Aku Pangeran

Aku Pangeran
#100 ( ngantor )


__ADS_3

" Papa tadi gimana "


Adimas bertanya


" Papa udah bangun jam sebelas , kakak tadi pulas banget , jadi kata bunda ngak usah di bangunin "


Sean menjawab


" Kamu kenapa ngerjain semua ini "


Adimas memperhatikan semua yang ada di atas meja


" Ini memang tugas Sean kak "


Sean tersenyum


Adimas terdiam menatap semua yang Sean kerjakan


" Sean sudah selesai , kakak mau tanya apa , Sean tau ada banyak hal yang mengganjal di hati kakak "


Sean berdiri dan membersihkan semua yang ada di atas meja


" Kenapa kamu bisa tau tempat tinggal ku dan bunda "


Adimas menatap Sean


" Sepertinya Sean harus cerita "


Sean tersenyum


" Ayo kak , Sean akan ceritakan banyak hal , di ruang tamu aja ya "


Sean berjalan keluar di ikuti Adimas


Setelah duduk di sofa ruang tamu , Sean meminta Adimas menanyakan apa saja yang ingin dia tanyakan


" Kenapa aku dan bunda harus pergi , maksudku kenapa kami harus menjauhi papa "


Adimas menatap Sean


" Baiklah... "


Sean mengambil satu bantal di sofa dan merebahkan dirinya di atas sofa


" Apa bunda cerita tentang keluarga bunda sendiri "


Sean balik bertanya


" Bunda tidak pernah bercerita apapun "


Adimas menggeleng


" Kalau begitu tanyakan saja kepada bunda tentang itu "


Sean memberi solusi


" Aku sudah tanya berkali kali , tapi bunda bilang aku ngak perlu pikirin itu semua "


Adimas menjawab apa adanya


" Sebenarnya Sean ngak berhak cerita ini ke kakak , tapi kakak harus tau kebenarannya "


Sean memejamkan matanya


" Bunda itu anak tunggal dari pasangan yang tinggal sederhana di kota , kakek dan nenek kakak tepatnya "


Sean mulai bercerita


" Terus apa mereka sudah meninggal , atau bagaimana "


Adimas bertanya kembali


" Kakek dan nenek meninggal di dalam sebuah kecelakaan , karena itu bunda di ambil oleh ayah dan ibu bunda yang sekarang untuk di rawat "


Sean


" Kenapa mereka mau merawat bunda "


Adimas


" Karena jasa orang tua kandung bunda kepada orang tua angkat bunda yang sangat besar , hingga orang tua angkat bunda memutuskan untuk mengadopsi bunda "


Sean menjawab sedikit rasa penasaran Adimas


" Sean akan cerita lain kali , bunda turun ke bawah "


Sean berbalik membelakangi Adimas dan memejamkan matanya


" Kamu tidur "


Adimas bertanya


" Hm... "


Sean hanya berdehem


" Adimas "


Suara adinda memanggil


" Kamu kenapa di sini "


Adinda menghampiri Adimas


" Terus kenapa Sean tidur di sini "


Adinda menghampiri Sean


" Bunda "


Adimas memanggil


" Iya "


Adinda menoleh


" Ngak jadi hehe "


Adimas tersenyum


" Ayo naik ke atas , bunda cari kalian tapi kalian ngak ada di kamar "


Adinda sedikit mengguncang Sean


" Ayo ke atas nak , jangan tidur di sini "


Adinda mengguncang Sean hingga Sean membuka matanya dan mendudukkan dirinya


" Iya bunda "


Sean berdiri dan berjalan dengan gontai meninggalkan Adimas dan Adinda


" Ayo Adimas "


Adinda menarik lengan Adimas karena Adimas masih duduk di atas sofa


" Aduh "


Terdengar suara Sean mengaduh


" Hahaha makanya ati ati "


Adimas tertawa melihat Sean menabrak tiang penyangga di tengah-tengah ruangan


" Sudah ayo naik "


Adinda menggiring kedua putranya untuk naik ke atas


Sesampainya di kamar rawat


*Bruk


Sean menjatuhkan diri di atas sofa dan terlihat Sean langsung tertidur


" Dia pasti lelah "


Adimas membatin


" Ya Allah anak ini "


