
" Makam itu adalah makam dari raja pertama di negri tiran naga hitam "
Key menjawab
" Lalu di sampingnya "
Fleur bertanya
" Adik dari raja tiran pertama "
Key menjawab
" Siapa itu raja tiran "
Fleur bertanya
" Tentunya saja suamimu "
Sean tiba-tiba saja datang dan duduk di samping Fleur
" Suamiku becanda deh "
Fleur memeluk Sean
" Ngak becanda lho "
Sean membalas pelukan Fleur
" Ah masa "
Fleur menyangga kepalanya dengan kedua tangannya
" Ih bener "
Sean mencubit hidung Fleur
" Tuan , kita jadi pulang hari ini atau sesuai rencana "
Key bertanya
" Kita pulang hari ini "
Sean membawa Fleur ke dalam gendongannya
" Baik tuan "
Key berdiri
Sean dengan penuh canda tawa berjalan sambil menggendong Fleur pulang menuju pulau Tigre
Saat perjalanan pulang , tidak terlihat satupun penduduk desa Tiger , di sana hanya terlihat penduduk kerajaan merak
" Dimana ibu dan ayah dan lainnya "
Fleur bertanya
" Mereka mungkin sudah ada di rumah "
Sean menjawab
" Oh... "
Fleur mengangguk
Setelah sampai di pulau Tiger , terlihat semua penghuni suku Tiger sudah ada di atas pulau
" Apa masih ada yang tertinggal "
Sean bertanya kepada key
" Salam tuan , semua orang sudah ada di sini , silahkan anda beri perintah berlayar "
North memberitahu
" Hm... Ayo kita pergi "
Sean melangkah masuk ke dalam pulau dan pulau langsung berlayar tanpa penghormatan dari suku merak
" Pangeran paon , saya akan kembali untuk mengunjungi makam raja tiran pertama "
Sean menoleh ke belakang
" Saya selalu menunggu anda tuan "
Paon menunduk hormat
Dua Minggu Sean telah menapakkan kaki di pulau , Sean menerima sebuah surat dari rumah
" Aku mau lihat "
Fleur datang sambil membawa semangkuk kacang tanah yang di ambil dari kebunnya sendiri
" Astaga sayang , kamu makan apa itu "
Sean terkejut melihat Fleur membawa semangkuk kacang penuh
" Kacang , aku pengen "
Fleur duduk di samping Sean
" Sepertinya kita harus ke dokter deh sayang"
Sean menyentuh kening Fleur
" Aku sehat Lo mas "
Fleur mulai memanggil Sean dengan panggilan mas karena Sean bercerita tentang Adinda yang manja kepada Sbastian
" Iya iya.... Tapi kamu gemukan lho "
Sean mencubit pipi Fleur
" Biarin "
Fleur menyingkirkan tangan Sean
" Sayang sering pengen yang aneh-aneh ngak akhir-akhir ini "
Sean menyingkirkan rambut Fleur
" Iya , kayak kemaren pas mandi Fleur pengen minum air laut "
Fleur memberitahu
" Astaga , terus kamu minum "
Sean bertanya
" Iya minum tadi pagi di pinggir kebun , terus lihat kacang jadi pengen makan kacang deh "
Fleur mengangguk
" Kita beneran harus periksa yank nanti "
Sean memberitahu
Sean membuka satu kertas yang terlihat tebal
*Srek
Jatuh banyak kertas-kertas kecil dari dalam amplop yang di hias indah
" Woah "
Fleur mengambil satu kertas
__________ ✉️
Kakak Sean , aku kemarin habis makan kacang sama papa Bram , terus aku pulang sama bilang-bilang ke kakak , kakak iri deh
Mutiara ( definisi pamer )
___________
" Astaga Mutiara , bisa bisanya kamu nakal hadueh... "
Sean menggelengkan kepalanya
" Kan masih kecil mas "
Fleur membuka kertas yang lain
____________ ✉️
Sean , aku habis bikin Aniel nangis gara-gara aku habisin puding dia dua hari yang lalu , terus yang kemaren aku buang boneka Mutiara ke kolam jadi dia nangis
Reyhan
____________
" Bisa gak sih bogemku tak kirim pulang"
