Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 18


__ADS_3

“Secara batin kamu itu terluka, secara emosi kamu itu kacau, secara mental kamu itu depresi, dan hebatnya secara fisik kamu masih bisa untuk tersenyum.” ~Rey~


.


.


.


“Selamat atas pernikahan Rey & Rossa dari Perusahan Mega Kencana.”


“Selamat untuk Rey dan Rossa, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah dari Perusahan Raharja.”


Hadiah ucapan demi ucapan yang diberikan oleh setiap perusahaan terpajang dibagian depan gedung. Namanya saja pembisnis tentu saja banyak hadiah dari semua perusahaan.


Aqila yang saat itu tampak cantik dengan gamis berwarna maroon dan dipadu dengan jilbab warna senada tampak sangat anggun, dan datang bersama Kakaknya Adel yang bergandengan dengan Kakak iparnya Kevin. Sedangkan dirinya berpasangan dengan kakak kandungnya Axel.



Keempatnya berjalan masuk kedalam gedung yang sudah disulap begitu indah dan terkesan megah. Dekorasi nuansa Biru dan putih menjadi pilihan disana. Mungkin karena biru adalah warna kesukaan Rossa maka dari itu dekorasinya full warna itu.


Tampak berjajar meja bundar yang diatur sedemikian rupa untuk tempat duduk para tamu. Dan dibagian sisi kanan berjajar meja prasmanan untuk tempat sajian makanan dan minuman. Sedangkan dibagian tengah adalah pelaminan dari kedua mempelai yang begitu tampan dan cantik.


Tetapi kehadiran Aqila juga membuat para pembisnis muda saling mendekati Kevin untuk mengenal sosok Aqila. Tapi tak satupun yang membuat hati Aqila tergerak. Bahkan ia menatap datar semua pria yang ingin bersalaman dengannya.


Lucunya setiap lelaki yang akan bersalaman pasti tangan Axel yang akan menyalaminya. Hal itu membuat semua orang yang melihatnya menahan tawa. Aqila sendiri sampai geleng-gekeng kepala melihat tingkah konyol sang kakak.


Hingga suara bisik-bisik para perempuan membuat perhatian semua orang menuju arah pintu masuk. Dan benar saja seorang pangeran berjalan begitu wibawa bahkan dengan senyuman yang diikuti oleh asistennya dari depan untuk menutupi pandangan Khali.


Begitulah Pangeran Khali ia akan menghindari tatapan dengan wanita yang tak menutupi auratnya secara sempurna. Tanpa Khali sadari jalan Ibra menuntunnya mendekati posisi Aqila dan keluarganya.


Khali mengangkat wajahnya ketika sudah sampai didepan Kevin, ternyata Ibra membawanya kedekat keluarga Kevin, itu yang membuat Khali tersenyum. Perhatiannya teralihkan pada seorang wanita yang berdiri tak jauh dari istri Kevin.


Disanalah gadis yang membuatnya merasakan desiran aneh, gadis cantik yang membuat perhatiannya tertarik padanya. Bahkan karena kegalakannya saat pertama kali berjumpa yang membuat Khali menjadi orang biasa.


“Assalamu’alaykum,” salam Khali.


“Wa’alaykumsalam,” saut serempak yang ada didekatnya.


“Ternyata kita bertemu disini Tuan Kevin,” ucap Khali ramah.


“Iya tuan benar,” saut Kevin sopan.


“Jangan terlalu kaku seperti itu. Bagaimana kalau anda memanggil saya Khali saja.”


“Baiklah anda juga panggil saya Kevin, tak perlu pakai embel-embel Tuan,” ucap Kevin dengan nada bercanda.


“Hahahaha baiklah itu lebih baik,” ucap Khali dengan diiringi tawa kecil.

__ADS_1


Aqila sendiri hanya diam dengan tangan yang masih merangkul lengan Axel. Entah kenapa rangkulan itu membuat Aqila memiliki kekuatan untuk menghadapi ini semua.


Pandangan Khali sendiri pun jatuh ketautan tangan Aqila dan Axel. Hingga membuatnya menghadap Aqila dan menyapanya.


“Hy Noona Aqila,” sapa Khali.


“Ah Hy tuan Khali,” saut gagap Aqila.


“Emm apa ini-” Khali diam sejenak menjeda perkataannya dengan menatap kilas Axel.


“Oh iya, Tuan Khali kenalkan ini kakak saya Axel, dan kak ini rekan kerja Kak Kevin namanya Tuan Khali,” Aqila memperkenalkan.


“Salam kenal Tuan,” Axel mengulurkan tangannya.


“Iya salam kenal Tuan Axel,” sapa ramah Khali.


“Panggil saya Axel saja tuan ” ucap Axel.


Bagaimana pun dari segi umur Axel masih lebih muda daripada Pangeran Khali. Rasanya aneh saja yang lebih tua memanggilnya dengan sebutan tuan.


“Baiklah panggil saya juga dengan Khali,” seru Khali.


