Aku Pangeran

Aku Pangeran
#117 ( pulang dulu )


__ADS_3

" Sayang sayang "


Sean berteriak meski masih sangat jauh saat melihat Fleur sedang hendak keluar rumah


" Sayang aku pulang "


*Ckiiit


Sean berhenti mendadak di depan Fleur


" Selamat datang "


Fleur langsung saja memeluk Sean dengan penuh rasa rindu


" Bagaimana kabar dua cintaku yang unyu ini "


Sean mengusap air mata di wajah Fleur


" Kami baik "


Fleur tersenyum


" Kamu mau kemana sayang "


Sean mendudukkan Fleur di atas kursi yang di letakkan di depan rumah


" Aku ingin ke pasar , aku ingin makan sayur dan buah "


Fleur menjawab


" Kalau begitu ayo pergi bersama "


Sean tersenyum


" Suamiku pasti lelah , aku akan pergi berbelanja dan cepat kembali "


Fleur menggeleng


" Tidak perlu , kita bisa pergi bersama , lagipun banyak yang ingin aku ceritakan untuk istriku "


Sean berdiri


" Baiklah sayangku "


Fleur tersenyum


" Ayo... Apakah rumah sudah di kunci "


Sean membantu Fleur berdiri


" Sudah "


Fleur mengangguk


" Kyung... Kyung Kyung Kyung... Kyuuung "


Si kecil Roux datang dan langsung marah marah


" Iya iya maaf kecil , aku kan rindu istriku "


Sean membawa Roux ke dalam gendongannya


" Apa ini suamiku "


Fleur bertanya


" Ini rubah api , aku menyelamatkan induknya jadi ayahnya menyerahkan nya kepadaku sebagai bayaran "


Sean menjawab


" Kyuuuuung Kyung...kyuuung "


Roux terlihat tidak terima


" Iya iya haduh , ayahnya memintaku untuk mengajarinya banyak hal , tapi jika anaknya seperti ini bagaimana bisa dia di ajari banyak hal "


Sean berkacak pinggang


" Kyung... Kyung... "


Roux terlihat murung


" Iya iya kecil aku hanya bercanda "


Sean menurunkan Roux ke tanah


" Bolehkah aku menyentuhnya "


Fleur meminta


" Nah Roux , jadilah besar "


Sean memerintahkan


" Kyung... "


Roux menjawab dengan sinis tapi mengikuti perintah Sean


" Waaaahhhh lucunya "


Fleur mengusap kepala Roux


" Kyung... Kyung Kyung "


Roux memalingkan wajahnya dari Sean dan sepertinya lebih memilih Fleur


" Hahaha kamu lucu deh Kyung "


Fleur memeluk Roux


" Oh ya cintaku , apa yang di inginkan anak kecil ini "


Sean mengusap perut Fleur


" Mau daging yang di panggang dengan sayur , pasti enak "


Fleur memeluk Sean


" Hm.... Kita sekalian ke rumah kepala desa"


Sean merangkul pundak Fleur dan membawanya berjalan perlahan


" Apa si kecil rewel "


Sean bertanya


" Tidak , dia pintar sekali "


Fleur menjawab


" Kau mual mual atau tidak "


Sean kembali bertanya


" Tidak , aku hanya tidak terlalu suka makan"


Fleur menjawab


" Hm.... Apa si kecil suka membuatmu bangun di malam hari dan ingin sesuatu untuk di makan "


Sean bertanya


" Tidak , dia tenang sekali bahkan dia membuatku suka sekali tidur "


Fleur menjawab


" Syukurlah jika kamu tidak kesusahan sayang , mulai sekarang minta apa yang kamu mau ya , akan aku usahakan ada "


Sean mengusap rambut Fleur


" Iya , terimakasih "


Fleur tersenyum


" Si kecil tidak lebih besar ya "


Sean mengusap perut Fleur


" Dia lebih besar sayang , hanya saja ini di balik pakaian jadi tidak terlalu jelas "


Fleur memegang tangan Sean


" Aku mau lihat nanti "


Sean berbisik


" Boleh "


Fleur mengangguk


" Hahaha "


Sean dan Fleur terkekeh kecil


" Itu tetua "


Sean membawa Fleur menghampiri tetua


" Tuan , selamat datang "


