
“Aku akan mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan di negara ini.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
.
.
.
Hari ini cuaca pagi begitu hangat sehangat hati gadis yang sedang bersenandung sholawat dengan memakai gamisnya.
Ya hari ini tepat Aqila dan Dini akan travelling bersama diikuti oleh David. Bagaimanapun Aqila tetap patuh dengan aturan Kakaknya Adel dan Kevin.
Sesuai janjinya, Aqila dan Dini memakai gamis dengan model sama yang membedakan hanya diwarna saja. Aqila memakai gamis berwarna biru muda keabuan sedangkan Dini dia memakai warna kuning tua kehijauan.
Keduanya segera bertemu didepan pintu apartemen Aqila. Saling melempar tawa bahagia, mereka berjalan menuju lift.
10 menit yang lalu David sudah mengabari jika dia sudah ada didepan apartemennya. Terlihat lelaki tampan yang umurnya kisaran 27 tahun menunggu majikannya sambil berdiri didekat mobil SUV hitam.
Penampilan santai dengan celana panjang robek dibagian kedua lututnya menambah kesan keren pada wajah David.
Saat melihat kehadiran dua gadis itu, David segera membukakan pintu untuk mereka. Melihat majikannya sudah duduk tenang David segera melajukan mobilnya menuju tujuan pertama mereka.
Tujuan pertama mereka jatuh pada Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin. Dari kejauhan mereka sudah melihat Masjid indah itu.
Bandar Seri Begawan yang merupakan ibu kota Kesultanan Brunei Darussalam adalah kota yang unik. Kota itu terletak di tepian Sungai Brunei yang bermuara ke sebuah teluk.
Ratusan tahun lalu, Bandar Seri Begawan merupakan bagian dari sebuah permukiman bernama Kampong Ayer. Di kota itu berdiri sebuah masjid nan indah, megah, dan mewah bernama Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin.
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah salah satu masjid paling mengagumkan di Asia Pasifik. Tak heran jika masjid itu menjadi landmark dan daya tarik wisata utama yang ditawarkan Brunei. Masjid yang mendominasi pemandangan Kota Bandar Seri Begawan itu melambangkan kemegahan dan kejayaan Islam yang menjadi agama mayoritas dan agama resmi negara itu.
__ADS_1
Ciri khas yang paling menonjol dari bangunan masjid yang berupa unit tunggal itu adalah menara marmer dan bagian kubah berlapis emas murni. Hampir semua bahan bangunan masjid ini didatangkan dari luar negeri, seperti marmer dari Italia, granit dari Shanghai, lampu kristal dari Inggris, serta karpet dari Arab Saudi.
Model India Menara masjid merupakan bagian tertinggi dari Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin. Menjulang setinggi 53 meter, menara masjid itu dapat dilihat dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan. Bangunan menara berpenampang segi delapan. Di dalam menara terdapat lift, sehingga pengunjung dapat naik ke puncak menara dan menikmati panorama kota dari ketinggian.
Bagian bawah hingga atas penampang menara berbentuk bujur sangkar. Pada puncaknya terdapat sebuah tumpuan kubah berdenah segi delapan dan kubahnya juga bersisi delapan model klasik India. Dengan hadirnya menara, bentuk masjid tidak simetris karena hanya terdapat satu di sebelah utara.
Bagian dalam ruangan masjid khusus untuk tempat ibadah shalat bagi umat Muslim. Denah ruang shalat utama ini berpola segi empat panjang dengan sisi terpanjang di kiri-kanan atau sisi utara-selatan sejajar dengan arah kiblat. Kemungkinan besar bentuk denah yang berbeda dengan kebanyakan bangunan masjid klasik ini men- dapat pengaruh arsitektur gereja kuno, yang selalu menggunakan bentuk memanjang.
Bahkan kedua gadis itu tak henti-hentinya berdecak kagum. Keduanya juga melaksanakan sholat berjamaah bersama para pengunjung lain.
Karena kekagumannya pada Masjid Omar membuat keduanya lupa waktu. Waktu sudah menunjukkan sore hari.