“Oh jangan tuan, saya masih lebih muda dari anda. Tidak sopan rasanya saya manggil nama saja,” ucap sopan Axel.


“Baiklah terserah anda,” ucap Khali pasrah.


Akhirnya obrolan demi obrolan terjadi antara Kevin, Khali, Ibra dan Axel. Obrolan bisnis dan perusahaan tak jauh-jauh dari tema mereka. Bahkan dengan ramahnya Pangeran Khali mengajarkan sedikit tentang bisnis pada Axel yang notabene nya masih awal untuk menjalankan sebuah perusahaan.


“Ya sayang,” saut Mama Angel disampingnya.


“Lihat Rossa ma,” menunjuk Rossa yang berdiri di pelaminan.


“Kenapa sayang?” tanya Mama Angel menatap anaknya.


“Dia sudah bahagia ma,” cicit pelan Aqila.


Mama Angel menghela nafas berat begitupun Adel yang ikut mendengar. Perlahan Mama Angel mengusap tangan Aqila membuat sang empu menatap kearahnya.


“Dan sebentar lagi kamu yang akan bahagia seperti mereka sayang,” ucap Mama Angel.


“Aamiin ma,” ucap Adel dan Aqila bebarengan.


“Emang kamu udah siap nikah?” tanya Adel meledek.


“Ih dikira aku gak siap gitu,” ucap Aqila cemberut.


“Yakan kali aja kamu takut,” ejek Adel.

__ADS_1


“Enggak lah kak, malahan aku ingin memiliki suami yang bisa tuntun aku saat ini,” seru Aqila pelan.


“Mama doain segera dek,” ucap Mama Angel.


Aqila mengangguk setuju. Akhirnya Adel mengajak mereka untuk ikut mengantri bersalaman dengan kedua mempelai. Dengan langkah berat Aqila mengikuti keluarganya. Dan tanpa Aqila sadari dibelakangnya tepat adalah Pangeran Khali.


Sebelum naik pelaminan Mama Angel dan Axel memegang erat jemari Aqila. Memberikan semangat melalui genggaman tangan keduanya. Aqila sendiri sudah mengatur nafasnya karena sedari tadi sepertinya dadanya sudah sesak ingin pulang.


Dan tepat setelah orang didepannya turun dari pelaminan, giliran keluarga Kevin yang naik dan mendekat. Terlihat jelas wajah Rey berubah sendu menatap wajah Aqila. Perubahan itu tetap terlihat oleh Rossa. Satu persatu mengucapkan selamat pada Rey dan Rossa.


Hingga tepat giliran Aqila memberikan selamat pada Rey, Aqila melangkahkan kakinya kearah Rey dan menangkup tangannya didepan dada.


“Aku doakan semoga pernikahan kalian Sakinah mawaddah warrahma. Diberikan keberkahan dan kebahagiaan didalamnya dan segera diberi keturunan,” ucap Aqila tulus menatap tepat dimata Rey dengan tersenyum.


Setelah mengatakan itu ia segera beralih ke arah Rossa dan memeluknya.


“Selamat ya Ca,” ucap Aqila.


“Iya La makasih udah dateng,” seru Rossa dalam pelukan Aqila.


“Inget ya pesanku, jadi istri yang shalehah, nurut sama suami. Jangan pernah melawan jika memang suami memintamu dalam hal kebaikan,” seru Aqila mengingatkan.


“Terimakasih, aku akan selalu mengingatnya,” seru Rossa.


Pelukan mereka terlepas dan tersenyum bahagia.


“Dan jangan lupa segera buatkan aku ponakan yang lucu yah,” ucap Aqila dengan tawa kecilnya.


“Ih kamu ini,” Rossa mencubit pelan lengan Aqila dengan pipi merona.


“Hihihi malu deh ,yaudah ya aku pergi. Gantian antri,” ucap Aqila dengan ikut turun dari pelaminan.


Turun dari pelaminan Aqila langsung berjalan cepat menuju belakang gedung. Rasanya ia ingin segera pulang tapi percuma saja ia harus menunggu keluarganya.


Aqila duduk disalah satu bangku taman dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tak ada air mata disana, dia hanya menarik nafas dan dikeluarkan seperti itu berulang kali. Dalam hati beristigfar meminta kekuatan dari Allah agar ia menjadi perempuan kuat dan bisa mengiklaskan semuanya.


“Ya allah berilah kekuatan padaku,” gumam Aqila sambil memejamkan matanya.


Semilir angin malam membuat tubuhnya sejuk. Bahkan kerudung dan gamisnya melambai-lambai. Aqila tak memetingkan apapun. Saat ini hatinya membutuhkan kedinginan. Mungkin angin bisa menjernihkan hati dan pikirannya.


Hingga Aqila tersentak kecil saat ada elusan dikepalanya secara lembut. Dia mendongak dan,


Deg.


---*---


Selamat membaca.

__ADS_1


Siapa yang datang? hayooo tebak


Vote yang banyak dan like, kalau like dan votenya kenceng aku up sore, kalau gak aku up besok pagi. Hihi biar saling untung lah.


__ADS_2