Tetua menyambut kedatangan Sean


" Ahahaha kalian masih belum sembuh hahaha "


Sean tertawa melihat kedua anak buahnya yang masih teler


" Tuan tega... IBUUUU TUAN JAHAT "


Aloe dan North berlari masuk ke dalam


" Memangnya mereka kenapa suamiku "


Fleur bertanya


" Hahaha haisssss astaga kasihan mereka "


Sean mengusap air matanya yang keluar


" Mereka aku ajak naik Roux , tapi mereka mabuk Roux hahahaha "


Sean masih terbahak-bahak hingga mengundang perhatian orang sekitar


" Astaga , jangan begitu suamiku "


Fleur mengusap lengan Sean


" Hahaha oh sayang "


Sean memeluk Fleur


" ada apa gerangan tuanku menghampiri saya kemari "


Tetua bertanya


" Oh iya , kita sudah siap berlayar sekarang eh... Maksudnya pulau sudah bisa bergerak dan aku ingin ke tempat dimana energi kapal ini berasal "


Sean meminta


" Baik tuan , mari ikuti saya "


Tetua menunjukkan jalan


" Sayangku tidak lelah "


Sean bertanya


" Tidak "


Fleur menjawab


" Tuan , ini adalah tempat dimana energi di kapal berasal "


Tetua menunjuk sebuah bangunan yang mirip dengan gudang


*Krieeet


Saat pintu gudang terbuka , terlihat dengan jelas tangga yang sempit menuju ruang energi di bawa


" Wow , sudah kelihatan "


Sean kagum dengan ruangan di bawah yang ternyata lebih canggih dari ruangan di atas


" Mari tuan "


Tetua membawa Sean turun


" Hati hati sayang "


Sean perlahan membawa Fleur turun menuju lantai dasar


" Kok beda tetua , kenapa tekhnologi di sini tidak sama dengan di atas "


Sean bertanya


" Ini sudah menjadi kesepakatan bersama , di atas kami akan terus menggunakan tekhnologi masa lampau yang akan terus bertahan "


Tetua menjelaskan


" Hm.... Baling-baling kapalnya pun di sini "


Sean terkagum-kagum dengan tekhnologi yang benar-benar canggih di sini


" Bukankah di atas juga bisa memakai listrik "


Sean menggumam


" Anda benar , namun jika di atas juga menggunakan listrik , maka air laut akan berbahaya "


Tetua menjawab


" Oh iya ya , kan ini papan kayu yang mengambang di laut , gimana sih Sean "


Sean membodohkan dirinya sendiri


" Ini adalah pusat energi tuan "


Tetua menunjuk sebuah tangki yang berisi batuan berwarna-warni yang unik


" Batuan apa ini "


Sean bertanya


" Ini batuan dari laut yang akan di kuras habis energinya dan menghasilkan batuan berkilau seperti ini "


Tetua menunjukkan tumpukan batuan yang indah


" Astaga anda bergurau , ini kan berlian dan permata "


Sean terkejut


Sean langsung saja mengambil alat ukur kemurnian batuan dari dalam portalnya


" Wooooo berlian dengan kualitas tinggi "


Sean terkejut


" Apa itu berharga "


Tetua bertanya


" Astaga tetua , kau tidak tau apa ini "


Sean bertanya


" Sampah "


Tetua menjawab


" Tunggu tunggu... Jika selama ini pulau ini terus mengambil batuan laut , lalu ini kalian buang "


Sean bertanya


" Tentu saja , ini kan tidak bisa di gunakan "


Tetua menjawab


" Astaga.... "


Sean memegangi kepalanya


" Aku bawa ini semua "


Sean memasukkan semua sampah di sana ke dalam portalnya


" Untuk apa tuan "


Tetua bertanya


" Ada deh "


Sean tersenyum senang


" Sekarang aku ingin melihat mekanisme mesin di sini "


Sean mendekati tangki transparan yang berisi semua jenis batuan laut


Tetua membawa Sean melihat semua mesin dan peralatan yang menggerakkan pulau Tiger


" Semua batu yang ada di laut di ambil , tapi tidak termasuk batu karang... Kereeen "


Sean menggumam


" Baiklah "


Sean mengeluarkan kotak batu blue silex outremer


Sean mengambil batu birunya yang baru dan mengulurkannya ke arah tangki transparan itu


