Aku Pangeran

Aku Pangeran
#40 { si pak tua }


__ADS_3

" Apa kalian tau tentang orang tuaku "


Sean bertanya dengan semangat


" Ya.. kami tau tuan , orang tua kami adalah orang kepercayaan yang mulia raja Tian , beliau adalah ayah anda "


" Apa kalian benar-benar tau darimana asalku "


Sean bertanya dengan intens


" Kami tidak tau tuan , namun kami hanya tau hanya beberapa saat sebelum kami di tempatkan di sini "


Suara itu meyakinkan


" Baiklah... Aku akan mencari kalian"


Sean berdiri lalu berjalan dengan ragu mendekati lubang di pohon itu


" Aku harus yakin "


Sean mengepalkan tangan kecilnya dan berjalan memasuki gua kecil itu


" ASTAGA... Aku kira tempatnya kecil "


Sean ternganga melihat sebuah ruangan yang sangat besar berada di dalam gua itu


" Ini kayak penjara di film-film "


Sean berjalan dan melihat sekeliling yang memiliki banyak jeruji besi di samping kiri dan kanannya yang setiap ruangannya di dekat oleh dinding tebal dari batu


" Ya Allah lindungi Sean "


Sean berbicara di dalam hati


" Penjaranya kotor "


Sean menghampiri salah satu jeruji besi yang terlihat lebih kecil dari yang lainnya


" Ini lebih kecil dan gelap "


Sean memegang besi penjara itu yang berkarat dan kotor


" Siapa kamu "


Sebuah suara orang tua memasuki pendengaran Sean dan membuat Sean terkejut


" Apa ada orang di dalam "


Sean memastikan


" Siapa kamu "


Orang itu mengulangi pertanyaannya


" Aku Sean , putra Sbastian "


Sean menjawab pertanyaan tersebut


" Bagaimana..uhuk..uhuk... kamu bisa sampai di sini "


Suara laki-laki tua itu semakin lirih


" Apa anda baik-baik saja tuan "


Sean menajamkan pengelihatannya dan dia melihat siluet seseorang di sudut penjara


" Saya tidak apa... Uhuk... Saya baik "


Suara itu menjawab dengan terbatuk-batuk


" Boleh saya bertanya "


Siluet itu mendekat kepada Sean dan betapa terkejutnya Sean bahwa yang ada di dalam saya adalah seorang pria tua dengan rambut putih dan Jenggot yang panjang


" Astagfirullah apa anda baik-baik saja pak tua "


Sean bertanya karena melihat tubuh pria itu kurus kering dan dia hanya memakai celana se panjang lutut


" Sebentar saya akan mencoba membuka tempat ini "


Sean menoleh mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk membuka sel tahanan tersebut


" Tuan anda lama sekali "


Suara anak laki-laki itu tiba-tiba memasuki pendengaran Sean


" Kamu ada dimana "


Sean berhenti mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk membuka sel tahanan dan berfokus kepada suara anak laki-laki itu


" Tuan apakah anda sudah memasuki penjara besi "


Suara anak perempuan itu menyahuti


" Sudah "


Sean menjawab dengan cepat


" Tuan hanya perlu lurus , jika tuan sudah menemukan ujung penjara , maka tuan hanya perlu memasuki pintu penjara dan kami ada di sana "


Suara anak perempuan itu menjelaskan dengan sempurna


" Baiklah "


Sean mengangguk


" Pak tua tunggu saya sebentar... Saya akan mencari cara mengeluarkan anda dari sini"


Sean berlari mengikuti arahan kedua suara anak-anak itu


" Eh.... Tunggu anak muda "


Pria tua itu mencoba menghentikan Sean namun Sean tidak mendengar dan terlalu fokus mencari keberadaan kedua suara itu


" Hahaha... Anda sangat baik , yang mulia "


Pria tua itu terkekeh kecil


" Dimana ujung penjara ini , kenapa tidak sampai-sampai "


Karena Sean berlari sudah cukup lama , Sean menggerutu namun terus berlari mencari ujung penjara tahanan tersebut


Setelah beberapa saat , Sean menemukan ujung penjara yang di maksudkan oleh kedua suara itu


" Apa ini tempatnya "


Sean mendekati penjara yang paling besar yang di tempatkan di ujung ruangan


" Dimana pintunya "


Sean menggumam dan memegang setiap besi sel dan mendorongnya , siapa tau itu adalah pintu penjara


" Ini pintunya "


Sean menemukan pintu sel itu di ujung kanan sel penjara


" Bagaimana cara membukanya "


Sean mencari kunci untuk membuka sel tersebut


" Tuan , anda tidak perlu mencari kuncinya , anda hanya perlu menggeser pintu besi itu "


Suara anak perempuan itu memberitahu


" Menggeser "


Sean mencoba menarik pintu ke kanan dan ke kiri


" Menggeser itu sama seperti menarik pintu ke arah berlawanan kan , tapi kenapa tidak bisa "

