Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 83


__ADS_3

“Aku tak menyangka jika harus melihat suamiku sendiri dalam bahaya.” ~Adelia Cullen~


.


.


.


Setelah menceritakan itu semua, Mayra menatap Angel yang duduk didekatnya. Dia begitu mengerti bagaimana perasaan Angel saat ini. Ayah dari suaminya saja masih belum menerimanya sampai saat ini.


Mama Angel hanya diam dengan mata berkaca-kaca, ada yang retak tapi bukan kaca. Ada yang sakit tapi tak terluka. Rasanya saat ini perasaannya kembali sakit seperti mendapat penolakan restu di masa lalu. Mama Angel diam memejamkan matanya. Menetralkan emosinya agar tak menangis. Dia tak ingin menangis didepan ketiga anaknya.


Menghela nafas berat lalu dia menatap ketiga anaknya. Disana anak-anaknya malah melihatnya dengan tersenyum. Angel tau mereka tersenyum untuk menguatkan dirinya. Pertahanannya runtuh dirinya meneteskan air mata hingga ketiga anaknya mendatanginya. Memberikan pelukan serta kekuatan. Bahkan Axel sendiri yang lebih dekat dengan mamanya juga menahan tangis.


Diusapnya punggung mamanya dengan sayang. Aqila sendiri menghapus air mata mamanya yang terus merambat dengan adel memberikan kecupan dikepala mamanya.


“Mana mama Axel yang kuat?”


“Mana mama Adel yang selalu tersenyum?


“Mana mama Qila yang selalu bahagia melihat anaknya bahagia?”


Kalimat-kalimat itu diucapkan oleh ketiga putra putrinya penuh sayang. Memang benar sejak dulu Angel selalu menguatkan hatinya. Sesakit apapun hidupnya dia selalu tersenyum bahagia dihadapan buah hatinya.


Namun entah kenapa saat ini rasanya sakit hati itu tak terbendung. Puluhan tahun mereka pergi dan ternyata sampai saat ini tetap ayah suaminya tak memberi restu. Hingga saat ini bagaimana jika mereka tau kalau suaminya sudah meninggal.


Mereka pasti akan memisahkan putra putri dari dirinya. Namun mama Angel menguatkan hati karena ia tau anaknya tak akan meninggalkan dirinya.


Saat suasana didalam rumah penuh kesedihan terdengar suara ramai diluar rumah. Tentu saja suara kegaduhan itu membuat semua orang yang di dalam ikut saling pandang.


Namun sayup-sayup Adel mendengar suara suaminya dan papa mertuanya adu mulut. Adel langsung melepaskan diri dari mama dan saudaranya lalu ia berdiri. Dia berjalan menuju arah pintu rumahnya bersama Raja Malik dan Khali.


Dibukanya pintu itu dan matanya terbelalak kaget saat suaminya disana dicekik oleh seseorang.


“Lepaskan suamiku ” teriaknya kencang.


Sontak saja semua orang disana menatap sumber suara. Kevin sampai menatap istrinya yang berdiri disana dengan nafas menderu. Kevin merasa takut akan apa yang akan terjadi. Dia mengingat beberapa menit yang lalu sebelum Adel keluar.


🍵🍵🍵


Setelah kepergian Mama mertua bersama istri dan adik iparnya untuk bertemu keluarga mertuanya dirumah. Kevin duduk santai diruang tamu rumah Aqila bersama Papa Radit.


Keduanya sedang membahas pekerjaan untuk perusahaan mereka yang baru didirikan. Saat asyik bertukar ide datanglah salah satu satpam perumahan dengan tergopoh-gopoh kerumah Qila.

__ADS_1


“Tuan tuan,” panggil satpam.


Sontak saja panggilan itu membuat Kevin dan Papa Radit berdiri. Keduanya mengernyit heran menatap penampilan satpamnya begitu lusuh dan berkeringat.


“Ada apa pak?” tanya Kevin.


“Itu itu ada tamu yang mau kerumah anda namun saya halangi karena saya menelfon tak ada sahutan disana telfon rumah anda,” ucap Satpam dengan ngos-ngosan.


Belum selesai Kevin ingin berbicara dia melihat mobil-mobil mewah masuk ke dalam halaman rumahnya. Tentu saja hal itu membuat Kevin, Papa Radit dan satpam tadi menghampiri mobil-mobil itu.


Saat pintu terbuka keluarlah seorang lelaki gagah diikut dari belakang oleh seorang lelaki paruh baya. Dari penampilannya saja sudah terlihat jika mereka adalah orang dari kalangan atas.


Kevin dan Papa Radit sama-sama pandang lalu menghampiri mereka.


“Ada apa ini?” tanya Papa Radit.


“Kenapa anda masuk ke rumah saya tanpa persetujuan,” hardik Kevin.