Terlihat perlahan energi masuk ke sana dan Sean langsung menghentikannya ketika energi sudah penuh di tangki yang lebih kecil


" Energi batu ini masih tersisa banyak , tapi aku harus menyimpannya "


Sean mengembalikan batu birunya ke dalam tempatnya


" Apa itu tuan "


Tetua bertanya


" Itu akan mengambil batu laut dengan sendirinya dan akan meletakkan batu berharga ini ke dalam ruanganku secara otomatis "

__ADS_1


Sean menjawab


" Oh.... "


Tetua mengangguk mengerti


" Ayo kembali sayang , urusanku selesai "


Sean mengajak


" Dan tetua , energi yang aku berikan itu bisa bertahan beberapa ribu tahun ke depan"


Sean memberitahu


" Apa "


Tetua terkejut


" Ayo cintaku , perlahan ya "


Sean naik menuju lantai atas dan cahaya matahari menyambutnya


" Kyung "


Si Kyung kecil terlihat senang melihat Fleur keluar


" Ayo beli sayur lalu pulang "


Sean menaikkan Fleur ke atas Roux


" Tolong ya Roux "


Sean mengusap kepala Roux


" Kyung "


Roux terlihat senang


Tidak lama setelah jalan-jalan kemudian


" Lho ini baru ya sayang "


Sean menunjuk sebuah ladang yang sebelumnya tidak ada menjadi ada di halaman kosong pulau Tiger


" Iya , itu baru ada beberapa hari yang lalu "


Fleur menjawab


" Ini ladang sayur "


Sean menebak


" Jadi untuk sayuran kita tidak perlu khawatir kekurangan "


Fleur menjawab


" Aku yakin ini ide istriku "


Sean melirik Fleur


" Hehehe "


Fleur hanya cengengesan


" Tuh kan , istriku pintar sekali "


Sean mengusap kepala Fleur


" Makasih "


Fleur tersenyum senang


" Selamat datang nyonya , tuan "


Semua petani di sana menyambut


" Apa nyonya perlu sayuran "


Salah satu dari mereka bertanya


" Iya , kami mau beli sayuran di pasar , adek bayinya mau sayuran "


Fleur mengusap perutnya


" Anda bisa mengambil di sini tuan "


Salah satu dari mereka mempersilakan


" Tidak mau , aku mau beli di pasar "


Fleur menggeleng


" Ya sudah kalau begitu , kami permisi "


Sean meninggalkan ladang bersama Fleur


" Apa itu sayang "


Sean menunjuk sebuah bangunan terbuka dengan banyak anak-anak yang berkumpul


" Itu sekolah , saat ini Lao sedang mengajar di sana bersama key "


Fleur menjawab


" Hm... Aku tidak tahu ini sebelumnya"


Sean menggumam


" Itu pasarnya "


Fleur terlihat bersemangat


" Iya , ayo ke pasar "


Sean membawa Fleur menuju pasar dan membeli beberapa sayuran


Setelah membeli beberapa sayur , Sean membawa Fleur pulang dengan kecepatan tinggi


Di rumah


" Bagaimana sayang , suka "


Sean menurunkan Fleur dari Roux


" Hahaha suka "


Fleur memeluk Sean


" Ayo masuk , aku akan panggangkan daging , jadilah kecil Roux "


Sean memerintahkan


" Kyung "


Roux menjadi lebih kecil dan mengikuti Sean masuk ke dalam rumah


" Sayangku akan makan enak hari ini "


Sean tersenyum


" Hahaha Fleur akan menantikannya... Iya kan Kyung "


Fleur membawa Roux ke dalam pangkuannya


Beberapa bulan berlalu , kandungan Fleur kini sudah berusia lima bulan , perut Fleur sudah mulai terlihat lebih besar dan Sean terlihat lebih posesif setiap saat


" Sayang aku punya sesuatu lho "


Sean bergegas menghampiri Fleur yang sedang makan ikan asin di kamar


" Apa itu "


Fleur meletakkan ikan asin kesukaannya


" Jang..Jang... "


Sean menunjukkan satu set perhiasan yang dia buat sendiri


Selama beberapa bulan ini Sean membuat banyak perhiasan


Bahan bakunya terbuat dari besi dan berlian mentah yang dia dapat dari mesin di bawah pulau yang pernah dia ambil waktu itu


