
" Tuan "
Sitter azza kembali berteriak
Asisten John segera memerintahkan untuk mengeluarkan perahu karet dan memerintahkan yang lain untuk menyiapkan selimut hangat , pakaian ganti dan minuman hangat untuk tuannya
Di laut perahu karet mulai mendekati sbastian
" Dingin sekali "
Sbastian memutuskan untuk mempercepat Kayuhan kakinya menuju perahu karet yang sudah semakin dekat karena dirinya sudah tidak kuat menahan dinginnya lautan malam itu dan dirinya harus menjaga Sean agar tidak terkena air dingin
" Aku heran , biasanya air laut tidak sedingin ini , padahal matahari baru saja terbenam "
Sbastian mempercepat Kayuhannya dan mencapai perahu karet yang berisi beberapa orang yang sudah siap dengan satu selimut tebal
Sbastian di bantu menaiki perahu karet , dan betapa terkejutnya mereka mengetahui mahluk kecil yang tenggelam di punggung sbastian , sedang terlelap di tengah laut
" Hati hati dengan putraku , dia sedang tidur"
Sbastian tidak memperdulikan dirinya
Sbastian melepas ikatan pakaian miliknya dengan di bantu orang-orang yang ada di sana dan meraih selimut besar itu untuk Sean yang sekarang sudah ada di pangkuannya
" Tapi tuan , anda juga harus menghangatkan tubuh , jika tidak anda akan demam "
Salah satu manusia di sana memperingatkan sbastian
" Biar saja , jika aku memakai selimut ini bersama putraku , maka putraku akan terkena celanaku yang basah , nanti malahan dia yang demam . Sudahlah cepat kembali ke daratan "
Sbastian memerintahkan mereka untuk cepat-cepat kembali ke daratan karena di sana sudah terlihat pak Sam yang berdiri dengan cemas
Ketika sbastian turun , Sean langsung di ambil alih oleh sitter azza dan Sbastian di bantu oleh aji sang supir dan asisten John untuk menuruni perahu karet , dokter Brian dan dokter Sisil langsung melaksanakan tugas mereka dengan baik
Asisten John langsung berlarian mengambilkan air hangat dan menyiapkan segala sesuatunya agar kedua tuannya tidak sampai sakit
" Anak ku , kalian dari mana saja "
Pak Sam langsung mengusap dahi sbastian dan mengecek suhu badan sbastian memastikan dia tidak demam
" Aku tidak apa ayah , di mana Sean ku "
Sbastian menenangkan ayahnya yang terlihat sangat menghawatirkan dirinya
" Sean ada bersama azza dan Aini , kamu ganti baju dulu , nanti baru boleh ketemu Sean "
Pak Sam membawa sbastian menuju ruang ganti yang ada di tempat penyewaan kapal selam itu , sepanjang perjalanan itu sbastian di penuhi oleh omelan merdu pak Sam
" Hahaha ayah... Tidak perlu khawatir , Tian baik , Sean juga baik , nanti jika ayah yang terus seperti ini , ayah yang sakit "
Sbastian menasehati pak Sam supaya berhenti mengomeli dirinya
" Tidak bisa , kamu tahu ayah sangat menghawatirkan mu anak nakal , saat ayah mendengar tentang kalian dari John , ayah langsung kemari bersama yang lain , kamu ini ya jangan di ulangi "
Pak Sam menjewer telinga sbastian dengan gemas hingga sbastian mengaduh kesakitan
" Aduh aduh , iya ayah "
Sbastian mengusap telinganya yang memerah karena jeweran pak Sam
" Sudah ganti sana , ayah mau menemui Sean "
Saat sampai di ruang ganti , Pak Sam berbalik meninggalkan Sbastian
" Ayah... Tunggu aku , aku juga mau bertemu anakku "
Sbastian berteriak ketika pak Sam sudah mulai menjauh
" Pergi sendiri "
Pak Sam tidak berbalik dan melanjutkan perjalanan
" Ayaaaah "
__ADS_1
Sbastian berteriak kesal kepada ayahnya
" Ganti baju dulu "
Pak Sam membalas teriakan Sbastian
" Ish.. ayah ni , apaan coba , Sean kan anakku "
Sbastian menggerutu sepanjang berganti pakaian
Setelah Sbastian mengganti pakaiannya, Sbastian langsung mencari keberadaan Sean , dan bertemu dengan asisten John di tengah perjalanan
" Dimana Sean "
Sbastian langsung menanyakan keberadaan Sean
" Tuan muda sudah ada di Fila bersama sitter azza dan yang lain "
Asisten John menjawab dengan sopan
" Apa ayah juga sudah pulang "
Sbastian kembali bertanya
" Sudah tuan "
Asisten John menjawab
" Baiklah , ayo kita langsung pulang John "
Sbastian menarik tangan John dan menyeretnya menuju mobil
" Hachu.. hachu.."
