
" Hali ini pulang ya "
Aniel saat ini sedang di gantikan gamis panjang oleh Sean
" Iya "
Sean mengangguk
" Aniel ngak sabal ketemu papa hehe "
Senyum Aniel tidak menghilangkan sejak tadi pagi
" Kakak juga haha "
Sean tersenyum
*Hup
Sean membawa Aniel ke dalam pangkuannya
" Hari ini kita jalan-jalan dulu , beli perlengkapan sekolah buat kamu lalu pulang "
Sean memakaikan jilbab Aniel dengan perlahan
" Jalan jalan "
Aniel terkejut
" Kita jalan jalan "
Sean tersenyum
" Yeeeey jalan jalan kakak yang paling hebat"
Aniel memeluk leher Sean
" Hahaha "
Sean membalas pelukan hangat Aniel
" Kita jalan-jalan sama siapa "
Aniel bertanya
" Kita bertiga aja sama paman Kelvin , kakek ngak bisa ikut , kakek harus istirahat"
Sean membawa Aniel keluar dari kamar
" Kalau Mao "
Aniel menatap para penjaga satu persatu yang sedang membungkuk memberi hormat
" Mao ngak bisa ikut , Mao harus sama papa "
Sean masuk ke dalam lift di ikuti empat pengawal
" Paman ini ikut juga "
Aniel menunjuk para pengawal
" Mereka nanti menjaga Aniel "
Sean membelai lembut kepala Aniel
" Oh... Pamannya galak ya "
Aniel menunjuk salah satu dari mereka
"Pfftt... "
Para penjaga terkekeh
" Eh... Saya tidak galak nona muda "
Penjaga itu menggeleng
" Paman punya kumis , pasti galak "
Aniel menunjuk kumis paman penjaga
" Tuan muda "
Paman penjaga memanggil Sean
" Hahaha "
Sean tertawa dan di sambut tawa penjaga yang lain
" Huhu tuan muda jahat "
Paman penjaga yang bertubuh kekar itu menyeka air matanya
" Paman nangis "
Aniel menunjuk paman penjaga
" Iya "
Paman penjaga mengangguk
*Ting
Lift terbuka
" Tolong jaga dari jauh saja ya paman "
Sean berbicara dengan para pengawal
" Iya tuan "
Mereka membungkuk
" Babay paman galak "
Aniel melambaikan tangannya
" Huhuhu nona muda "
Si paman galak terlihat bersedih
" Halo nona muda "
Kelvin melambaikan tangannya
" Paman Evin "
Aniel membalas lambaian tangan Kelvin
" Kita makan dulu ya paman "
Sean menghampiri Kelvin
" Okey "
Kelvin memberi jempol
" Makan di mana nih "
Kelvin masuk ke dalam mobil di bangku kemudi dan Sean duduk di bangku depan
" Serah deh "
Sean mengedikkan bahunya
" Kakak mirip papa ya "
Aniel menyentuh pipi Sean
" Benarkah "
Sean tersenyum
" Iya kakak , kakak persis sama di foto papa"
Aniel memainkan dasi yang di kenakan Sean sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah makan
" Ayo makan "
Sean turun dari mobil di ikuti Kelvin
" Mau makan apa "
Kelvin bertanya
" Terserah deh "
Sean masuk dan duduk di kursi dekat jendela
" Aniel mau makan apa "
Sean bertanya
" Mau makan kayak kakak "
Aniel memeluk Sean
" Nasi goreng aja deh paman "
Sean meminta
" Baiklah "
Kelvin memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan
" Ini apa kak "
Aniel menunjuk sesuatu di atas meja
" Ini namanya buku menu "
Sean membawa Aniel ke dalam pangkuannya
" Lihat ini "
Sean mengajarkan banyak sekali tulisan , gambar dan banyak lainnya
Setalah makanan datang , Aniel meminta sendok agar dirinya bisa makan sendiri tanpa di suapi
" Pelan pelan "
Sean memperhatikan Aniel makan dengan seksama hingga mengabaikan piring di hadapannya
" Kakak juga makan dong "
Aniel menunjuk piring Sean
" Kamu habiskan dulu ini "
Sean membenarkan hijab Aniel
" Kakak juga makan "
Aniel berdiri di atas kursinya dan mengambil sendok Sean
