Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 71


__ADS_3

“Kebahagiaanku berlipat ganda saat ini, bisa berkumpul bersama keluargaku dan bisa memilihmu menjadi calon teman hidupku.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Jakarta, Indonesia.


Kepulangan Aqila kali ini membuat bahagia pada keluarganya. Bahkan Mama Angel memasak makanan kesukaan Aqila.


Kedatangan Aqila di Bandara disambut antusias oleh semua keluarga. Tak lupa kehadiran 3 anak dari Adel membuat keadaan di ruangan khusus itu ramai. Tak beberapa lama terlihat Aqila berjalan dengan Dini ke arah keluarganya.


Aqila berlari kecil dan memeluk mamanya.


“Mama, adek pulang,” teriak Aqila.


“Iya sayang. Mama seneng adek mau pulang kesini,” ucap Mama Angel.


“Iya dong ma, adek bakalan pulang kesini karena mama tempat pulang adek,” ujarnya haru.


Mama Angel meneteskan air mata haru dan mengeratkan pelukannya. Dia berdoa semoga ketika semua kebenaran ini terbongkar, anak-anaknya tidak akan pergi meninggalkannya.


Bergantian memeluk satu persatu orang lalu mereka mulai meninggalkan Bandara. Sepanjang perjalanan Aqila menatap jalanan Jakarta yang macet seperti biasa. Namun senyum mengembang masih tak luntur dari bibir mungilnya. Bagi siapapun yang melihat sudah pasti tau jika suasana hati Aqila sedang baik.


Akhirnya perjalanan panjang itu berakhir, mobil mulai memasuki area perumahan itu. Aqila menatap keamanan perumahannya makin terjaga ketat. Bahkan kehadirannya dan Dini harus melapor. Setelah melewati area satpam depan. Mobil mulai memasuki jalanan perumahan. Rumah-rumah besar mulai terisi semua. Terlihat jika banyak rumah yang terbuka di jendela dan pintunya. Bahkan pelayan banyak berkeliaran kesana kemari mengerjakan pekerjaan rumah.


Hingga beberapa saat kemudian mobil telah sampai didepan rumah Aqila. Aqila turun dari mobil dan menatap sekitar.


“Akhirnya aku akan disini terus sampai aku menikah,” gumam Aqila sambil memejamkan matanya sebentar.


Mama Angel mengajak Aqila dan Dini masuk kedalam rumah. Semua koper mulai dibawa oleh para pelayan. Aqila melihat pelayan dirumahnya bertambah. Ia diam tak berkomentar karena ia tau pasti ini kerjaan kakak iparnya yang sangat menyanyangi mamanya.


Semua keluarga duduk di ruang tamu.


“Aqila bakalan disini terus?” tanya Kevin.


“Iya kak, aku tak akan kembali lagi,” lirih Aqila.


“Kamu yakin dek?” tanya Axel.


“Yakin kak.” Aqila mengangguk.


“Kalau gak yakin gak bakal dia senyum-senyum terus,” goda mama Angel.


“Eh apaan sih ma,” ujar Aqila malu.


“Udah kelihatan kalau kamu lagi seneng loh. Gak usah malu,” goda Mama Angel lagi.


“Ih nggak lo ma.”


“Bilang sama mama, kamu kenapa seneng banget kelihatannya?” tanya Mama Angel lembut.


“Emmm sebenarnya-sebenarnya....,” belum selesai Aqila berbicara Dini sudah memotong.


“Aqila udah nerima pinangan Pangeran Khali tante,” ujar Dini tiba-tiba.


“Hah,” kaget Axel.

__ADS_1


“Apaa!” Adel dan Kevin terbelalak kaget.


“Alhamdulillah,” ucap Mama Angel.


Ketika semua orang kaget maka berbeda dengan Mama Angel. Wajahnya terlihat bahagia, dia bersyukur anaknya dipertemukan dengan lelaki yang tepat.


“Mama kok gitu?” tanya Adel bingung.


“Mamam seneng lah. Kan jadinya mama harus bersyukur,” ucap Mama Angel tenang.


“Ehhh tapi kan mama tau kalau dia....” Adel tiba-tiba diam.


Mama Angel menatap anaknya tertuanya.


“Mama tau dia seorang pangeran,terus kenapa nak?’ tanya Mama Angel.


“Mama tau kan kalau Qila dengan Khali beda kasta, beda tahta dan semuanya ma. Aku takut Aqila akan dihujat oleh banyak orang karena statusnya,” ujar Adel khawatir.


Mama Angel diam. Ia menunduk sambil berfikir keras. Apa ia harus membongkar rahasianya saat ini. Apa dia harus mengatakan kejujurannya pada ketiga anaknya. Apa anaknya akan menerima? Hal itu membuat kepala Mama Angel sakit. Hingga tanpa sadar dirinya memegang kepalanya.


“Mama kenapa ma?” tanya Qila khawatir.


“Kepala mama pusing,” lirih Mama Angel.


Axel membantu mamanya berdiri dan segera menggendongnya. Ia membawa mamanya istirahat ke kamar. Mungkin mamanya hanya kelelahan pikir mereka.


---*---


Riyadh, Arab Saudi.


Selepas percakapannya dengan Salim. Raja Malik, Ratu Mayra dan Khali berjalan menuju kamar yang sudah disediakan oleh pihak kerajaan Arab.


Sesampainya didalam kamar.


Khali duduk di sofa diikuti kedua orang tuanya. Mereka duduk berhadapan dengan pikiran yang berkecamuk dikepala masing-masing.


“Rencana abi apa selanjutnya?” tanya Khali.