Sean menggerutu kesal
" Hahahaha "
Fleur tertawa membaca surat dari Reyhan
____________✉️
Kak SeaN , aku haBs bung hapeya kakak ehan gara gara dia buan BonEka MutIAra ke kolam renang kakak samA papa yang DAlem , JaDi kak ReHan naNgis ke pApa Bram KataNa aku yaN salaH
Aniel ( definisi dendam ke Reyhan )
_____________
" Hahahaha bagus cantik , kakak bangga padamu "
Sean terbahak-bahak setelah membaca surat dari Aniel
" Astaga ajaran siapa ini "
Fleur meletakkan surat Aniel dan membuka surat yang lain
" Ajaran aku lha "
Sean berbangga diri
" Gitu kok bangga "
Fleur mencubit pipi Sean
" Iya dong "
Sean menunjukkan Gigi putihnya
______________✉️
Sean , aku habis pukul Reyhan gara-gara buang boneka Mutiara ke kolam , habis itu aku jitak kepalanya gara gara dia habisin puding kesukaan Aniel , terus aku konci dia di kamar gara gara bangunin mama sama bunda yang lagi istirahat
Adimas ( Definisi marah gegara Reyhan )
______________
" Ini kok Reyhan semua masalahnya "
Fleur meletakkan surat dari Adimas
" Dasar kak Reyhan "
Sean membuka surat lainnya
___________✉️
Sean... Aku dongkol dengan Reyhan , jadi harus aku apakan dia
Fadlan ( definisi singkat padat dan jelas )
___________
" Bisakah kak Fadlan ngomong panjang walau di surat "
Sean meletakkan surat Fadlan
" Hahaha , saudara mas lucu-lucu ya "
Fleur tertawa
" Dasar ga jelas "
Sean melanjutkan membaca semua surat yang dia dapat bersama Fleur dengan di iringi canda tawa bersama
" Mau balas mas "
Fleur bertanya
" Kirim sesuatu aja deh sayang , tapi apa"
Sean berfikir
" Surat aja lho mas , aku mau liat mas nulis"
Fleur meminta
" Tapi aku males yank "
Sean menolak
" Ayolah mas , aku mau liat mas nulis boleh la mas "
Fleur memaksa
" Iya deh "
Sean berdiri dan mengambil kertas juga bulpoin
_______✉️
Untuk saudaraku : aku akan membunuh kalian jika berani buat bidadariku marah
Untuk saudariku : kakak akan hajar kak Reyhan begitu kakak kembali
Katakan pada papa dan mama/bunda aku baik di sini , aku makan teratur dan istirahat cukup.............
______________
Sean mengirimkan pesan yang cukup panjang hingga Fleur puas melihat Sean menulis
" Puas sayang "
Sean bertanya
" Udah "
Fleur mengangguk
" Oke kita kirim "
Sean membungkus pesan miliknya dan mengirimkannya dengan beberapa bunga teratai salju yang sudah di awetkan dengan sihir
" Hm.... Aku capek , ayo bobok "
Fleur mengajak
" Tumben sih , ini kan masih pagi "
Sean membawa Fleur naik ke atas peraduan yang sedikit berubah
" Gatau "
Fleur memeluk Sean dan memejamkan matanya
Seketika Fleur tertidur tanpa bisa di ganggu
" Harus panggil tabib nih "
Sean perlahan melepaskan pelukan Fleur dan berjalan keluar rumah
Beberapa saat berlalu dan Sean kembali pulang , terlihat Fleur masih di posisi yang sama dan masih terlelap
" Ayo tabib periksa dia , ada yang aneh dengan istriku "
Sean mempersilahkan seorang tabib tua yang sudah ratusan tahun di atas pulau
" Baik tuanku "
Tabib menyentuh pergelangan tangan Fleur
" Eum... "
Fleur menepis tangan tabib dan berbalik
" Tabib , istriku akhir-akhir ini suka makan yang aneh-aneh lalu dia punya kebiasaan baru yang aneh-aneh "
Sean menjelaskan
" Em.... Maaf tuan saya mau bertanya "
Tabib terlihat tidak enak
" Silahkan "
Sean mempersilahkan
" Kapan terakhir kali nyonya mengalami hari libur bulanan "
