapa mereka semua tahunya tuan menderita kanker "


Aloe masih penasaran


" Karena kutukan ini lebih mengarah ke ciri-ciri kanker , jadi ya aku biarkan saja "


Sean tersenyum


" Lalu obat tempo hari "


Aloe terkejut


" Sudah aku bilang hanya pereda nyeri hahaha "


Sean tertawa mengingat semua orang benar-benar khawatir padanya


" Berdosa kau Sean HAHAHAHA "


Sean semakin terbahak-bahak


" Apa kak Mao tau "


Aloe bertanya


" Tidak , yang tau di dunia ini hanya aku dan Alula eh.... Mungkin "


Sean menjawab


" Oooohhhh... "


Aloe mengangguk


" Baiklah ayo pulang , istriku pasti menunggu"


Sean berdiri


" Tuan "


Pria itu memanggil


" Apa "


Sean menoleh


" Saya dan pasangan saya ada permintaan "


Pria itu menggenggam tangan wanita itu


" Apa , katakan saja "


Sean menaikkan alisnya


Beberapa saat setelahnya


" WOOOOOOHOOOOO... INI SERU RUBAH KECIL HAHAHAHAHA "


Sean kesenangan saat di ajak rubah kecil yang menjadi raksasa melompat lompat untuk pulang


" TUAAAAAN BISAKAH LEBIH PELAN "


North berteriak teriak agar Sean lebih pelan


" AKU TIDAK MENDENGARMU HAHAHA "


Sean duduk di bangku depan , Aloe di tengah dan North di belakang


" LIHAT ITU RUMAH "


Sean menunjuk pulau yang masih ada pada tempatnya


Tadi si pria rubah meminta agar Sean mau menjadi guru untuk anaknya hingga banyak ilmu yang dia dapat


Awalnya Sean menolak , tapi karena mengingat pria itu sudah memberikan batu yang dia butuhkan akhirnya di terima juga


*Hup


Rubah kecil berhenti di tepi laut


" Nah Roux , itu namamu sekarang "


Sean mengusap kepala Roux yang masih menjadi besar


" Kyung... Kyung "


Roux menjadi ukuran kecil


" Istriku pasti menyukaimu "


Sean membawa Roux menuju pulau Tiger


" Ayo kawan "


Sean menoleh


" Sebentar tuan "


North dan Aloe terlihat mabuk Roux


" Hahahaha "


Sean tertawa melihat dua anak buahnya yang tidak terbiasa dengan guncangan


" Selamat datang tuan "


Semua orang yang tau keberadaan Sean langsung menyambut kedatangan Sean


" Dimana istriku "


Sean bertanya dalam hati


" Kita bisa berlayar setelah mereka naik hahaha "


Sean menunjuk dua anak buahnya


" Baik tuan "


Mereka mengangguk


" Dimana tetua "


Sean bertanya


" Tetua sedang ada di kediamannya "


Salah satu dari mereka menjawab


" Hoooeee ayo "


Sean memanggil kedua anak buahnya


" Iya tuan "


Mereka berdua dengan gontai berjalan menuju pulau


" Hahaha ayolah kawan "


Sean menolong kedua orang yang sedang mabuk Roux itu di bantu yang lain


" Tuan ke tetua saja , kami akan memperbaiki diri dulu "


Mereka berdua menyandarkan tubuhnya di beberapa papan kayu yang tertumpuk di sana


" Baiklah , aku pergi ya "


Sean melambaikan tangannya


" Ayo Roux "

__ADS_1


Sean berlari di ikuti bola bulu kecil yang imut


__ADS_2