Aku Pangeran

Aku Pangeran
pak Sam dan asisten john


__ADS_3

Sesampainya di rumah , sbastian langsung di sambut oleh semua pelayan rumah dan para penjaga , sbastian berkata kepada mereka dengan nada yang ceria , bahwa kini tuan muda mereka sudah ada di dalam rumah


" Selamat datang tuan " para pelayan mengucapkan salam dengan serempak di pimpin oleh bibi Anin , bibi Anin adalah kepala pelayan di rumah mewah sbastian , bahkan bisa di sebut mansion


" Ya , ucapkan salam kepada tuan muda kalian , namanya Sean " ucap sbastian dengan nada yang ceria dan senyum yang merekah . Sungguh tidak cocok dengan kepribadian seseorang sbastian yang terkenal dingin , tegas dan tidak menerima kesalahan sedikitpun dalam bentuk apapun


Ya , sebenarnya para pelayan sedikit terkejut tentang perilaku sbastian yang tidak seperti biasanya "astaga tuan tersenyum , akan ada kejadian apa ini , apakah pertanda buruk , atau pertanda baik , apapun itu lindungi kami Tuhan " batin para pelayan menjerit


"Salam tuan muda Sean " serempak para pelayan di ruang tamu


" Apa kamar putraku sudah siap , apa warna kamar anakku , apa pakaian yang akan di gunakan anakku sudah sampai " tanya sbastian dan di jawab oleh pak Sam


"Sudah tuan , pakaian tuan muda sudah saya letakkan di lemari tuan muda " jawab pak Sam yang di angguki oleh sbastian


pak Sam sendiri adalah kepala pelayan pria , pak Sam adalah orang kepercayaan sbastian setelah asisten John , pak Sam juga pelayan pribadi yang merawat sbastian sejak sbastian berumur 7 tahun , pak Sam adalah pengganti orang tua sbastian sedari kecil , karena orang tua sbastian sangat sibuk dan jarang ada di rumah . Sbastian sangat menghormati pak Sam . Pak sam sudah di anggap sebagai ayah keduanya , dan tujuan dirinya pulang ke rumah saat ini . setelah kedua malaikatnya meninggalkan nya tidak ada tujuan untuk apa pulang ke rumah lagi . saat sbastian tidak pulang ke rumah , pak Sam menunggu sbastian , berdiri di depan pintu rumah , khawatir karena sbastian tidak kunjung pulang , hingga membuat pak Sam sakit , sejak saat itu Sbastian selalu pulang ke rumah , agar tidak membuat pak Sam menunggu , kasih sayang seorang pak Sam lah yang membuat sedikit melupakan kerinduannya kepada almarhum anak dan istrinya, juga mengobati kerinduan kepada orang tua kandung nya


" Ayo pak Sam , aku ingin melihat kamar putraku , nuansa apa kamarnya , warnanya apa " tanya sbastian sambil terus berjalan menuju kamar Sean yang berada di lantai dua rumahnya


" Karena asisten John memberi kabar bahwa tuan muda bernama Sean , saya mendesain kamar tuan muda dengan nuansa lautan , jika tuan tidak menyukainya, saya akan mengubahnya " ucap pak Sam dengan sopan


Setelah sbastian memasuki kamar untuk Sean kecil di ikuti paman Sam , sbastian memerintahkan pak Sam menutup pintu


" Aku menyukainya ayah , ini sangat indah , cocok dengan Sean kecilku , ayah , kau yang terbaik " ucap sbastian dengan nada yang berbeda dari biasanya , pak Sam tersenyum , melihat sbastian yang menyukai kamar nuansa lautan


Disaat hanya berdua , sbastian akan berbicara selayaknya seorang ayah dan anak dengan pak Sam


"Baguslah jika kamu suka nak " pak Sam tersenyum bahagia karena sbastian menyukainya


" Terimakasih ayah . Ayah , gendonglah cucumu ayah , dia ingin tau bagaimana kakeknya " kata sbastian sambil menyerahkan Sean kepada pak Sam


" Aku sudah mendengar semuanya tentang cucuku dari asisten John , jadi aku membuat nuansa laut untuk cucuku , apa kamu sudah membuatkannya surat surat negara nak " tanya pak Sam

__ADS_1


" Sudah di urus oleh John ayah " jawab sbastian


"dan aku punya permintaan ayah " pinta sbastian


" Apa itu ?? " tanya pak Sam


" Aku mau dua taman bermain untuk Sean , satu di taman belakang , satu di dalam ruangan , untuk konsepnya ayah saja yang buat , dan satu kolam renang kecil , satu kolam ikan , satu akuarium besar di ruang tamu , oh ya ayah kolam ikan di isi dengan ikan koi saja , dan bunga teratai di atasnya , dengan warna bunga yang bermacam macam , sekitar kolam di keramik dengan warna biru langit , dengan bangku di sekitar taman dan ayunan di dekat kolam , dengan satu pohon besar , satu pohon apel dan jeruk bonsai , juga beberapa tanaman stroberi dan anggur mungkin " pinta sbastian penuh semangat