" Aaaaaa makan ayo aaaa "
Aniel menyuapi Sean satu sendok
" Aem... Enaknya , kamu juga dong "
Sean mendudukkan Aniel dan menyuapi Aniel dengan porsi Aniel sendiri
Setelah makan siang yang menyenangkan , Sean keluar dari restoran dan Kelvin mengemudikan mobil menuju mall terbesar di sana
" Waaaahhhh keleen "
Aniel mengagumi bangunan tinggi yang menjulang ke langit
" Kita beli apapun yang kamu mau "
Sean turun dari mobil dan masuk ke dalam mall di ikuti Kelvin
" Mau beli baju ngak "
Kelvin menunjuk toko baju yang terlihat menarik
" Ngak mau , mau itu "
Aniel menunjuk toko boneka
" Mau itu "
Sean menunjuk boneka yang terpajang di dinding toko
" Ayo kesana "
Sean masuk ke dalam toko
" Cantik sekali "
Aniel memperhatikan seisi toko yang penuh dengan boneka boneka yang cantik
" Kamu boleh beli tiga boneka "
Sean menunjukkan tiga jarinya
" Tiga aja "
Aniel melihat ketiga jarinya
" Yap "
Sean menurunkan Aniel dari gendongannya
" Mau ini "
Aniel menunjuk sebuah boneka beruang raksasa
" Ini sebesar kakak "
Aniel menatap boneka lalu menatap Sean
" Hahaha "
Sean tertawa
" Mau satu ini aja deh "
Aniel memeluk bonekanya
" Satu aja nih "
Sean membelai lembut kepala Aniel
" Iya "
Aniel mengangguk
" Paman beli apa "
Sean bertanya
" Cantikan ini apa ini "
Kelvin menunjukkan dua boneka Teddy bear putih dengan ukuran sedang dan boneka Teddy bear pink dengan ukuran sedang
" Buat siapa sih "
Sean berdiri
" Buat si dia "
Kelvin memperhatikan sekeliling
" Tanya Aniel aja "
Sean membawa Aniel ke dalam gendongannya
" Kalau kakak Kelvin mau kasih boneka ke cewek cantik itu bagusan yang mana "
Kelvin menunjukkan kedua bonekanya
" Emang kakaknya pakek hijab apa ngak "
Aniel menunjuk hijabnya sendiri
" Iya , dia pakek hijab , dia cantik kayak kamu "
Kelvin mengangguk
" Kenapa ngak boneka kecil yang kayak di hp kakak itu "
Aniel menunjuk sebuah gantungan Teddy bear putih untuk handphone
" Kayaknya cantik "
Kelvin meletakkan boneka yang dia pegang
" Itu ada di mana ya "
Kelvin menjinjitkan kakinya dan memperhatikan sekeliling
" Tanya ke mbak kasir aja "
Sean mengambil boneka Teddy yang di pilih Aniel
" Aku mau lihat sekeliling dulu "
Kelvin berjalan meninggalkan Sean sambil memperhatikan sekeliling
" Ayo kita bayar "
Sean membawa Tedy menuju kasir
" Ada yang lain mas "
Mbak mbak kasir bertanya
" Ngak mbak ini aja "
Sean mengeluarkan dompetnya dan memberikan Black card kepada kasir
" Astaga "
Mbak kasir terkejut
" Kenapa mbak "
Sean bertanya
" Ngak mas , kaget aja jarang jarang ada yang bawa ginian "
Mbak kasir mengambil Black card Sean dan menggeseknya
" Masnya bisa bawa , apa perlu di bantu "
Mbak kasir menawari
" Tidak perlu mbak "
Sean mengambil kembali black card nya
" Paman "
Sean mengeluarkan kepalanya dari pintu dan muncullah seorang bodyguard
" Ini bawa ke mobil ya paman "
Sean menunjuk Tedy bear Aniel
" Baik tuan "
__ADS_1
Bodyguard itu mengangguk
" Paman Kelvin mana ya "
Sean membawa Aniel ke dalam gendongannya
" Ayo di tinggal aja kak "
Aniel menarik kerah jas Sean
" Hahaha kasihan dong "
Sean mencubit pipi Aniel
" Itu apa kak "
Aniel menunjuk toko sebelah
" Itu yang namanya es krim "
Sean keluar dari toko
" Kita makan itu yuk "
Sean membawa Aniel menuju toko es krim
" Halo mau pesan apa kak "
Pegawai yang menjaga kedai es krim menyapa dengan ramah
