Aku Pangeran

Aku Pangeran
#7 rutinitas pagi


__ADS_3

"Papapapa, anun apapa , anunnn , atata , anuno papapa "


( papa , bangun apa papa , bangun , astaga , bangun papa )


Sean yang masih berbicara cedel duduk dan memukuli lengan sbastian


Kegiatan rutin Sean adalah membangunkan sbastian tepat pukul 05.00 subuh


" Iya anak papa.. hoam..." Sbastian masih menguap di atas bantalnya yang nyaman namun Sean sudah memukuli sbastian agar sbastian terbangun


sudah satu tahun sejak Sean tinggal di rumah sbastian , meski sering mendapat pertentangan dari mama dan papa sbastian , namun bukan sbastian jika menyerah begitu saja


Rutinitas setiap pagi Sean adalah membangunkan sbastian untuk beribadah dan Sean kecil akan selalu ikut saat sbastian beribadah


Lalu kegiatan selanjutnya adalah menunggu sbastian selesai mandi dan berganti pakaian


Stelah itu pergi mencari pak Sam dan baby sitter untuk di ajak bermain


"Sean kamu di mana " sbastian kelimpungan di kamar mencari Sean karena tidak melihat di atas tempat tidur , padahal tadi saat keluar kamar mandi Sean masih bermain dengan boneka yang ada di tempat tidur nya


Sbastian menepuk kepalanya dan berkata


" Bodohnya aku "


Sbastian keluar kamarnya karena Sean pasti ada bersama pak Sam atau baby sitter nya . Dan benar saja Sean ada bersama pak Sam juga azza sang baby sitter yang kini berada di meja makan


" Ya ampun Sean ayah mencari mu " sbastian mencubit pipi Sean


" Tati tatek tetuk intu , telus ean Aci asuk , telus ean elgi Ama tatek mau ain "


( Tadi kakek ketuk pintu , terus Sean kasi masuk , terus Sean pergi sama kakek mau main )


Jelas Sean dengan nada yang cadel


" Oh.... Ya udah , tadi papa cariin " sbastian mengelus kepala Sean yang memiliki rambut yang tipis


" Papapa , acinya elantatan "


( papa , dasinya berantakan )


kata Sean sambil menarik dasi sbastian


Sbastian lalu merapihkan penampilannya yang acak-acakan karena mencari Sean hingga ke kolong tempat tidur karena mengira Sean hilang


" Sudah belum " tanya sbastian kepada Sean


" Ot , papapa tanten "


( ok papa udah nganteng )puji Sean


" Lho , dari dulu papamu ini kan paling ganteng " sbastian berkacak pinggang dengan bangga sambil menyibakkan rambutnya yang agak acak acakan


" Dak jadi , papapa tepeden anet "


( Ngak jadi , papa kepedean banget )


Sean memalingkan wajahnya dari sbastian


Kata kata yang sangat menohok di hati dari anak bayi yang bahkan masih memakan bubur


Sbastian melihat Sean tajam lalu menggendong Sean dan meletakkan di atas meja makan lalu menggelitiknya


" Apapa , ampun apapa teli teli ahahaha "


(Papa , ampun papa geli geli ahahaha ) gelitikan itu membuat Sean tertawa dan tertawa


Dan . terciptalah suasana yang hangat di rumah itu sejak kehadiran Sean kecil yang ceria


Tawa Sean yang khas dan perilakunya yang lucu membuat tempat tersendiri hati para pekerja yang ada di rumah itu


Setelah drama sarapan pagi yang tiada henti berakhir


Pukul 07.00 sbastian pergi ke kantor di antar keluar pintu oleh pak Sam , azza sang baby sitter dan juga Sean yang ada di pelukan sbastian


"Aman ateten tini "


(Paman asisten sini )

__ADS_1


Panggil Sean begitu melihat asisten John keluar dari mobil yang biasa dia bawa untuk menjemput tuannya


" Iya tuan muda " begitu mendekat ke Sean dan sbastian asisten John menunduk memberi hormat


" Tati , apapa alus Atan iang ya , tatan ante elat "


( Nanti , papa harus makan siang ya , jangan Sampek telat )


Jelas Sean dengan nada yang serius mata tertutup dan jari telunjuk yang menunjuk nunjuk ke arah asisten john


" Hahaha iya anak papa " sbastian tertawa melihat kelakuan Sean yang seperti pak Sam yang sedang mengingatkan sbastian akan sesuatu


" Eh....... ???? " Tanda tanya besar ada di atas kepala asisten John membuat pak Sam dan azza sang baby sitter tertawa kecil


" Anu tuan asisten , tuan muda bilang anda harus mengingatkan tuan besar makan siang jangan sampai telat " jelas azza sang baby sitter dengan nada yang lembut membuat asisten John memerah malu


" Hahaha , dasar anak muda " kata pak Sam geleng geleng kepala


" Hehehe " melihat pak Sam tertawa Sean ikut tertawa dengan nada yang imut hingga membuat asisten John yang terkenal kaku itu menjadi luluh dan ikut terkekeh kecil


Setelah perpisahan yang panjang hanya untuk pergi ke kantor usai , Sean pak Sam dan azza masuk ke dalam rumah


" Tatek an tatak az , ayo bata butu di olam enang "


( Kakek dan kakak azza , ayo baca buku di kolam renang )


Sean kecil selalu menghabiskan waktu untuk membaca buku bergambar yang dia miliki dengan memakan roti bayi yang di disiapkan untuknya di samping kolam renang


Sean kecil akan bermain dan melihat buku bergambar yang ada di taman miliknya bersama azza sang baby sitter


Sean berkali kali Gonta ganti baby sitter yang di siapkan untuknya hingga sampai ke azza