Adinda geleng-geleng kepala melihat Sean yang tidur di sembarang tempat


" Ayo Adimas , tidur "


Adinda membawa Adimas menuju tempat tidur dan menaikkan selimut Adimas


" Tidur , jangan kemana-mana "


Adinda mengambil satu selimut di dalam nakas dan memakaikannya untuk Sean


Setelah itu Adinda melaksanakan tahajud dan menunggu jam sahur untuk membangunkan anak anaknya


Pukul 03.00


" Sean.. bangun ayo sahur "


Adinda membangunkan Sean yang masih stay di atas sofa


" Iya Bun "


Sean mengiyakan namun matanya masih susah untuk di buka


" Adimas bangun , ayo sahur "


Adinda mengguncang tubuh Adimas


" Sahul sahul kakak sahul sahul sahul yey yey sahul "


Aniel yang notabenenya sudah terbangun sejak pukul dua pagi berlarian membantu Adinda membangunkan Sean dan Adimas


" Hahaha ramainya "


Sbastian tersenyum melihat keluarganya yang terlihat hangat dan bahagia


" Papa udah bangun tuh , papa malahin kakak "


Aniel menghentakkan kakinya saat Sean dan Adimas susah untuk di bangunkan


" Bangun bangun bangun banguuuun "


Aniel menepuk nepuk pipi Sean hingga Sean membuka matanya


" Iya iya "


Sean mendudukkan diri dan berjalan dengan gontai menuju kamar mandi


" Kak Dimas... Bangun kak "


Kini Aniel mengguncang Adimas dengan cukup keras


" Iya ish.. "


Adimas duduk dan menggosok matanya yang lengket


" Hoam... Jam berapa sih "


Sean keluar dari kamar mandi dan merebahkan dirinya di samping Sbastian


*Pluk


Sean memeluk Sbastian dan menelusupkan wajahnya di lengan Sbastian


" Ayo bangun , jangan ganggu papa "


Adinda menepuk punggung Sean sebentar dan berlalu pergi


" Papa papa , Aniel lindu papa "


Aniel naik ke atas tempat tidur dan memeluk kepala Sbastian


" Pa..pa j..Ju..ga "


( Papa juga )


Sbastian tersenyum


" Ayo makan , ini bunda bawa kesini makannya "


Adinda menata makanan yang dia bawa di bantu beberapa pengawal


" Kakek gimana "


Sean bertanya


" Bawa aja kesini "


Adimas memberi solusi


" Akan aku panggil kakek "


Sean berdiri dan berjalan dengan gontai keluar kamar


" A..din "


Sbastian memanggil


" Bunda bunda , papa panggil "


Aniel memanggil Adinda


" Kenapa mas "


Adinda menghampiri Sbastian


" A..ku ju..ga "


Sbastian meminta


" Mas jangan puasa dulu , kan masih sakit , kalau udah sembuh boleh puasa "


Adinda memberi pengertian


" Ta..pi "


Sbastian mencoba mengelak


" Ngak ada tapi tapian "


Adinda dengan tegas melarang


" Ya "


Sbastian menyerah


" Papa lucu deh "


Aniel memeluk Sbastian dan banyak bercerita hingga Sean kembali ke kamar dengan pak Sam


" Sbastian anakku "


Pak Sam menghampiri Sbastian dan memeluk Sbastian


" A..yah "


Sbastian tersenyum dan membalas pelukan pak Sam


Setelah sesi sahur yang ramai , Sean langsung saja kembali tidur tanpa memperdulikan sekitar


" Kenapa anak itu "


Pak Sam bertanya


" Ngak tau , tadi jam dua belas Adinda Nemu dia tidur di ruang tamu sama Adimas"


Adinda menjelaskan


Dan Adimas yang merasa di salahkan membela diri


" Adimas tadi tuh nemuin adek Sean yang belum tidur di ruang tamu , jadi Dimas temenin deh di sana "


Adimas memberikan sedikit bumbu kebohongan


" Pasti begadang "


Pak Sam geleng-geleng kepala


Paginya pukul 06.00 Sean terbangun dan tidak mendapati seorangpun di kamar rawat


" Hoam.... Mandi terus berangkat "


Sean berdiri dan berjalan menuju kamarnya


Setelah mandi dan memakai setelan kantor , Sean membawa tas kantornya menuju ruang kerjanya di lantai dua untuk mengambil beberapa barang