" Cantiknya "


Fleur melihat satu set perhiasan yang Sean buatkan untuknya


" Cantik ngak sayang "


Sean duduk di lantai sedangkan Fleur duduk di atas ranjang


" Cantik mas , Fleur suka "


Fleur memperhatikan perhiasan yang di berikan Sean


Perhiasan yang Sean buat sembilan puluh persen berornamen bunga


Bahkan batu berharga yang di pakai Sean pun di bentuk menjadi bunga


" Coba pakai sayang "


Sean berdiri dan mengeluarkan satu persatu perhiasan yang dia buat


Fleur mengambil sepasang anting yang Sean buat


" Ini anting ya "


Fleur memperhatikan anting panjang yang terbuat dari untaian bunga merah muda


" Iya , kamu pasti cantik pakai ini "


Sean membantu Fleur mengenakan antingnya


" Sekarang ayo kita keluar dan tunjukkan kepada semua orang yang kamu punya "


Sean mengambil gelang dan memakaikannya untuk Fleur


" Hm... Mas jadiin aku objek percobaan ya "


Fleur memonyongkan bibirnya


" Enggak saya hahaha "


Sean terkekeh


" Mas ih.. tapi Fleur suka hehe makasih ya "


Fleur memeluk Sean


" Sama sama cantik "


Sean mencium kening Fleur


Sean membawa Fleur keluar dan mempromosikan apa yang dia buat


Setelah itu banyak yang berminat dan banyak orang yang ingin belajar membuat perhiasan dari Sean


Para pengerajin di bawa oleh Sean ke ruangan khusus di samping rumah dan di ajarkan banyak hal oleh Sean


Satu bulan kemudian


" Ini tidak kurang dari usaha perusahaan sea blue milik Sean hahaha "


Sean bangga dengan hasil karyanya sendiri


" Ada apa ini mas "


Fleur menepuk pundak Sean


" Sayang sayang coba lihat ini "


Sean menunjukkan berbagai macam perhiasan yang sudah dia produksi


" Ini cantik "


Fleur mengangguk


" Tuan Sean "


Datang seorang pria muda berpakaian ala pak tukang


" Franky "


Sean menyambut


" Saya menyelesaikan beberapa model dari anda tuan "


Franky memberitahu


" Bagus , sayang ayo aku mau tunjukkan sesuatu padamu "


Sean membawa Fleur ke dalam gendongannya


" Astaga mas , terkejut aku "


Fleur memukul pundak Sean


" Hehehe "


Sean dengan wajah penuh kasih membawa Fleur masuk ke dalam sebuah ruangan di sana


" Apa ini mas "


Fleur terkejut melihat sebuah gaun panjang yang menjuntai


" Aku mau membuat sesuatu denganmu "


Sean menurunkan Fleur dari gendongannya


" Sesuatu apa mas "


Fleur menatap Sean


" Sesuatu yang akan membuatmu sangat sangat sangat cantik "


Sean memutar Fleur dan memeluk Fleur dari belakang


" Fleur ngak ngerti mas "


Fleur mendongak


" Dengan gaun ini aku ingin membuat sesuatu yang akan selalu kita kenang nanti di masa tua "


Sean mengusap perut Fleur


" Apa itu "


Fleur menyandarkannya kepalanya di dada bidang Sean


" Key akan membantumu bersiap sayang "


Sean mengecup kening Fleur


" Mari nyonya "


Key tiba-tiba saja datang


" Wah... Kau datang key , buat istriku semakin cantik "


Sean mencubit hidung Fleur


" Mari nyonya , saya akan membuat anda lebih cantik dari biasanya "


Key memberikan jalan


" Ikutlah cantik "


Sean menyerahkan Fleur


" Em... "


Dengan pasrah Fleur mengikuti kemauan Sean


Setelah beberapa saat


Di rumah


" Sayang kamu cantik sekali "


Sean tiba-tiba masuk ke dalam kamar


" Apa ini yang di namakan hijab "


Fleur menyentuh kain panjang yang menjuntai di lehernya


" Iya... Nanti jika anak kita perempuan , akan aku buat agar para laki-laki hanya bisa melihat wajah dan tangannya "