__ADS_1


Sean menggaruk kepalanya yang gatal


" Pintu di Jepang hanya perlu di geser , karena pintu itu tidak berat , jika pintu seperti ini.... "


Sean meletakkan telunjuknya di dagunya


" Mungkin di dorong lalu di geser , baiklah... Mari kita coba "


Sean mendorong pintu itu dan menggesernya ke arah kiri


" Kenapa ngak bisa ya , mungkin ke arah sebaliknya , namun ini kan dinding... Argh... Sudahlah di coba saja "


Sean mendorong pintu ke arah berlawanan dan pintu perlahan tergeser


" Astagaaa bisa dong "


Sean terkejut dan mendorong pintu itu lebih kuat lagi


" Ayo dong dikit lagi "


Sean semakin mengerahkan tenaganya dan pintu itu berhasil di buka


" Huh... Sean emang hebat "


Sean menepuk-nepuk otot lengannya dengan bangga


" Woah.... "


Sean terkejut bukan main saat melihat penjara kotor yang ia lihat tadi berubah menjadi sebuah ruangan berwarna putih dengan yang di penuhi banyak batu berkilau yang berserakan


" Jiji pernah bilang , jika suatu tempat yang menarik akan memiliki banyak misteri "


Sean menggumam dan memperhatikan sekeliling


" Kalian di mana "


Sean berteriak dengan keras


" Apa anda sudah sampai di ruangan putih tuan "


Suara gadis kecil itu bertanya


" Sudah , tapi ruangannya mencurigakan "


Sean menjawab apa adanya


" Tidak ada apa-apa di ruangan ini tuan , anda masuk saja , kami ada di dalam kotak di tengah ruangan "


Makhluk itu memberitahu lokasinya


" Baiklah "


Sean menatap sebuah meja yang yang ada di tengah ruangan dan di atas meja itu terdapat kotak peti harta Karun kecil yang sangat indah


" Apa isinya emas ya khekhekhe "


Sean terkekeh jahat dan mulai melangkah mendekati kotak itu lalu membukanya perlahan


" Lho katanya kalian di sini , kok cuma ada telor ... Dasar penipu "


Karena kesal Sean menutup kotak itu dengan sangat keras hingga menimbulkan suara yang menggema di ruangan itu


" ASTAGA TUAN TELINGA KAMI SAKIT"


Suara gadis kecil itu terdengar sangat nyaring di telinga Sean


" APA.. KATANYA ADA DI KOTAK , SEKARANG MANA KALIAN "


Sean marah marah sambil menggebrak meja


" Buang-buang waktu saja , sudah aku mau pulang "


Sean berbalik hendak meninggalkan tempat itu namun kedua suara itu menghentikannya


" Kenapa "


Sean menyahuti dengan malas


Suara anak perempuan itu memberitahu


" Heh.. tidak percaya , mana bisa telur bersuara "


Sean melipat tangannya di atas dada


" Bawa kami pulang tuan huhuhu... "


Kedua suara itu memohon


" Kami tidak mau di sini tuan , tolong kami "


Suara memohon anak laki-laki itu terdengar sangat menyedihkan


" Okeh okeh "


Karena Sean merasa kasihan , maka dia membawa peti itu keluar


" Eh... Petinya ringan , kukira berat "


Sean mulai melangkah keluar dan berjalan menjauh menuju jalan keluar


Setelah berjalan dalam waktu yang cukup lama Sean merasa ada yang mengganjal hatinya


" Hm... "


Sean meletakkan peti itu di tanah lalu menoleh ke kanan dan ke kiri


" Astaga aku lupa , pak tua itu pasti sudah menunggu "


Sean mengambil peti itu lalu berlari menuju tempat pak tua itu di kurung


" Pak tua... Maaf aku lupa..hah..hah.."


Sean berhenti mendadak sambil terengah-engah dan membuat peti itu terlepas dari genggaman tangan Sean


" Astaga "


Sean terkejut lalu mengambil kedua telur yang sebesar telur burung unta itu dan meletakkannya di dalam peti kembali


" Hahahaha tidak apa-apa tuan muda "


Pria tua itu tertawa pelan


" Aku belum menemukan benda untuk mengeluarkan anda "


Sean menggaruk kepalanya kebingungan


" Aha "


Sean melihat peti itu dan membukanya


" Ini bisa di pakek "


Sean mengeluarkan kedua telur itu lalu meletakkannya di tanah


" Siapa namamu "


Pak tua itu bertanya


" Namaku Sean , aku putra Sbastian , aku kan sudah bilang tadi "


Sean mengambil peti itu lalu mendekat ke arah pintu penjara


" Penjara yang tadi cuma perlu di geser , kalo ini di geser ngak ya "


Sean meletakkan kotak itu lalu mencoba menggeser pintu besi itu ke arah kanan dan kiri


" Ngak bisa sih "


Sean menggaruk kepalanya frustasi

__ADS_1


" Coba... "