" Mau satu es krim ukuran jumbo dengan banyak rasa "
Sean mengeluarkan Black card miliknya kembali
" Waaaahhhh itu cantik "
Aniel memperhatikan banyak es krim yang di pajang di etalase
" Mau turun kak "
Aniel menepuk pundak Sean
" Ini lucu "
Aniel menunjuk nunjuk dan melihat lihat banyak gambar menarik di sana
" Ayo sayang ini es krimnya "
Sean membelai lembut hijab Aniel
" Astaga kakaknya sayang banget ya sama adeknya "
" Adeknya lucu tau "
"Kakaknya ganteng lho "
Banyak kalimat kalimat kekaguman yang terlontar dari mulut orang orang di sana
" Ayo makan di sini "
Sean mendudukkan Aniel di atas kursi tunggu
" Sendoknya cuma satu "
Aniel mengangkat sendok yang di siapkan
" Aniel makan aja dulu , kakak masih kenyang "
Sean mengeluarkan sapu tangan dari kantung jasnya
" Nyam...enyak "
Aniel mulai makan es krim jumbo miliknya perlahan-lahan
" Enak ya "
Sean mengusap es krim yang belepotan di pipi Aniel
" Iya "
Aniel makan eskrim dengan tenang hingga menyisakan sedikit es krim di dalam mangkuk
" Aniel ngak bisa makan lagi kak "
Aniel menyodorkan es krim miliknya
" Sini kakak habiskan "
Sean mengambil es krim Aniel dan menghabiskannya
" Aniel mau beli apa lagi "
Sean membuang wadah es krim ke tempat sampah
" Mau jalan-jalan sama paman Evin tapi paman lama "
Aniel naik ke atas pangkuannya Sean
" Iya ya , paman kok lama "
Sean berdiri
" Itu paman "
Aniel menunjuk Kelvin yang baru saja sampai di kasir
" Paman kok lama "
Aniel bertanya
" Paman bingung banget , jadi beli aja semua nanti di pilih di rumah "
Kelvin menunjukkan satu paper bag besar yang isinya penuh dengan gantung kunci , gantung tas dan beberapa boneka kecil dari keramik
" Paman emang gak jelas "
Sean berjalan menjauhi toko boneka
" Lho kan aku kebingungan , jadi aku beli aja semua "
Kelvin memberikan paper bag miliknya kepada salah satu penjaga
" Beli apa lagi "
Kelvin menyamakan langkahnya dengan Sean
" Langsung aja cari tas "
Sean menuju eskalator
" Tas apa kak "
Aniel bertanya
" Tas untuk sekolah "
Sean menapakkan kakinya di lantai kedua mall
" Di mana ya "
Sean celingukan mencari toko tempat tas berada
" Itu "
Kelvin menunjuk sebuah toko
" Hm.... Ayo kesana "
Sean melangkah menuju toko tas di sana
" Waaah lucu "
Aniel memperhatikan berbagai tas yang memiliki banyak gambar
" Kenapa kita ngak pesan aja "
Sean membatin
" Turun kak "
Aniel meminta di turunkan
" Jangan lari lari ya "
Sean menurunkan Aniel dan Aniel langsung saja melihat lihat banyak tas di sana yang di pajang rapih di dalam rak
" Lucunyaaaa tas nya Tia kayak apa ya "
Aniel melihat semua tas yang di pajang rapih di depannya
" Biar dia milih deh haha "
Sean tertawa melihat Aniel yang kebingungan mencari tas yang cocok untuk dirinya
" Bagaimanapun Aniel memang cantik "
Sean dengan wajah yang ceria melihat Aniel yang sibuk melompat kesana kemari mencari tas yang sesuai seleranya
" Kamu ngak cari tas juga "
Kelvin menyenggol lengan Sean
" Ngak deh , di rumah ada banyak "
Sean menggeleng
" Kapan Aniel sekolah "
Kelvin bertanya
" Tahun ajaran baru tahun ini "
Sean menjawab
Kelvin
" Yaps biar Aniel punya teman juga "
Sean
" Ngak kecepatan kalau sekolahnya tahun ini , kan masih empat tahun "
Kelvin
" Yaaaaa biarin deh , lagipun Aniel juga cepat belajarnya "
Sean