Sean mendekat


" Ini sangat cantik "


Fleur berdiri di bantu key dan mengamati pakaiannya


" Ayo sayangku "


Sean membawa Fleur ke dalam pelukannya


" Kita kemana "


Fleur mengikuti langkah kaki Sean


" Ke ruang tamu "


Sean membawa Fleur ke ruang tamu


Sean mendudukkan Fleur di kursi tunggal ruang tamu


" Siap Aloe "


Sean berkacak pinggang


" Siap tuan "


Aloe dan Lao datang dengan lampu kilat untuk berfoto


" Saya siap "


Key terlihat membawa kamera yang ukurannya kecil


" Kita mau apa "

__ADS_1


Fleur menarik lengan Sean


" Sudah aku bilang sayang , kita akan abadikan ini agar bisa di ingat di masa tua "


Sean menggenggam tangan Fleur


*Ckrek


Tiba-tiba terdengar suara dari kamera


" Kau mengambil potret "


Sean berkacak pinggang


" Tapi ini bagus lho tuan "


Key menunjukkan hasil potret yang dia dapat


" Hm.. hm.. istriku emang cantik "


Sean mengangguk


" Lagi "


Sean meminta


Sean duduk di depan Fleur dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Fleur


" Suamiku "


Fleur mengusap kepala Sean


*Ckrek


Kamera kembali mengambil gambar


*Ckrek.... Ckrek.... Dan ckrek...


Banyak gambar yang di ambil oleh key


" Selesai sayang , kamu istirahatlah "


Sean membantu Fleur melepaskan perhiasan yang dia pakai


Setelah berganti pakaian kemudian...


" Bagaimana "


Sean menghampiri key


" Indah tuan "


Key menunjukkan semua foto yang dia ambil


" Hahaha aku suka sekali "


Sean mengambil kertas dan pena lalu menulis surat


Setelah menulis surat


" Tuan "


Key memanggil


" Hm.. "


Sean berdehem pendek


" Mengapa anda menuliskan rahasia untuk yang satu ini "


Key menunjuk satu surat dengan sampul dan pita khusus


" Ada deh hahaha "


Sean mengirimkan semua surat beserta flashdisk kamera yang dia bawa


" Tuan , ada tuan benimaru ingin bertemu "


Lao memberitahu


" Suruh dia masuk "


Sean segera membersihkan alat-alat yang penting


" Salam tuan Sean "


Benimaru , seorang pria muda dengan otak cemerlang yang membuat banyak inovasi teknologi baru


" Bagaimana, apa penelitian untuk listrik sudah selesai "


Sean mengisyaratkan untuk duduk


" Sudah tuan , dan hari ini listrik sudah bisa di pasang "


Benimaru memberitahu


" Bagus , pasang listrik mulai balai pertemuan berjalan hingga rumah paling tepi di pulau "


Sean memerintahkan


" Baik tuan dan saya juga membawa barang titipan dari tuan Forger "


Benimaru mengeluarkan beberapa kotak perhiasan


" Wow... Aku kira bisa selesai agak lama , ternyata Forger sangat bisa di andalkan "


Sean tersenyum melihat sepuluh kotak perhiasan yang sama persis dengan yang dia inginkan


" Maaf tuan , tapi ini untuk apa ya "


Benimaru bertanya


" Hahaha , ini kita gunakan untuk perhiasan yang sudah di buat oleh Bosse dan lainnya tempo hari "


Sean berdiri


" Tempat perhiasan "


Benimaru masih tidak faham


" Iya , ini akan aku minta untuk di produksi secara besar-besaran untuk penjualan "


Sean membawa semua perhiasan Fleur


" Jadi apa saya perlu memanggil tuan Reven"


Benimaru bertanya


" Ya , panggil dia dan Forger juga anak buahnya "


Sean meminta


" Baik "


Benimaru berdiri


" Dan ya , panggil juga Damas "


Sean berkata sebelum Benimaru keluar


" Baik "


Benimaru berjalan meninggalkan rumah Sean


" Dimana North "


Sean bertanya


" Kakak North sedang bersama ibu "


Key menjawab


" Hm... Bisakah kalian panggilkan bois dan anak buahnya "


Sean meminta


" Baik "


Aloe pergi keluar


" Kalian tata ini "