*Tuuut...tuut


Terdengar suara dering telepon milik Sean


" Halo "


Sean mengangkat dan berbicara dengan telponnya sampai dirinya turun ke lantai bawah


" Mau kemana dek "


Adimas bertanya


" Ke kantor "


Sean memakai sepatu dan kaos kakinya


" Kakak mau pergi "


Aniel menghampiri Sean


" Nanti kakak beliin cake buat buka "

__ADS_1


Sean mencium pipi Aniel


" Bunda papa , Sean pergi "


Sean mendatangi Adinda dan mencium tangan adinda juga Sbastian


" Ma..u ke..ma..na "


Sbastian yang duduk di atas kursi roda bertanya kepada Sean


" Sean ada urusan penting banget di kantor , nanti Sean akan kembali sebelum waktu berbuka "


Sean berlutut di depan Sbastian


" K..an..tor "


Sbastian mengerenyitkan keningnya


" Sean ngurus kantor setelah banyak orang yang korupsi , jadi papa tenang aja , ada orang orang yang temani Sean "


Sean tersenyum


*Cup


*Cup


Sean mencium pipi Sbastian dan Adinda


" Sean pergi "


Sean berlari keluar untuk menghindari pertanyaan pertanyaan Sbastian dan lainnya


" Ayo paman "


Sean masuk ke dalam mobil di bangku belakang


" Tenanglah Sbastian , putramu memang orang yang sibuk "


Pak Sam datang dan menghampiri orang-orang yang berkumpul di ruang tamu


Sesampainya di kantor


" Salam tuan "


Diablo menyambut


" Apa rapatnya sudah di mulai "


Sean bergegas membenahi dasinya yang agak berantakan


" Belum tuan "


Diablo berjalan di belakang Sean


" Oh ya , hari ini aku harus pulang sebelum magrib "


Sean masuk dan tidak terlihat banyak karyawan karena hari ini adalah cuti awal puasa


" Eh... Bukannya anda jarang ke kantor "


Diablo menatap Sean sinis


" Hehehe "


Sean terkekeh


" Pekerjaan di sini bisa di akhiri sebelum pukul dua belas siang "


Diablo memberitahu apa saja yang agenda hari ini


" Aku akan mulai aktif kantor setelah papa sehat , jadi tolong bantuannya paman "


Sean tersenyum


" Iya tuan "


Diablo membalas senyuman Sean


Setelah sampai di ruang pertemuan , terlihat para fifeteen trust sudah bersiap bertemu tuan besar yang katanya akan datang hari ini


" Salam tuan "


Aldo dan Matty berdiri lalu membungkuk hormat


" Tidak perlu formal "


Sean berjalan dan duduk di bangku utama dan Diablo duduk di samping Sean


" Selamat pagi semua "


Sean menyapa


" Selamat pagi "


Mereka semua membalas


" Pertama saya berterimakasih kepada kalian semua karena sudah menyempatkan diri untuk hadir di sini "


Sean meletakkan sikunya di atas meja


Sean memulai rapat untuk membahas tentang perusahaan baru yang akan dia letakkan di London dan beberapa negara lain


Pukul 10.00


" Apa masih banyak berkas-berkasnya "


Sean menandatangani berkas terakhir yang ada di atas meja


" Sudah tuan "


Diablo mengambil berkas yang ada di atas meja


" Apa lagi sekarang "


Sean meletakkan dagunya di atas meja


" Hm.... Jika anda berkenan , bisakah anda memeriksa beberapa desain pakaian musim gugur nanti "


Diablo membuka pintu


" Okey "


Sean berdiri dan berjalan mengikuti Diablo menuju ruang desain


" Selamat siang "


Sean masuk dan duduk di atas sofa


" Selamat siang tuan besar "


Alisya dan Rena membungkuk memberi salam


" Diablo bilang aku bisa memeriksa beberapa desain pakaian musim gugur nanti "


Sean bertanya


" Tentu tuan "


Mereka mengambil beberapa gambar desain dan memberikannya kepada Sean


" Wah... Cantiknya "


Sean mulai memeriksa banyak desain yang Alisya bawa satu persatu hingga waktu menunjukkan pukul 14.00 siang


