Aqila Love Story

Aqila Love Story
Bab 48


__ADS_3

"Istiqomah memang sulit tapi jika semua diniatkan karena Allah maka tak ada kata sulit untuk itu." ~JBlack~


.


.


.


Keduanya masuk dan pelayan pun menyambut ramah karena pemilik butik itu adalah Kayla sendiri. Kayla menjual pakaian gamis bermerk dengan harganya pun fantastik juga.


“Ayo ganti pakaianmu,” ajak Kayla.


“Iya kak,” saut Aqila.


Kayla memilih gamis dan celana panjang dalaman sekaligus ciput dan khimarnya. Ia menyerahkan pada Aqila dan mendorong Aqila ke arah ruang ganti.


“Gantilah sayang, kakak tunggu sini,” ucap Kayla didepan ruang ganti.


Aqila pun menurut, ia berganti gamis yang sudah dipilih Kay, dan terakhir ia memakai ciput. Sebelum memakai jilbabnya itu. Setelah itu ia menatap jilbab yang berada ditangannya.


“Bimillahirrahmanirrahim, atas namamu Ya Allah, semoga hamba menjadi wanita istiqomah, tuntunlah hamba menjadi wanita yang lebih baik dan terimalah taubatku ini ya allah,” lirih Aqila kemudian memakai hijabnya itu.


Ia memandang tak percaya didepan cermin. Wajah kebulean dan rambut pirangnya itu tertutup oleh khimar. Terlihat wajah Aqila semakin manis dan cantik dicermin.


Aqila bahkan menjadi gugup sendiri dengan penampilannya.


“Masya allah ya allah,” ucap Aqila menatap dirinya sendiri.


--*--


“Masya allah sungguh ciptaanmu begitu sempurna,” ucap Kayla menatap Aqila yang baru keluar dari ruang ganti.


Ia menatap Aqila dengan tatapan berseri bahkan kagum. Bagaimana tidak penampilan Aqila bahkan lebih cantik pakai hijab daripada sebelumnya.


“Bismillah sayang. Kakak doakan kamu istiqomah,” ucap Kayla.


“Iya kak terimakasih sudah menyadarkanku,” lirih Aqila.


“Bukankah sesama manusia harus saling menasehati. Kalau kamu salah kakak tegur dan begitupun sebaliknya,” seru Kayla.


“Iya kakak benar. Dan aku banyak terima kasih karna kakak mau nasehatin aku dan nyadarin aku,” lirih Aqila.


“Sama sama sayang.”


“Ah iya kak aku lusa akan berangkat ke Palestina,” ucap Aqila.


“Loh untuk apa?” tanya Kayla.


“Aku dikirim menjadi relawan disana,” ucap Aqila.


“Masya allah mulia sekali sayang pekerjaanmu, semoga kamu selalu berada dilindungan Allah. Dan nanti disana pasti banyak wanita berhijab. Kamu akan banyak belajar disana sayang sambil bantu orang,” lirih Kayla.


“Iya kak kakak benar. Sekali lagi Aqila ucapin makasih udah mau ajarin Aqila yah.”


“Sama-sama sayang, sudah jangan bersedih lagi jelek banget kalau nangis,” goda Kayla.

__ADS_1


“Ah kakak aku emang jelek,” ucap Aqila sambil menghapus air matanya.


“Ah iya kak aku mau beli gamis dan hijabnya lagi dong,” ucap Aqila.


“Oh iya kamu pasti belum punya dirumah yah, ambilah yang kamu butuhkan dan bawa ke Palestina,”


“Pasti kak,” saut Aqila senang.


Aqila menghabiskan waktu sampai sore dibutik Kayla. Bahkan dia juga melakukan sholat dan mengaji bersama Kayla. Memang dulu sebelum berhijab pun Aqila adalah wanita yang taat beragama tapi ya itu kekurangannya hanya Aqila tak memakai jilbab dan pakaiannya terbuka.


Selesai dengan semuanya, Aqila pamit pulang kerumahnya. Kayla pun mengijinkannya.


“Mobilmu sudah dipindahkan didepan sayang,” ucap Kayla tulus.


“Ah iya kakak makasih banyak.”


Kayla membantu Aqila menata barang belanjaannya kedalam mobilnya. Setelah selesai Aqila duduk dikursi kemudi dan melambaikan tangannya sebelum meninggalkan halaman butik.


“Assalamu'alaykum,” salam Aqila.


“Wa'alaykumsalam,” saut Kayla.