Kerap kali baby sitter yang di siapkan untuknya ia tolak dengan cara menangis dengan keras saat di gendong oleh para baby sitter sebelum sitter azza


Kepribadian sitter azza yang ulet dan telaten serta perkataannya yang lembut membuat Sean nyaman


Panggilan sitter azza di berikan oleh BI Ainin yang tidak mau memanggil dengan panggilan baby sitter azza karena menurutnya itu terlalu panjang


" Az ini apa " tunjuk Sean di buku bergambar yang ia bawa


" Itu laut dan ikan ikan di dalam laut tuan muda " kata sitter azza dengan lembut


( Oh...... Kok kayak kolam renang Sean )


Sean memberikan oh yang panjang kepada sitter azza


" Haha , laut itu lebih besar dari kolam renang tuan bahkan kolam renang tuan besar " jelas sitter azza


" Oh..... , Telus alam Ndak "


( Oh ....., Terus dalam ngak "


Tanya Sean penasaran


" Bahkan lebih dalam dari kolam renang tuan besar " jelas sitter azza


" Woah..... Alnanya apa az "


( Woah .... Warnanya apa az )


Tanya Sean penasaran


" Bermacam macam tuan muda ada yang biru bahkan hijau " jelas sitter azza


"Woah..... Itana taya toi tak "


( Woah.... Ikannya kayak koi Ndak"


Tanya Sean lebih penasaran


" Haha.... Ikannya macam macam tuan , ada lumba lumba , hiu , ikan pari juga lainnya "


Sitter azza menunjukkan berbagai gambar ikan yang ada di buku bergambar milik Sean


Rasa penasaran Sean yang besar membuat ia mengetahui berbagai hal yang seharusnya anak berumur satu tahun belum mengerti


Di umur satu tahun Sean sudah bisa menghafal huruf abjad bahkan menghafal angka meskipun perkataannya tidak jelas di dengar

__ADS_1


" Tatek mana "


(Kakek mana )


tanya Sean celingukan


" Kakek sedang menyiram bunga tuan " jawab sitter azza sambil menunjuk pak Sam yang sedang menyiram dan memeriksa bunga


" Tatek , ean itut mau uan uan , ean lum Andi "


( Kakek, Sean ikut mau hujan hujan , Sean belum mandi )


Sean berjalan perlahan ke arah kakek yang sedang menyiram di ikuti sitter azza


" eh , tuan muda mau main air " kata kakek sambil menunduk mensejajarkan diri dan tersenyum


Setelah pak Sam mengatakan itu Sean tiba tiba berhenti


" agil Atu ean tatek ,ukan uan uda "


(Panggil Aku Sean kakek ,bukan tuan muda )


Sean memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya


" Hahaha baiklah tuan Sean mau main hujan , ayo sama kakek " kata pak Sam sambil tertawa kecil


" Epas aju ean az , ean au andi uan "


( Lepas baju Sean az , Sean mau mandi hujan"


Sean berbalik ke arah sitter azza dan melepaskan pakaian Sean dengan hati hati dan hanya menyisakan celana pendek


Sitter azza masuk ke dalam dan kembali membawa sebaskom air yang di dalamnya ada mainan ikan karet , bebek karet dan katak karet yang mengapung


Setiap hari Sean akan mandi hujan selang bersama pak Sam hingga puas . lalu tidur siang bersama sitter azza di kamar Sean


" Az , az anana , ean aus "


( Az , az dimana Sean haus )


Sean mencari sitter azza dan menemukan sitter azza yang baru keluar dari kamar mandi


" Eh , tuan bangun , tuan mau minum"


Tanya sitter azza mengelus rambut Sean


" He'e mau cucu lasa tobei"


( He,e mau susu rasa strawberry )


Kata Sean sambil mengucek matanya yang masih lengket


" Au itut az "


( Mau ikut az )


Kata Sean saat melihat sitter azza hendak melangkah keluar


Sesampainya di dapur sitter azza membuatkan Sean susu


Setelah meminum susu Sean meminta pergi ke ruang tamu sambil membaca beberapa buku yang di siapkan sbastian untuknya


Ya meskipun Sean hanya menjadi pendengar dan sitter azza yang membacakan


Rutinitas itu tidak pernah berubah semenjak Sean bisa merangkak hingga saat ini


Rutinitas Sean selalu di tunggu oleh para pelayan dan penjaga rumah


Kerap kali Sean meminta di ajari menyapu , mengepel , bahkan mengelap jendela , jika tidak di turuti maka Sean akan mengadu yang bukan bukan kepada sbastian


Meskipun sbastian tau apa yang terjadi tetapi sbastian tetap memarahi para pelayan yang ada di depan Sean dan memberikan apapun yang Sean minta asalkan tetap di bawa pengawasan azza dan pak Sam


Para pelayan tau bahwa itu hanya sandiwara untuk tuan muda Sean agar Sean tidak marah lagi namun itu tetap saja itu marah marah


Pak Sam akan selalu mengawasi Sean setiap ingin melakukan sesuatu yang tidak tidak


Bahkan pernah Sean ingin memakai pakaian seperti para maid yang ada di dapur neskipun memakai celana bukannya rok , celemek dan juga ikat kepalanya bahkan persis dengan para maid dan juga Sean meminta plat nama di dada seperti para pelayan restauran yang pernah ia lihat

__ADS_1


Sean sendiri memiliki alat bersih bersih kecil yang dia miliki sendiri Yang di pesankan sbastian khusus . bahkan Sean menamai alat bersih bersih itu dan mengumpulkan para pelayan dan mengingatkan mereka untuk tidak menyentuh barang barangnya


Ya meskipun dia hanya membersihkan kamarnya dan tidak bisa mencapai tempat yang terlalu tinggi dan saat itulah sitter azza dan pak Sam di perlukan


__ADS_2