Tabib bertanya dengan berhati-hati
" Ah... Em..... "
Sean berfikir
" Tidak pernah "
Sean menjawab
" Iya tuan "
Tabib memastikan
" Tidak pernah... Dia tidak libur sejak aku di sini , lalu katanya bulan kemarin adalah hari pertama dia libur tapi aku yakin bulan ini dia belum libur "
Sean terlihat berpikir
" Ya aku yakin bulan ini dia belum libur , karena setiap malam dia melayaniku "
Sean terlihat yakin
" Hahahaha selamat ya tuan , anda sangat kuat "
Tabib terlihat bahagia
" Selamat kenapa "
__ADS_1
Sean kebingungan
" Bisakah saya memeriksa nyonya "
Tabib meminta
" Baiklah "
Sean mengambil tangan Fleur dan membiarkan tabib memeriksanya
" Hm... Dari perkiraan , kandungan nyonya sudah berumur satu Minggu , jadi tuan harus berhati-hati ya "
Tabib memberitahu
" Tabib mari kita keluar "
Sean membenarkan posisi tidur Fleur dan menarik tabib keluar rumah
Di luar rumah
" Katakan lagi tabib "
Sean tersenyum
" Eh.... Itu tuan , kandungan nyonya sudah berumur satu Minggu "
Tabib memberitahu dengan sedikit takut
" Eum...... Yes yes yes hahahaha yuhuuuu "
Sean mengangkat tangannya ke atas tinggi-tinggi dan melompat ria karena bahagia
" Hore hore hore "
Sean menggoyangkan pinggulnya dengan iringan nada dari mulutnya
" Kenapa tuan "
Key datang bersama Aloe
" Coba tebak hm..hm.. "
Sean menaik turunkan alisnya dengan senyum bahagia yang lebar
" Hehe hahaha "
Sean terlihat memeluk dirinya sendiri dan berputar-putar di halaman depan
*Brugh
" Hahaha haha haha "
Sean memeluk dirinya dan berguling-guling di lantai
" Hm.... Nona Aniel memberi surat "
Key menebak
" Toteeet salah "
Sean menyilangkan tangannya
" Hm.... Anda memanen kentang raksasa "
North tiba-tiba datang dan ikut menebak
" Toteeeet salah besar "
Sean menggeleng
" Anda sedang bahagia "
Terdengar suara Fleur dari belakang
" Sayangnya aku udah bangun "
Sean memeluk Fleur dan membawa Fleur duduk
" Kenapa seneng banget ini "
Fleur mengambil tangan Sean dan mengendusnya
" Ah ya tabib , ini untuk tabib "
Sean memberikan satu koin emas
" Astaga ini banyak sekali tuan "
Tabib terkejut
" Makasih tabib hehe "
Sean tidak mendengarkan tabib dan masih memeluk Fleur
" Saya pamit undur diri "
Tabib berlalu pergi dengan perasaan bahagia
" Apa tuan memanen wortel besar dari ladang "
Lao masih menebak
" Salah hehehe "
Sean memperhatikan Fleur yang masih mengendus tangannya
" Suamiku , aku mau makan ikan asih "
Fleur meminta
" Aku akan belikan "
Sean menurunkan Fleur
" Mau beli apa aja "
Sean menawari
" Ikan asin aja "
Fleur memberitahu
" Okeh cintaku , aku pergi babay "
Sean meninggalkan Fleur sambil melompat riang menuju pasar
" Hm...hm... Haha haha Lala Lala "
Sean bersenandung ria dan melompat kesana kemari menuju pasar
Setelah sampai di pasar
" Paman beli ikan asin dua kotak "
Sean berbelanja dengan senyuman
" Baik tuan , ikan asin yang seperti apa "
Paman penjual menunjukkan berbagai macam ikan asin
" Fleur tidak memberitahuku untuk beli yang mana "
Sean mengerenyitkan keningnya
" Memangnya tuan pemilik beli ikan asin untuk apa "
Seorang anak kecil bertanya
" Tidak sopan sayang "
Paman penjual memperingatkan
" Itu anak paman "
Sean bertanya
" Iya tuan , maaf atas kelancangannya "
Paman penjual membungkuk hormat
" Tidak usah haha "
Sean tertawa
" Paman tau , aku juga akan jadi seperti paman , aku akan punya bayi hahaha "