Sean berdiri dan pergi masuk ke dalam kamar


Di dalam kamar


" Sayang "


Sean menghampiri Fleur


" Sayang "


Sean kembali memanggil


" Iya "


Fleur membuka matanya


" Apa kau tidak lapar , kau belum makan lho"


Sean mengusap keringat Fleur


" Nanti aja , adek bayi belum lapar "


Fleur menjawab


" Aku mau keluar sayang "


Sean memberitahu


" Kemana "


Fleur bertanya


" Ke balai rapat sebentar , nanti akan langsung pulang setelah selesai "


Sean menjawab


" Iya , jangan lama-lama ya "


Fleur mengangguk


" Roux "


Sean berdiri


" Kyung "


Roux datang dari luar


" Sayang sama Roux dulu ya "


Sean mengangkat Fleur agar tidur di tengah


" Roux jadilah besar "


Sean membenarkan selimut Fleur


" Kyung "


Roux menjadi besar


" Roux akan menjagamu selagi aku pergi "


Sean meletakkan banyak bantal di samping Fleur


" Iya , nanti bawakan Fleur ikan asin ya "


Fleur meminta


" Iya sayang , tidurlah "


Sean mengecup kening Fleur


" Tuan , ada yang datang "


Roux memberitahu


" Mungkin mereka , sayang aku berangkat ya"


Sean mengusap perut Fleur


" Iya "


Fleur mengangguk


" Assalamualaikum sayang "


Sean berjalan keluar


" Wa'alaikum salam "


Fleur menutup matanya dan kembali tidur


" Ayo "


Sean menutup pintu kamar


" Baik tuan "


Aloe membawa perhiasan yang hendak di bawa Sean


Sean keluar dan berjalan di ikuti kedua anak buahnya menuju balai rapat yang tidak terlalu jauh dari rumah


" Maaf terlambat"


Sean datang dan semua orang berdiri


" Selamat datang tuan "


Semua orang membungkuk hormat


" Tidak perlu , duduklah "


Sean duduk di tempat yang telah di sediakan


" Sekarang.....


Sean membahas banyak hal tentang apa yang akan dia lakukan kedepan


Sean meminta peneliti (Benimaru) menyelesaikan masalah listrik agar bisa di selesaikan segera mungkin agar listrik bisa di nyalakan di atas kapal


Setelah listrik , Sean membahas tentang pendidikan dan kekuatan pulau


Setelah itu Sean meminta asosiasi pedagang dan pengelana untuk menjual perhiasan yang di produksi


Sean meminta produksi perhiasan di perbanyak oleh pengerajin perhiasan (Bose) untuk segera memurnikan berlian dan membuat perhiasan dari berlian


Setelah itu Sean meminta pandai besi (Forger) untuk membuat kotak perhiasan dan bekerja sama dengan Bose (pengerajin perhiasan)


" Aku rasa cukup untuk hari ini "


Sean berdiri


" Kami akan berusaha untuk melakukan yang terbaik "


Mereka semua membungkuk


" Terimakasih untuk hari ini , aku pergi "


Sean berjalan meninggalkan aula di ikuti Aloe , Lao dan key


" Ini sudah tengah malam , apa Fleur sudah makan "


Sean menggumam


" Tuan "


North menghampiri Sean


" Apa "


Sean berhenti


" Saya mau meminta tanda persetujuan anda agar semua dapat berjalan lancar "


North meminta


" Sepertinya kita membutuhkan stempel "


Sean berfikir


" Anda benar , kita harus membuat sebuah stempel khusus untuk anda "


North setuju


" Hm.... Buat stempel berbentuk bunga untukku "


Sean meminta


" Baik "


Aloe mengangguk


" Aku akan memberikan gambarnya esok "


Sean kembali berjalan


" Dan tuan "


North memanggil kembali


" Hm... "


Sean berdehem pendek


" Anu... Apa anda yakin batu indah yang kita buat bisa laku di pasaran "


North meragukan


" Kenapa tidak , sesuatu yang seperti itu jarang ada di tempat seperti ini , itu barang baru yang aku temukan sebelum datang kesini "


Sean menjawab


" Jadi ini adalah barang dan desain yang baru aku dapatkan kemarin "


Sean berhenti


" Ciffon belum kembali "

__ADS_1


Sean terkejut


__ADS_2