Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 67


__ADS_3

“Rasanya menatap senyum yang begitu tulus dan sorot mata teduh membuat hatiku menghangat dan muncul perasaan nyaman.” ~Rey~


.


.


.


Keesokan harinya.


Seperti yang sudah dijadwalkan, bahwa hari ini adalah hari dimana meeting akan terjadi antara Khali yang diwakilkan oleh Haura dengan Perusahaan Rey.


Sekitar pukul 08.00 Haura sudah dalam perjalanan menuju perusahaan milik rekan bisnisnya. Hari ini Haura terlihat cantik, berkat ide dari calon kakak iparnya yang tak lain adalah Aqila. Dengan bantuan Aqila, Haura memakai gamis cantik berwarna maroon dan tak lupa jilbab syar’i berwarna senada. Ditambah dengan tas berwarna senada dan juga sepatu berhak tinggi 5 cm berwarna hitam.


Selama perjalanan, Haura hanya fokus menatap ipadnya. Dirinya sedang menyiapkan diri sebisa mungkin karena ini termasuk pertama kali dia mengikuti sebuah rapat dengan perusahaan besar di Indonesia.


Setelah menembus jalannya macet, akhirnya mobil yang ditumpangi Haura telah sampai. Butuh waktu 30 menit untuk mereka sampai di tempat rapat mereka. Haura keluar dari mobil dengan dibukakan pintu oleh Haki.


Berjalan duluan dengan tatapan ke depan tanpa menundukkan dagunya. Memang begitulah Haura. Jika tak kenal maka yang melihat pasti mengira jika Haura angkuh, sombong dan cuek.


Rombongan Haura segera digiring ke ruang rapat, berjalan elegan ke dalam diikuti Haki dibelakangnya.


“Assalamu’alaykum,” salam Aqila ramah.


“Wa’alaykumsalam,” sahut Rey dan Bima.


Rey akan mengulurkan tangannya namun segera Haura mengatubkan kedua tangannya didepan dada agar tau maksutnya.


Aqila sendiri harus membatasi dirinya agar tak berlebihan kontak fisik dengan para lelaki. Apalagi mereka yang bukan mahromnya. Mulai beralih ke arah orang yang ia anggap asisten rekan bisnisnya, Haura menatap sebentar wajahnya dan,


Deg.


Mata Haura terbelalak kaget saat kedua manik mata saling bertemu, ia segera menundukkan kepalanya saat ingat jika mereka kemarin telah bertemu.


“Selamat pagi nona,” sapa Bima sopan.


“Ya selamat pagi,” sahut Haura saat ia sudah menguasai dirinya.


Mereka mulai duduk ditempat masing-masing dan menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Dengan lancar Rey dan Bima mempresentasikan apa yang mereka rapatkan. Bahkan dengan pelan namun pasti Rey memanjat doa supaya kerja sama ini disetujui.


Mengingat kecerdikan dan kemahiran Haura didunia bisnis, membuatnya juga ditakuti dikalangan pembisnis. Meski keberadaan dirinya disembunyikan. Namun cara kerja dibalik layar oleh Haura sering membuat para musuhnya lengah.

__ADS_1


Haura hanya diam menatap layar yang menampilkan presentasi itu. Saat ini mereka akan membangun perusahaan baru didaerah Jakarta juga. Dulu tempat lahan mereka adalah bekas perusahaan yang bangkrut. Lalu hari ini mereka akan mulai merenovasi dan mengambil alih.


Hampir 3 jam mereka rapat, akhirnya menghasilkan kesepakatan yang bagus. Haura menyetujui kerja sama itu, namun dengan syarat mereka berdua harus terjun langsung kelapangan. Selain untuk melihat keadaan langsung mereka juga akan melihat totalitas kerja para karyawan membangun perusahaan kembali.


Dengan cepat Rey pun menuruti dan menyetujuinya. Rapat pun berakhir dan Rey mengajak rekan bisnisnya makan siang. Mau tak mau Haura menyetujui tapi dia ijin sholat dhuhur terlebih dahulu di musholla perusahaan Rey.


“Apa Nona sholat diruangan saya saja?” tawar Rey ramah.


Entah kenapa sejak pertama melihat mata indah Haura. Membuat dengub jantung Rey berdetak kencang. Bahkan dia mereka ada banyak bunga diperutnya. Dia merasa nyaman dan tenang melihat senyum gadis itu. Namun dia menepis semua rasa ketika mengingat siapa gadis didepannya.


Haura yang mendengar tawaran Rey segera menggeleng cepat.


“Saya lebih suka berbaur dengan yang lain, apalagi ruangan anda juga sepi kan,” ucap Haura lembut.


Rey tertegun. Ia merasa malu karena menawarkan yang tidak-tidak. Namun memang dia tak ada niatan buruk. Dia hanya ingin gadis itu tenang dalam menjalankan sholat 4 rokaatnya.


Selesai sholat Rey, Bima, Haki dan Aqila berjalan bersama menuju restaurant depan perusahaan, Haura yang memakai masker saat keluar membuat Rey langsung memesan ruang VVIP. Dirinya sadar jika Haura memakai masker untuk menutupi jati dirinya dari siapapun.