Sean mendorong pintu itu dan pintunya terbuka


" Terus... Astaga "


Sean memelototi pintu itu dan berjalan menghampiri pak tua namun pandangannya tidak lepas dari pintu


" Mari keluar pak tua "


Sean membantu pak tua berdiri


" Anda hebat bisa membuka pintu itu anak muda , aku sudah berkali-kali mencoba membukanya tapi tidak pernah bisa "


Pak tua itu berdiri perlahan lalu mengikuti tarikan Sean untuk keluar dari penjara


" Benarkah.. kan Sean cuma dorong pintunya pelan "


Sean membawa pria tua itu berjalan perlahan-lahan hingga keluar dari sel tahanan tersebut


Sean melepaskan genggaman tangannya dan mengambil kedua telur itu lalu meletakkannya di dalam kotak kembali


" Ayo kita keluar pak tua "


Sean membawa kotak di tangan kirinya dan tangan kanannya menggenggam tangan pak tua itu perlahan


" Kenapa anda ada di sini pak tua "


Sean bertanya dengan penasaran


" Nanti akan saya ceritakan di luar , sekarang kita keluar dulu "


Pak tua dan Sean mulai mendekati pintu keluar yang hanya sebesar badan Sean


" Apa pak tua bisa keluar "


Sean menoleh kepada pak tua


" Kamu keluarlah dulu "


Pak tua melepaskan gandengan tangan Sean dan mendorong Sean keluar terlebih dahulu


Setelah Sean keluar , Sean meletakkan kotak itu di luar lalu melihat pak tua merangkak perlahan keluar dari lubang gua itu


" Hati-hati pak tua "


Sean membantu pak tua keluar dan membantu pak tua duduk bersandar di pohon persik itu


" Sekarang aku akan menjawab pertanyaanmu "


Pak tua mengisyaratkan agar Sean duduk di depannya


" baiklah... Bagaimana ceritanya pak tua"


Sean bertanya dengan tidak sabar


" Hahaha... Tenanglah "


Pak tua membenarkan posisi duduknya lalu duduk bersila


" Dulu tempat ini di bangun oleh raja Tian , raja dari negri tirani , penjara ini di gunakan untuk memenjarakan para penjahat dengan kekuatan besar , penjara ini menghisap kekuatan berlebih dari para penjahat itu , namun tidak sampai mencelakai mereka , dan hingga waktu itu , saat kerajaan di ambil alih secara paksa oleh pangeran ke dua , pangeran zafir , adik dari raja Tian . aku di letakkan di sini, karena aku di anggap mampu merusak rencananya , aku di kurung di dalam penjara ini sudah sangat lama hingga pakaianku seperti ini hahahaha "


Pak tua itu tertawa terbahak-bahak hingga terbatuk-batuk


" Jadi anda sudah berapa lama di sini pak tua "


Sean bertanya dengan penasaran


" Mungkin lebih dari seratus tahun "


Pak tua menjawab dengan menerka-nerka


" Kok mungkin sih "


Sean memiringkan kepalanya


" Iya... Karena hari di dalam dimensi ini berbeda dari hari di dunia asli "


Pak tua itu memberikan penjelasan


" Oh.... Sean ngak paham "


Sean menunjukkan gigi putihnya yang rapih


" Hahaha sudahlah , nanti kamu akan faham jika sudah saatnya "


Pak tua menggosok kepala Sean gemas


" Sekarang pecahkan telur itu "


Pak tua menunjuk kotak harta itu


" Telur itu "


Sean menatap kotak itu


" Iya... Pecahkan anak muda "


Pak tua itu mengiyakan


" Baiklah "


Sean berdiri lalu mengambil kotak itu dan membawanya mendekati pak tua


" Bagaimana... Apa langsung di pecahkan "


Sean membolak-balik telur itu


" Teteskan darah anda "


Ungkapan kalimat pak tua itu membuat Sean terkejut


" Maksudnya pak tua "


Sean tidak mengerti


" Lukai tangan anda lalu oleskan darah anda di atas telur itu "


Pak tua memberikan penjelasan


" Emang harus gitu "


Sean menaikkan alisnya


" Cobalah "


Pak tua mengangguk


" Okeh "


Sean menggigit jari telunjuknya hingga berdarah


" Sakit tau "


Sean memonyongkan bibirnya lalu mengoleskan darahnya di atas kedua telur itu


" Sakit pak tua "


Sean menyodorkan jarinya


" Kemarilah "


Pak tua mengulurkan tangannya dan Sean meletakkan tangannya di atas tangan pak tua


Pak tua menutup tangan kecil Sean dengan tangannya yang besar , lalu dia memejamkan matanya , dan keluarlah sedikit cahaya dari tangannya dan menghilang dalam sekejap


" Apa itu tadi "


Sean menarik tangannya dan melihat jarinya sudah sembuh

__ADS_1


" Kapan-kapan akan saya ajarkan "


Pak tua itu terkekeh


__ADS_2