" Kakak kakak ini "
Aniel menunjuk sebuah tas kecil
" Mau yang ini "
Sean bertanya
" Ini sama kayak tasnya Tia , Aniel mau juga"
Aniel berlari dan memeluk kaki Sean
" Iya.. mau yang lain "
Sean mengambil tas yang di pilih Aniel
"Ngak mau ini aja "
Aniel menggeleng
" Kita bayar "
Sean menggandeng Aniel menuju kasir
' itu apa kak "
Aniel menunjuk sebuah rak yang berisi macam-macam manik manik
" Ayo kita lihat "
Sean membawa Aniel menuju rak tersebut
" Cantiknya "
Aniel melihat beberapa gantungan kunci dengan berbagai macam model
" Mau beli kah "
Sean menyamakan tingginya dengan Aniel
" Mau tiga ya "
Aniel menatap Sean dengan berbinar-binar
" Iya "
Sean tersenyum
" Aku ngak bisa bilang enggak sama kamu Anielku yang cantik hahaha "
Sean membatin
" Udah kak "
Aniel menunjukkan tiga gantungan kunci miliknya
" Mau yang lain "
Sean menggandeng Aniel menuju meja kasir
" Ngak "
Aniel menggeleng
" Udah nih "
Kelvin bertanya
" Udah "
Aniel menjawab
" Imutnya "
Sean membatin
" Ini saja kak , ada yang lain "
Mbak kasir bertanya
" Sama ini kak "
Aniel menunjukkan gantungan kunci yang dia bawa
" Berikan ke kakaknya "
Sean mengangkat Aniel mendekati meja kasir
" Ini kakak "
Aniel memberikan gantungan kuncinya
" Waaah kamu lucu banget "
Ketiga penjaga kasir menatap Aniel dengan kagum
" Makasih "
Aniel tersenyum dengan malu
" Hahaha lihat kayak boneka "
Para pegawai toko tertawa melihat Aniel yang menjawab dengan malu-malu
" Makasih kakak "
Aniel tersenyum saat transaksi sudah selesai
" Aniel mau pakai tasnya "
Aniel meminta
" Boleh "
Sean menurunkan Aniel dan memakaikan tas baru Aniel yang memiliki gambar kupu-kupu dan beberapa peri
" Kamu mau ini juga "
Sean menunjukkan gantungan kuncinya
" Mau kak , pasangkan ya "
Aniel memberikan tas miliknya
" Selesai "
Sean memberikan kembali tas milik Aniel
" Kyaaaaaaa lucunya kecil kecil udah pakek syar'i "
Para pegawai toko mengagumi Aniel
" Ayo kita lanjutkan perjalanan "
Sean memberikan tangannya
" Ayo kakak "
Aniel menerima tangan Sean
" Bilang ke kakaknya makasih gitu "
Sean menunjuk kakak kakak kasir
" Eum... Makasih kakak "
Aniel memeluk lengan Sean dan berterimakasih
" Kyaaaaaaa lucunya dia "
Para penjaga toko tersenyum senang
" Babay kecil "
Para penjaga toko melambaikan tangannya saat Aniel menuju pintu masuk toko
" Sekarang kita ke tempat peralatan sekolah"
Sean membawa Aniel menuju toko di sebelahnya
" Emang mau beli apa "
Aniel menatap Sean
" Kita beli pensil sama kotak pensil "
Sean membuka pintu
*Kling
Lonceng toko berbunyi
" Lho "
__ADS_1
Aniel menatap pintu toko
" Itu loncengnya "
Sean menunjuk lonceng yang menggantung di atas pintu
" Woah "
Aniel kagum dengan konsep loncengnya
" Ayo kita beli pensil "
Sean menggandeng Aniel yang matanya masih tidak lepas dengan lonceng di atas pintu
" Kamu mau yang mana "
Sean membuat pandangan Aniel berganti
" Woaaaaaahhh "
Aniel terkejut melihat banyak sekali pensil dengan jenis yang berbeda menghiasi rak di depannya
" Mau ini "
Aniel menunjuk sebuah pensil dengan hiasan yang cantik
" Yang lain "
Sean mengambil pensil yang Aniel minta
" Kalian belanja ngak pakek keranjang "
Kelvin datang dengan membawa sebuah keranjang belanja
"Lupa hehe "
Sean memasukkan pensil Aniel ke dalam keranjang belanja yang di bawa Kelvin
" em... Ini juga "