Sungguh sejak dulu Kevin paling tak suka dengan orang yang tak punya sopan santun. Lebih baik orang angkuh namun punya etika daripada sudah angkuh tak beretika.


“Saya kesini ingin menjemput Ibu dan ponakan saya,” ucap seorang lelaki yang gagah dan tampan itu.


Dari penampilannya saja sudah terlihat umurnya tak beda jauh dengan Papa Radit.


“Apa kau yakin?” tanya lelaki itu dengan nada meremehkan.


“Tentu saja memang rumah siapa ini. Ini rumahku?” seru Kevin dengan nada tinggi.


“Ahh kau benar ini rumahmu, tapi didalamnya ada ibuku. Ibuku Ratu Fatimah,” ucap lelaki yang tak lain Raja Salim dengan penuh penekanan.


Deg.


Tentu saja ucapan Raja Salin membuat Kevin dan Papa Radit terkesiap. Keduanya seakan bingung harus mengucapkan apa. Apalagi situasi ini diluar pikiran mereka.


“Kenapa kaget?” suara Raja Salim membuat keduanya kembali sadar.


“Awas minggir, saya akan menjemput mereka.”


Mendengar kata mereka Kevin saja sudah tau. So pasti mereka juga termasuk istrinya. Karena sudah tersulut emosi Kevin maju dan menghadang langkah kaki Salim.


“Jangan pernah masuk ke rumahku tanpa ijinku atau kau akan kubunuh,” seru Kevin.


Raja Salim tak kalah emosi. Sejak dari Arab dirinya sudah menahan amarah saat mendengar kabar dari anak buahnya yang ia perintah mengikuti ibunya dan Raja Malik. Kabar tentang mereka yang akan bertemu dengan istri dari kakaknya bisa membuatnya naik darah. Kenapa mereka membohonginya. Sedangkan dirinya juga begitu merindukan kakak tertuanya.

__ADS_1


Langsung saja Raja Salim mencekik Kevin tanpa memberi kesempatan Kevin melawan. Hingga cekikan itu melonggar mendengar sebuah teriakan yang tak jauh dari sana.


🍵🍵🍵


Perlahan cekikan itu terlepas saat Adel melangkah mendekat tanpa ragu dan berdiri didepan suaminya.


“Siapa kau sampai berani menyelakai suamiku?” seru Adel dengan marah.


Terlihat urat uratnya dan gigi bergemelatuk tanda Adel menahan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun. Istri mana yang tak marah melihat suaminya dalam bahaya oleh orang lain.


Jika Adel sedang marah berbanding terbalik dengan Raja Salim. Dirinya mematung menatap wanita didepannya yang berani berteriak dengannya. Matanya berkaca-kaca karena ia melihat wajah Adel. Wajah itu begitu mirip dengan kakaknya. Namun ini versi perempuan, Raja Salim sadar dan faham jika wanita didepannya adalah anak dari kakaknya.


Raja Salim mengulurkan tangannya ingin menyentuh wajah yang begitu dirindukan namun sayang. Belum sampai Adel telah menepisnya.


“Jangan berani menyentuhku atau aku patahkan tanganmu,” teriak Adel keji.


Jangan lupakan, Adel juga mulai bisa membentengi diri karena dia ikut belajar bela diri bersama kedua adiknya.


Raja Malik dan Khali yang melihat kehadiran Raja Abdullah dan Raja Salim tentu saja mendekat dan mencoba menenangkan anak dari Angel itu.


“Tenanglah nak,” bujuk Raja Malik.


Adel menatap ke samping tepat disana Raja Malik berada.


“Bagaimana aku bisa tenang jika aku melihat dengan mata kepala ku sendiri suamiku dalam bahaya,” serunya.


“Mereka tak akan menyakiti suamimu nak, tenanglah,” ucap Raja Malik.


“Aku tak percaya,” seru Adel. Dia menatap kembali ke arah Raja Salim dan Raja Abdullah. “Kalian siapa? Berani-beraninya datang kerumahku?” tanyanya marah.


Suasana masih hening tak ada sepatah katapun yang berani terucap. Raja Salim hanya diam memandangi wajah Adel. Nyaris sana ia meneteskan air mata namun tertahan karena suara dari belakang membuatnya tegang.


“Cucuku.”


---*---


Hohoho bau-bau mau tamat kayaknya season 2 yah. Huhuhu mau memantapkan hati dulu buat namatin ini cerita.


Aku juga bingung, kalau babang Rey campur sini. Yang pasti ceritanya gak bisa full babang Rey. Karena apa? ini novel khusus fokus kisah Aqila aja oke. Lihat judul aja itu buat Aqila cantik.


Kasih pendapat bantu aku memecahkan ini semua hihi.


VOTE NYA DISIMPAN BUAT SENIN AJA YA GUYS. HARI INI LIKE SAMA KOMEN AJA BANYAKIN YOK.

__ADS_1


__ADS_2