Sean memberitahu dengan riang
" Benarkah tuan , selamat tuan "
Paman penjual ikut tersenyum
" Terus tadi dia mau ikan asin , tapi aku bingung ikan asin yang seperti apa "
Sean berkacak pinggang
" Kalau begitu biar saya selesaikan masalah tuan "
Paman penjual mengambil satu kotak anyaman bambu dan memberikan beberapa ikan asin dari semua jenis ikan asin di sana
" Wah paman hebat hahaha "
Sean tertawa
Paman penjual memberikan dua kotak ikan asin
" Ini adek kecil , makasih paman aku pulang"
Sean memberikan uangnya kepada putra paman penjual
" Ha ha haha ha laa laaaa lalalala "
Sean pulang dengan riang gembira tiada tara
Setelah sampai di rumah
*Tak
Kotak ikan asin yang dia bawa terjatuh
*Sring
Perdana yang selalu menjadi ikat pinggangnya kini keluar
Dalam sekejap mata , Sean membuat halaman rumahnya penuh dengan darah dengan banyak kepala yang berserakan
" Maaf aku terlambat "
Sean memeluk Fleur yang tergeletak di atas lantai
" Tuan "
Beberapa orang datang dengan beberapa tabib
" Beri mereka perawatan , aku akan merawat istriku sendiri "
Sean membawa Fleur masuk ke dalam rumah
" Aku akan mengecek nyonya "
North menarik seorang wanita muda masuk ke dalam rumah
" Tuan , biar dia memeriksa nyonya "
North memanggil Sean
" Hm... "
Sean meletakkan Fleur di atas tempat tidur dengan lembut
" Permisi tuan "
Wanita muda itu memeriksa Fleur perlahan
" Siapa yang mengirim mereka "
Sean bertanya kepada north
" Saya masih mencari tahu tentang hal ini , saya akan segera mengabari anda jika sudah mendapatkan informasi "
North menjawab
" Hm... "
Sean hanya berdehem pendek
" Nyonya hanya terkejut , tidak ada luka sama sekali di tubuh nyonya "
Tabib memberitahu
" Bagaimana kandungannya "
Sean bertanya
" Kandungan nyonya masih muda , jadi nyonya harus banyak beristirahat dan tidak boleh kelelahan.... "
Tabib itu menjelaskan beberapa hal
" Aku mengerti , ini untukmu "
Sean memberikan beberapa koin
" Terimakasih banyak tuan "
Tabib itu membungkuk dan mengundurkan diri
" Aku ingin pelakunya segera di tangkap , kau mengerti kan North "
Sean menghampiri Fleur
" Saya mengerti , saya pamit undur diri "
North membungkuk dan pergi meninggalkan Sean
" Maaf "
Sean menggenggam tangan Fleur dan menciumnya
" Kita harus ganti baju "
Sean melepaskan pakaiannya dan menggantinya
Setelah itu Sean mengganti pakaian Fleur yang penuh dengan darah dengan pakaian tidur
Setelah itu , Sean duduk di samping Fleur dan memandangi wajah pucat Fleur
" Sayang maafkan mas ya "
Sean mengusap lembut kening Fleur
" Tadi aku sudah membelikanmu ikan asin , kau harusnya tau bahwa di sini ada malaikat kecil kita "
Sean mengecup kening Fleur lama
" Benarkah "
Terdengar suara Fleur lirih
" Sayang "
Sean terkejut
" Lalu mana ikan asinnya "
Fleur meminta dengan lirih
" Hahaha sayangku "
Sean memeluk Fleur dan tanpa sadar Sean menitikkan air mata
" Kau menangis "
Nafas Fleur berhembus lembut di telinga Sean
" Iya iya.... terimakasih ya Allah "
Sean memeluk Fleur dengan erat
Sore harinya
" Sayang mau makan apa "
Sean bertanya
" Makan apa aja deh , aku laper hehe "
Fleur menunjukkan Gigi gingsul miliknya
" Mas mau masak ayam yang tadi beli di depan "
Sean memberikan segelas air hangat untuk Fleur
" Iya , Fleur akan makan semua yang suamiku masak "