Aniel memilih beberapa pensil lagi
" Ayo ke sana "
Sean membawa Aniel menuju rak yang lain
" Mau apa kak "
Aniel bertanya
" Mau beli pensil juga "
Sean memasukkan sekotak pensil , sekotak penghapus dan banyak lagi
" Kakak mau sekolah "
Aniel melihat apa saja yang di masukkan Sean ke dalam keranjang belanjanya
" Enggak ini cuma buat persiapan "
Sean memasukkan beberapa kotak lagi
" Beli banyak ya "
Aniel menatap keranjang belanja yang tiba-tiba sudah hampir setengah
" Beli buku yuk "
Sean membawa Aniel menuju rak yang berisi berbagai macam jenis buku tulis dan sejenisnya
" Itu apa "
Aniel menunjuk sebuah kotak warna
" Itu kerayon "
Sean mengambil satu kotak kerayon
" Buat apa "
Aniel bertanya
" Buat mewarnai "
Sean memasukkan satu kotak kerayon dan satu kotak pensil warna juga satu kotak pembuat motif untuk menggambar
" Kakak masukin apa lagi "
Aniel memperhatikan Sean
" Buku gambar dan buku tulis untuk kamu "
Sean memasukkan beberapa peces buku dan buku gambar
" Buku baca di mana ya "
Sean celingukan
" Itu mungkin "
Kelvin menunjuk rak sebelah
" Oh.. ayo Aniel "
Sean menggandeng Aniel menuju rak sebelah
" Kakak ini udah banyak lho "
Aniel menunjuk keranjang belanja yang di bawa Sean
" Masih banyak yang kamu perlukan "
Sean tersenyum dan memasukkan beberapa buku membaca jilid satu sampai jilid enam
" Sudah.. ayo kita bayar "
Sean menggandeng Aniel menuju meja kasir
Setelah membayar dan memberikan belanjannya kepada paman bodyguard , Sean membawa Aniel masuk ke dalam toko buku
" Kita cari apa "
Aniel bertanya
" Cari buku mewarnai buat kamu "
Sean mengambil keranjang belanja dan membawa Aniel mengambil beberapa buku anak-anak dan buku cerita juga buku buku lainnya untuk Aniel
" Udah kak "
Aniel bertanya setelah dia mengikuti Sean mengelilingi toko
" Sudah "
Sean membawa Aniel menuju meja kasir dan membayarnya
Kejadian serupa terjadi berkali-kali , Sean mencari baju untuk Aniel , ikat rambut , gamis baru , hijab baru , baju untuk sekolah dan lainnya
" Kakak Aniel capek "
Aniel menarik lengan Sean
" Oh iya , ini udah jam dua "
Sean melihat jam tangannya
" Kita pulang deh , kakak juga udah selesai "
Sean membawa Aniel ke dalam gendongannya
" Kita belom beli jajan "
Sean mengingat Snack miliknya
" Kakaaaak"
Aniel mulai merengek
" Tidurlah "
Sean menuntun kepala Aniel agar di letakkan di pundaknya
" Aniel mau pulang "
Aniel mengusap usapkan wajahnya pada pundak Sean
" Iya iya kita pulang "
Sean menepuk punggung Aniel
" Mau pulang "
Kelvin berbisik
" Bentar "
Sean membalas bisikan Aniel
Setelah beberapa saat
" Gimana "
Kelvin kembali bertanya
" Udah tidur "
Sean mengangguk
" Jadi beli makanan "
Kelvin berdiri dari duduknya
" Jadi , nanti kalau Aniel tiba-tiba mau Snack terus ngak ada persediaan nanti kasihan "
Sean berjalan beriringan dengan Kelvin menuju lantai paling atas yang di penuhi oleh makanan
" Naik lift apa jalan nih "
Kelvin bertanya
" Lift lha "
Sean menuju lift yang ada di tengah-tengah mall
*Ting
Lift terbuka
Lift dengan kaca transparan dengan area yang luas
" Kalian letakkan saja apa yang kalian bawa di mobil "
Sean memerintahkan kepada para penjaga
" Baik tuan "
Sebagian mereka yang membawa barang-barang kembali ke lantai dasar untuk meletakkan belanjaan Sean dan Kelvin , lalu sebagian lagi mengikuti Sean dan Kelvin masuk ke dalam lift
