Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 22


__ADS_3

“Seorang ibu akan merasa sakit pada dirinya sendiri ketika melihat sedikit tubuh anaknya terluka.” ~Mama Angel~


.


.


.


Bunyi detak jam memenuhi ruangan serba putih itu, bau obat-obatan berkeliaran kesana kemari. Bahkan tak jarang bunyi brangkar dorong terdengar dari luar pintu.


Dengan sabar semua orang menunggu seorang gadis sadar dari tidurnya. Bahkan sang mama selalu siaga disamping anaknya. Memegang tangannya, bahkan terkadang mencium kedua punggung anaknya. Sesekali dia mengucapkan kata maaf dan maaf ditelinga sang anak. Begitulah seorang ibu, ibu manapun tak akan tega melihat keadaan sang anak yang seperti ini.


Apalagi keadaan saat anaknya berangkat sudah tak baik dan sekarang keadaannya lebih buruk lagi. Sekecewa-kecewanya anak lebih kecewa hati orang tua. Kedua kakaknya pun tak beranjak dari samping sang adik. Mereka ikut menemani sang mama takut-takut keadaannya drop lagi.


Tadi ketika Mama Angel sadar, hal pertama yang ia cari adalah Aqila. Dia nekat menemui sang anak dan berjanji pada sang dokter tak akan kelelahan. Bagaimanapun keadaan sang anak lebih penting dari dirinya sendiri pikir Mama Angel.


Jika ditanya keempat pria tampan dimana? Pastinya mereka berbicara di sofa dalam ruangan itu sambil membahas pekerjaan. Siapa keempatnya? Ya siapa lagi kalau bukan Kevin, Rudi, Khali dan Asisten Ibra.


Ah rasanya melihat keempat pria tampan membuat wanita-wanita dengan suka rela melempar dirinya ke atas ranjang mereka. Sayangnya kedua lelaki itu sudah menikah dan dua lagi belum tetapi tak tersentuh. Siapa yang berani mendekati seorang Pangeran dan Asistennya yang terkenal kejam. Nyali mereka akan menciut terlebih dahulu sebelum mendekat.


Dengan suara yang dibuat pelan keempat lelaki itu bekerja dengan santai. Jika ditanya kenapa tidak kembali ke kantor? Jawabannya adalah Pangeran Khali sendiri yang menginginkan dirinya disini untuk melihat keadaan Aqila. Terbukti dengan setia Pangeran Khali menunggu Aqila sampai saat ini.


Suara adzan sudah terdengar berkumandang. Dengan pelan keempat lelaki merapikan berkas-berkas yang berceceran diatas meja dan segera beranjak untuk melaksanakan kewajibannya. Tak lupa Axel pun ikut bergabung dengan mereka.


Tinggallah diruangan itu Adel dan Mama Angel. Mama Angel yang masih menangis pun ditenangkan oleh anak pertamanya.


“Mama jangan nangis terus, mama harus kuat demi Aqila,” ucap Adel lembut sambil mengusap punggung sang mama.


“Bagaimana mama bisa diam saja dan tenang Adel sedangkan adikmu tak kunjung sadar,” seru Mama Angel.


“Adel yakin sebentar lagi Aqila bakal sadar ma,” lirih Adel.


“Aamiin,” seru Mama Angel.


Dan benar saja ucapan Adel. Jemari cantik Aqila bergerak pelan. Dan kelopak matanya terbuka sedikit demi sedikit. Adel dan Mama Angel tak henti-hentinya bersyukur. Adel tak lupa menekan tombol untuk memanggil dokter.


Tak butuh waktu lama Dokter datang bersama dua suster. Mereka langsung mengecek kondisi Aqila. Aqila yang saat itu sudah membuka matanya lebar hanya diam. Tampak matanya menatap sekeliling. Sepertinya dia masih mencoba mengerti keadaan sekitarnya.


“Bagaimana dok?” tanya Mama Angel tak sabar.


“Keadaan Dokter Aqila sudah membaik tapi tetap saja kita tunggu reaksi beliau,” ucap Dokter sopan.


Aqila menatap satu persatu orang yang berada didepannya. Tapi kilatan demi kilatan saat dia membanting setir ke kiri dan menabrak pembatas jalan membuat tubuhnya bergetar hebat. Bahkan keringat muncul di dahi Aqila. Dia bahkan menampakkan raut wajah ketakutan.


Dokter segera mendekat dan mulai mencoba menenangkan Aqila.

__ADS_1


“Dokter Qila harus tenang yah, ingat itu hanya ilusi saja dokter. Dokter harus tenang, tarik nafas dan buang” ucap pelan Dokter bername tage Anisa itu.


Bukannya tenang raut wajah Aqila semakin ketakutan dan berakhir dengan berteriak histeris. Teriakan Aqila membuat perhatian kelima lelaki yang baru saja selesai menjalankan sholat tersita. Mereka segera masuk dan mendapati dua suster memegang kedua tangan Aqila. Sedangkan Adel dan Mama Angel memegang kedua kaki Aqila dan Dokter Anisa sendiri menyuntikkan obat penenang pada Aqila.


Seketika pelan-pelan tubuh Aqila melemah dan matanya mulai terpejam. Nafasnya pun teratur dan dengan pelan Mama Angel menyelimuti tubuh sang anak gadisnya.


