Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 53


__ADS_3

“Mungkin kita tak bisa bersatu, tapi setidaknya kita bisa bersama. Meski bersama dalam ikatan sebuah persaudaraan.” ~Rey~


.


.


.


“Didepan pintu kamarmu, ada Aqila dan Axel ingin menjengukmu.”


Dan berhasil, spontan Rey segera menatap wajah sang mama penuh selidik. Sepertinya dia sedang mencari kebenaran diucapan mamanya.


“Beneran sayang, ada Aqila disini.” Mama Angel mengangguk.


Rey langsung berdiri dan berjalan dengan sempoyongan menuju pintu. Disana didepan pintu ada gadis yang masih bersemayam dihatinya sedang berdiri. Terlihat wajah Aqila begitu sendu menatap Rey.


Rey langsung berhambur ke arah Aqila dan memeluknya erat. Aqila yang dapat perlakuan itu pun kaget. Dia hanya mematung tak membalas pelukan itu. Bukan karena merindukan pelukannya tapi dia hanya shock mendapatkan serangan tiba-tiba.


Spontan setelah beberapa menit dia mengumpulkan kesadaran, Aqila segera melepas pelukan itu namun tak bisa. Tangan Rey begitu erat memeluknya.


“Tolong lepasin,” ucap Aqila.


“Gak mau,” ujar Rey.


“Kita bukan muhrim gak boleh kayak gini Rey,” seru Aqila dengan wajah marah.


“Biarin aku takut kamu pergi,” ucap Rey tak kalah tinggi.


Aqila mulai berontak, dia tak ingin seperti ini. Kedatangannya karena ingin membantu lelaki itu agar sadar. Namun apa ini dia mendapatkan perlakuan tak senonoh.


Akhirnya final Aqila meminta bantuan Axel.


“Kakak,” panggil Aqila menyerah.


Axel maju dan mencengkram pundak Rey agar melepaskan pelukannya.


“Jangan meluk adek gue sembarangan lo,” geram Axel yang mulai tadi menahan amarahnya.


Ingin rasanya Axel menonjok wajah Rey sekarang, tapi diurung ketika ia mengingat keadaan lelaki didepannya itu.

__ADS_1


Rey hanya acuh bahkan ia ingin mendekati Aqila lagi namun Axel segera menarik sang adik untuk berada dibalik tubuhnya.


“Kalau lo deketin dia lagi, gue bawa pulang adik gue,” ancam Axel.


Dan berhasil, Rey segera mundur dan berhenti ditempat. Aqila menengok dari balik tubuh kakaknya. Matanya bersirobok dengan mata Rey. Lelaki itu menatap Aqila dengan pandangan sendu penuh kerinduan. Namun Aqila hanya diam saja karena perasaannya pada lelaki itu telah berubah.


“Aku kesini ingin berbicara berdua denganmu,” ucap Aqila pelan.


“Baiklah.” Rey mengangguk.


“Lebih baik kalian mengobrol ditaman belakang,” ucap Mama Ria.


Mereka semua setuju lalu mulai berjalan menuju halaman belakang. Aqila tetap bersama kakaknya, bergandengan tangan sampai dia harus melepas gandengan itu. Disana Rey sudah duduk tenang dikursi taman yang dibatasi oleh meja bundar.


Aqila menatap kakaknya dan tersenyum menandakan bahwa dia akan baik-baik saja.


“Kakak tunggu sini yah,” ujar Axel lembut.


“Iya kak. Jangan jauh-jauh,” pinta gadis itu.


Aqila mulai melangkah dan duduk didepan Rey yang dibatasi oleh meja. Beberapa saat mereka hanya berdiam diri. Saling berkutat dengan pikirannya. Rey memandangan lurus kedepan dan Aqila menatap wajah Rey yang sangat memprihatinkan.


“Bagaimana keadaanmu?” tanya Aqila setelah beberapa saat hening.


Aqila bingung harus memulai dari mana. Dia menarik nafas dalam dan membuangnya. Mulai mengantur kata agar lelaki didepannya bisa mengerti. keadaan.


“Seharusnya kamu tak perlu seperti ini, jika kamu kayak gini sama aja kamu nyiksa Rossa yang udah tenang diatas sana,” ucap Aqila tiba-tiba.


“Mungkin kita sama, sama-sama penuh penyesalan. Aku menyesal telah meninggalkannya sendirian disini dan aku sungguh menyesal telah membuat dirinya menanggung sakitnya sendiri. Dulu dia gak pernah bilang padaku sakit apa. Padahal kita dulu berjanji akan terbuka satu dengan yang lain. Namun ternyata dia menutupi ini semua dengan bagus,” sambung Aqila.


Rey masih diam mendengarkan.


“Saat dulu Rossa menceritakanmu padaku, dia begitu bahagia. Bahkan dia begitu senang bisa bertemu dan dijodohkan oleh teman masa kecilnya. Dia sering cerita tentangmu. Meski aku sendiri tak pernah tau namamu karena Rossa tak pernah mengucapkan namamu.”