Setelah menghabiskan waktunya berkeliling masjid Sultan Omar akhirnya kedua gadis itu mulai melanjutkan perjalanannya ke Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah.
Perjalanan menuju Masjid Jame’ hanya membutuhkan waktu kurang lebih 8 menit karena jarak keduanya sekitar 3,3 km.
Dengan suasana sore mereka benar-benar menikmati perjalanan kali ini. Canda tawa dibibir keduanya bahkan sesekali terdengar. Diam-diam semua kegiatan Aqila dan Dini direkam oleh David untuk di infokam kepada Tuannya Kevin
Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah adalah sebuah masjid di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei. Itu adalah salah satu dari dua masjid nasional, yang lain sedang Omar Ali saifuddien.
Disana boleh mengambil foto tetapi hanya dibagian luar untuk didalam tidak diijinkan. Bagi siapapun boleh datang kesini. Untuk wisatawan dilarang berkunjung di jam beribadah kecuali memang ingin shalat.
Keduanya segera ijin untuk masuk dan berkeliling tanpa bisa berfoto ria. Perjalanan berkeliling pun tak luput dari bantuan David. Karena memang orang kepercayaan Kevin saat ini adalah orang asli Brunei.
Jadi dengan hadirnya David bisa menjadi tour guide untuk kedua gadis baru itu. Setelah capek berkeliling dan sholat magrib berjamaah, Aqila dan Dini meminta untuk pulang ke apartemen. Perintah itupun segera dilaksanakan oleh David.
Setelah mengucapkan terimakasih pada David, Aqila dan Dini segera menuju lantai apartemen mereka.
“Rasanya hari ini begitu indah La,” celetuk Dini ketika mereka sudah sampai di dalam lift.
“Iya lo bener banget Din, hari ini kita cuma ke dua tempat tapi tempatnya pada indah masya allah. Sayangnya kita juga gak bisa bebas foto,” ujar Aqila.
__ADS_1
“Yaudah gakpapa yang penting kan kita bisa foto dari jauh dan bisa kesana lagi,” sahut Dini bahagia.
“Betul.” Aqila mengangguk.
Ting.
Pintu lift terbuka.
Mereka segera berjalan menuju unit apartemen. Melambaikan tangan pada Dini, Aqila segera masuk kedalam apartemennya. Meletakkan sepatu yang ia pakai pada tempatnya lalu segera menuju kamar tidurnya.
Hal pertama yang ia kerjakan adalah mencharger hp nya lalu membersihkan diri dari debu seharian ini.
Karena badannya lelah, Aqila berendam dengan air hangat. 30 menit berendam membuat badan Aqila segar kembali.
Gadis itu segera memakai mukenahnya untuk mengaji dan menunggu sholat isya' datang. Menutup Al-qur’an lalu ia segera melaksanakan 4 rakaat saat mendengar Adzan Isya sudah selesai.
Menyelesaiakan sholat dengan tertib, Aqila mulai menata mukenahnya dan lagi-lagi bunyi bel apartemennya berbunyi.
Ia yakini itu adalah Dini dan benar saja Dini masuk sambil mengajak masak bersama.
Dengan semangat kedua gadis itu memasak makanan kesukaaan mereka. Tak butuh waktu lama masakan mereka jadi dan segera melahap habis.
Malam ini keduanya tidur bersama dikamar Aqila dengan perasaan senang dan bahagia. Lalu untuk acara besok kedua gadis itu sudah merencanakan untuk ketempat destinasi selanjutnya.
Referensi : REPUBLIKA.co.id
---*---
Selamat membaca.
Insya allah dua bab isinya tentang destinasi Negara Brunei yah.
Salah satu negara yang pengen author kunjungi juga sih hehe. Sekarang gakpapa berhalu dulu sambil belajar lewat google sama tanya temen-temen yang udah pernah kesana. Ntar kalau ada kesempatan semoga bisa berangkat aamiin.
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE OKE.
__ADS_1