“Sepertinya kita harus mengtakan yang sebenarnya,” ujar Raja Malik.


“Abi serius?’ tanya Khali tak percaya.


Tentu saja Khali masih heran dan tak percaya pada siapapun. Ia masih belum percaya jika keluarga Salim sudah menerima mama Angel. Ia takut jika sudah terbongkar Kerajaan Arab hanya akan mengambil ketiga anak Khalid dan memisahkan dari mamanya. Ia takut itu, ia tak ingin itu terjadi pada calon istrinya.


“Abi serius nak, mereka terlihat menyedihkan. Apa kau tak melihat raja Abdullah tadi?” tanya Raja Malik.


“Aku melihatnya tapi aku masih belum percaya bi,” ujar Khali.


“Nanti malam bagaimana kalau kita ke kamar Raja Abdullah dan istrinya. Abi dan Umi bakalan berbicara empat mata dari hati ke hati. Umi dan abi akan mencari celah kebenarannya pada kedua orang tua itu,” tutur Raja Malik


“Khali setuju abi, abi harus pastikan semuanya,” sahut Khali.


Raja Malik dan Ratu Mayra mengangguk. Keduanya memang sudah sepakat pulang dari kerajaan harus mendaptkan kabar yang mereka nantikan. Kecewa atau tidak setidaknya mereka tau apa yang harus mereka lakukan nanti.


Perhatian mereka kembali ke arah anak tertuanya. Ratu Mayra menatap Khali lekat.


“Nak,” panggil Ratu Mayra.


“Ya umi ada apa?” sahut Khali meletakkan handphonenya.

__ADS_1


Baru saja ia mengambil ponselnya karena ada sebuah pesan. Dan ternyata pesan itu dari seseorang yang ia tunggu kabarnya.


Hanya mengatakan 3 kata saja sudah membuatnya bahagia.


Aku sudah sampai.


Khali tau maksut dari pesan itu adalah jika gadisnya sudah sampai di tanah kelahirannya. Lalu Khali harus mulai menyiapkan segalanya dan bilang pada kedua orang tuanya.


“Kamu dan Aqila bagaimana?” tanya Ratu Mayra.


Khali tersenyum. memang jalan cerita allah tak ada yang bisa menebak. Baru saja dia berfikir ingin mengatakan hal ini. Namun lihatlah sekarang orang tuanya yang bertanya.


“Alhamdulilalh umi. Aqila menerima pinangan Khali.”


“Alhamdulillah ya allah,” ucap syukur Raja Malik dan Ratu Mayra.


Kedua orang tua itu berpelukan dalam rasa haru. Akhirnya penantian mereka selama ini tercapai. Keinginan ingin memiliki menantu dan juga bonus dari Allah begitu istimewa. Raja Malik dulu pernah berbicara berdua dengan Khalid. Mereka pernah sepakat jika memiliki anak akan mereka nikahkah.


Dan sekarang lihatlah, tanpa campur tangan keduanya. Allah sudah mengatur semuanya. Mengatur pertemuan, hingga akhirnya terbongkarlah semuanya.


Saat ini tinggal bagaimana caranya membuat Mama Angel dan anak-anaknya mendapatkan keadilan dari keluarga ayahnya. Raja Malik dan Ratu Mayra hanya bisa berdoa semoga keluarga Arab memang benar bisa menerima kehadiran mereka.


“Terus kapan kita ke Indonesia sayang?” tanya Ratu Mayra.


“Inginku setelah kita pulang dari sini umi, bagaimana?” tanay Khali.


“Itu tepat nak bagus. Bisa jadi kita pulang dari sini sudah memiliki jawaban semuanya.” Ujar Raja Malik.


Ketiganya mengangguk setuju. Itulah harapan mereka datang kemari. Membawa keadilan dan kebahagiaan untuk keturunan Khalid.


---*---


Dikamar Mama Angel.


Setelah menidurkan mamanya di ranjang. Hingga akhirnya mama Angel memilih bersandar di ranjang. Wanita itu sedang mengumpulkan segala kekuatan untuk mengatakan semuanya kepada ketiga anaknya.


Mama Angel menatap ketiga anaknya yang berada dikamar miliknya. Aqila dan Axel bergantian memijat kaki mamanya dan Adel sendiri menyiapkan obat. Dilihatnya pintu kamar sudah tertutup.


Mama Angel menghela nafas berat lalu mengumpulkan keberaniannya.


“Nak,” panggil Mama Angel pelan.


Ketiganya menyahut dan menatap mamanya. Mama Angel menatap sendu kearah mereka.


“Ada apa ma?” tanya Adel bingung.


“Mama ingin berbicara sesuatu pada kalian,” ucapnya pelan.


Axel, Adel dan Aqila saling pandang namun sejurus kemudian mereka duduk diatas ranjang dekat mamanya. Menunggu apa yang akan mereka dengar dan dapatkan. Mama Angel menatap wajah ketiga anaknya yang memang lebih mirip papanya daripada dirinya.


“Sebenarnya ada satu kenyataan yang papa sama mama sembunyikan dari kalian.”


----*----


Ehhh kepotong, Kaborrrrr.


Pada deg deg degan kan, nungguin selanjutnya. Iklan dulu aja deh si emak yah, hahaha.


YOK JANGAN LUPA HARI SENIN YA NAK ANAK, VOTENYA KENCENGIN. JAN PELIT SAMA AUTHOR RECEH INI.

__ADS_1


LIKE SAMA KOMENNYA JUGA YOK PENCET DOANG GRATIS.


__ADS_2