“Dan ketika aku tau jika lelaki itu adalah kamu, dari situlah aku mulai mengikhlaskanmu. Aku bahkan selalu mendoakan kalian agar menjadi pasangan yang sempurna dan awet. Namun ternyata Allah memiliki takdir sendiri. Allah mengambil Rossa saat keinginannya sudah tercapai yaitu menjadi istrimu. Berarti hidupmu memang sangat berarti untuknya Rey.” lanjutnya.


“Tapi sekarang kamu seperti tak memiliki semangat hidup, apa kamu tak ingat pesan terakhir Rossa. Kamu harus meneruskan masa depanmu. Kamu harus tetap menjalani kehidupan selanjutnya. Kamu boleh terpuruk tapi jangan terus seperti ini. Bukan hanya kamu yang sedih. Lihatlah mamamu disana.” Tunjuk aqila ke arah Mama Ria.


“Dia adalah orang pertama yang paling sakit hati jika kamu seperti ini. Didunia ini tak ada seorang ibu yang ingin anaknya seperti ini. Mamamu sangat menyanyangimu. Kamu masih ada mama untuk meneruskan hidupmu. Ingatlah kamu tak sendirian. Kamu ada mama, ada Bima dan ada keluarga yang lain yang sayang padamu. Jika kamu merasa berdosa pada Rossa, doakanlah dia disetiap sujudmu. Kirimkan lantunan ayah suci al-quran untuknya,” ucap Aqila mulai dengan suara serak menahan tangis.

__ADS_1


Rey mulai merespon. Dirinya menatap Aqila dengan mata berkaca-kaca dan Aqila pun menyadari itu.


“Menangislah jika memang dengan menangis kamu lega.”


Rey menangis dia bahkan sudah tak peduli jika terlihat lemah. Rey yang angkuh telah tiada yang ada Rey yang menangisi penyesalannya karena telah menyia- yiakan seorang wanita yang begitu mencintainya. Melihat ketidak berdayaan Rey, Aqila mendekat dan duduk disamping Rey. Meletakkan kepala Rey ke pundaknya. Dia membiarkan lelaki itu menangis sepuas hati.


“Setelah ini berjanjilah untuk tak menangis, bekerjalah kembali untuk mama dan perusahaanmu. Ingatlah banyak orang yang bergantung hidup di perusahaanmu. Jika kamu seperti ini maka lambat laun perusahaanmu akan merosot dan banyak keluarga yang ikut terimbas. Apa kamu mau seperti itu?” tanya Aqila.


Rey menggeleng.


“Nah dari sekarang berjanjilah untuk mengikhlaskan Rossa dan mulai bangkit. Ingat masih ada Allah dan mama yang sayang sama kamu. Untuk kisah kita sudah berakhir sejak lama tapi aku masih menganggap dirimu sebagai kakakku,” ucap Aqila yakin.


Rey mengangkat kepalanya dan bergeser menjauh. Dia menatap Aqila dengan menghapus air matanya.


“Terimakasih karena kamu masih baik kepadaku,” ujar Rey.


Aqila tersenyum. “Bukankah seharusnya memang seperti itu sang adik pada kakaknya. Jika kakaknya salah, adiknya yang meluruskan.”


“Ya benar.” Rey menimpali.


“Nah jadi mulai sekarang jangan bersedih lagi. Kalau masih inget Rossa doakan saja dia agar berada didekat orang yang beriman, Aamiin.”


“Aamiin ” sahut Rey.


Keduanya sama-sama tersenyum dan tertawa. Beginilah jadinya setiap permasalahan akan ada penyelesaian. Jika tak bisa bersatu masih bisa bersama. Jika tak bisa mencintai masih bisa menyanyangi.


Begitulah hidup, takdir cinta yang sudah diterapkan oleh Allah tidak akan bisa dirubah. Bagaimanapun manusia berencana jika allah tak berkehendak maka tak akan terjadi.


Manusia hanya bisa menjalani dan menerima. Berencana boleh tapi jangan terlalu berharap. Karena pengharapan yang bagus hanya Berharap pada Allah. Mencintai boleh tapi jangan memaksa untuk dicintai karena cinta yang suci adalah cinta yang lahir dari hati kedua pasangan dan sesuai dengan takdir allah.


---*---


Akhirnya selesai.


Selesai sudah permasalahan hati keduanya oke. Ingat dan pahami MENCINTAI SESEORANG BOLEH TAPI JANGAN BERHARAP UNTUK DICINTAI, JIKA CINTA TAK BISA BERSATU MAKA LEPASKAN JIKA DIA LEBIH BAHAGIA KETIKA DILEPAS.


Oke sampai sini mengerti kan? Faham tak. Kalau tak ya sudah, aku mau kabur aja hahaha.


Yang masih setia sama cerita author sampai saat ini terimakasih banyak. Selalu meninggalkan Like, vote dan komen. Aku sayang kalian.

__ADS_1


Tunggu aja kejutan selanjutnya oke. Uhuyyy hayati lelah bang sama konflik kemarin hihi.


Istirahat dulu.


__ADS_2