Tiba tiba Sbastian bersin-bersin saat perjalanan menuju mobilnya
" Tuan , apa perlu di periksa "
Asisten John berbicara dengan nada khawatir
Sbastian memasuki mobilnya sambil berkhayal tentang makanan yang ada di rumah
" Saya tau itu enak tuan , jangan membuat saya kelaparan "
Asisten John mengatupkan tangannya di atas kepala dan berbicara dengan nada memohon
" Hahaha aku yakin kau belum makan dari pagi "
Sbastian mengejek
" Saya yakin dari jam waktu makan siang anda hanya menelan air laut "
Asisten John kembali menimpali ejekan tuannya
" Kau benar dan aku kelaparan sekarang "
Sbastian membenarkan ejekan asistennya
" Baik , kita pulang "
Asisten John mulai melakukan mobil menuju Fila
Setelah sampai di Fila , sbastian langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu
" Apa Sean terbangun tadi "
Tanya Sbastian kepada bi Aini yang membawakannya minuman hangat
" Tidak tuan , tuan tampan tidak terbangun sedari tadi , tuan tampan ku sangat pulas "
Bi Aini berkata dengan semangat saat mengatakan tentang tuan muda tampannya
" Hahaha baiklah bi , terlimakasih ya , bibi istirahatlah hari sudah malam "
__ADS_1
Sbastian tertawa kecil melihat tingkah bi Aini yang selalu semangat saat membahas Sean
" Baik tuan "
Bi Aini meninggalkan Sbastian dengan ceria memikirkan ketampanan tuan tampannya
" Huft.... "
Sbastian menghela nafas panjang mengingat apa yang di katakan oleh alula sewaktu di pantai
Setelah termenung cukup lama di sofa ruang tamu , Sbastian menuju ruang makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan
" Baiklah saatnya makan "
Sbastian makan hidangan di atas meja yang sudah siap sedia
Setelah mengisi perutnya yang kelaparan, kini Sbastian pergi menuju kamar nya untuk mandi dan beribadah
Setelah mandi dan beribadah , Sbastian menuju kamar Sean , dan melihat Sean tidur dengan nyenyak , setelah memastikan Sean terlelap , Sbastian menuju ruang kerjanya dan menghabiskan waktu di sana bersama berkas-berkas dan kopi juga makanan ringan
Setelah Sbastian menghabiskan waktu yang cukup lama di ruang kerjanya , Sbastian beranjak dan menuju kamar tidur miliknya
Sebelum tidur , Sbastian melaksanakan ibadahnya dan meraih piyama untuk tidur
Keesokan harinya, Sbastian di kejutkan dengan teriakan di telinganya
" Papa.... "
Sean kecil berteriak-teriak dan melompat-lompat di atas tempat tidur Sbastian
" Astaghfirullah anak papa , udah bangun sayang "
Sbastian menarik Sean dan memasukkan Sean kecil ke dalam pelukannya
" Papa udah pagi.... "
Sean mencoba keluar dari pelukan Sbastian
" Papa masih ngantuk "
Sbastian makin erat memeluk Sean
" Ish papaaaaaa , banguuuuun dah siang "
Sean makin kencang memukuli lengan Sbastian
Meskipun tidak sakit , namun Sbastian berakting seperti orang merasa kesakitan
" Adududuh , sakit nak "
Sbastian terduduk dan memegangi lengannya yang sakit
Karena merasa bersalah Sean langsung mengambil lengan Sbastian dan meniup-niupnya
" Papa.... Sean maaf "
Sean terus meniup dan menggosok lengan Sbastian
" Tapi sakit "
Sbastian meneruskan aktingnya
" Sean salah , Sean maaf "
Mata Sean mulai berkaca-kaca
" Tapi sakit "
Sbastian menutup matanya dengan lengan satunya , jadi terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk
" Papa....."
Sean berdiri dan mengelus rambut Sbastian
__ADS_1
" Papa.... Sean maaf , Sean salah , maaf "
Sean terus meminta maaf hingga dirinya menangis sesenggukan