Pelayan mulai datang dan mencatat apa yang mereka pesan. Haura hanya memesan salad buah dan jus alpukat. Sejujurnya dia lapar tapi Haura males makan nasi. Jadinya ya begini dia makan apa yang dia mood.


Setelah pelayan pergi, mereka mulai membicarakan hal diluar pekerjaan.


“Jadi Putri Haura adalah adiknya Tuan Khali?” tanya Rey.


“Saya saja baru tau ini karena anda tak pernah di ekspos,” ujar Rey.


“Memang itu jalan dan kemauan saya. Saya lebih suka identitas saya tak diketahui siapapun. Selain untuk menghindari kejadian yang tak terduga, saya juga ingin menjalani hidup tanpa sandirwara,” ucap Haura pelan.


“Oh seperti itu, saya salut dengan anda,” sahut Rey tersenyum tipis.


Haura tersenyum kecil dan mengucapkan terimakasih atas pujiannya. Beberapa menit kemudian para pelayan datang dan menata makanan yang mereka pesan. Haura segera membersihkan tangan dan tak lupa membaca doa setelah makan. Lalu perlahan ia mulai menikmati makan siangnya dengan pelan.


Terlihat dengan jelas jika Haura keturunan bangsawan. Dari cara makan, bergaya, duduk bahkan berbicara sungguh elegan, wibawa dan anggun. Rey sendiri pun entah kenapa tak bisa melepas pandangannya dari gadis itu.


Wajah ke araban dan putih serta hampir mirip dengan Khali membuat Rey betah menatap wajah itu. Namun dia lelaki yang cukup handal dalam hal mencuri pandang.


Acara makan siang itu berakhir, kemudian mereka segera pamit undur diri dan berpisah.


---*---


Di mobil Haura.

__ADS_1


Setelah meninggalkan Restauran, Haura dan Haki langsung bergerak menuju anak perusahaan yang akan menjadi perusahaan baru mereka. Kerja Haura hampir sama dengan Khali. Dimana ada waktu maka segera selesaikan hari ini.


Haura langsung meminta Haki ketempat untuk mengoreksi keadaan secara sementara waktu. Setidaknya dia bisa melihat langsung dan mulai memilah apa yang harus ia pikirkan dalam dampak positif dan negatifnya.


Butuh waktu 1 jam untuk sampai didaerah perusahaan bekas bangkrut itu. Mobil Haura segera berhenti dengan jarak beberapa meter saja. Terlihat dari dalam mobil keadaan luar perusahaan bekas itu. Haura menelisik pelan-pelan area sana.


Ia juga menyiapkan diri untuk turun, namun Haki mencoba menahannya. Tapi bukan Haura namanya jika dia tidak bisa lolos dari Haki. Haura turun dengan pelan. Lalu ia segera berjalan menuju sekitar gedung perusahaan itu.


Terlihat didepan gedung banyak para penjual disana, bahkan dia melihat beberapa orang itu berjalan kebelakang gedung. Ia merasa ada sesuatu disana namun ia harus mengoreksinya sendiri.


Haura mendekati salah satu penjual itu. Lalu duduk mensejajarkan tingginya.


“Mau beli apa nona?” tanya penjual seumuran masih belasan tahun itu.


“Aku akan membeli semuanya,” ucap Haura.


Gadis perempuan itu langsung menatap tak percaya ke arah Haura. “Apa benar?”


“Iya benar, bungkuskan saja semua kuenya,” ujar Haura lembut.


“Baiklah Nona,” sahutnya senang.


Sambil menunggu dibungkus, Haura menatap sekeliling hingga ia juga menunggu orang-orang yang berjalan ke belakang gedung. Perlahan ia mulai bertanya pada anak kecil penjual itu.


“Adek tinggal dimana?” tanya Haura.


“Aku tinggal dibelakang gedung ini kak” sahutnya tenang.


“Dibelakang gedung ini?” tanya Haura tak percaya.


“Iya kak benar.” Anak itu mengangguk.


Haura tertegun. Ini yang baru ia temui. Ia harus mulai menganalisa dan mencari tempat tinggal yang baru bagi mereka. Jika pembangunan perusahaan tetap dilakukan maka akan berdampak pada tempat tinggal mereka. Namun Haura tak mau itu. Dia ingin perusahaan tetap lancar tapi tanpa merusak tempat mereka.


Haura mulai membayar semua jualan anak itu dan kembali ke mobil. Dia mulai menyampaikan semua yang ia dapat agar Haki mulai menyampaikan semua masalah ini pada Rey. Karena memang Rey yang paling tau daerah sini dan sekitarnya.


---*---


Yang mulai tanya kapan sih lamaran Khali diterima. Sabar yah!


Sebentar lagi diterima kok, tunggu aja prosesnya dong.

__ADS_1


Doakan kebaikan mereka hihi.


JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE YANG BANYAK. KAN GRATIS!


__ADS_2