Fleur meminum air hangatnya perlahan
Sean beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur di belakang rumah
Beberapa saat setelahnya
" Sayang makan dulu "
Sean meletakkan semua apa yang dia masak di atas meja makan
" Woah.... Banyak banget "
Fleur terkejut
" Iya dong , kan buat istri aku "
Sean membawa Fleur dari tempat tidur menuju meja makan
" Mau yang mana dulu "
Sean mengambil sebuah piring
" Mau ini dulu "
Fleur mulai makan dengan lahap sambil sesekali menyuapi Sean hingga yang ada di atas meja makan ludes tak tersisa
" Hahaha istriku imut banget "
Sean mencubit pipi Fleur
__ADS_1
" Iya... Adek bayinya laper "
Fleur mengangguk
" Masih laper "
Sean mengusap perut rata Fleur
" Udah kenyang hehe "
Fleur menyandarkannya tubuhnya di atas sandaran kursi panjang
" Sekarang kita tunggu turun dulu habis itu baru tidur "
Sean membawa Fleur ke atas peraduan dan menyangga tubuh Fleur dengan tubuhnya
" Suamiku "
Fleur memanggil
" Kenapa "
Sean yang sudah memejamkan matanya kini berbisik
" Tidak "
Fleur menggeleng
Satu bulan berlalu , kini Sean mendapat kabar bahwa esok hari akan sampai di pulau yang di tuju
" Sayang.... Fleur beneran gak boleh turun "
Fleur memeluk Sean dari belakang
" Maaf cintaku , pulau ini berbahaya dan lagipun aku tidak akan lama "
Sean menjelaskan
" Huuuhh.... Iya deh Fleur nurut "
Fleur menggosokkan wajahnya di punggung Sean
" Maaf ya cantik "
Sean berbalik dan memeluk Fleur dengan lembut
" Anak ayah besok jaga ibu ya "
Sean berlutut dan berbicara dengan calon bayinya
" Gamau "
Fleur menirukan suara anak kecil
" Kok ga mau "
Sean bertanya
" Ayah nakal sih "
Fleur menjawab
" Hahaha bisa saja istriku ini "
Sean membawa Fleur ke atas tempat tidur
" Istirahatlah sayang , aku pergi sebentar "
Sean meletakkan Fleur dan masuk ke dalam sebuah portal
Esok harinya
" Sayang beneran gak boleh ikut "
Fleur bertanya kembali di jembatan sebrang
" Maaf cantik , key dan Lao akan menemanimu di sini , aku akan segera kembali "
Sean mengusap kepala Fleur
" Jangan lama-lama ya "
Fleur meminta
" Iya "
*Cup
Sean mengecup kening Fleur
" Dah sayang "
Sean melambaikan tangannya saat akan menyebrang
" Cepat pulang "
Fleur berteriak
" Iya "
Sean tersenyum dan menyebrang
" Kita kemana dulu tuan "
North bertanya
" Ke Utara "
Sean mulai berjalan sesuai arah kompas buatannya sendiri
" Kita mencari apa sih tuan "
Aloe bertanya
" Sesuatu hahaha "
Sean tertawa
" Hadueh..... Tuan selalu saja "
Aloe menggelengkan kepalanya
Sean berjalan melewati beberapa sungai dan lembah kecil hingga matahari hampir terbenam
" Kita bangun tenda di sini "
Sean menancapkan kayu yang dia bawa
" Saya siapkan api unggun "
North mengambil tugas
" Saya yang akan bangun tenda "
Aloe mulai membantu Sean mendirikan tenda modern yang selalu di bawa oleh Aloe kemanapun ia pergi
" Woah.... Tendanya sangat praktis ya "
North kagum
" Ntahlah Aloe itu selalu bawa beginian "
Sean melepaskan alas kakinya dan masuk ke dalam tenda
" Kan bisa berguna tuan hehe "
Aloe cengengesan
" Ayo makan malam "
Sean keluar dan mulai mengeluarkan beberapa hal dari dalam dimensi portal miliknya
" Kita makan mi instan hahahaha "
Sean tertawa jahat
" Woah.... Anda bawa ini tuan "
Aloe terkejut
" Apa itu "
North bertanya
" Ini enak North , aku gak berani makan kalau sama Fleur , takutnya dia kecanduan ini nanti "