" Oh ya , aku ingin dua set seragam untuk hari raya , dan beberapa baju couple , apa kalian bisa membuatnya "


Sean meminta


" Tentu tuan "


Mereka mengangguk


" Kalian bisa datang ke rumah Minggu depan "


Sean berdiri


" Baik tuan "


Mereka membungkuk hormat saat Sean keluar dari ruangan desain


Setelah melakukan beberapa aktivitas , Sean berjalan turun dari lantai atas


" Anda mau pulang tuan "


Diablo menawari


" Pukul lima sore... Pulang deh , beli cake dulu "


Sean masuk ke dalam mobil


" Baik tuan "


Diablo masuk ke dalam mobil dan duduk di atas bangku kemudi


" Oh ya , beli makanan lain juga di bazar "


" Bazar pusat "


Diablo memastikan


" Hm.... Iya deh , yang lainnya kejauhan "


Sean mengangguk


Setelah beberapa saat perjalanan , akhirnya Sean sampai di toko cake yang terlihat baru saja buka


" Kakak , cake biasanya ya "


Sean masuk ke dalam toko


" Baik kakak "


Penjaga toko menyambut ramah kedatangan Sean


*Tuuuut....tuuut


Terdengar suara ponsel Sean berdering


_________


Assalamualaikum:


Sean mengangkat telfon


Kakak kapan pulang , Aniel sama kak Dimas nungguin :


Terdengar suara Aniel


Kakak ada di toko cake nih , ada yang mau pesen :


Sean menawari


Kakak di toko cake... Waaaah bunda bunda , kakak di toko cake , bunda sama papa mau cake :


Terdengar dari sebrang telfon, Aniel sangat bersemangat


Setelah beberapa saat


Aniel mau cake yang biasa , kak Dimas mau cake coklat , bunda cake coklat , papa mau cake terserah , kakek ngak mau , bibi ngak mau :


Aniel dengan pelan pelan memberi tahu pesanan cake


Oke cantik , kakak akan segera pulang :


Sean membuat Aniel yang di sebrang sana tersenyum lebar


Cepet pulang ya kak , Assalamualaikum:


Aniel menutup telfon secara sepihak


_______


" Wa'alaikum salam haha "


Sean tertawa dan memasukkan ponselnya ke dalam saku


Sean berdiri dan menuju meja pesanan lalu memesan beberapa cake pesanan lagi


Setelah beberapa saat


" Ayo paman "


Sean masuk dan meletakkan cake pesanannya di bangku belakang


" Paman ngak beli "


Sean menawari


" Paman sendiri di rumah , lagian paman juga mau beli di bazar nanti "


Diablo melakukan mobil menuju bazar pusat kota


" Wadaw ramenya "


Sean terkagum-kagum melihat banyak orang berjualan makanan di sekitar jalan raya


Setelah beberapa saat


" Ayo paman , turun "


Sean turun di ikuti Diablo


" Mau beli apa aja ya "


Sean terlihat berpikir


" Makanan ringan aja deh , pasti di rumah udah pada masak "


Sean dan Diablo mulai membeli beberapa makanan dan minuman untuk takjil


Setelah beberapa saat


" Paman , bentar lagi magrib , pulang yuk "


Sean menepuk pundak Diablo yang sedang membeli manisan


" Eh iya "


Diablo menyadari bahwa mereka telah menghabiskan waktu yang lama


Setelah membeli semuanya , Sean dan Diablo bergegas pulang


Setelah sampai di rumah


" Kakaaaak "


Aniel menyambut Sean yang baru saja keluar dari mobil di gerbang utama


" Ya Allah adek , ngapain di sini "


Sean membawa Aniel ke dalam gendongannya


" Nunggu kakak hehe , itu sama kak Dimas "


Aniel menunjuk Adimas yang sedang duduk di pos tunggu


" Hai "


Adimas menyapa


" Kak Dimas ayo bantu Sean bawa ini "


Sean menurunkan Aniel dan mengeluarkan banyak makanan yang dia beli


" Woaaaaaahhh kelen kelen , kakak beli banyak "


Aniel terlihat antusias


" Hahaha ayo bantu bawa juga "


Sean memberikan beberapa makanan kecil kepada Aniel dan Adimas


" Paman yakin langsung pulang "


Sean berbicara dengan Diablo


" Iya "