Kevin mendekat pada istrinya dan mencoba menenangkan keterkejutan diwajah Adel.


“Bagaimana kondisinya Dok?” Kevin bersuara.


“Sepertinya benar dugaan saya, Dokter Qila mengalami trauma karena kecelakaannya,” seru Dokter Anisa pelan.


“Bagaimana untuk menyembuhkannya Dok?” tanya Khali bersuara juga.


“Untuk saat ini tolong alihkan perhatiannya. Sering aja beliau berbicara dan buat dia menjadi senang. Hati yang senang akan membuat pemilik jiwanya juga ikut senang dan melupakan semua yang telah ia lewati.”


“Baiklah dok, kami mengerti,” saut Kevin.


Dokter pun berpamitan untuk keluar diikuti dua suster berbaju serba putih itu. Keheningan tercipta didalam ruangan. Semua orang menatap sendu kearah Aqila yang terlelap lagi karena disuntik obat penenang.


“Apa kita butuh psikolog sayang?” tanya Kevin.


“Sepertinya mas. Kita lihat aja nanti,” seru Adel.


Kevin mulai mengajak Khali dan Asisten Ibra untuk duduk kembali dan diikuti Rudi dibelakang. Mereka melanjutkan meeting yang sempat berhenti karena waktu sholat. Namun tak lupa sebelum ke ruangan Aqila, Kevin sudah memesan makan siang dari restaurant terkenal agar diantar kemari.


Rudi segera memberi upah setelah para pegawai menata makanan dimeja yang sudah disediakan. Pangeran Khali dan Ibra terlihat sungkan. Namun karena paksaan Mama Angel dan Kevin akhirnya mereka pun ikut makan siang bersama.


----*----


Berita tentang Aqila kecelakaan pun sampai juga ditelinga Rey, sayangnya ia harus menahan untuk menjenguk Aqila karena Mama Ria dan Clara masih ada bersama mereka.


Seperti tadi selepas mereka keluar dari kamar Rossa. Keduanya berjalan untuk sarapan pagi bersama dan betapa kagetnya Rey melihat sang mama yang ada dirumah istrinya itu sepagi ini.


“Apaa mama menginap disini?” tanya Rossa.


“Iya sayang. Mama tidur sini semalam karena kelelahan,” saut Mama Ria.


“Aku seneng mama mau nginap disini,” ucap Rossa dengan senyum lebar.


“iya sayang,” ucap Mama Ria. “Ayo kalian makan yang banyak pasti kalian lelah kan karena semalam tidak tidur,” goda Mama Ria.


“Kamu bisa aja Ri,” ucap Mama Clara.


“Kan bener Clar, kayak gak pernah pengantin baru aja kamu,” ucap Mama Ria dengan cekikikan.

__ADS_1


“Hee ya pernah lah,” seru Mama Clara tak kalah heboh.


Rey sendiri yang mendengar ucapan mamanya menjadi malas. Dia dengan segera mengambil makanan tanpa menunggu Rossa yang ingin mengambilkannya. Dia bersikap acuh meski ia tau mamanya sedang menatap kearahnya.


Dengan lahap Rey memakan sarapan paginya. Dia ingin berangkat bekerja pagi ini juga karena Bima mengabarkan kecelakaan Aqila.


Sesungguhnya ini sudah bukan sarapan pagi karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang. Namun karena semua orang kelelahan dan bangun telat mau tak mau mereka tetap sarapan meski telat.


Setelah makan Rey berdiri dan hendak beranjak pergi tapi suara sang mama menghentikannya.


“Mau kemana kamu nak”? Tanya Mama Ria.


“Aku mau kerja ma, kerjaan aku numpuk,” seru Rey.


“Apa!” sentak Mama Ria.


“Bisa-bisanya kamu baru nikah dan langsung kerja,” suara Mama Ria meninggi.


“Eh Ri. Udah udah jangan marah-marah. Kamu harus tenang,” Mama Clara menenangkan.


“Bagaimana aku mau tenang Clar, sedangkan anakku sendiri seperti ini,” ucap Mama Ria menatap Mama Clara.


“Mama mau aku kayak apa sih ma,” bentak Rey.


“Mama minta aku nikah aku udah kabulin. Mama minta ini itu aku selalu usahain ma. Kurangnya Rey apalagi sih ma buat mama,” ucap Rey meninggi.


“Kamu selama kenal sama cewek itu selalu bangkang sama mama Rey,” seru Mama Ria.


“Jangan bawa-bawa dia lagi ma, dia itu gak salah,” seru Rey tak kalah tegas.


“Terus aja kamu belain wanita itu,” sentak Mama Ria.


“Asal mama tau, sekalipun aku sudah menikah rasa cintaku buat dia gak bakaln memudar sedikitpun,” seru Rey dengan nafas menderu.


Plak.


---*---


Selamat membaca.


Ya jemuran lagi panas akhirnya aku gantung disini hahaha.


Mau lanjut? Ayo like yang kenceng dan votenya jangan lupa.


Author udah kenceng upnya loh, padahal lagi riweh.

__ADS_1


Kuy kuy. Jangan lupa juga komen dibawah yang banyak


Kalau like dan komen serat votenya kenceng aku up lagi sore nanti


__ADS_2