" Baiklah akan ayah atur " kata pak Sam dengan tenang


" oh ya ayah , aku akan berfoto dengan Sean esok , dan akan menceritakan foto dengan bingkai besar. Aku minta ayah meletakkan foto ku dengan Sean di samping foto Ayunda dan Dimas , fotoku dan Ayunda letakkan saja di paling atas "


" Baiklah aku mengerti , sekarang bahagialah untuk putramu . Kamu mendengarkan ayah kan sbastian " panggil pak Sam yang melihat sbastian menatap kosong ke luar jendela


" Iya ayah . Aku akan tidur siang ayah , ayo Sean kita ke kamar papa , ayah istirahat juga ya , jangan kelelahan " nasehat sbastian


Pak Sam tidak menjawab , sbastian meninggalkan pak Sam menuju kamar sbastian sendiri , sbastian meletakkan Sean di atas tempat tidur dengan perlahan , namun Sean malah menangis di atas tempat tidur


" Iya tuan " sahut bi Ainin sambil berlari menuju sbastian


"Ini Sean kenapa bi ,kenapa tidak mau diam"


Panik sbastian


" Tuan muda , hanya lapar tuan , saya akan membuatkannya susu " kata bi Ainin


" Aku ikut bi " sbastian mengikuti bi Ainin sampai di dapur


Bi Ainin membuatkan sebotol kecil dot susu untuk Sean minum


" apakah tidak terlalu panas bi " tanya sbastian

__ADS_1


"Tidak tuan , tuan letakkan tuan muda di tempat tidur lalu letakkan dot ini di mulut tuan muda , nanti jika tuan muda sudah kenyang maka tuan muda akan melepas dot nya " bibi Ainin memberi tahu kepada sbastian


" Apakah tidak boleh di gendong saja bi "


Tanya sbastian


" Sebaiknya tuan meletakkan saja di tempat tidur , agar tuan muda terbiasa , jika selalu di gendong tuan muda akan terbiasa di gendong , dan akan menangis jika di letakkan " terang bi Ainin


" Oh... Begitu ya bi, baiklah aku akan menidurkannya di kasur saja " putus sbastian


___


Di kamar sbastian , kamar yang sangat luas , di atas tempat tidur king size , dengan sofa dan 1 televisi di kamar , tempat tidur berwarna abu putih , menidurkan Sean di atas tempat tidur , sbastian tidur menghadap ke samping kanan , dengan kepala yang di sangga tangan kanan dan tangan kiri memegangi dot Sean yang sudah mulai tertidur


Sean sudah melepas dot yang ada di mulutnya , tidur dengan tangan kiri di atas dan mulut yang terbuka , sbastian tertawa kecil melihat tingkah Sean kecil yang menurutnya lucu


"Astaga anak papa lucu sekali , tidur yang nyenyak sayang , ayah akan mengerjakan tugas kantor dulu ya " sbastian berbicara kepada Sean yang tertidur lelap


Kini laki laki bertubuh tegap dan tinggi , hidung mancung , dan bulu mata lentik , rahang yang tegas , dengan bahu yang lebar . kedua kakinya diletakkan di atas meja , memangku laptop di atas paha dengan bantal di bawah laptop membatasi antara paha dan laptopnya , kepalanya bersandar di sandaran kursi , dan dengkuran halus terdengar , menandakan bahwa dirinya sudah tertidur nyenyak , di samping berkas berkas yang berserakan di atas meja di sofa juga di sekitarnya


Kini tangisan putranya yang membangunkannya , Sean kecil menangis karena lapar , dan popok basah


" Astaga Sean , kenapa kamu " panik sbastian . Sbastian berlari menuju Sean yang menangis di atas tempat tidur


" Eh.... Apa ini , popok mu basah , eh.... sejak kapan kamu pakek popok , bajumu juga di ganti , apa ayah yang melakukannya" monolog Sbastian yang heran karena semua pakaian dan springbad tempat tidur Sean sudah berubah warna menjadi biru , juga ada alas kecil berwarna biru dengan gambar ikan kecil berwarna warni


" baiklah saatnya berganti popok , kita akan bertanya pada kakek tentang bajumu nanti " ucap sbastian kepada Sean


"baiklah , popok ada di lemari bagian bawah dengan celana pendek Sean , baju ada di atas popok baiklah..... " Sbastian membaca pesan dari asisten John tentang tata letak semua pakaian Sean


"halo John bagaimana cara mengganti popok?? dan bagaimana cara membersihkan kotorannya ??" lagi lagi sbastian merepotkan asisten John

__ADS_1


__ADS_2