Diablo mengangguk


" Ngak di sini aja bukanya "


Sean menawari kembali


" Ngak deh , paman mau buka sama vc ibuk"


Diablo menolak


" Ya udah deh , titip salam aja ke ibunya paman ya "


Sean tersenyum


" Siap tuan "


Diablo memberikan hormat


" Babay paman "


Aniel melambaikan tangannya yang penuh saat mobil Diablo meninggalkan rumah


" Ayo masuk "


Sean cepat-cepat membawa kedua saudaranya masuk ke dalam rumah


" Ini buat paman "

__ADS_1


Sean meletakkan beberapa makanan di pos ronda


" Waduh , makasih tuan muda "


Pak satpam berterimakasih


" Sama sama paman "


Aniel menjawab


" Ayo "


Sean berjalan beriringan dengan Adimas dan Aniel berjalan terlebih dahulu sambil melihat apa yang dia bawa


" Kakak beli es jelly "


Aniel berhenti dan melihat satu kantong plastik yang isinya satu plastik es jelly


Es jelly terbuat dari air gula yang di isi dengan berbagai macam bentuk dan warna jelly dengan berbagai ukuran , mulai bentuk beruang hingga bentuk hati


" Yaps... Kakak juga beli banyak jajanan buat habis tarawih "


Sean menunjukkan kantong plastik yang dia bawa


" Kakak hebat hahaha "


Aniel berlari menuju pintu masuk yang sudah tidak jauh


" Apa puasanya berakhir saat pagi "


Sean bertanya


" Dia berbuka jam sembilan pagi dan katanya dia sahur nanti jam dua belas "


Adimas bercerita


" Hahaha puasa apaan tuh hahaha "


Sean tertawa mendengar cerita dari Adimas


" Terus puasa lagi ngak "


Sean bertanya


" Iya , katanya nanti ikut buka magrib "


Adimas mengangguk


" Emang tahun ini dia baru aja ikut puasa pertama "


Sean tersenyum


" Tahun kemarin "


Adimas memiringkan kepalanya


" Dia kan lagi sakit "


Sean tersenyum


" Oh iya , aku lupa "


Adimas menyipitkan matanya


" Dari mana kamu nak "


Adinda berkacak pinggang


" Assalamualaikum bunda "


Sean menghindari pertanyaan dengan memberi salam


" Wa'alaikum salam "


Adinda menghela nafas


" Papa... Sean belikan makanan kesukaan papa dan bunda "


Sean mendorong kursi roda Sbastian dan meninggalkan adinda yang mengomel di belakang


" Ja..n.nga..n a..bai..kan Bu..n..da mu "


( Jangan abaikan bundamu )


Sbastian menasehati


" Bunda kalau di ladeni makin jadi nanti "


Adimas menyamakan langkahnya dengan Sean


" Kalian ini "


Sbastian berbicara dalam hati dan tersenyum


" Aku bosen denger ocehan bunda "


Adimas menggerutu


" Aniel juga hehe "


Aniel gabung dalam percakapan


" Sean too "


Sean meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja


" Kakek di mana "


Sean bertanya


" Tadi paman Kelvin kemari bawa kakek , katanya mau buka di luar "


Adimas menjawab


" Mungkin ketemu sama kakak cantik "


Aniel memberi kemungkinan


" Betul itu hahaha "


Adimas dan Sean tertawa


Setelah sesi berbuka yang luar biasa hebatnya dengan ocehan Aniel , akhirnya mereka melaksanakan jamaah magrib dengan di pimpin oleh Sbastian


" Sekarang kalian berangkat tarawih sana , bunda mau temani papa di sini "


Adinda menemani Sbastian di ruang tamu


" Oke "


*Wush


Sean , Adimas dan Aniel berlari menaiki tangga


" JANGAN BERLARI ANAK-ANAK "


Adinda berteriak


" Iya bunda "


Sean , Adimas dan Aniel menjawab


" Astaga anak anak itu "


Adinda geleng-geleng kepala melihat ketiga anaknya yang tidak pernah mendengarnya


" Istriku memang cantik "


Sbastian berbicara dalam hati sambil menatap Adinda yang masih melihat tangga


Setelah beberapa saat , turunlah Adimas dan kedua adiknya dengan penampilan yang sempurna untuk berangkat tarawih