Disepanjang perjalanan pulang, Aqila memikirkan semua yang ia kerjakan tadi bersama Kayla. Ada perasaan nyaman ketika ia memakai hijabnya ini dan pakainnya yang ia pakai sekarang. Tubuh seksi itu telah tertutup rapi sekarang. Bahkan hanya menyisakan tangan dan wajah aqila yang terlihat.


--*--


“Assalamu’alaykum,” salam Aqila .


“Wa’alaykumsalam,” saut semua orang yang berada didalam rumah.



Aqila menjadi salah tingkah karena ia menjadi sorotan semua keluarganya. Bahkan disana ada mertua kakaknya juga.


“Ehem,” Aqila berdehem hingga mengejutkan semua orang.


Aqila berjalan pelan menuju sofa di ruang keluarga. Dirinya duduk disamping sang kakak yang sedang memangku Arianna anak ketiganya.


Adel menatap kearah Aqila. Bahkan mata Adel sudah berkaca-kaca.


“Kakak,” lirih Aqila dengan ikut menahan tangisnya.


“Masya allah adik kakak, cantik mu bertambah sayang,” ucap Adel lalu memeluk sang adik.


Mereka berdua menangis bersama. Bahkan Arianna sampai turun dari pangkuan sang mamanya.


Bahkan sang Mama Angel juga mendekat kearah anaknya.


“Anak mama kemarilah,” ucap Mama Angel dan Aqila pun berhambur kepelukan mamanya.


“Mama,” lirih Aqila disela isak tangisnya dipelukan sang mama.


“Mama mendukungmu nak, mama mensupport mu jika kamu ingin seperti ini. Mama juga berharap anak mama mau memakai hijab semua,” lirih Mama Angel menatap Adel dan Aqila.


“Makasih ma makasih,” saut Aqila.

__ADS_1


Aqila melepaskan pelukannya lalu ketiganya berpelukan dengan kebahagiaan yang membuncah. Semua orang yang menatap pun menjadi tersenyum melihat ketiganya saling menyanyangi.


“Aku jangan ditinggalin ma,” seru Axel.


Ia berdiri dan ikut berhambur memeluk ketiga wanita yang sangat Axel sayangi.


--*--


Setelah adegan pelukan berakhir akhirnya mereka semua duduk kembali dan mendengar cerita Aqila tentang pertemuannya dengan Kayla.


Semua orang bahkan sampai manggut-manggut dan tersenyum bangga pada sosok Kayla. Bahkan Mama Angel meminta Aqila mengajaknya hadir kerumahnya. Dan Aqila pun menyanggupi itu.


Setelah bercengkrama akhirnya Aqila kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai akhirnya Aqila mendudukkan dirinya disofa ruang kamarnya.


Dia mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya. Segera menelfon Kayla agar besok bisa kerumahnya.


Tut tut.


“Assalamu’alaykum,” salam Kayla.


“Wa’alaykumsalam. Maaf kak, Qila ganggu ya?” ucap Aqila sungkan.


“Eh enggak kok sayang, habis magriban aku. Ada apa?” tanya Kayla.


“Emmm besok kaka diundang makan malam dirumah apa kakak mau? Mamaku ingin jumpa sama kakak,” seru Aqila mengutarakan niatnya.


Kayla terdiam sejenak mungkin dia sedang menimang-nimang ajakan Aqila.


“Baiklah kakak mau,” saut Kayla.


“Serius kak,” ucap Aqila bersemangat.


“Iya serius.”


“Baiklah aku tunggu besok, assalamu’alaykum.”


“Wa’alaykumsalam.”


Akhirnya panggilan pun terputus. Aqila segera memakai jilbab instannya dan keluar dari kamar. Ia menuju meja makan karena memang waktu sudah menunjukkan makan malam. Makan malam kali ini ramai karena semua orang berkumpul. Bahkan ditambah celotehan lucu Kevin, Brianna dan Arianna makin membuat suasana ramai dan hidup.


Setelah selesai makan malam semua orang kembali ke ruang keluarga. Beginilah mereka jika ada waktu kosong akan digunakan untuk berkumpul.


Canda tawa pun terdengar bersahutan hingga suara bel membuat perhatian mereka teralihkan.


“Biar kakak yang buka,” seru Adel.


Adel berjalan menuju pintu dan segera membuka. Sejenak dia membeku terkejut bukan main mendapati tamu yang tak ingin ia lihat. Tapi bagaimana lagi pintunya pun sudah ia buka.


“Ada apa kalian kemari”? Seru Adel tanpa menatap ketiganya.


---*---


Selamat membaca😊


Hayoo lohh siapa yang bertamu malam-malam ganggu aja hahahaha.

__ADS_1


Jangan lupa LIke, komen, vote yah


__ADS_2