Setelah Sean masuk , banyak sekali orang masuk ke dalam lift hingga lift hampir penuh namun para penjaga memberi tempat agar Sean tidak perlu berdesakan
"Hahahaha "
Terdengar tawa yang terbahak-bahak dari salah satu orang
" Orang itu kenapa coba "
Kelvin menggerutu
" HAHAHAHA "
Tawa orang itu menjadi lebih keras dan membuat orang lain yang ada di sana ikut tertawa
" Ah begitu "
Sean melihat sebuah kamera tergantung di sudut lift
" Permisi tuan "
Sean menghentikan tawa pria itu
" Iya "
Pria itu melepaskan headset yang dia pakai
" Maaf menganggu anda bekerja , namun bisakah anda tidak seperti ini dulu , gadis kecil saya sedang tidur "
Sean berbicara dengan lirih
" Ah.. maaf tuan saya tidak tau "
Pria itu tersenyum kikuk
" Anda membuat Konten ya "
Sean mulai berbasa basi
" Iya "
Pria itu mengangguk
" Ugh.. kakak "
Aniel membuka matanya
" Hei tidurlah perjalanannya masih panjang"
Sean mengusap kepala Aniel
" Kenapa belum pulang "
Aniel memperhatikan sekeliling
" Kita ini mau pulang , ini lagi naik lift "
Sean melepaskan tas Aniel dan memberikannya kepada Kelvin
" Hiks... Ayo pulang "
Aniel memukul mukul pundak Sean
" Iya , kamu tidur dulu nanti kalau bangun pasti udah pulang "
Sean mengusap usap punggung Aniel
" Mau pulang pulang hiks... Papa Aniel mau papa hiks..hiks... "
Aniel memberontak di dalam gendongan Sean
" Iya iya hei lihat kita bisa melihat keluar "
Sean mengalihkan pembicaraan
" Oh ya , apa mau beli cake "
Sean menepuk-nepuk punggung Aniel pelan
" Mau "
Aniel mengangguk
" Kalau begitu pejamkan matamu dan kakak akan bangunkan saat sudah di tempat cake"
Sean membuat Aniel tenang
Setelah lift sampai di atas , Sean bergegas mencari apa yang dia inginkan di bantu para pengawal dan Kelvin agar Aniel tidak terbangun karena banyak guncangan
" Tidak ada yang lain "
Kelvin bertanya
" Tidak "
Sean menggeleng
" Ayo pulang "
Kelvin di bantu para pengawal membawa banyak barang belanjaan Sean yang di beli mulai sayur sampai perlengkapan makanan ringan semua ada di dalam kantung belanjaan
Sean masuk ke dalam lift dan orang yang membuat konten tadi masih ada di sana , setelah lift sampai di lantai bawah Sean menuju pintu masuk mall dan para penjaga mengambil mobil Sean dan kendaraan mereka
" Itu mereka "
Kelvin menunjuk para pengawal yang sudah datang dengan mobil dan beberapa sepeda motor
" Kita ke toko cake ya "
Sean masuk ke pintu belakang dan Kelvin duduk di bangku kemudi
" Toko cake biasanya kan "
Kelvin memastikan
" Iya "
Sean mengangguk
Kelvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
*Priiit
Terlihat segerombolan polisi menghentikan mereka
" Operasi ya "
Sean bertanya
" Yaps... Di waktu yang tidak tepat "
Kelvin membuka kaca jendela saat pak polisi mengetuk pintu
" Selamat siang "
Pak polisi menyapa Kelvin
" Siang pak "
Kelvin membalas sapaan pak pol
" Anda melanggar peraturan lalu lintas "
Pak pol membuat Kelvin tertawa
" Dari mana saya melanggar peraturan "
Kelvin menyangga kepalanya
" Anda tidak memakai sabuk pengaman "
Pak pol itu menunjuk Kelvin
" Oh... Saya pakai "
Kelvin menunjukkan sabuk pengamannya
" Sejak kapan dia pakek sabuk pengaman "
Sean membatin
" Lalu tuan di belakang "
Pak pol menunjuk Sean
__ADS_1
" Saya pakai "
Sean menunjukkan sabuk pengamannya