" Gantengnya anak anak bunda "


Adinda melihat Adimas dan Sean dengan senyuman


" Bundaaaa "


Aniel datang dengan mukenah pink yang lucu


" Astaga anak bunda imutnya hahaha "


Adinda membawa Aniel ke dalam pelukannya dan menciumi pipi Aniel dengan sayang


" bundaaaa nanti mukenah Aniel lusak "


Aniel menahan wajah Adinda


" Apanya sih yang rusak "


Adinda memeluk Aniel dengan erat


" jangan di usel usel bundahaha "


Aniel tertawa saat Adinda menggelitik perutnya


" Ayo berangkat "


Sean kembali dari atas


" Dari mana kamu "


Adinda bertanya


" Ambil sajadah , ketinggalan "


Sean menunjukkan sajadah yang dia pakai


" Babay bunda "


Aniel mencium pipi adinda dan Sbastian


Setelah itu mereka semua berangkat menuju masjid bersama-sama


" A..din "


Sbastian memanggil


" Iya mas "


Adinda yang sibuk dengan makanan untuk Sbastian menjadi menoleh


" Ke..ma..ri "


Sbastian memanggil


" Iya mas "


Adinda mendekat


Sbastian mengulurkan tangannya perlahan


" Kenapa mas "


Adinda menggenggam tangan Sbastian


" Ma..ka..sih "


*Cup


Sbastian mencium kening Adinda


" Mas Tian "


Adinda menatap Sbastian dengan air mata yang menetes


Beberapa hari setelahnya


" KAKAAAAAK "


Aniel berlari dan memeluk kaki Sean yang sedang membersihkan rak buku pribadinya yang ada di dalam kamar


" Kenapa "


Sbastian melepaskan maskernya


" Halo "


Adimas tiba-tiba saja ada di samping Sean


" Bunda di mana "


Sean meletakkan kemocengnya


" Bunda lagi sama papa di kamar "


Adimas merebahkan dirinya di atas tempat tidur Sean


" Oh ya , kakak bentar lagi akan mulai mengulang pelajaran SD , nanti guru yang aku minta akan datang , jadi kakak ngak ketinggalan mata pelajaran yang akan kakak pelajari pas SMP "


Sean memberitahu


" Kamu serius "


Adimas mendudukkan dirinya


" Yaps... Sekalian ngajarin Aniel baca "


Sean melepaskan pakaian bersih bersihnya


" Kapan datangnya "


Adimas terlihat bersemangat


" Pukul sembilan "


Sean meletakkan buku terakhir ri rak buku


" Sebentar lagi dong "


Adimas melihat jarum jam yang menunjukkan bahwa lima menit lagi guru yang mengajar akan datang


" Iya "


Sean mengangguk


" Aniel mau siap siap dulu "


Aniel berlari keluar kamar


" Tungguin kakak "


Adimas berlari mengikuti langkah Aniel


" Kenapa saat belajar dulu aku sangat malas "


Sean menggaruk kepalanya


Setelah mereka bersiap , akhirnya mereka berdua di panggil oleh Mao


" Mao haha "


Aniel terlihat sangat cantik dengan dress pink yang dia pakai


" Nona muda bersikeras "


Terlihat key yang frustasi di belakang Aniel


" Cuma mau belajar , bukan pergi tamasya "


Sean mencibir pakaian Aniel


" Biarin bleee "


Aniel menjulurkan lidahnya


" Aku siap "


Adimas keluar mengenakan pakaian yang rapih


" Haisss terserah kalian deh "


Sean mengibaskan tangannya


" Tuan , guru privat nya sudah datang "


Aloe datang memberitahu


" Guru privat "


Terdengar suara Adinda


" Kakak panggil gulu buat ajalin Aniel sama kakak Dimas belajal Bun "


Aniel memeluk kaki Adinda


" Iya bunda tau "


Adinda membawa Aniel ke dalam gendongannya


" Papa "


Aniel turun ke dalam pangkuan Sbastian


" Anakku yang cantik haha "


Sbastian membatin


" Ayo turun "


Sean mengajak


" Ayo "


Adimas membawa kursi roda Sbastian di iringi Sean dan Adinda menggendong Aniel turun ke bawah

__ADS_1


*Ting


Lift terbuka di lantai bawah


__ADS_2