Sean mulai merebus air di halaman tenda
" Anda bawa panci "
Aloe terkejut
" Wajah juga lho hahaha "
Sean mengeluarkan wajan mini miliknya
" Astaga "
Aloe terkejut
Setelah mi siap dengan telur ceplok di atasnya , Sean mulai menyajikan makanan di bantu Aloe
" Hem..... Enyak "
North terlihat makan dengan lahap
" Tentu saja ini kan mie instan hahahaha "
Sean dan Aloe terbahak-bahak melihat North mulai tambah
Setelah makan , Sean melanjutkan dengan ibadah di dalam dimensi Portas seperti biasa
" Ayo istirahat "
Sean yang baru keluar mengajak kedua orang di sana yang masih sibuk menghangatkan badan
" Baik "
Mereka berdua masuk dan terakhir Sean
" Hm..... Taburi garam buat jaga-jaga "
Sean keluar dan menaburi garam di sekitar tenda dengan di bacakan beberapa ayat pendek dari Al-Qur'an
" Ayo dah tidur "
Sean masuk dan menutup resleting tenda
" Aku di tengah "
Aloe meminta
" Takut ya "
North mengejek
" Nggak tuh "
Aloe mengelak
" Masa... Ngak percaya tuh "
North masih mengejek
" Oke , gimana kalau tuan di tengah "
North memberi usul
" Oke siapa takut "
Aloe mengiyakan
" Yakin ngak mau di tengah "
Sean memberikan dua buah kantong tidur
" Iya tuan , akan saya buktikan kalau saya tidak takut "
Aloe memelototi North
" Hahaha , jangan takut lho ya "
Sean masuk ke dalam kantong tidur dan menghangatkan dirinya
" Woah... Apa ini "
North memperhatikan kantong tidur yang di berikan Sean untuknya
" Masuk ke sana dan tarik ini hingga kau merasa hangat "
Aloe memberi tahu caranya
" Oke "
North masuk dan memakainya dengan benar
" Woah.... Hebat ini sangat hemat tempat "
North masuk dan mulai memejamkan matanya
Saat tengah malam
" Permisi "
Terdengar suara seseorang
" Siapa ya "
North terbangun
" Tolong aku "
Suara itu terdengar kembali
" Jangan di buka , biarkan saja "
Sean memperingatkan
" Tapi tuan , itu siapa "
North menunjuk sebuah siluet seorang wanita di sana
" Tidurlah kembali , itu bukan manusia "
Sean memperingatkan
" A..a...aaa...apa tuan "
North terkejut
" Itu bukan manusia , tidurlah "
Sean memberitahu dengan enteng
" T..tu..tuan... Tuan ada lagi di sini "
North menunjuk siluet yang lain
" Mereka ada banyak , tapi mereka tidak akan bisa masuk , tidurlah North "
Sean berbalik membelakangi North
" Tuan.... Ini menyeramkan "
North merebahkan dirinya dan memperhatikan sekeliling yang terdapat banyak siluet seseorang di sana
" Jangan di pedulikan , tidurlah aku akan menjagamu "
Sean menarik North untuk berbaring
Esok harinya
" Kau tidak tidur "
Sean terkejut melihat North yang berbaring dengan mata terbuka
" Saya tidak bisa tidur "
North menjawab
" Astaga , sudah ku bilang mereka tidak akan masuk "
Sean membangunkan Aloe
" Tuan benar hahaha "
North tertawa kikuk
" Bagus , kau akan mengantuk di perjalanan"
Aloe mengejek
" Apa kau "
North memelototi Aloe
" Sudah ayo "
Sean keluar dan membuat sarapan , sedangkan Aloe membersihkan tenda
" Nih makan , melek itu matanya "
Sean memberikan semangkuk mie
" Iya tuan "
North memakan makanan yang di berikan Sean
" Saya tuan "
Aloe duduk di samping north
" Ini "
Sean memberikan semangkuk mie
Setelah sarapan , Sean membawa kedua anak buahnya kembali menelusuri hutan
" Hei apa itu "
Sean menghampiri sebuah telur kecil
" Telur rubah api "
__ADS_1
North terkejut